Kalani menggeram marah. Buku-buku jarinya tampak memutih saking kerasnya dia mengepalkan tangan.
"Kau... Sudah pandai melawan rupanya," desis Kalani penuh amarah.
"Jika itu memang diperlukan, maka aku akan melawan," timpal Seraphina.
Datar. Dingin.
Emosinya setenang air di danau.
Dalamnya tak dapat diukur.
"Baik. Akan aku kabulkan."
Suara Kaivan terdengar berat dan setengah tidak rela. Dia meraih cepat kertas itu, membubuhkan tanda tangannya di pojok bawah lalu mengopernya ke Seraphina.
"Sudah ku tanda tangani. Aku setuju dengan semua syarat yang kamu ajukan."
Raut wajahnya mengandung rasa bersalah. Namun, semuanya sudah terlambat.
"Kaivan!?"
Kalani semakin kalut. Apa sih, isi kepala pria ini? Kenapa begitu mudahnya dia menandatangani surat persetujuan cerai itu?
Kenapa Kaivan tak memberi perlawanan. Kenapa Kaivan tak membuat Seraphina benar-benar kalah?
"Sudahlah, Lani. Soal uang, masih bisa dicari lagi. Kamu tenang saja!"
Kaivan mencoba menenangkan wanita yang duduk disampingnya.
"Rumah ini juga untukmu," lanjut Kaivan berbicara pada Seraphina.
Hal itu membuat Kalani seketika melotot tak terima. Rumah ini cukup mewah. Walaupun ukurannya tidak terlalu besar, namun desain interiornya jauh lebih berkelas dan elegan dibanding rumah miliknya bersama Arsen.
"Tidak perlu," tolak Seraphina.
"Sera, setelah kita bercerai, kamu tetap butuh tempat tinggal."
"Dia akan menikah dengan Arsenio. Jadi, tidak perlu memberinya rumah ini. Dia masih bisa beli sendiri bersama Arsen. Iya kan, Sera?"
Mendengar ucapan kakaknya, Seraphina tersenyum miring. Lagi-lagi, Kalani membuat keputusan yang belum disetujui oleh Seraphina.
"Ya, Kakak benar. Aku memang akan membeli rumah sendiri. Tapi, tidak bersama Arsen karena aku tidak akan pernah menikah dengannya."
"Ayah sudah memutuskan semuanya. Kamu tidak ada hak untuk menolak perintah Ayah, Sera."
Seraphina tersenyum. Dia tetap tenang di bawah tekanan Kalani.
Seraphina tahu bahwa Kalani bisa kuat hanya karena ada dukungan dari kedua orangtua me…
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina
Bab 9
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments
Hadi Mulyono
jijik banget SM kalani apapun yg di punya sera direbut .lakinya aja yg sm menjijikkan .orang tuanya jg sialan
2026-09-04
0
Bun Echa
klo aq da mls tggal lg sm ortu yg ke gitu mending kos dlu smbil nggu suray cerai
2026-08-13
0
Lucyana H
aku benci banget sm bapaknya,pengen rasanya gw kasih racun tuh si pa tua
2026-08-20
0