Plak!
Kalani tak bisa mengontrol emosinya. Ia langsung menampar Kaivan tanpa berpikir panjang setelah mendengar ucapan pria itu.
"Kita sudah sampai di titik ini dan kau baru mempertanyakan semua ini, Kaivan? Kau serius?"
Mulut Kalani menganga. Air matanya jatuh. Membasahi pipi putihnya yang pucat.
"Aku hanya merasa jika kita sudah melakukan kesalahan," lirih Kaivan.
"Kita?" Kalani tertawa. "Mungkin hanya kau saja, Kaivan. Aku tidak. Semua keputusan yang aku ambil, adalah yang terbaik. Aku tahu apa yang aku mau jadi aku tidak akan pernah menyesalinya."
Kaivan diam selama beberapa detik. Dia menatap wajah Kalani lama. Berusaha menumbuhkan kembali perasaan berdebar yang dulu selalu dia rasa setiap kali menatap wajah Kalani.
Tapi kali ini...
Jantungnya tak lagi bereaksi apa-apa. Detakannya normal. Terlalu normal untuk disebut jatuh cinta.
"Kita sekarang sudah menikah, Kaivan," lanjut Kalani. "Tidak ada waktu untuk menyesali keputusan yang sudah kita ambil. Lagipula, bukankah kamu sangat mencintai ku? Kenapa sekarang malah berubah, hah? Apa semua janji-janji yang kamu ucapkan dulu hanya omong kosong belaka?"
Sepasang mata Kaivan mengerjap pelan. Dia menarik napas panjang. Kalani benar. Tak ada waktu untuk menyesali semua keputusan yang sudah diambil.
Kaivan sudah menentukan pilihan. Dia sudah memilih jalannya sendiri.
Jadi, dia juga harus bertanggungjawab pada pilihan yang sudah dia ambil. Jika Seraphina bisa melupakan dirinya dengan mudah, maka Kaivan pun pasti bisa melakukan hal yang sama.
Lagipula, bukankah Kaivan sendiri yang membuang Seraphina dengan kesadaran penuh?
"Lani, aku minta maaf."
Kalani membuang tatapannya ke arah lain.
"Kamu membuatku sakit, Kaivan. Padahal, yang dulu kamu janjikan bukan seperti ini."
"Maaf."
Kaivan mendekat. Dia membawa sang istri ke dalam pelukannya dengan gerakan lembut.
Wanita itu pun akhirnya menangis tersedu-sedu dalam pelukan Kaivan.
"Maafkan aku," lirih Kaivan sekali lagi.
Dia mendongak menatap langit-langit ruangan. Tangannya me…
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina
Bab 42
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments
Devi Novita
capek nonton dracin dan baca novel dracin ngenes bay ..bay... deh cukup sekian dan terima kasih
2026-07-18
1
Sri Yekti
dasar Noah....sok gengsi.
padahal bucin banget
2026-08-04
0
Dapur Penyet
cowok lemah amat sih .. gemes bacanya
2026-07-08
0