Matahari sore itu bersinar lembut, memayungi hamparan persawahan koridor barat dengan warna keemasan yang hangat. Di bawah naungan saung yang besar tempat para warga aliansi petani berkumpul, riuh rendah suara obrolan terdengar begitu akrab. Di tengah kerumunan itu, Aruna tanpa sadar terus menatap Baskara yang sedang berbicara dengan para petani. Pandangan matanya seolah terkunci mati pada siluet tegap pria raksasa yang beberapa minggu lalu masih ia cap sebagai musuh bebuyutan bursa efek Jakarta.
Hari ini, tidak ada setelan jas mewah seharga ratusan juta yang melekat di tubuh tegap Baskara. Pria itu menggulung lengan kemeja linen putihnya hingga ke siku, menampilkan otot-otot lengannya yang kokoh. Tanpa ragu, ia ikut mengangkat karung beras bersama para pemuda desa, memperbaiki kursi kayu yang rusak di sudut saung dengan perkakas seadanya, bahkan duduk bersila di atas tikar pandan untuk mendengarkan keluhan warga satu per satu tanpa menunjukkan sedikit pun sikap arogan atau pandangan rendah khas penguasa korporasi.
Melihat pemandangan yang begitu kontras itu, Aruna mendadak teringat Baskara di London dulu. Ingatan masa lalunya berputar kembali pada sosok dosen muda yang dingin, kejam, bermata elang tajam, dan selalu membuat hidupnya sulit di dalam ruang ujian universitas. Pria yang dulu tega menjatuhkan nilai kelulusannya demi sebuah alasan kaku yang tidak pernah ia pahami.
"Bagaimana bisa orang yang sama berubah sejauh ini..." gumamnya pelan, nyaris tak terdengar di antara angin sore.
Tatapannya terlalu lama mengunci figur maskulin itu, hingga Baskara yang sedang berbicara serius dengan salah satu tetua warga akhirnya menoleh secara konstan. Sepasang netra elang mereka bertemu di udara. Menyadari dirinya sedang diperhatikan secara intens sejak tadi, pria itu langsung menyeringai tipis, menampilkan senyuman khasnya yang teramat memikat sekaligus menjengkelkan.
Baskara berpamitan sejenak pada warga, lalu melangkah lebar mendekati tempat Aruna berdiri. "Aku tahu…
The Professor’S Karma
Bab 60 Bahu yang Merunduk dan Konspirasi Rahasia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments