Keheningan malam di dalam kamar paviliun itu perlahan berganti menjadi atmosfer kerja yang intens namun anehnya terasa sangat intim. Pada akhirnya, Aruna tidak memiliki pilihan lain selain menyerah pada sikap posesif Baskara. Nampan makan malam yang semula ia tolak kini telah kosong, dipaksa habis oleh suapan demi suapan yang diberikan Baskara dengan ketelatenan yang membuat Aruna kehabisan kata-kata.
Kini, jarum jam telah merayap mendekati pukul tiga dini hari. Lembar-lembar berkas perkara agraria koridor barat masih berserakan di atas meja kayu panjang. Aruna duduk dengan fokus penuh, meneliti baris demi baris dokumen hukum, sementara Baskara benar-benar menepati janjinya. Pria itu tidak beranjak satu jengkal pun. Ia duduk di kursi sebelah Aruna, sesekali mengulurkan tangan kokohnya untuk membalikkan halaman berkas atau memberikan catatan koreksi yang tajam menggunakan pulpen hitamnya.
Aura akademis Baskara yang dingin dan genius sebagai mantan dosen penguji London kembali menguar, namun kali ini, ketajaman otaknya tidak digunakan untuk menindas Aruna, melainkan untuk menjadi perisai hukum yang sempurna bagi wanita itu.
"Jika Deon Prawijaya mencoba menggunakan celah hak asuh medis lagi lewat jalur pengadilan daerah, kita bisa langsung memotongnya dengan putusan sela dari bursa efek yang kita dapatkan kemarin," ujar Baskara tenang, suaranya yang bariton terdengar seksi di tengah kesunyian malam.
Aruna menoleh, menatap garis rahang tegas Baskara yang tampak kokoh dari samping. Kelelahan yang mendera fisiknya mendadak terasa sirna setiap kali ia melihat bagaimana pria ini mencurahkan seluruh energinya demi melindunginya. "Anda benar-benar memikirkan setiap langkah sampai sejauh itu, Pak Baskara?"
Baskara menghentikan gerakan pulpennya. Ia memutar tubuhnya menghadap Aruna, menatap lurus ke dalam sepasang netra bening wanita itu dengan tatapan yang kembali melembut, menanggalkan topeng acuh tak acuhnya.
"Aku sudah pernah kecolongan satu kali di London, Aruna," bi…
The Professor’S Karma
Bab 44 Benang Merah yang Mengikat Dua Singa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments