MBM — BAB 03

TANGGUNGJAWAB DAN JANJI

.

.

.

Mansion de Santos

Di sisi lain kota, saat langit semakin gelap, suasana berbeda sepenuhnya. Mansion megah milik keluarga de Santos berdiri kokoh, dingin, dan penuh rahasia.

Langkah kaki berat menggema di lantai marmer.

Lorenzo— pria yang angkuh dan terkenal ditakuti oleh penghuni mansion tersebut, ia berjalan masuk tanpa menoleh pada siapa pun.

Matanya dingin.

Dan tanpa peringatan ia menghampiri mereka yang tengah berbincang senang di ruang tengah—

Brughh!

Tinju kerasnya menghantam wajah seseorang. Seorang pria bernama Matteo de Santos yang terhuyung ke samping, jatuh hampir tersungkur hingga sudut bibirnya berdarah.

“Apa—” ia menyentuh sudut bibirnya yang berdarah. “Kau gila?!”

“Lorenzo!” Monica berdiri, wajahnya berubah tegang. “Apa yang kau lakukan?!” tegas wanita paruh baya itu menatap marah ke putra tirinya.

Adriana terdiam di sudut, sementara seorang wanita di samping Matteo mundur ketakutan.

Lorenzo tidak menjawab langsung.

Ia menatap Matteo dengan dingin. “Kau baru saja menyeret nama keluarga ini kembali ke daftar polisi.”

Matteo mengernyit dan berpaling kesal.

“Apa yang kau katakan?” kesal Monica seolah tak terima bila putra kandungnya dituduh tanpa alasan yang benar.

“Dia memperkosa seorang wanita, dan entah apa yang terjadi jika sampai wanita itu hamil kali ini.” tegas Loren yang menatap mereka dengan marah.

Mendengar itu, Monica, Adriana yang merupakan adik sepupunya Loren dan Matteo serta kekasih baru Matteo pun terkejut.

Ruangan itu seketika sunyi.

Wajah Matteo berubah. Monica menarik napas tajam, menoleh ke Matteo dan menatap tajam namun pria itu tak berani menatapnya balik. “Menjijikkan.” gumam Monica menahan emosi dan masih menatap elegan.

Sedangkan kekasih Matteo mulai menangis dan pergi, sementara Adriana hanya diam dan tak suka dengan sikap Matteo.

“Sekarang siapa yang buruk?” tanya Loren menatap remeh ke Monica yang selalu mengagumi anaknya itu.

“Itu hanya kesalahan, aku hanya terlalu mabuk dan— ”

“Diam saja, Matteo.” kata Monica pelan namun tegas.

Wanita berambut pendek keriting gantung itu menatap Lorenzo dengan angkuh dan dagu terangkat. “Jika kau menganggap de Santos penting, maka kau yang bertanggung jawab atas kasus ini, Loren.”

Lorenzo tersenyum tipis mendengarnya. Dingin. Nyaris mengejek.

“Untuk kesalahan dia kali ini?”

“Dia adikmu.”

“Dia bukan apa-apa bagiku.”

Nada Lorenzo tetap rendah, namun setiap katanya seperti pisau. Ia berjalan maju dan tepat berdiri di depan Monica yang angkuh.

“Jangan melewati batas mu, begitu juga aku.” kata Loren membuat Monica tetap berhati-hati hingga berulang kali menarik nafas dan mencoba melindungi reputasi anaknya yang akan menjadi pemimpin perusahaan de Santos.

“Nama keluarga ini lebih penting dari egomu, Loren? dan kau tidak ingin ayahmu terpuruk dalam nama buruknya bukan.”

Lorenzo menatapnya lama. Lalu berkata pelan— “Bukan nama keluarga yang kotor… tapi orang-orang di dalamnya.”

Monica terdiam untuk sesaat.

Lorenzo melangkah lebih dekat, menatapnya lurus. “Kalau bukan karena ayahku,” suaranya berubah lebih dingin, “aku sudah membunuh kalian semua sejak lama.”

Sunyi.

Tidak ada yang berani berbicara.

Bahkan Monica… hanya mampu menahan napas, menelan amarahnya sendiri.

Dan Lorenzo pergi, meninggalkan ruangan itu dengan aura yang lebih gelap dari sebelumnya.

“Jika kau menolak...” Monica menarik nafas dalam-dalam. “Kau tahu konsekuensi nya.” kata Monica yang berhasil membuat Loren berhenti sejenak tanpa berbalik, lalu kembali berjalan pergi tak peduli.

Terlihat wajah Monica yang nampak kebingungan dan cemas, hingga ia menatap Matteo dengan marah dan kesal.

Sementara Loren yang berjalan keluar, dia masih kesal. “Cari wanita itu.” pintanya kepada anak buahnya yang setia.

Tatapannya tajam, lalu ia tersenyum kecil dan menunduk sembari berkacak pinggang mengingat perkataan Monica.

...***...

Beberapa hari kemudian. Kamar Aria dipenuhi keheningan yang menyesakkan.

Di tangannya, selembar kertas hasil pemeriksaan sudah tertera jelas.

Tangannya gemetar, tatapannya kosong saat melihat hasil yang tak dia inginkan. Hasilnya masih sama, yaitu positif. Tentu saja Aria marah hingga ia tak segan terus mencelakai dirinya terutama anak yang dia kandung.

Ia tak segan memukuli perutnya yang masih kecil dan meminum-minuman berbahaya, namun bayi itu masih kuat.

“Aria... Sampai kapan kau melukai dirimu?” kata Nara dengan sedih melihat temannya itu duduk diam dengan wajah pucat.

“Aku tidak menginginkan anak ini.”

“Tapi, apa salah anak itu?”

Aria terdiam hingga matanya berkaca-kaca dan ia mulai menunduk dan mencoba tenang, lalu kembali menatap Nara dengan sedih. “Aku ingin sendiri.”

Tak ingin membuat Aria semakin emosi, wanita itu memilih pergi meninggalkannya di rumah yang sunyi.

Air mata Aria mulai menetes, namun kedua tangannya terkepal mengingat ucapan Nara soal anak yang dia kandung. “Katakan padaku. Aku harus bagaimana?” tanya Aria kepada anak yang dikandung nya.

Wanita bermata coklat itu ingin berteriak namun dia kembali tenang dan mengusap wajahnya sedikit kasar. Ingatan menjijikan itu selalu muncul, namun dia selalu menahannya.

Dengan sisa-sisa tenaganya, Aria memilih bersiap dan membuka toko rotinya siang ini, mencoba menghilangkan suasana hati dan pikiran buruknya.

Tepat di siang hari, ia membuka toko tersebut, sendirian. Terkadang ada beberapa pelanggan yang datang, Aria berhasil mengalihkan pikirannya namun hanya sesaat.

Sampai—

Cling!

“Selamat datang di toko roti legendaris...” ucapan Aria menggantung di udara tatkala dia melihat seorang pria bertubuh besar dan tinggi baru saja masuk, sementara beberapa pria lainnya menutup paksa pintu serta jendela-jendela di toko sana.

“Maaf, apa yang kalian lakukan? Hey!” tegas Aria menatap tajam dan mencoba menghampiri mereka yang menutupi pintu serta jendela.

Sampai dia menghampiri pria yang berdiri di dekat meja etalase kaca.

“Siapa kau? Siapa kalian? Kenapa menutup toko ku huh?”

Tentu, setelah mencoba menenangkan dirinya yang kalut dalam kesedihan, kini Aria harus bertemu dengan orang-orang asing lagi menyebalkan.

Pria itu menatap lekat wajah cantik Aria yang natural. Sementara Aria memperhatikan wajah tampan pria bermata silver yang seolah tak asing baginya.

“Aku datang untuk bertanggungjawab, atas apa yang terjadi padamu.”

Mendengar itu, Aria mencoba mencerna ucapan tersebut.

“Apa yang kau tahu? Aku tidak mengenalmu, pergilah sebelum aku berteriak.” ancam Aria.

Lorenzo masih diam memperhatikan toko tersebut, lalu berhenti menatap tepat wajah Aria yang nampak marah.

“Aku yang menghamili mu, dan aku datang untuk bertanggungjawab.”

Ucapan yang sangat enteng untuk dikatakan setelah apa yang terjadi.

Aria menyeringai tak percaya mendengar semua itu. Dia menatap pria bernama Lorenzo de Santis cukup lama hingga kedua matanya berkaca-kaca seolah dia tak bisa lagi menahan diri.

Dengan berani, Aria langsung mencengkram erat kemeja Lorenzo hingga mereka begitu dekat. “Jadi kau bajingan itu? Berani sekali kau menyentuh ku dan memperkosa ku HAH!” kesal Aria yang mulai marah hingga matanya berair.

Namun saat itu juga, salah satu anak buah Loren langsung menodongkan pistol tepat ke kening Aria. “Jaga ucapan mu.” tegas pria itu yang membuat Aria tersenyum remeh hingga melepaskan kemeja Loren dan mundur satu langkah.

“Jangan lakukan itu, aku ingin kalian semua keluar.” pinta Loren dengan tegas yang langsung dituruti oleh mereka, sehingga Aria yakin bahwa pria di depannya itu bukanlah sembarangan orang.

Dirasa sudah sepi, pria itu kembali menatap Aria yang masih menatapnya marah.

“Aku datang dengan niat yang baik, Nona Vance. Aku akan memberi kebutuhan mu selama mengandung anak itu dan aku akan memberimu fasilitas yang kau inginkan.” jelas Lorenzo sedikit berkerut alis.

Entah kenapa dia melakukan semua itu, namun yang pasti, dia hanya memenuhi janjinya pada sang ayah sebagai de Santis.

Terpopuler

Comments

Kinara Widya

Kinara Widya

ini sebenarnya yg memperkosa siapa ya...mateww atau Loren...kok jadi Loren yg bertanggung jawab

2026-04-08

2

vnablu

vnablu

jadi siapa nih yg awal bab ada udh manatau satuminguan..tapi yang merkosa Matteo aduh plot twist rupanya..moga menyesal ya kamu Matteo suatu saat nanti karena kamu nggak mau tanggung jawab

2026-04-08

1

Tiara Bella

Tiara Bella

oh Matteo yg merkosa Lorenzo yg bertanggung jawab ternyata....

2026-04-08

2

lihat semua
Episodes
1 MBM — BAB 01
2 MBM — BAB 02
3 MBM — BAB 03
4 MBM — BAB 04
5 MBM — BAB 05
6 MBM — BAB 06
7 MBM — BAB 07
8 MBM — BAB 08
9 MBM — BAB 09
10 MBM — BAB 10
11 MBM — BAB 11
12 MBM — BAB 12
13 MBM — BAB 13
14 MBM — BAB 14
15 MBM — BAB 15
16 MBM — BAB 16
17 MBM — BAB 17
18 MBM — BAB 18
19 MBM — BAB 19
20 MBM — BAB 20
21 MBM — BAB 21
22 MBM — BAB 22
23 MBM — BAB 23
24 MBM — BAB 24
25 MBM — BAB 25
26 MBM — BAB 26
27 MBM — BAB 27
28 MBM — BAB 28
29 MBM — BAB 29
30 MBM — BAB 30
31 MBM — BAB 31
32 MBM — BAB 32
33 MBM — BAB 33
34 MBM — BAB 34
35 MBM — BAB 35
36 MBM — BAB 36
37 MBM — BAB 37
38 MBM — BAB 38
39 MBM — BAB 39
40 MBM — BAB 40
41 MBM — BAB 41
42 MBM — BAB 42
43 MBM — BAB 43
44 MBM — BAB 44
45 MBM — BAB 45
46 MBM — BAB 46
47 MBM — BAB 47
48 MBM — BAB 48
49 MBM — BAB 49
50 MBM — BAB 50
51 MBM — BAB 51
52 MBM — BAB 52
53 MBM — BAB 53
54 MBM — BAB 54
55 MBM — BAB 55
56 MBM — BAB 56
57 MBM — BAB 57
58 MBM — BAB 58
59 MBM — BAB 59
60 MBM — BAB 60
61 MBM — BAB 61
62 MBM — BAB 62
63 MBM — BAB 63
64 MBM — BAB 64
65 MBM — BAB 65
66 MBM — BAB 66
67 MBM — BAB 67
68 MBM — BAB 68
69 MBM — BAB 69
70 MBM — BAB 70
71 MBM — BAB 71
72 MBM — BAB 72
73 MBM — BAB 73
74 MBM — BAB 74
75 MBM — BAB 75
76 MBM — BAB 76
77 MBM — BAB 77
78 MBM — BAB 78
79 MBM — BAB 79
80 MBM — BAB 80
81 MBM — BAB 81
82 MBM — BAB 82
83 MBM — BAB 83
84 MBM — BAB 84
85 MBM — BAB 85
86 MBM — BAB 86
87 MBM — BAB 87
88 MBM — BAB 88
89 MBM — BAB 89
90 MBM — BAB 90
91 MBM — BAB 91
92 MBM — BAB 92
93 MBM — BAB 93
94 MBM — BAB 94
95 MBM — BAB 95
96 MBM — BAB 96
97 MBM — BAB 97
98 MBM — BAB 98
99 MBM — BAB 99
100 MBM — BAB 100
101 MBM — BAB 101
102 MBM — BAB 102
103 MBM — BAB 103
104 MBM — BAB 104
105 MBM — BAB 105
106 MBM — BAB 106
107 MBM — BAB 107
108 MBM — BAB 108
109 MBM — BAB 109
Episodes

Updated 109 Episodes

1
MBM — BAB 01
2
MBM — BAB 02
3
MBM — BAB 03
4
MBM — BAB 04
5
MBM — BAB 05
6
MBM — BAB 06
7
MBM — BAB 07
8
MBM — BAB 08
9
MBM — BAB 09
10
MBM — BAB 10
11
MBM — BAB 11
12
MBM — BAB 12
13
MBM — BAB 13
14
MBM — BAB 14
15
MBM — BAB 15
16
MBM — BAB 16
17
MBM — BAB 17
18
MBM — BAB 18
19
MBM — BAB 19
20
MBM — BAB 20
21
MBM — BAB 21
22
MBM — BAB 22
23
MBM — BAB 23
24
MBM — BAB 24
25
MBM — BAB 25
26
MBM — BAB 26
27
MBM — BAB 27
28
MBM — BAB 28
29
MBM — BAB 29
30
MBM — BAB 30
31
MBM — BAB 31
32
MBM — BAB 32
33
MBM — BAB 33
34
MBM — BAB 34
35
MBM — BAB 35
36
MBM — BAB 36
37
MBM — BAB 37
38
MBM — BAB 38
39
MBM — BAB 39
40
MBM — BAB 40
41
MBM — BAB 41
42
MBM — BAB 42
43
MBM — BAB 43
44
MBM — BAB 44
45
MBM — BAB 45
46
MBM — BAB 46
47
MBM — BAB 47
48
MBM — BAB 48
49
MBM — BAB 49
50
MBM — BAB 50
51
MBM — BAB 51
52
MBM — BAB 52
53
MBM — BAB 53
54
MBM — BAB 54
55
MBM — BAB 55
56
MBM — BAB 56
57
MBM — BAB 57
58
MBM — BAB 58
59
MBM — BAB 59
60
MBM — BAB 60
61
MBM — BAB 61
62
MBM — BAB 62
63
MBM — BAB 63
64
MBM — BAB 64
65
MBM — BAB 65
66
MBM — BAB 66
67
MBM — BAB 67
68
MBM — BAB 68
69
MBM — BAB 69
70
MBM — BAB 70
71
MBM — BAB 71
72
MBM — BAB 72
73
MBM — BAB 73
74
MBM — BAB 74
75
MBM — BAB 75
76
MBM — BAB 76
77
MBM — BAB 77
78
MBM — BAB 78
79
MBM — BAB 79
80
MBM — BAB 80
81
MBM — BAB 81
82
MBM — BAB 82
83
MBM — BAB 83
84
MBM — BAB 84
85
MBM — BAB 85
86
MBM — BAB 86
87
MBM — BAB 87
88
MBM — BAB 88
89
MBM — BAB 89
90
MBM — BAB 90
91
MBM — BAB 91
92
MBM — BAB 92
93
MBM — BAB 93
94
MBM — BAB 94
95
MBM — BAB 95
96
MBM — BAB 96
97
MBM — BAB 97
98
MBM — BAB 98
99
MBM — BAB 99
100
MBM — BAB 100
101
MBM — BAB 101
102
MBM — BAB 102
103
MBM — BAB 103
104
MBM — BAB 104
105
MBM — BAB 105
106
MBM — BAB 106
107
MBM — BAB 107
108
MBM — BAB 108
109
MBM — BAB 109

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!