Saat ini Ara berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota ini, Ara yang di temanin oleh Vano sedikit menjauh dan mengatur nafas dan gejolak yang ada di hati. Vano menunggu Ara di sofa tunggu yang telah di sediakan, tentu saja sambil mengotak ngatik ponsel milik nya
" Dress ini pengeluaran terbaru bulan ini nyonya, hanya ada tujuh pcs di Indonesia, jika anda memakai ini pasti akan terlihat semakin mewah " ujar salah satu karyawan toko , Ara di layani dengan baik karena mereka tahu siapa Vano, lagi pula Vano bahkan sering menemani Dila untuk berbelanja.
" Baiklah saya ambil yang ini dan ini" Ara memilih dress motif bunga tersebut yang berwarna Lilac dan putih
" Baik nyonya" ucap perempuan muda tersebut
Ara melanjutkan melihat dan memilih baju meskipun pikiran nya sedikit kacau , ucapan yang di lontarkan oleh Vano di kantor tadi masih mengganggu pikiran nya.
" Ara , apa kamu mendengar ucapan saya? Jangan lagi memakai apa pun barang dari Dila . Saya tahu Dila adalah kakak kamu, tapi saya tidak mau barang nya di sentuh apa lagi di pakai, karena Dila mencintai semua barang yang ia punya" ulangi Vano kembali karena Ara tidak menyahut.
" Maaf mas, tadi saya memakai pakaian mbak Dila, karena saya tidak membawa pakaian yang pantas untuk di pakai ke kantor. Lagi pula saya juga merindukan mbak Dila jadi tidak masalah rasanya jika....."
" Tapi saya mempermasalahkan nya Ra, jadi pergilah berbelanja dan beli pakaian sebanyak mungkin " ujar Vano memotong pembicaraan Ara
" Baiklah mas, saya permisi" Ara membalikan badan nya berencana untuk pulang saja
" Ra..." Panggil Vano
" Kamu meninggal kan ini " Vano meletakkan card berwarna hitam tersebut di telapak tangan Ara
" Terimakasih mas" Ara berjalan ke luar dari ruangan Vano dengan menenteng rantang yang kosong
Di saat Ara keluar dari ruangan Vano hingga menuju parkiran, banyak mata yang melirik Ara. Karena jam makan sudah berakhir tentu semua karyawan sudah ada di dalam kantor
" Wah siapa dia , sangat cantik apa dia kekasih nya pak Vano "
" Ngaco loe bro, baru beberapa hari buk Dila meninggal, masak iya udah punya kekasih Baru aja "
" Cantik banget, mungkin saudara pak Vano "
' ini mah cantik dari almarhumah buk Dila"
' cantik nya natural alami, "
Andre yang akan menuju ruangan Vano melihat dan mendengar celotehan dari karyawan karyawan tersebut
" Kamu kenapa ndre, seperti habis melihat sesuatu" Vano yang melihat ekspresi keingin Tahuan Andre yang masih melirik ke belakang punggung nya
" Ohh ngak pak itu tadi ada seorang perempuan yang menjadi omongan para karyawan pak" ujar Andre kepada Vano
" Perempuan? " Tanya Vano balik
" Iya pak, biasa mungkin karena cantik dan bening jadi ya gitu pak semua mata jelalatan melihat perempuan tersebut" ujar Andre sedikit tersenyum tipis namun tidak terlihat orang lain
" Perempuan yang memakai dress motif bunga bunga?" Vano memastikan jika yang sedang di bicarakan oleh Andre adalah istrinya Ara
" Iya pak? Apa dia saudara bapak? Kalau iya bapak harus ekstra menjaga seperti nya . Karena di kantor kita saja semua mata memandang kepada nya apa lagi di tempat tempat ramai" ujar Andre yang masih berdiri dengan berkas di tangan nya
" Tempat yang ramai? Pusat perbelanjaan" gumam Vano dengan cepat mengambil ponsel milik nya di atas meja lalu menghubungi Ara
" Hallo Ara , tunggu saya di parkiran" Vano dengan cepat melangkah pergi namun sebelum keluar dari pintu dia memberhentikan langkah nya
" Andre kamu handle semua perkejaan di kantor selama saya menemani ara pergi belanja" setelah itu baru Vano melanjutkan langkah kaki nya
" Oo benar rupanya seperti nya perempuan tadi adalah saudaranya pak Vano, hmmm apa beliau mau mengenal kan saya dengan sepupu nya " Andre bergumam sendiri
" Sial apa yang sedang aku pikirkan, lebih baik lanjut dengan berkas berkas ini " Andre melanjutkan pekerjaan nya
Mendapatkan telepon dari Vano, Ara memutuskan untuk menunggu Vano di dalam mobil .
Tok tok Vano mengetuk jendela mobil
" Iya mas? " Tanya Ara setelah membuka jendela kaca mobil yang di duduki nya
" Pindah lah ke depan , saya yang akan menyetir " ujar Vano sambil berjalan melingkari mobil dan meminta sopirnya untuk keluar
Ara yang di minta untuk pindah ke depan , dengan rasa penasaran dan bingung Ara tetap melangkah kaki nya untuk pindah ke depan
" Saya akan menemani mu untuk berbelanja" ujar Vano menjawab rasa penasaran Ara yang bingung dengan apa yang di lakukan oleh Ara.
Ara terkejut dengan panggilan karyawan toko tersebut hingga menghentikan pikiran nya ke kejadian saat di kantor tadi.
" Iya mbak?" Jawab Ara
" Ini ada beberapa sepatu yang kami pilihan, semoga cocok di kaki dan hati mbak " Ujar perempuan tersebut
Dengan cepat Ara mengambil beberapa baju yang barusan di tangan karyawan . Dengan cekatan Ara mencoba beberapa sepatu yang di bawakan oleh karyawan tersebut .
Setelah mencoba semua pakaian dan sepatu , akhirnya Ara dan Vano memutuskan untuk pulang ke rumah
Tring
Tring
Tring panggilan masuk ke ponsel milik Vano , Vano menyuruh Ara berjalan terlebih dahulu karena ia menerima telepon lebih dahulu.
" Hem hem hallo mbak" seorang pemuda menghentikan langkah Ara
" Lagi berbelanja ya " tanya lelaki tersebut
" Iya nih " jawab Ara biasa saja
" Sendiri an ya, mau aku temenin ngak? " Ujar anak muda tersebut
" Ngak kak, aku sama suami " ujar Ara sambil melirik Vano yang lagi fokus berbicara melalui via ponsel
" Saya tahu kamu bercanda, ayo saya temenin" ujar pria tersebut dengan sedikit memaksa
" Tidak saya tidak bercanda saya ke sini bersama suami saya " jawab Ara kemudian
" Mana ? Ngak ada , kamu bohong ya?' ujar lelaki tersebut melirik di sekitar Ara
" Tidak...._
Brukkkk tangg Vano menabrakan semua belanja an nya kepada pria yang sedang menggatal kepada sang istri .
" Ada perlu apa dengan istri saya?" Degggg ujar Vano yang mampu membuat Ara melirik tubuh tegap milik Vano tersebut
" Maaf jadi anda suami nya , saya mintak maaf" pria tersebut meminta maaf dan pamit pergi dari hadapan Vano dan Ara.
" Istri, dia mengakui saya dengan sebutan istri di depan orang lain ? Bukan sebagai adik nya Dila lagi " Ara berbicara di dalam hatinya sendiri
" Apa masih ingin di sini? Atau kamu ingin menunggu beberapa orang lelaki lagi untuk memuji dan merayu mu,?" Ujar Vano melihat Ara yang sedang berfikir sejenak.
" Tidak mas, ayok kita pulang kasihan Alana karena terlalu lama di tinggal pergi ' Ara selalu memikirkan alana meskipun dia bukan ibu kandung nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments