Bab 6 Kabur????

" kabur ?" Gumam Ara setelah mematikan panggilan telepon di ponsel miliknya

Ting pesan masuk dari Ara {kita akan bertemu jam 12 malam di taman cinta kita Ra, aku tunggu kehadiran mu. Ayok kita bangun impian dan cinta kita di istana kita sendiri}

Dengan cepat Ara membalas pesan tersebut " baik Andra , aku akan datang" entah apa yang ada di pikiran Ara saat ini, yang dia tahu hati dan pikiran nya sangat mencintai Andra dan impian dan mimpi nya selama ini adalah menikah dan hidup bersama Andra bukan Vano suami sang kakak.

Ting {terimakasih sayang, tidak perlu membawa pakaian banyak, supaya semua orang di rumah tidak curiga} balasan pesan dari Andra

" Ara buka pintu nya sayang" suara mama Ajeng membuat Arabela terkejut dan salah tingkah seperti ketahuan mencuri atau pun melakukan perbuatan dosa

" Iya ma tunggu" Ara merapi kan rambut dan menghembuskan nafas panjang untuk meminimalisir kegugupan

" Lama banget sih Ra" Arabela membuka pintu dan melihat mama Ajeng bersama Vano dengan wajah yang di tekuk

" Ini suami mu ingin tidur, masak pintunya harus di kunci segala. Kalau Vano udah di dalam, baru deh kamu kunci " ujar mama Ajeng tersenyum mengejek yang tidak di tanggapi oleh Ara maupun Vano

" Ya sudah ibu tinggal dulu " Ajeng meninggalkan pengantin baru yang baru saja menikah tersebut

" CK " decakan kecil yang terdengar dari bibir Vano

" Mas Vano tidur di ranjang saja , biar aku yang di sofa" tanpa menjawab ba bi bu dengan santai nya Vano melangkah dan membaringkan badan di atas kasur empuk milik Ara

" Dasar lelaki tidak peka , apa salah nya menolak dan bilang kamu aja Ra yang di kasur biar aku yang di sofa, seperti yang ada di novel novel " gumam Kiara di dalam hati sambil melirik Vano

" Kenapa ? Apa kamu menyesal menyuruh saya tidur di kasur milik mu ini? Atau kamu malah berfikir saya yang akan mengalah dan tidur di sofa tersebut seperti novel novel yang kamu baca? Jangan mimpi kamu " ujar Vano memejamkan matanya yang tidak mengantuk. Ara yang mendengar semua kata yang keluar dari bibir Vano sedikit shock.

Selama ini Vano yang humble telah berubah menjadi kasar dan dingin. Vano yang baik dan lembut telah berubah menjadi kejam , tidak ada lagi Vano yang hangat sekarang yang ada Vano yang kaku. Entah dari kapan sebutan aku telah berubah menjadi saya.

" CK " Ara tidak menjawab omongan Vano dia hanya berdecak dan menghentakkan kaki lalu mendudukkan bokong nya ke sofa

" Ternyata keputusan aku sudah benar untuk kabur bersama Andra . Untuk apa hidup bersama mas Vano yang kaku dan kasar , sekarang dia telah berubah menjadi monster yang mengerikan " gumam Ara di dalam hati

Di saat semua tertidur, Ara yang dari awal hanya pura pura tidur bangkit dari sofa dan membuka pintu kamar dengan pelan, Ara menjulurkan kepala nya di pintu dan melihat keliling

" Seperti nya semua sudah tertidur" gumam Ara

" Ekhmmm apa sudah waktunya?" Tiba tiba Ara terkejut dan berbalik arah

" Mas Van, Vano " ujan Ara pelan

"Hmm apa jam segini kalian janjian dan kabur bersama" deg Ara melotot kan matanya karena kaget Vano tau semua nya

" Mmm mas Vano, ka kamu ...."

" Iya saya tahu semua nya, seharusnya kau memastikan dulu pintu kamar mu tertutup rapat tadi sebelum menerima telfon atau pun bergumam sendiri " di saat Ara menelfon dan berbicara sendiri Vano ada di depan kamar Ara yang terbuka sedikit. Tadinya Vano di paksa oleh mertua dan kedua orang tuanya untuk ke kamar Ara, namun dia mendengar kan segalanya perbincangan Ara dan Andra. Dengan pelan Vano menutup pintu kamar tidur Ara lalu pergi ke bawah untuk memberi alasan kepada mertua nya jika pintu kamar Ara tertutup.

Gluk Ara menelan ludah kasar nya " aku aku..."

" Kamu tidak perlu kwatir dan takut Ara , pergilah bersama Andra kekasih hati mu itu. Kamu tidak perlu memusingkan kedua orang tua kita biar saya yang akan menghandle nya. Saya berjanji setelah kamu pergi mama dan papa mu akan saya jaga seperti kedua orang tua saya. Saya tidak akan membuat mereka bersedih atau merindukan anak nya yang kabur. Akan saya bawa mereka ke kota jakarta sehingga mama papa tidak mendengar ocehan tetangga sekitar sini jika anak nya yang baru saja menikah kabur bersama kekasih hati nya " Vano seperti tidak memberi kesempatan dan waktu untuk menjawab ucapan yang ia lontarkan

" Dan satu lagi kamu tidak perlu memusingkan Alana , karena saya yang akan memastikan keselamatan kebahagiaan Alana . Putri dari kakak mu Dila  dan saya " entah kenapa Vano menekan kata putri dari kakak nya

Ada yang mendengar kan semua ucapan yang terlah di dengar dari Vano entah kenapa semua kata kata yang terlontar tersebut menusuk di hati Ara . Dia sekarang bahkan berfikir bagaimana nanti papa mama nya setelah tahu ternyata dia kabur . Selain itu yang menggangu pikiran nya adalah Alana putri mendiang sang kakak bersama Vano suami nya saat ini.

" Aku aku ...."

" Pergi lah tidak usah ragu, , pergi lah sebelum terlambat, sebelum mereka semua terbangun" bahkan Vano seperti tidak mau mendengar ocehan yang keluar dari mulut Ara

" Kenapa kamu masih diam ? Apa kamu ragu sekarang untuk kabur dengan lelaki yang kekurangan modal, bahkan untuk membawa mu kabur saja dia hanya pakai motor? Apa sekarang kamu sudah mulai berfikir sulit nya hidup  setelah ini? " Tajam nya perkataan Vano membuat Ara memejamkan mata

" Mas Vano tidak perlu menghina Andra , dia lelaki baik dan bertanggung jawab"  Ara akhirnya bersuara

" Apa ada lelaki yang bertanggung jawab membawa seorang perempuan untuk kabur?jadi Dari segi mana dia bertanggung jawab nya" doorr seperti terkena peluru , tajamnya lidah Vano mengeluarkan kata kata yang membuat Ara ternganga

" Semua itu ada sebab dan akibat nya mas " Ara mencoba terus membelah Andra.

" Tenyata sifat bertanggung jawab bisa luntur karena sebab dan akibat ? Saya baru tahu itu , sekarang pergilah" Vano membalikkan badan menuju ranjang sedang kan Ara menahan emosi yang ada di hati.

Dengan menghentakkan kaki Ara pergi untuk keluar ke kamar dan menutup pintu dengan sedikit kencang.

" Hmm apa dia benar benar pergi? CK biarlah paling tidak dia mempermudah segalanya , saya tidak perlu repot-repot lagi " ujar Vano menidurkan dirinya di ranjangnya

" Maafkan saya Dila, saya tidak bisa menjaga Ara adik mu seperti janji ku dulu. Andai aku tahu semua maksud perkataan mu sebelum keberangkatan mu di bandung "

Di kamar lain Ara berusaha memejamkan matanya yang tidak mengantuk.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!