" BERHENTI !! " Teriak seorang pria paruh baya mendatangi mereka, lalu membantu Marcel berdiri.
" Kau beraninya membuat anak saya babak belur begini, saya tak segan segan membuat anda hancur " Ucap pria paruh baya itu atau ayah marcel.
" Saya tak akan menghajar anak anda, jika dia tak mengganggu orang kesayanganku " Jawab Lian dengan nada dinginnya.
" Saya tak peduli jika anak saya melakukan apapun tetapi jika dia terluka seperti ini saya tak segan segan menghancurkan hidup kamu anak muda, Saya Mark Marion sebagai direktur RS. WIJAYA akan membuat hidup anda hancur " Ancam Mark kepada Lian.
Lian yang mendengar RS Wijaya hanya tersenyum miring, Lian mengambil handphone dari saku nya dan memanggil seseorang.
" Hallo Tuan muda ada yang saya bisa bantu? " Tanyanya disebrang telepon.
" Hallo tuan Gibran, apa kau mengenal direktur RS. Wijaya Mark Marion? " Tanya Lian.
" Setau saya Tuan Mark adalah direktur Rumah sakit cabang Wijaya Tuan " Jawab Gibran.
Lian ingin sekali tertawa mendengar nya ' Apa direktur rumah sakit cabang? dan mengancamku akan menghancurkan hidupku? Haha konyol sekali ' Guman Lian dalam hatinya tertawa.
" Pecat! " Perintah Lian dengan tegas namun santai.
" Mengapa tuan? Apa dia menyinggung anda? " Tanya Gibran.
" Dia mengusik makan siangku, bereskan " Jawab Lian.
" Baik tuan sesuai perintah anda " Ucap Gibran dan langsung mematikan panggilan.
" Mengapa kau masih terlihat santai anak muda apa kau ingin bermain main denganku? " Ucap Mark yang terlihat wajah nya yang sudah memerah karena marah.
" Panggilan untuk mu dalam beberapa detik lagi " Jawab Lian tersenyum miring dan bergegas pergi meninggalkan bapak dan anak itu yang merepotkannya
Tiba tiba suara dering telepon Mark berbunyi, melihat nama kontaknya Mark langsung berkeringat dingin dan mengangkat teleponnya
" Ha-hallo tuan Gibran ada yang saya bisa bantu? " Ucap Mark yang berusaha untuk tenang
" Tuan Mark, saya mendapat perintah langsung dari Pemilik RS. Wijaya yang baru memutuskan untuk menyuruh anda membereskan barang anda lalu angkat kaki anda dari sini dengan kata lain anda dipecat " Ucap Gibran disebrang telepon
Deg
Bagai petir yang menyambar, Mark terkejut dengan yang baru dia dengar
" Tap-tapi Tuan saya tak menyinggung dia " Ucap Mark yang sudah panik
" Kau mengganggu seorang pemuda yang tengah makan siang diresto anda berada " Jawab Gibran dan langsung mematikan telepon secara sepihak
" Tuan Gibran?, halo Tuan Gibran " Ucap Mark
" Dasar anak sial*n apa kau ingin membuat keluarga kita miskin hah?! " Marah Mark pada anaknya
" A-aku tak tau ayah jika aku usik ternyata pemilik...." Jawab Marcel terpotong
" Argghh... Ayo cepat minta maaf kepadanya sebelum terlambat " Ucap Mark frustasi mengacak ngacak rambutnya
Kini orang yang dibacarakan tengah memakan makanan mereka, Lian sempat menyuruh 2 gadisnya untuk pindah meja kelantai dua dengan alasan agar lebih indah
" Maaf kan aku ya sayang,dek karena ada keributan makan siang kita tertunda " Ucap Lian tak enak
" Tak apa sayang aku ngerti kok dan terima kasih menyelamatkan aku " Jawab Queen memeluk tubuh Lian disampingnya
" Benar kak apa yang dikatakan kak Queen jika kak Lian tak datang mungkin kak Queen akan dibawa " Timpal Tania membenarkan ucapan Queen
" Karna kalian.... " Ucap Lian terpotong
" Tuan muda tolong maafkan saya tuan, karena kelancangan saya dan juga anak saya yang sudah mengganggu anda tuan " Ucap Mark membungkukan badannya dan diikuti
Lian mengabaikan permintaan maaf Mark dan lebih memilih mengelus kepala Queen dengan lembut
" Tuan muda maafkan kami tuan, karena telah mengganggu makan siang anda " Ucap Marcel
Huhh
Lian membuang nafas kasarnya lalu menatap mereka
" Saya tak ada waktu untuk mengurusi kalian berdua " Jawab Lian
" Ini tuan pesanan anda telah siap " Ucap seorang pelayan mengantarkan pesanan Lian
" Terimakasih ini tip untuk mu " Jawab Lian sembari mengeluarkan selembar uang biru dan memberikan kepada pelayan itu
" Terima kasih kembali tuan muda, saya pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaan saya " Ucap pelayan itu dan Lian hanya mengangguk
" Dan tolong panggil kan security kesini " Ucap Lian
" Baik saya panggilkan " Jawab pelayan itu sedikit membungkuk lalu pergi meninggalkan meja Lian
" Tolong Tuan muda maaf kan saya tuan " Ucap Mark yang berlutut
" Huhh... soal maaf memaaf saya maafkan tetapi soal pekerjaan anda saya tak berubah pikiran sama sekali, ini bisa menjadi pembelajaran untuk kalian menghormati orang lain, di atas langit masih ada langit yang tinggi " Jawab Lian panjang lebar, sungguh melelahkan bagi dirinya berbicara seperti ini karena melelahkan
" Tuan muda saya membawa security yang anda minta " Ucap pelayan tadi
" Bawa keluar mereka " Perintah Lian
Security itu mengangguk patuh dari pada mereka menyinggung seorang yang tak boleh mereka singgung
Mark dan Marcel hanya pasrah dengan keadaan yang tak mendukung mereka
" Ayo kita makan " Ucap Lian santai dan kedua gadis mengangguk
Mereka pun memakan makanan mereka dengan sesekali Lian menyuapkan makanan kepada 2 gadis kesayangannya yang manja, dan Lian tak mempersalahkan hal ini
" Oke karna kalian sudah menyelesaikan tantangan maka aku punya hadiah untuk kalian " Ucap Lian
" Cepat kak aku tak sabar " Jawab Tania antusias dan Queen mengangguk membenarkan ucapan Tania
" Tutup mata kalian " Ucap Lian dan mereka pun mengikuti ucapan Lian untuk menutup mata
Lian membayangkan sebuah handphone dan liontin, lalu meletakkan di hadapan mereka
" Sekarang buka mata kalian " Ucap Lian
Mereka membuka mata dan betapa terkejutnya mereka melihat hadiah yang Lian beri
" Ahh Makasih kakak ku yang tampannya no counter " Puji Tania sembari membuka kotak handphonenya, Lian tahu adiknya pasti ingin memiliki handphone walaupun masih berumur 7 tahun dia pasti akan membatasi waktu main Tania
" Sayang ini beneran buat aku " Ucap Queen menutup mulut dengan tangannya karena senang
" Sama sama dek dan ini beneran untuk mu sayang " Jawab Lian tersenyum bahagia melihat orang kesayangannya bahagia
***Cup***
Dengan tiba tiba Queen mencium pipi Lian, Lian tertegun dengan apa yang baru saja terjadi di memegang pipinya yang baru saja dicium
" Terima kasih sayang aku sangat menyukainya " Ucap Queen memberi senyuman manisnya kepada Lian
Lian terpesona dengan senyuman itu, yang membuat jantungnya berdegup kencang
" Sama sama aku senang jika kau menyukainya " Jawab Lian yang membalas senyuman Queen
" Tolong pasangin liontin ini yang " Pinta Queen menyerahkan liontin kepada Lian dan Lian dengan senang hati membantu memasangkan nya
Queen mengangkat rambut pendeknya agar memudahkan Lian memasangnya
" Kau sangat cantik sayang " Puji Lian setelah memasangkan liontin pada Queen
" Terima kasih " Jawab Queen dengan pipi merona mendengar pujian Lian
Sebuah suara telepon handphone Lian berbunnyi " Aku izin angkat dulu ya " Izin Lian dan diangguki oleh Queen
" Halo "
" Hallo tuan muda Lian Arkana, saya Wilson pemilik perusahaan Ereborn sebelumnya, saya ingin memberi tahu kepada tuan muda, kapan anda ingin mendatangani surat kepemilikan yang baru? " Ucap Wilson
" Baik saya akan kesana besok pagi tuan wilson karena jadwal saya yang padat " Jawab Lian
" Baik tuan muda saya akan menunggu tuan " Ucap wilson
" Oh iya saya ingin tuan wilson yang mengurusi perusahaan saya tak mungkin setiap waktu diperusahaan karna status saya yang masih pelajar " Ucap Lian
Wilson terkejut mendengar pemilik baru perusahaannya namun dia tak boleh membuat tuan yang baru nya kecewa
" Baik tuan muda, terima kasih atas kepercayaan anda, saya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin dan tak menghianati tuan muda " Ucap wilson bersungguh sungguh
" Saya percayakan hal ini kepada tuan wilson, karena tak ada lagi yang dibicarakan saya izin kembali keurusan saya " Pamit Lian
" Baik tuan muda silahkan " Jawab Wilson
Telepon pun dimatikan oleh Lian, dan dia kembali mengobrol santai dengan sang kekasih dan juga adiknya
*
*
Lian menyudahi makan siang mereka, dan mengajak mereka kesebuah mall terkenal di kota J
Setelah Lian membayar makanan dan membayar ganti karena telah membuat keributan, dia menyusul Queen dan Tania di parkiran resto itu
Lian membuka pintu mobil untuk Queen dan Tania dan menutupnya setelah mereka masuk kedalam, Lian berlari kecil ke kursi kemudi
Lian menyalakan mobilnya dan menjalankan mobilnya ke sebuah mall
Vrummmm
Vrummm
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Pakde
up dong
2025-03-19
0