" Dek bukain pintunya " Ucap Lian mengetuk pintu
" Iya kak bentar Tania ambil kunci dulu " Jawab Tania
Ceklek
Pintu rumah telah terbuka, di pintu itu terlihat seorang anak perempuan tengah menatap Lian dari atas sampai bawah
" Apa kakak ini, kakak ku Lian? " Tanya Tania kepada seorang pemuda yang belum dia kenal
" Ya ampun, Tania ini kakak loh masa kamu lupa sama kakak " Jawab Lian sambil mengendong tubuh kecil Tania
" Tapi kok kakak beda, sekarang jadi lebih tampan kayak pangeran dibuku dongeng " Ucap Tania
" Haha... iya gitu? berarti kakak gak ganteng dong sebelumnya? " Tanya Liam sembari masuk kedalam rumah nya
" Gak dong, kakak nya tania emang tampan dari dulu hehe " Jawab Tania cengengesan
Lian merasa gemas dengan adiknya, dia mencubit hidung Tania dengan pelan
Mereka berdua duduk di kursi kayu ruang tamu, Lian menurunkan sang adik namun Tania tak mau, dia ingin dipangku oleh Lian
Lian hanya geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya yang manja padanya
" Tania ingin jalan-jalan gak besok bareng sama kakak? kan besok hari libur " Tanya Lian sambil membelai rambut panjang adiknya
" Beneran kak? Kakak ingin mengajak Tania jalan-jalan? " Jawab Tania dengan mata berbinar
" Iya beneran cantik, kakak mah gak pernah bohong sama Tania " Ucap Lian yang masih membelai rambut Tania
" Yeyyyy makasih kak, Tania sayang banget sama Kakak " Jawab nya memeluk tubuh Lian
" Iya sama-sama, Kakak juga sayang banget sama Tania " Ucap Lian membalas pelukan adiknya, dia merasa sangat bersyukur mendapat Sistem di kehidupannya
' Aku akan buktikan kepada mereka yang telah menghina dan memaki keluarga ku, akan ku buat mereka hancur dan merasakan apa yang namanya jatuh miskin ' Guman Lian dalam hati, dia bertekad membalaskan dendamnya kepada orang yang selama ini melakukan seenaknya kepadanya
*
*
Jam sudah menunjukan pukul 19.00 malam, Lian mengingat di dapurnya sudah kehabisan bahan makanan, Lian memilih untuk makan di luar
" Tania ayo kita bersiap, Kakak ingin mengajak Tania keluar buat makan di luar " Ajak Lian kepada adiknya
" Yang benar kak? " Jawab Tania antusias
" Iya adik ku yang manis dan imut, kamu bersiap dulu ya " Ucap Lian mengacak ngacak rambut Tania
" Hehe, Iya kak aku ke kamar dulu ya " Jawab Tania dan diangguki oleh Lian
Tania bangun dari pangkuan Lian dan pergi ke kamarnya
Sambil menunggu adiknya, Lian melihat HP nya dan mengingat nomor seseorang
Setelah memasukan nomor telepon, Lian meneleponnya
" Hallo " Ucap seseorang disebrang telepon
" Hallo juga Queen, kamu masih ingat aku " Jawab Lian sembari bercanda
" Kamu Lian?! kamu sudah punya handphone Lian? " Tanya Queen terkejut
" Iya ini aku, aku sudah memiliki handphone sehabis menjual emas peninggalan orang tua ku " Ucap Lian berbohong karena tak mungkin dia mengatakan Sistem yang memberinya
" Oh iya Queen, apakah besok kau ingin menemani ku dan Tania ke mall untuk membeli keperluan sekolah dan kebutuhan lainnya? " Tanya Lian
" Apa boleh Lian? Ya aku mau banget! " Jawab Queen antusias
" Ya sudah nanti aku akan menjemput mu oke " Ucap Lian
" Menjemput ku? kau punya kendaraan Lian? " Tanya Queen penasaran
" Iya aku punya tunggu aku besok jam 10.00 " Jawab Lian sudah merencanakan akan membeli mobil di showroom hari ini
Lian sebenarnya bisa mengendarai mobil saat dia berumur 16 tahun dan diajarkan oleh ayah nya, dan saat ayah nya meninggal dunia, Lian menjual mobil itu untuk membeli kebutuhan rumah
" Baiklah aku akan menunggumu " Ucap Queen yang ingin melontarkan pertanyaan namun ia tak jadi mengeluarkannya
" Oke aku tutup ya "
" Iya mas ganteng hehe.. "
Tut
Telepon langsung dimatikan oleh Queen, Lian hanya tersenyum tipis dan geleng geleng kepala mendengar Queen menggodanya, dia memasukan handphonenya ke sakunya
" Kak aku udah siap! " Ucap Tania
Lian menoleh kearah Tania dan tersenyum
Lian melihat Tania dengan jaket berwarna pink dipadukan dengan celana panjang hitam, dan jepit rambut dengan motif bungan membuatnya semakin cantik dan imut
" Baiklah ayo kita pergi " Jawab Lian
" Kita akan pergi dengan berjalan kaki kak? " Tanya Tania sambil membentangkan tangannya untuk di gendong
" Enggak dek, kakak udah pesan taksi " Ucap Lian sambil menggendong tubuh kecil Tania
" Emangnya kakak punya uang? " Tanya Tania khawatir jika sang kakak hanya memiliki sedikit uang
" Gak kok, Tania nikmatin saja oke, kakak sekarang udah punya uang banyak karna tadi kakak jual emas peninggalan orang tua kita dek " Jawab Lian terpaksa berbohong karna mengetahui adiknya khawatir
Tania mengangguk mengerti dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Lian
Tak Lama taksi yang Lian pesan telah sampai, Lian membuka pintu taksi dan masuk kedalamnya
" Showroom mobil Kencana pak " Ucap Lian datar
" Baik mas " Jawab sopir taksi itu
Taksi itu meninggalkan rumah Lian dan pergi ke sebuah Showroom
Singkatnya Lian telah sampai di Showroom mobil Kencana, Lian membayangkan uang selembar berwarna biru
" Tip untuk bapak " Ucap Lian menyodorkan uang berwarna biru
" Wah terimakasih mas, semoga lancar rejeki ya " Jawab Sopir itu senang
" Aamiin terimakasih " Ucap Lian dan turun dari Taksi dan berjalan masuk kedalam showroom
Sesampainya di showroom, seorang sales wanita mendatangi nya
" Ada yang bisa saya bantu tuan? " Tanya sales wanita itu kepada Lian yang menggandeng tangan Tania
" Bisa rekomendasikan Super car termahal di showroom ini " Jawab Lian yang membuat karyawan dan pengunjung showroom terkejut mendengar ucapan Lian
" Ba-baik tuan muda mari ikuti saya " Ucap sang sales, Lian hanya berdehem sebagai jawaban
" Ini tuan mobil pertama ada Super car Lamborghini veneno roadster yang memiliki.... " Ucap sales wanita itu terpotong oleh Lian
" Saya beli, tolong uruskan surat suratnya saya sedeng terburu buru " Jawab Lian dingin dan menyodorkan kartu Black card Premium nya
" Ba-baik Tuan sa-saya panggilkan dulu manager perusahan dulu " Ucap sales terkejut melihat kartu Black card Premium milik Lian dan juga senang karena pasti mendapat bonus lumayan
" Hm, cepat lah " Jawab Lian singkat
Sales itu sedikit membungkuk dan pergi mengurusi surat surat mobil serta menelepon manager nya
" Hallo ada apa marisa " ucap manager itu di sembarang telpon
" Pak! ada yang membeli Super car Lamborghini veneno roadster menggunakan Black card premium " Jawab sales itu bernama Marisa
" Ck, cmn orang yang ingin membe.... APA!? Kau bilang membeli Lamborghini veneno roadster dengan Balck card Premium?! " Ucap manager itu terkejut
" Benar tuan, mohon cepat tuan atau tidak tuan muda akan pergi dan tak jadi membeli mobil " Jawab Marisa
" Baik, Baik saya akan kesana tolong layani klien besar kita " Ucap nya dan mematikan telpon nya
Orang yang dibicarakan oleh mereka, sedang menunggu diruang tamu showroom itu oleh karyawan lainnya dan Lian hanya mengiyakan saja
Lian duduk disebuah sofa dengan Tania dipangkuannya, menyuapi cemilan yang di sediakan di meja ke mulut Tania karena Tania yang minta
Lian tak mempersalahkan jika Tania manja kepada nya, sebenarnya dia suka jika Tania manja kepadanya
" Tuan muda " Panggil marisa
" Hmm " Jawab Lian hanya berdehem
" Ini ada manager perusahaan ingin menemui anda " Ucap marisa
Lian menoleh kearah marisa dan benar saja seorang pria paruh baya ada disampingnya
Lian memindahkan Tania dari pangkuannya ke sampingnya, Lian beranjak dari sofa nya
" Tuan muda maaf membuat anda menunggu, perkenalkan saya Danu manager perusahaan ini " Ucap Danu memberi jabat tangan
" Tak apa, Saya Lian Arkana " Jawab Lian membalas jabat tangan manager
' Arkana? aku belum pernah mendengar marga keluarga itu, apakah itu keluarga baru yang menduduki posisi keenam keluarga kaya di kota ini? ' Guman Danu dalam hati
" Tuan ini Black card Premium anda, surat-surat dan kunci mobil nya " Ucap Danu menoleh ke marisa yang membawa yang membawa nampan dengan ditutupi oleh kain merah
Marisa langsung melangkah kearah Lian menyerahkan surat surat, kunci, dan Black card nya
" Hmm, terima kasih " Ucap Lian singkat, marisa hanya mengangguk sebagai jawaban
" Apa saya boleh langsung membawa mobil itu sekarang? " Tanya Lian menatap manager showroom itu
" Boleh tuan muda, kami sudah memeriksa kembali mobil itu dan sudah siap pakai " Jawab Danu
" Mari saya antarkan tuan muda " Lanjut nya dan diangguki oleh Lian
Lian kembali kearah Tania, Tania yang mengerti langsung membentangkan tangannya untuk digendong oleh Lian
Lian hanya terkekeh kecil melihat adik kecil nya yang sudah terbiasa dengan hal ini, mereka berempat berjalan ke Super car berwarna hitam elegant itu
" Terima kasih atas pelayanan terbaik nya " Ucap Lian
" Sama sama tuan, kami senang jika tuan muda juga senang " Ucap Danu sedikit membungkuk
" Sudahlah Tuan saya lebih muda dibandingkan anda, seharusnya saya yang melakukan itu " Ucap Lian tak merasa enak jika orang yang lebih tua membungkuk kepada nya
" Tak apa tuan muda ini sudah menjadi etika kami menghormati pelanggan " Jawab Danu dan diangguki oleh Lian
" Baiklah saya pergi dulu " Pamit Lian
" Baik Tuan muda silahkan, oh iya ini kartu telepon saya jika tuan muda membutuhkan bantuan " Jawab Danu dan diterima oleh Lian
Lian masuk kedalam Super car nya itu, Tania hanya menikmati didalam mobil nya sejak dari tadi
" Apakah kamu siap nona untuk ketempat makan yang belum kau rasakan " Ucap Lian tersenyum dan menatap adik nya
" Ya aku siap! " Jawab Tania antusias
Hahahaha
Canda dan tawa ada di dalam mobil itu, Lian melajukan Super car nya ke sebuah restaurant yang terkenal di kota ini
Vrommm tutuu
Vrommm tututu
Suara Super car itu mengundang banyak pasang mata yang melirik mobil Lian
" Gila itu Lamborghini veneno roadster cok "
" Mobil itu bisa mencapai harga 87 miliyar anjirr "
" Wah kalo gw ngumpulin duit ampe gw mati gak akan kesampean "
Banyak komentar yang memuji Super car nya Lian dan juga ada yang iri padanya, namun Lian hanya fokus ke jalanan dan sesekali mengobrol santai dengan Tania
Singkatnya Lian telah sampai di restaurant Emerald, restaurant yang terkenal dan terbesar di kota ini
Super car Lian sekali lagi menjadi pusat perhatian di sana, Lian hanya acuh dan cuek karena malas menaggapi mereka
Lian keluar dari mobilnya dan berjalan ke pintu tempat duduk yang Tania duduki
Setelah Tania keluar dari mobil, Tania lagi dan lagi ingin digendong oleh Lian dengan manja
Lian hanya terkekeh kecil dan tak lama dia menggendong Tania, lalu mengunci mobilnya dengan remot
Lian dan Tania berjalan masuk ke dalam restaurant Emerald
" Kyahh liat itu pemuda tampan yang menggendong gadis kecil yang imut itu "
" Mereka seperti ayah dan anak atau kakak dan adik ya? "
" Sepertinya pria tampan itu sudah memiliki kekasih karna tak mungkin jika dia jomblo kayak kita "
Lian yang mendengar itu tak peduli, dia terus berjalan ke meja kosong restaurant itu
Kemudian duduk di sana, Lian menurunkan adiknya ke sebuah kursi di sebelahnya
[ Ding... menyelesaikan misi tersembunyi dari Sistem ]
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments