Eps. 16 — Batu Kristal Langit

"Sepertinya aku tidak bisa masuk dengan penjagaan sebanyak ini?" Ling Yuan berdecak pelan.

Ling Yuan tadinya ingin memeriksa tambang itu dengan memasukinya tetapi penjaga yang bertugas di sana cukup ketat hingga membuatnya harus mengurungkan niat tersebut.

Ling Yuan menunggu hingga malam semakin larut tetapi tidak ada celah yang ia harapkan, Ling Yuan akhirnya kembali ke kamarnya setelah merasa tidak bisa berbuat banyak.

"Aku harus memeriksa tambang itu, bisa jadi ada sesuatu yang aku lewatkan..." Ling Yuan berpikir keras dikamarnya, yang membuatnya tidak tenang adalah hal ini diluar pengetahuannya.

Jika tambang itu memang benar ada batu kristal maka Ling Yuan bisa mendapatkan petunjuk tentang apa yang selama ini ia cari.

Keesokan harinya, tanpa menunggu waktu lagi Ling Yuan langsung mendatangi kakeknya dan membahas tentang tambang tersebut.

"Yuan'er, bagaimana kau bisa mengetahui keberadaan tambang itu?" Alis Tianba terangkat ketika cucunya datang pagi-pagi hanya untuk berbicara dengannya.

"Aku mendengarnya dari Ayah, Kek. Jadi kapan kita mengunjungi tambang itu?" Tanya Ling Yuan penuh harap.

"Hm? Apa kau tertarik melihatnya Yuan'er?"

"Aku hanya penasaran Kek, kudengar di dalamnya ada batu jenis kristal salju. Aku hanya ingin melihatnya..."

Tianba tersenyum tipis sebelum menggelengkan kepalanya pelan. "Para penjaga belum memeriksa seluruh kedalaman tambang itu dan bisa saja ada bahaya didalamnya jadi kau tidak boleh ke sana."

Tianba justru melarang Ling Yuan untuk pergi lokasi tambang itu tetapi bukan Ling Yuan kalau ia menyerah begitu saja. Ling Yuan mulai membujuk kakeknya.

"Ayolah Kek, aku tidak akan terlalu lama di sana, paling lama lima menit sebelum aku keluar lagi." Ling Yuan memohon dengan wajah memelas.

Tujuan Ling Yuan hanyalah memastikan keberadaan tambang itu, tidak ada niat lain selain hal tersebut.

Setelah dibujuk beberapa waktu akhirnya Tianba luluh juga, sambil tersenyum tipis ia berkata pada cucunya. "Sepertinya kau sudah bertekad ingin ke sana ya?"

Ling Yuan mengangguk mantap sebagai jawabannya.

Tianba menghela nafas panjang. "Baiklah, kalau begitu aku akan mengajakmu ke sana tiga hari lagi, tambang itu harus diperiksa sebelum dijelajahi."

Ling Yuan tersenyum puas, ia merasa cukup dengan jawaban Tianba meski tidak bisa memasukinya sekarang. Sambil menunggu, Ling Yuan kemudian menghabiskan waktunya dengan berlatih Pembentukan Raga Cahaya di kamarnya.

Detik berganti menit dan jam berganti hari, akhirnya waktu yang dijanjikan tiba. Ling Yuan langsung menemui kakeknya untuk menagih janji tersebut.

"Kau pasti sudah menunggunya cukup lama ya Yuan'er, aku bisa melihat dari tatapanmu yang begitu tidak sabaran..." Tianba tertawa kecil melihat reaksi cucunya.

Ling Yuan tidak membantah perkataan kakeknya karena memang begitulah adanya.

Tanpa menunggu lagi, Tianba langsung mengajak Ling Yuan ke lokasi tambang itu berada, di sana sudah ada pagar serta tenda yang menutupi tambang tersebut.

Belasan penjaga tengah bertugas di sekitaran area tambang, mereka menjaga tempat itu dengan ketat dan tidak memperbolehkan siapapun mendekati lokasi itu.

"Saat ini hanya sebagian kecil penjaga yang mengetahui keberadaan tambang ini Yuan'er, ditambah orang tuamu serta beberapa Tetua keluarga jadi kuharap kau tidak menyebarkan informasi ini kepada orang lain." Ucap Tianba sambil mengingatkan cucunya.

"Aku mengerti Kek, aku akan menutup mulutku."

Selama tiga hari menunggu, tidak ada pelayan atau penjaga yang membahas tambang tersebut di kediamannya. Itu berarti menandakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya tambang itu atau memang sedang merahasiakannya.

Tambang itu memang berada disudut kediaman Keluarga Ling, agar tidak diketahui orang lain Tianba menyuruh penjaga menutupinya dengan sebuah tenda, jadi tidak semua orang yang ada disini dapat menyadarinya.

Para penjaga langsung memberikan hormat ketika melihat Ling Yuan dan Tianba sampai disana. Mereka juga mempersilahkan keduanya untuk memasuki tambang tersebut.

Lubang yang sebelumnya hanya sebatas tanah amblas kini telah berubah, ada sebuah tangga yang dibangun di sana untuk masuk ke bawah tanah.

Awalnya tidak ada yang istimewa selain lorong tangga yang turun namun setelah beberapa menit melangkah ke bawah, Ling Yuan menemukan ada ruangan besar di dasar tangga.

Mata Ling Yuan mendelik diikuti mulutnya yang terbuka lebar, pemandangan yang ia saksikan jelas membuatnya sangat terpana.

"Aku sudah membayangkan seperti apa tambang ini tetapi sepertinya ini masih diluar perkiraanku..." Gumam Ling Yuan dengan terkejut.

Disekitaran tambang itu terdapat banyak batu kristal yang terbentuk disepanjang ruangan, kristal tersebut memancarkan cahaya berwarna kebiruan sehingga meski di dalam tanah, di sana tidaklah gelap.

Kalau situasinya memungkinkan, pemandangan batu kristal yang bersinar sebenarnya cukup indah dan mengaggumkan namun Ling Yuan tidak memiliki waktu untuk memperhatikan hal tersebut.

"Ini belum semuanya Yuan'er, jika kau terus berjalan maka kau akan menemukan tambang ini lebih besar dari yang kau lihat sekarang." Jelas Tianba.

"Apa Kakek sudah memeriksa seluruh ruangan tambang ini?"

"Ya, penjaga kita sudah memeriksa semuanya, mereka mengatakan tambang ini memiliki luas tiga kali lipat dari luas kediaman kita atau mungkin lebih..." Tianba menambahkan bahwa penjaganya juga terus memperluas tambang ini dari hari ke hari.

Nafas Ling Yuan tertahan, dari ruangan ini saja ia bisa melihat begitu melimpahnya batu kristal tersebut.

Ling Yuan kemudian mendekati salah satu batu kristal itu untuk melihatnya lebih dekat.

"Ini... Kurasa ada yang salah?"

Setelah memeriksanya lebih jelas, Ling Yuan tiba-tiba menyadari ada kejanggalan pada batu kristal di tambang itu.

"Apa ada sesuatu Yuan'er?"

"Kek, sepertinya ini bukan batu kristal salju?"

"Hm, apa maksudmu, jelas-jelas ini adalah batu kristal salju."

Ling Yuan menggeleng, menjelaskan bahwa batu kristal salju seharusnya tidak memiliki struktur seperti ini.

"Aku menduga bahwa kristal-kristal yang ada disini adalah batu kristal langit, bukan kristal salju." Jelas Ling Yuan.

Raut Tianba berubah. "Yuan'er, bisa kau jelaskan kenapa kau berpikir demikian."

Ling Yuan mengangguk pelan, tanpa keberatan ia kemudian menjelaskan alasannya.

Batu kristal salju dan batu kristal langit memang memiliki bentuk dan warna yang hampir mirip namun keduanya tetap memiliki perbedaan.

Salah satu perbedaannya adalah batu kristal langit jauh lebih berat serta lebih bercahaya ketimbang batu kristal salju. Dan yang paling mencolok adalah batu kristal langit dapat memancarkan qi.

Qi hanya bisa dirasakan oleh mereka yang telah membuka gerbang dantian sehingga wajar jika Tianba atau penjaga yang lain tidak merasakan pancaran qi pada kristal langit tersebut.

Tebakan Ling Yuan juga diperkuat oleh bukti begitu padatnya qi di tambang ini.

"Kalau seperti itu berarti tambang ini lebih berharga dari yang Kakek bayangkan." Wajah Tianba menunjukkan ekspresi yang serius, ekspresi yang jarang ia perlihatkan pada orang lain.

Ling Yuan memahami raut wajah kakeknya itu karena ia juga akan bereaksi serupa andai berada di posisinya.

Alasan utamanya karena batu kristal langit jauh lebih berharga dibandingkan batu kristal salju, baik kualitas maupun harga, keduanya sangat jauh berbeda seperti langit dan bumi.

Andai tambang itu berisi batu kristal salju saja bisa membawa Keluarga Ling menjadi keluarga bangsawan yang maju apalagi jika batu kristal langit, maka Keluarga Ling bisa menjadi keluarga bangsawan yang kaya raya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!