Keesokan Harinya..
Di Kediaman Erland..
Erland dan semua putranya termasuk Riyo, anak yang dia rawat sejak kecil sudah berada di meja makan. Mereka akan sarapan pagi bersama.
Darren dan kedua kakak kesayangannya tampak bahagia dimana kedua kakaknya itu memperlakukan dirinya layaknya pangeran. Terlihat keduanya mengambil nasi dan lauk pauk untuknya. Dan juga membuat susu kesukaannya.
Melihat pandangan indah itu membuat Erland dan keempat putra tertuanya tampak sedih. Sejujurnya mereka ingin melakukan hal yang sama seperti Gilang dan Darka terhadap Darren.
Namun Erland dan keempat putra tertuanya tak berani, karena mereka berpikir bahwa mereka tak pantas. Mereka telah melakukan dosa yang sangat besar terhadap Darren selama satu tahun ini. Mereka juga berpikir bahwa Darren tidak akan mau memaafkan kesalahannya.
Sementara untuk Riyo! Dia menatap dengan sorot mata yang tajam kearah Darren, Gilang dan Darka. Dia tidak terima melihat hubungan ketiganya kembali seperti dulu.
"Brengsek! Kenapa Gilang dan Darka bisa kembali menyayangi Darren? Seharusnya mereka sama seperti ayah dan keempat kakaknya," batin Riyo.
Deg..
Darren seketika terkejut ketika mendengar ucapan isi hati Riyo. Kemudian Darren berlahan menghentikan makannya, lalu melihat kearah Riyo. Dia menatap dingin kearah Riyo yang mana Riyo juga menatap dirinya.
"Gue pikir selama ini rencana gue berhasil mencuci otak mereka semua. Ternyata dua diantara mereka ternyata mempercayai Darren," batin Riyo.
Melihat Darren yang tiba-tiba berhenti memakan sarapannya membuat Gilang dan Darka juga ikut berhenti. Keduanya melihat kearah adiknya yang mana adiknya itu kini menatap kearah Riyo. Begitu juga dengan Erland dan keempat putra tertuanya. Mereka juga melihat kearah Darren dan Riyo secara bergantian.
Detik kemudian Darren tersenyum dengan tatapan matanya menatap Riyo.
[Apa lo kaget melihat kak Gilang dan kak Darka selama ini tidak mempercayai lo? Apa lo kaget melihat mereka berdua kembali sama gue]
[Apa lo mau marah? Ayo, tunjukan sifat asli lo, sekarang!]
Deg..
Gilang dan Darka seketika membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan isi hati Darren. Begitu juga dengan Erland dan keempat putra tertuanya. Mereka semua melihat kearah Riyo yang kini tengah menatap kearah Darren.
[Apa lo pikir rencana lo untuk buat semua kakak-kakak gue percaya akan ucapan lo itu berhasil, hum? Terbukti sekarang kan kalau dua kakak gue yaitu kak Gilang dan kak Darka selama ini percaya sama gue]
[Lo gagal, Riyo! Lo telah gagal! Kedua kakak gue ini memiliki sifat dan karakter yang mana tidak akan mudah percaya dengan orang lain. Mereka itu murni manusia sejati. Beda dengan lima manusia lainnya di rumah ini]
Mendengar ucapan isi hati Darren membuat Erland dan keempat putra tertuanya seketika paham. Ucapan tersebut ditujukan untuk mereka.
Sementara Gilang dan Darka tersenyum di dalam hatinya ketika mendengar ucapan isi hati Darren yang ditujukan untuk ayah dan keempat kakaknya.
[Mereka itu bukan manusia sejati, melainkan manusia abal-abal. Manusia yang tidak dibekali akal pikiran dan hati nurani yang bersih. Maka dari itulah kenapa mereka lebih percaya sama lo dari pada gue anak dan adiknya]
Deg..
Seketika hati Erland dan keempat putra tertuanya tersentak ketika mendengar ucapan isi hati Darren.
Darren tersenyum menyeringai menatap kearah Riyo. Tatapan matanya tampak dingin ketika melihat wajah Riyo.
"Gue harus melakukan sesuatu untuk membuat Gilang dan Darka mendapatkan ganjarannya. Gue nggak akan biarkan hal ini terjadi. Gue akan menyuruh Bondan untuk mencelakai Gilang dan Darka ketika berada di jalan menuju kampus," batin Riyo dengan sorot matanya yang tajam menatap kearah Gilang dan Darka.
Darren seketika mengepal kuat tangannya di atas meja, dan itu bisa dilihat oleh Gilang dan Darka.
"Kenapa Darren menatap Riyo seperti itu, ditambah lagi tangannya yang mengepal kuat? Apa Darren....?" Gilang dan Darka berucap di dalam hatinya.
[Brengsek! Coba saja kalau lo berani celakai kedua kakak gue. Jika terjadi sesuatu terhadap mereka, gue bersumpah bakal bunuh lo!]
Gilang dan Darka seketika membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan isi hati Darren yang mengatakan bahwa Riyo ingin menyakitinya. Tatapan mata mereka seketika menatap kearah Riyo.
Bagaimana dengan Erland dan keempat putra tertuanya? Mereka sama seperti Gilang dan Darka yang juga tampak terkejut ketika mendengar ucapan isi hati Darren.
"Apa? Riyo ingin mencelakai Gilang dan Darka?" batin Erland dan keempat putra tertuanya.
Darka menatap intens kearah adik kesayangannya. Begitu juga dengan Gilang. Kemudian Darka menyentuh tangan Darren yang masih mengepal kuat di atas meja.
Darren yang merasakan tangannya disentuh oleh kakaknya langsung melihat kearah tangannya, lalu kemudian menatap kakaknya itu.
"Ren, kamu....." ucapan Darka seketika terhenti karena merasakan rematan di paha kanannya.
Darka melihat kearah pahanya yang mana Gilang yang melakukannya. Setelah itu, Darka melihat kearah Gilang yang juga menatap dirinya.
Gilang memberikan kode lewat tatapan matanya, dan Darka bisa melihat hal itu. Dia pun seketika paham.
Setelah itu, Darka melihat kearah adiknya. Seketika dia tersenyum.
"Ada apa, kak?" tanya Darren bingung.
"Tuh." Darka menjawab dengan menunjuk kearah sarapan adiknya dengan dagunya.
Darren langsung melihat kearah tunjuk kakaknya. Dan dia melihat sarapannya yang belum habis dan masih banyak.
"Buruan habiskan sarapannya," ucap Darka kemudian.
Darren seketika tersenyum. Setelah itu, dia pun melanjutkan sarapannya.
Melihat adiknya yang melanjutkan sarapannya membuat Darka tersenyum. Begitu juga dengan Gilang.
Dan mereka semua pun kembali melanjutkan sarapannya yang sempat terhenti beberapa menit.
Detik kemudian..
Riyo kemudian berdiri dari duduknya. Dia menatap satu persatu orang-orang di sekitarnya.
"Aku sudah selesai. Kalau begitu, aku langsung pamit mau ke kampus!"
Erland dan keempat putra tertuanya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.
Sementara Gilang dan Darka hanya bersikap biasa saja. Keduanya tak peduli akan Riyo karena memang sejak kedatangannya ke rumah ini, mereka tidak menyukainya. Mereka bersikap biasa saja dengan tidak membencinya dan tidak menyukainya.
Darren menatap kearah kedua kakaknya itu. Dia ingin mengatakan sesuatu pada keduanya.
"Apa kakak ada jadwal kuliah hari ini?" tanya Darren.
"Ada!" Gilang dan Darka menjawab bersamaan.
"Sampai jam berapa?"
"Belum tahu," jawab Gilang.
"Kenapa?" tanya Darka.
Darren hanya memperlihatkan senyumannya di depan kedua kakaknya itu.
"Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya saja. Oh iya! Nanti di jalan, hati-hati. Jangan ngebut dan jangan memberikan pertolongan kepada siapa pun, walau orang itu benar-benar membutuhkan pertolongan."
Mendengar ucapan, permintaan sekaligus perintah dari adiknya membuat Gilang dan Darka langsung menganggukkan kepalanya.
"Baiklah," jawab Gilang dan Darka bersamaan.
"Dan jangan keluar dari dalam mobil. Tetaplah di dalam," ucap Darren lagi.
"Hm." Gilang dan Darka berdehem bersamaan anggukkan kepalanya.
Sementara Erland dan keempat putra tertuanya menangis ketika mendengar ucapan demi ucapan dari putra bungsunya/adik bungsunya. Putra bungsunya/adik bungsunya itu tampak khawatir akan keselamatan kedua kakak kesayangannya.
"Darren, Sayang! Maafkan Papa, Nak!"
"Ren, maafkan kakak! Maafkan kakak!"
Darren seketika mengalihkan pandangannya menatap kearah ayah dan keempat kakak tertuanya ketika mendengar suara hatinya. Dan dia melihat bahwa ayah dan keempat kakak tertuanya itu menangis dengan tatapan matanya menatap dirinya.
[Kenapa? Apa kalian sudah sadar akan kesalahan kalian padaku? Nyesal sekarang? Apa kalian berniat ingin berdamai denganku? Cih! Nggak akan semudah itu aku memberikan maaf untuk kalian]
Deg..
Erland dan keempat putra tertuanya seketika terkejut ketika mendengar ucapan isi hati Darren. Hati mereka seketika sakit mendengarnya. Mereka tidak menyangka jika Darren akan mengatakan itu, walau hanya di dalam hatinya.
Sementara Gilang dan Darka hanya diam. Mereka tidak ingin ikut campur permasalahan adiknya dengan ayah dan keempat kakaknya, walau nyatanya mereka juga sedih ketika mendengar ucapan isi hati Darren yang ditujukan untuk ayah dan keempat kakaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
sri wahyu
semangat kak
up lagi ya
2025-03-22
0