Malam hari abidan pulang terhuyung, dasinya menggantung di lehernya sedikit berantakan. Aroma alkohol begitu menguar dari tubuhnya
abidan
Aurora....dimana kau?
abidan
Aurora!!!
*memanggil keras
Biasanya Aurora akan berada di sofa menyambut nya. Dan akan melayani nya dengan sigap
Hening
Seorang pelayan datang membantu nya. Dan mengantar nya ke kamar
abidan
Jadi dia benar-benar pergi ya?
Begitu sampai di kamar
Ia menghempaskan tubuhnya . Dengan pakaian yang masih lengkap.
Ia merasa untuk pertama kalinya ada sesuatu yang kurang
Pagi hari abidan bangun dan duduk di meja makan
abidan
mengapa rasa bubur ini tidak seperti biasanya?
bibik
Iya tuan. biasanya Non Aurora yang membuatkan nya. Jadi yang ini bibik yang buat.
bibik
Maaf tuan jika tidak seenak yang dibuat non Aurora.
abidan
Jadi selama ini dia yang membuat bubur jika aku mabuk.
*pikir nya dalam hati
abidan
Apakah dia tidak pulang bik?
bibik
Tidak tuan. sejak kemarin non Aurora tidak ada lagi di rumah.
*menjawab dengan gugup
abidan
Baiklah. kali ini dia sudah terlalu berani
abidan
Aku ingin melihat sampai mana dia bisa bertahan di luar sana.
Bahkan jika ia datang berlutut untuk minta maaf, aku tidak akan memaafkan nya.
*Muka tegang dengan memegak sendok penuh emosi
Comments