BAB 2

" Saya terima nikah nya Sifa Shafira binti Bapak Bendy Setiadi dengan Mas Kawin tersebut dibayar tunai "

" Sah "

" Sah "

" Sah "

Ijab dan kabul telah dilaksanakan, Sifa berusaha menetralkan suasana hatinya walaupun jiwanya bergemuruh, entah apa yang ia rasakan kali ini, sedih, suka, bahagia atau bahkan kecewa.

Ia berhadapan dengan seorang pria yang tidak pernah ia harapkan sebelumnya, ia berharap Novan yang berada di hadapannya sekarang, seperti nya harapan dirinya dengan Novan akan terkubur mulai detik ini.

" Mbak Sifa bisa cium tangan Mas Revan, sekarang Mas Revan suami Mbak Sifa dan Mbak Sifa Istri dari Mas Revan " ucap pembawa acara membuyarkan lamunan Sifa.

Terlihat Sifa dan Revan mengikuti prosesi akad nikah secara lancar, mereka di tuntun oleh pembawa acara untuk menyelesaikan runtutan acara demi acara, setelah akad selesai mulai saat nya para kerabat, tamu undangan dan keluarga memberikan selamat kepada kedua mempelai.

" Pah.. ternyata feeling Mama gak salah, sebetulnya dari awal Mama lebih srek sama Sifa ini, tapi Revan lebih memilih Sita, ya sudah.. sekarang Revan tahu ternyata Sita malah pergi di hari pernikahan nya, berarti kan dia bukan yang terbaik untuk anak kita Pah " bisik Bu Ratna Ibu dari Revan.

Pak Tony hanya mengangguk, sesekali iya tersenyum menyambut para tamu undangan yang menyalaminya.

Di sudut lain, seorang pria telah sampai di kediaman kekasihnya ia akan menghadiri acara pernikahan calon Kakak Iparnya. Dengan percaya diri Novan turun dari mobilnya, sesekali ia melihat layar ponselnya, ia beberapa kali menghubungi Sifa namun tidak ada satupun telepon nya dijawab oleh Sifa.

Novan berpikir Sifa sedang sibuk, sehingga ia tidak sempat mengangkat telepon nya.

Novan berjalan menuju halaman rumah Sifa, dari pintu masuk ia membaca stand banner bertuliskan " Sita & Revan " , Novan tersenyum sekilas ia membayangkan jika nanti nama Sifa dan dirinya yang akan tertulis di stand banner itu.

Ia disambut oleh among tamu yang berjaga, saat Novan kembali melangkahkan kakinya, Riska sepupu Sifa yang cukup mengenali Novan menghampiri nya.

" Mas Novan " panggil Riska.

" Eh, Ris.. Sifa mana ? Aku hubungi dia dari pagi susah banget, sibuk ya dia ? Oya, akad nya udah selesai ? " tanya Novan memberendel pertanyaan kepada Riska.

" O..oh.. i..iya Mas.. udah selesai kok, pengantinnya sedang ganti baju, Mas Novan langsung makan aja " jawab Riska, ia bingung, ia khawatir jika wanita yang ada di pelaminan adalah kekasihnya ia akan merusak acara pernikahan Sifa dan Revan.

" Hmm.. Oya.. aku mau salaman dulu sama Ayah dan Ibu " ucap Novan kembali melangkahkan kakinya.

" Eh Mas.. Mas.. " Riska kembali mencegah Novan sehingga ia menghentikan langkahnya.

" Ya .. "

" Udah gak apa-apa, ayo makan dulu aja, bisa lewat samping ini " ucap Riska, karena area makan dengan pelaminan berjarak sehingga dari area makan tidak terlalu terlihat ke pelaminan.

" Masa langsung makan sih ? Oya kamu bisa panggilin Sifa ? " balas Novan.

" Eu... i..iiya nanti aku panggilin " susul Riska kikuk.

" Makasih ya " balas Novan, lalu ia melangkahkan kakinya menuju area makan.

Saat Novan sudah berada di area makan, ia melihat Tante Mona sedang berbincang dengan keluarga lain, Novan berniat untuk menghampiri Tante Mona karena Novan sangat mengenali Tante Mona, Tante Mona pun sangat mengetahui hubungan Sifa dan Novan.

" Assalamu'alaikum Tan " ucap Novan.

Tante Mona membalikkan badannya, ia sedikit terbelalak setelah melihat Novan berada di hadapannya sekarang.

" No..Novan.. kamu kesini Nak, sama siapa ? " tanya Tante Mona.

" Saya sendiri Tante, Sifa mana ya Tan, daritadi Novan hubungi susah, sekarang juga Novan belum ketemu Sifa nih " ucap Novan tanpa curiga.

" O..oh..iyaa.. Sifa lagi di dalam kayanya, ayo makan dulu yuk sini yuk.. " ajak Tante Mona.

Novan mengedarkan pandangan nya, ia tetap mencari pujaan hatinya disini, namun saat ia sedang mengedarkan pandangan nya, pandangan nya terhenti saat melihat wanita berkebaya coklat gold sedang berjalan di papah menaiki pelaminan.

Deg

" Sifa.. " Gumam Novan.

Saat ia akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba tangannya di cekal oleh Tante Mona, dengan secepat kilat Mona mencegah Novan agar tidak berjalan mendekati pelaminan.

" Novan, sini yuk.. Tante mau bicara " ucap Mona.

" Tan.. ini pernikahan Kak Sita kan ? Aku tahu wajah Kak Sita dengan Sifa sangat mirip, tapi tolong ini pernikahan Kak Sita kan Tan ? " tanya Novan ia mulai curiga.

" Ya sini dulu, ada yang harus Tante bicarakan "

Akhirnya Mona menceritakan kepada Novan apa yang sebenarnya terjadi.

" Apa Tante ? Tante kan tahu hubungan aku dengan Sifa Tan, Tante tega ya.. "

" Tidak ada solusi lain Novan, Tante harap kamu bisa mengerti keadaannya "

" Kenapa tidak dibatalkan saja pernikahan nya, atau ini memang rencana kalian untuk memisahkan aku dengan Sifa, kalau memang keluarga Sifa tidak menyetujui jika aku menjalin hubungan dengan Sifa kenapa tidak dari dulu, kenapa setelah kami berdua membangun mimpi untuk hidup bersama, ternyata mimpi kami dihancurkan begitu saja " ucap Novan berapi-api.

Bagaimana tidak ia dihadapkan pada posisi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, pujaan hatinya bersanding di pelaminan bersama pria lain, sialnya ia hadir dan melihat dengan kedua mata nya sendiri.

Novan berjalan menuju pelaminan, ia bersikeras untuk bertemu dengan Sifa terlebih dahulu, Mona tidak dapat mencegahnya, Novan berjalan melewati Riska, Riska pun cukup kaget saat Novan mendekat ke arah pelaminan.

" Tan.. gimana ini ? " tanya Riska kepada Mona yang berjalan mengekori Novan.

" Tenang, tante yakin Novan tidak akan melakukan apa-apa " jawab Mona percaya diri.

Namun, belum juga Novan sampai di pelaminan ia lebih dulu menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan berjalan kembali melewati Mona dan Riska, tanpa sepatah katapun ia pergi keluar area resepsi pernikahan, Novan lebih memilih untuk tidak menemui Sifa, ia khawatir tidak dapat mengontrol emosinya.

Ia menyangka jika Sifa tidak melihatnya, namun dugaannya salah Sifa sudah lebih dulu melihatnya, Sifa turun dari pelaminan dan sedikit berlari untuk mengejar Novan.

Sifa melewati Riska dan Mona.

" Sif.. Sifa mau kemana ? " Tanya Mona.

Sifa tidak menggubris nya, ia terus berjalan mengejar Novan.

" Mas Novan... Tunggu..... " panggil Sifa.

Sifa masih terus mengejar Novan, namun karena langkah kakinya tidak sebebas biasanya, ia pun hanya dapat melihat Novan berlalu dari pandangan nya. Tanpa terasa bulir bening membasahi pipinya, ia tersadar masih banyak tamu undangan disana, ia menyeka kasar pipinya lalu berjalan masuk kembali ke area resepsi pernikahan nya.

Hatinya benar-benar hancur, entah apa yang ia rasakan kali ini.

Di sisi lain, Revan yang melihat Sifa turun dari pelaminan tanpa pamit, hanya dapat memperhatikan.

" Sifa mengejar siapa ? kekasihnya ? ckkk " batin Revan.

Kedua orangtua Revan dan Sifa sedang sibuk menjamu tamu-tamu rekan kerjanya, mereka tidak begitu memperhatikan kepergian Sifa dari pelaminan. Hanya Revan yang masih betah bertahan di atas pelaminan.

🌺🌺🌺

Jangan lupa untuk dukung karya author ya .. ❤️

Terpopuler

Comments

Yuni Ngsih

Yuni Ngsih

waduuuuuh Thooooor baru nongol bikin aku ,kezel ,marah ,benci tuh ke yg namanya Sita ,klw ngga mau knp tdk sblmnya kasian syifa .....ich ceritramu bgs bikin aku ngenes dengan ceritra ini ....lanjut Thor....💪💪💪👌

2025-03-31

2

Putri Chaniago

Putri Chaniago

jgn nanti Sita dtg lg jd PELAKOR kebanyakan cerita kan gitu bisa d tebak setelah kabur dg kekasihnya balik² jd PELAKOR dlm rmh tangga adiknya

2025-03-01

1

Putri Chaniago

Putri Chaniago

palingan jg Rayyan jatuh cinta pd Sifa skrg aja yg bilang mencintai Sita, moga secepatnya Rayyan bucin habis dg Sifa

2025-03-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!