Setelah Bai Lingxue meninggalkan aula untuk menstabilkan kultivasinya, Taixuan Dijing duduk dengan tenang di atas singgasananya. Matanya menatap bola kristal yang melayang di hadapannya—bola kesempatan pemanggil dari Alam Kaisar hingga Transenden. Cahaya berputar di dalamnya, memancarkan energi misterius yang menghubungkan dunia ini dengan eksistensi yang lebih tinggi.
"Sistem, aktifkan pemanggilan," perintahnya dengan suara tenang.
["Ding! Pemanggilan dimulai... Menghubungkan dengan eksistensi yang memenuhi syarat..."]
Bola kristal tiba-tiba bergetar hebat. Ruang di sekitar Taixuan Dijing beresonansi dengan energi yang menggetarkan langit dan bumi. Kilatan cahaya menyambar seperti petir, membentuk pusaran energi yang semakin membesar di tengah aula. Tekanan luar biasa menyelimuti seluruh ruangan, menyebabkan udara bergetar seolah tak sanggup menahan keberadaan yang akan datang.
Suara retakan ruang terdengar, dan dari dalam pusaran itu, sesosok pria muncul perlahan. Ia mengenakan jubah hitam panjang dengan pola emas yang berkilauan seperti bintang di angkasa. Rambut panjangnya berwarna perak, matanya bersinar seperti matahari kembar yang menyala dalam kegelapan. Auranya meluap dengan kekuatan yang seakan mampu menekan dunia.
Seketika pria itu melangkah keluar dari pusaran, ia mengerutkan kening, mencoba memahami situasinya. Namun, begitu matanya bertemu dengan sosok Taixuan Dijing, tubuhnya tiba-tiba bergetar, dan wajahnya menunjukkan keterkejutan yang mendalam.
"Master... Sekte...?!" Suaranya penuh ketidakpercayaan, namun di saat yang sama, kepastian tertanam kuat dalam pikirannya.
["Ding! Pemanggilan sukses. Keberadaan yang dipanggil telah dikenali sebagai bawahan dan pengikut setia dari Master Sekte Kekaisaran Abadi."]
Pria itu segera menundukkan tubuhnya dalam-dalam, satu lutut menyentuh lantai, sikap hormatnya mutlak. "Hamba yang rendah, Feng Yuheng, Penguasa Puncak Kaisar Surgawi, menyapa Master Sekte Kekaisaran Abadi!"
Taixuan Dijing menatapnya dengan ekspresi datar, tetapi dalam hatinya, ia mengakui kekuatan luar biasa yang dimiliki orang ini. Feng Yuheng berada di puncak ranah Kaisar, satu langkah lagi menuju ranah Transenden. Pemanggilan ini bukan hanya membawa seorang ahli, tetapi juga mengukuhkan posisi Sekte Kekaisaran Abadi di dunia ini.
"Bangkitlah," Taixuan Dijing akhirnya berbicara. "Mulai sekarang, kau adalah bagian dari sekte ini. Ikuti perintahku dan lindungi sekte dengan nyawamu."
Feng Yuheng mengangkat kepalanya, matanya berkilat dengan keteguhan. "Hamba akan mengabdikan segalanya untuk sekte ini, Master!"
__________________
Satu minggu telah berlalu sejak Bai Lingxue resmi menjadi murid langsung Taixuan Dijing dan Feng Yuheng dipanggil ke dunia ini. Dalam waktu singkat, Sekte Kekaisaran Abadi dipenuhi dengan aura baru yang lebih tajam dan semangat kultivasi yang membara.
Di atas langit Sekte Kekaisaran Abadi, Taixuan Dijing berdiri dengan tangan di belakang punggungnya, mengenakan jubah hitam keunguan yang berkilauan di bawah cahaya matahari. Matanya yang tajam menatap ke bawah, tepat ke arena pelatihan utama sekte, tempat dua sosok berdiri saling berhadapan.
Qin Wushuang dan Bai Lingxue.
Dua jenius yang kini menjadi murid langsungnya.
"Sudah satu minggu berlalu sejak aku memberikan mereka teknik baru," gumam Taixuan Dijing dalam hati. "Mereka telah menghabiskan waktu memahami dan mengasahnya. Sekarang, saatnya menguji sejauh mana perkembangan mereka."
Di bawahnya, arena pelatihan terasa bergetar karena tekanan energi dari dua muridnya. Qin Wushuang berdiri dengan tenang, auranya seperti matahari yang menyala terang—panas, membakar, namun stabil. Di sisi lain, Bai Lingxue memancarkan energi yang lebih dingin namun tajam, seperti bulan yang menyinari malam dengan cahaya pucat namun menusuk.
"Sejak latihan terakhir mereka, aku bisa merasakan peningkatan yang signifikan," pikir Taixuan Dijing. "Qin Wushuang semakin memahami 'Matahari Penjaga,' dan Bai Lingxue telah mulai membangkitkan potensi tersembunyinya."
Angin berhembus kencang saat dua muridnya saling menatap, mata mereka dipenuhi tekad dan semangat bertarung.
Taixuan Dijing akhirnya membuka mulutnya, suaranya menggema di seluruh arena.
"Qin Wushuang, Bai Lingxue."
Kedua murid itu segera menangkupkan tangan mereka dengan hormat. "Ya, Guru!"
"Hari ini, kalian akan melakukan latihan tanding."
Mata para murid yang menonton membelalak mendengar perintah itu.
Latihan tanding antara dua murid langsung Taixuan Dijing?!
Taixuan Dijing menatap keduanya dengan tajam. "Kalian telah diberikan teknik baru, dan satu minggu telah berlalu. Aku ingin melihat sejauh mana pemahaman kalian terhadapnya."
Kedua murid itu mengangguk. Qin Wushuang mengepalkan tangannya, energi matahari mengelilinginya, sementara Bai Lingxue menarik napas dalam, energi bulan berputar di sekeliling tubuhnya.
Suasana di arena semakin memanas.
"Mulailah," perintah Taixuan Dijing.
Dan dengan itu, latihan tanding pun dimulai.
Begitu kata "Mulailah" keluar dari mulut Taixuan Dijing, dua sosok di arena langsung bergerak.
Boom!
Gelombang energi yang dahsyat meledak dari tubuh mereka berdua, membuat tanah di bawah kaki mereka bergetar. Qin Wushuang melompat ke depan, tubuhnya diselimuti cahaya keemasan yang bersinar terang seperti matahari yang menyala di tengah langit. Sementara itu, Bai Lingxue melayang ke belakang dengan gerakan anggun, auranya berubah menjadi sinar bulan yang dingin dan menusuk.
Matahari dan bulan bertabrakan!
Dari kejauhan, Phoenix Hantu Merah Darah, Serigala Bintang Tujuh, dan Naga Hitam Penjaga Waktu memperhatikan pertarungan itu dengan mata menyala.
“Menarik,” gumam Phoenix Hantu Merah Darah, sayapnya yang berwarna merah darah mengepak lembut. “Cahaya matahari yang membakar melawan cahaya bulan yang menenangkan… Siapa yang akan unggul?”
“Bukan hanya soal matahari dan bulan,” sela Serigala Bintang Tujuh, matanya yang berwarna biru terang menatap tajam. “Kecepatan mereka… ini sudah di luar batas jenius biasa.”
Naga Hitam Penjaga Waktu tidak berkata apa-apa, hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap tajam ke arah arena.
Di arena, Qin Wushuang tiba-tiba melesat ke depan, meninggalkan jejak cahaya emas di udara. Tinju kanannya menyala seperti meteor yang jatuh, membawa kekuatan penghancur yang luar biasa.
"Tinju Matahari Penjaga!" Qin Wushuang berteriak.
BOOM!
Pukulan itu melesat ke arah Bai Lingxue, menghancurkan udara di sekitarnya.
Namun, Bai Lingxue tetap tenang. Dengan satu gerakan ringan, tubuhnya berubah menjadi bayangan bulan dan menghilang dari tempatnya.
SWOOSH!
Dalam sekejap, dia muncul di belakang Qin Wushuang, tangannya yang halus mengeluarkan pedang es bulan yang bersinar kebiruan.
"Cakar Dingin Bulan Purnama!"
Pedangnya menebas ke arah punggung Qin Wushuang dengan kecepatan yang tak terbayangkan!
CLANG!
Qin Wushuang menoleh cepat, lengannya yang dilapisi energi matahari menahan serangan itu, menciptakan percikan api di udara. Kedua energi kontras—panas dan dingin, matahari dan bulan—berbenturan dalam ledakan dahsyat yang mengguncang seluruh arena!
BOOOOM!
Gelombang kejut yang dihasilkan dari bentrokan itu membuat beberapa murid sekte yang lebih lemah terhuyung ke belakang.
Taixuan Dijing yang berada di atas langit mengangguk dalam diam.
"Keduanya berkembang dengan sangat baik. Bai Lingxue semakin memahami esensi bulan, sementara Qin Wushuang telah menyempurnakan kendalinya terhadap energi matahari."
Di bawahnya, pertarungan semakin memanas.
Qin Wushuang mengangkat tangannya ke langit. "Matahari Penjaga—Tiga Cahaya Surgawi!"
Tiga bola api raksasa muncul di atas kepalanya, masing-masing mengandung energi yang cukup untuk melelehkan gunung. Dengan satu gerakan tangannya, ketiga bola api itu melesat ke arah Bai Lingxue.
Namun, Bai Lingxue tidak gentar.
Dia menutup matanya sesaat, lalu membukanya kembali, dan sinar biru menyala di irisnya.
"Bulan Memudar di Langit Gelap."
Seketika, seluruh arena dipenuhi cahaya bulan. Sosok Bai Lingxue mulai berpendar dan menghilang di antara sinar bulan yang berkilauan. Bola api Qin Wushuang melewati bayangan-bayangan tersebut tanpa bisa menyentuhnya!
"Dari mana dia menyerang?" Qin Wushuang menyipitkan matanya, mencoba mencari keberadaan lawannya.
Tiba-tiba, suara angin berdesir. Qin Wushuang menoleh ke kanan—terlambat!
SLASH!
Pedang Bai Lingxue berhasil menyayat bahunya!
Qin Wushuang mundur beberapa langkah, darah menetes dari luka di pundaknya. Namun, alih-alih marah, dia justru tersenyum.
"Hahaha… Hebat, Lingxue! Kau semakin cepat!"
Bai Lingxue menarik napas dalam, sedikit terengah. "Dan kau semakin kuat, Kakak Senior Qin."
Keduanya saling menatap, napas mereka memburu, tetapi semangat bertarung mereka tetap membara.
Di atas, Taixuan Dijing melipat tangannya.
"Cukup," katanya, suaranya bergema di seluruh arena.
Begitu suara Taixuan Dijing menggema di arena, keheningan pun menyelimuti tempat itu. Qin Wushuang dan Bai Lingxue berdiri tegak, masih terengah setelah pertarungan sengit mereka. Namun, tatapan mereka segera berubah serius ketika mereka merasakan sesuatu yang sangat menekan.
BOOM!
Tekanan mengerikan tiba-tiba turun dari langit.
Keduanya langsung merasa tubuh mereka seakan dibekukan oleh aura luar biasa itu. Qin Wushuang mengerahkan seluruh kekuatannya untuk tetap berdiri, sementara Bai Lingxue berjuang agar tidak tersungkur ke tanah.
"Apakah kalian puas dengan pertarungan tadi?" Suara Taixuan Dijing terdengar dingin dan dalam.
Qin Wushuang menggigit bibirnya, lalu menangkupkan tangan. "Tidak, Guru! Aku yakin masih banyak kekuranganku!"
Bai Lingxue segera mengikuti. "Aku juga, Guru! Mohon bimbingan Anda!"
Taixuan Dijing menyipitkan matanya. "Tentu saja ada kekurangan."
Tekanan di udara semakin berat.
"Kalian berdua terlalu fokus pada pertahanan dan serangan, tetapi melupakan efisiensi gerakan."
Qin Wushuang dan Bai Lingxue menelan ludah.
"Qin Wushuang, kau terlalu banyak membuang energi saat menyerang. Tinju Matahari Penjaga seharusnya menyalurkan kekuatan dalam satu titik, bukan menyebarkannya ke seluruh lenganmu. Dengan cara itu, kau tidak akan kehilangan tenaga sebelum pukulanmu mengenai lawan."
Qin Wushuang mengepalkan tangannya. "Aku… aku mengerti, Guru."
"Bai Lingxue," Taixuan Dijing beralih ke murid perempuannya. "Teknikmu memang anggun, tetapi kau menghabiskan terlalu banyak waktu menghilang dan muncul kembali. Dalam pertarungan yang lebih cepat, musuh tidak akan memberimu kesempatan untuk berkali-kali menghindar. Kau harus belajar menekan musuh, bukan hanya menghindari mereka."
Bai Lingxue menggigit bibirnya, merasa malu. "Aku akan memperbaikinya, Guru…"
Taixuan Dijing mengangkat tangannya. "Lihat baik-baik."
Dengan satu gerakan jari, energi emas dan perak muncul di tangannya. Aura Matahari dan Bulan bersatu!
"Dengarkan baik-baik. Ini adalah bagaimana teknik kalian seharusnya dilakukan."
BOOM!
Dalam sekejap, Taixuan Dijing melangkah maju dan meninju ke udara.
Namun, pukulan itu bukanlah pukulan biasa—energi Matahari terkondensasi di ujung kepalan tangannya, menciptakan cahaya yang begitu padat hingga ruang di sekitarnya bergetar.
BANG!
Dari tinjunya, semburan energi melesat ke depan, membelah udara seperti meteor yang melintas di langit. Bahkan tanpa target, kekuatannya mampu mengoyak ruang di depannya, membuat langit bergetar.
Mata Qin Wushuang melebar. "Itu… itu seratus kali lipat lebih kuat daripada pukulanku!"
Taixuan Dijing hanya meliriknya sekilas. "Karena aku tidak membuang tenaga untuk hal yang tidak perlu."
Kemudian, dia mengangkat tangannya dan mengayunkan satu jari ke udara.
Seketika, bayangan bulan muncul, melingkari tubuhnya.
Lalu, dengan satu gerakan sehalus angin, tubuhnya menghilang dalam sekejap, jauh lebih cepat daripada Bai Lingxue.
Tiba-tiba, dia muncul kembali tepat di belakang kedua muridnya, hampir tanpa suara.
Bai Lingxue terkejut, bahkan dengan indranya yang peka, dia sama sekali tidak bisa mendeteksi pergerakan gurunya.
"Inilah yang dimaksud dengan efisiensi," kata Taixuan Dijing tenang. "Jika kau menguasai teknikmu dengan sempurna, kau tidak perlu membuang energi untuk menghilang berkali-kali. Cukup satu kali gerakan, dan musuh tidak akan bisa merespons."
Bai Lingxue menundukkan kepala. "Aku mengerti, Guru…"
Qin Wushuang pun menundukkan kepalanya dalam. "Terima kasih atas bimbingannya, Guru!"
Taixuan Dijing menurunkan tekanannya. "Bagus. Kalian harus terus berlatih dan memahami teknik ini dengan lebih dalam. Mulai hari ini, latih kembali teknik kalian hingga mencapai bentuk sempurna."
Keduanya serentak berlutut. "Kami akan melakukannya, Guru!"
Dari kejauhan, Phoenix Hantu Merah Darah menghela napas.
"Sekarang aku mengerti mengapa dia disebut sebagai Master Sekte Kekaisaran Abadi."
Serigala Bintang Tujuh mengangguk. "Ya… metode pengajarannya bukan hanya menegur, tapi langsung menunjukkan bagaimana seharusnya. Murid-muridnya benar-benar beruntung."
Di atas langit, Taixuan Dijing menatap murid-muridnya dengan puas.
Latihan mereka baru saja dimulai.
Begitu Taixuan Dijing selesai memberi arahan, tubuhnya bergetar sedikit, lalu…
BZZT!
Dalam sekejap, sosoknya menghilang seperti tersapu oleh kehampaan. Seolah-olah dia tidak pernah ada di tempat itu.
Qin Wushuang dan Bai Lingxue hanya bisa menundukkan kepala mereka dengan hormat, memahami bahwa mereka masih memiliki jalan panjang untuk benar-benar memahami apa itu kekuatan sejati.
Di dalam Aula Abadi…
Begitu kembali ke aula utama Sekte Kekaisaran Abadi, Taixuan Dijing duduk di singgasananya. Namun, sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, suara mekanis kembali terdengar di benaknya.
["Ding! Misi baru telah dikeluarkan!"]
Alis Taixuan Dijing sedikit terangkat.
"Oh? Misi baru?"
Sebuah panel cahaya muncul di hadapannya, menampilkan rincian misi baru tersebut.
[Misi Dominasi Wilayah Timur]
["Buat nama Sekte Kekaisaran Abadi menjadi terkenal di benua timur dan mendominasi seluruh benua timur"]
["Hadiah: Besar akan menanti tuan"]
Taixuan Dijing tersenyum tipis.
"Sistem benar-benar tahu cara memancingku…"
Namun sebelum ia sempat mencerna lebih jauh, sistem kembali berbunyi.
["Informasi Penting: Konferensi Jenius Benua Timur akan segera diadakan di ibu kota Kekaisaran Tianlong!"]
Matanya sedikit menyipit.
"Konferensi Jenius?"
Sebuah panel lain muncul, menampilkan detail acara tersebut.
[Konferensi Jenius Benua Timur]
["Acara tahunan yang mempertemukan para jenius dari berbagai sekte dan klan di Benua Timur. Yang akan diselenggarakan di ibukota Kekaisaran Tianlong"]
Taixuan Dijing tersenyum penuh arti.
"Kebetulan sekali. Jika aku ingin mendominasi Wilayah Timur, ini bisa menjadi batu loncatan yang sempurna."
Ia mengetukkan jarinya di sandaran singgasana, berpikir sejenak.
"Aku akan mengirim Qin Wushuang dan Bai Lingxue ke sana… dan mungkin, aku sendiri akan ikut turun tangan jika diperlukan."
Suara mekanis kembali terdengar.
["Apakah Anda ingin menerima Misi Dominasi Wilayah Timur?"]
Taixuan Dijing tersenyum tajam. "Tentu saja."
["Ding! Misi telah diterima!"]
Sekarang, era dominasi Sekte Kekaisaran Abadi di Wilayah Timur akan segera dimulai…
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
PROFIL PENGGUNA
Nama: Taixuan Dijing
Ras: Entitas Abadi yang Terlupakan
Bakat: Tidak Terbatas
Tingkat Kultivasi: Puncak Alam Transenden
(Batas Dunia Fana) (Ditekan)
Status : Master Sekte Kekaisaran Abadi
Murid : Qin Wushuang (Jenius Abadi), Bakat: Matahari Penjaga, Ranah : Alam Jiwa Awal, Status : Murid langsung Master Sekte
Murid : Bai Lingxue (Jenius Abadi), Bakat : Dewa Lunar , Ranah : Alam Jiwa Awal, Status : Murid Langsung Master Sekte
Tetua Sekte : Bai Ruying - Huo Sheng - Mo Jian,-Xuan Lu - Gu Tie -
Penjaga Sekte :Naga Hitam Penjaga- Waktu-Serigala Bintang Tujuh-Phoenix Hantu Merah Darah-Kera Emas Langit
Sekte tingkat 1 : 1000/10000 Poin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
PotatoBoy
para murid? bukan nya baru 2 ya sekte nya Nerima murid, kok disini disebut kata para murid menonton
2025-03-19
0
Alnezro
lanjuttt
2025-02-25
1