Hari ini cukup teduh, matahari pagi yang biasanya terasa terik sejak subuh tadi berselimut awan. Mobil berwarna ungu mengkilat baru saja memasuki tempat parkir Nolite university, sang dewi nemesis hukum turun setelah mobilnya terparkir dengan sempurna.
"Halo Kakak Cantikku," sapa Cakra yang membuat Aluna terlonjak kaget. Reflek ia menyentuh dadanya dan langsung mendelik tajam pada Cakra.
Pria bertopi hitam dengan tudung hoodie yang menutupi topinya itu tiba-tiba saja muncul entah darimana. Aluna melengos pergi begitu saja setelah menatap Cakra dengan tatapan maut selama beberapa detik. Cakra hanya tersenyum kecil lalu segera menyusul langkah Aluna.
"Kak luna udah sarapan belum? kita sarapan bareng yuk. Cakra laper nih Kak," ajak Cakra yang berjalan di sisi Aluna.
"Atau Kak Luna mau susu caramel? biar aku beliin di kantin Fapet, aku baru tau kalau susu caramel yang sering kamu kasih ke aku dulu cuma di jual di sini. Pantes aja aku cari di semua toko nggak nemu, ternyata produk khusus penduduk Nolite,"cerocos Cakra, sementara Aluna hanya diam dan mengayunkan kakinya lebih cepat.
"Gue nggak pernah ngasih lo susu," sarkas Aluna tanpa menoleh.
Cakra hanya tertawa melihat wajah kesal Aluna, mungkin Kakak cantiknya itu mengingat bagaimana dia selalu menyerobot susu kotak yang selalu Aluna bawa sebagai bekal. Cakra akan selalu mengambil susu kotak rasa caramel yang Aluna bawa, setelah si empunya meminumnya separuh.
"Intinya sama kan, kita minum sekotak berdua," goda Cakra dengan tawa tengilnya.
'Kelihatannya nggak apa-apa, dia masih aktif ngoceh kayak kemarin. Rugi banget gue overtingking sampai nggak bisa tidur,' gumam Aluna dalam hati, meruntuki dirinya yang mengkhawatirkan kuman satu ini tanpa alasan yang jelas sampai menjelang dini hari.
"Hari ini Kak luna sibuk nggak? kelas kak luna full sampai sore atau ada jeda? Nanti pulang jam berapa? Pulang bareng aku yuk Kak, kangen banget bonceng Kak luna pake motor aku."
Aluna menghentikan langkahnya setelah sampai di tangga gedung C.Gadis cantik itu menoleh, menatap sinis Cakra yang sedari tadi menatapnya dengan hangat dan senyum yang tak pernah luntur.
"Ini bukan gedung fakultas lo, mending lo pergi sekarang," ketus Aluna dingin.
"Aku mau nemenin Kakak Cantik sampai kelas," sahut Cakra dengan senyum tengilnya.
Aluna memutar matanya jengah, tangan gadis itu terlipat di dada, matanya menyipit menatap Cakra semakin tajam.
"Jangan merusak mood gua pagi ini Cakra!" tegas Aluna dengan nada rendah dan dingin, tapi itu sama sekali tidak membuat nyali Cakra ciut.
Pria muda berhoodie abu-abu itu mengangkat satu sudut bibirnya, satu kakinya melangkah maju. Aluna mengerutkan kening dengan apa yang Cakra lakukan, tangan yang tadinya terlipat di dada perlahan turun saat Cakra semakin mendekat.
"Apa aku terlihat ingin merusak mood Kakak?" suara Cakra terdengar berat.
"Mau apa lo!" sentak Aluna dengan gugup, tatapan Cakra yang tajam dan intens membuat jantung Aluna mulai berkedut aneh.
Cakra tidak menjawab, dia hanya melangkah semakin dekat. Aluna pun terpaksa mundur, sering langkah si kuman bakteri yang semakin rapat.
Tap.
Satu tangan Cakra menapak di dinding, memerangkap tubuh kecil sang Kakak cantik yang terlihat gugup tapi berpura-pura tenang. Aluna bergerak ke kiri dimana masih ada celah untuk dia lepas. Namun, tangan Cakra lebih cepat mengurungnya.
"Lo mau apa?" kali ini nada bicara Aluna sedikit bergetar, ia membuang tatapannya sembarangan menghindari mata elang Cakra.
Tak ada jawaban, dia hanya menatap Aluna dalam. Menuntaskan semua rindu yang selama ini ia pendam. Tubuh Aluna menegang kaku saat tiba-tiba saja Cakra menunduk, meletakkan keningnya di bahu Aluna.
"Ca-Cakra," gumam Aluna gugup, dia ingin mendorong Cakra menjauh tapi hatinya menahan.
"Sebentar saja, tolong," lirih Cakra pelan hampir berbisik.
Aluna mejamkan matanya, berusaha menekan gelayar aneh yang mulai menjalar ke jantungnya. Deru nafas Cakra terasa panas menyapu kuliat leher Aluna yang sensitif.
"Lo demam?" tanya Aluna yang sadar nafas orang normal tidak sepanas ini.
"Nggak," jawab Cakra lirih, tapi Aluna bisa merasakan tubuh Cakra yang mulai runtuh seolah bersandar sepenuhnya pada Aluna.
Dengan ragu Aluna mengulurkan tangan, perlahan bergerak menyentuh leher kokoh Cakra.
"Lo demam Cakra!" Pekik Aluna panik, ia mendorong tubuh Cakra sedikit menjauh.
Cakra hanya tersenyum kecil lalu mengacak-acak gemas rambut Aluna yang terlihat cemas.
"Aku nggak apa-apa, Kakak Cantik nggak perlu panik. Udah siang, Kak Luna cepat ke kelas gih, aku juga mau ke kelas aku. Semangat belajar Kakak cantik."
Cakra mencubit gemas pipi Aluna yang hanya terdiam menatapnya dengan raut wajah bingung dan kesal. Gadis itu hanya bisa terpaku melihat punggung Cakra yang mulai menjauh darinya. Satu persatu kaku Aluna berpijak menaiki tangga. Setelah sampai di kelasnya Aluna hanya duduk diam dengan tatapan kosong .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Novi Manggala Qirani
Lah itu Topi sama Hoodie buat nutupin luka di kepala nya kali Lun.
Cakra kaya gitu sama Aluna seolah² sedang memerlukan penyemangat, mencari kekuatan nya sendiri lewat berdekatan dengan Aluna.
Tapi dari dulu kalo kenapa² emang ga mau cerita yaaa, ga mau bikin Aluna khawatir dan kepikiran sih kayaknya, Walau umur nya lebih muda, tapi Cakra dewasa lo
Btw kalo rumah nya ada bengkel, berati Cakra anak teknik otomotif dong yaa, bukan Fapet
2025-03-03
2
Anie Nhie
Ngerasa bgt deh klo Cakra itu nyembunyiin sesuatu,lebih tepatnya nyembunyiin Luka dan apa yg dia alami juga rasakan,yg terpenting buat Cakra,dia bisa melihat Aluna,menyalurkan rasa rindunya serta menjadikan Aluna kekuatannya,,,
dia Demam pasti gara² luka di kepalanya,,please Lun,kali ini tolong kamu kasih perhatian kamu buat Cakra,kasian loh dia,,/Grievance//Grievance/
2025-03-03
2
SusiVikers
Luna Luna kamu ini malah balik ke setelah pabrik yg judes bin jutek padahal seharian kemarin bahkan semalaman kamu khawatir sama keadaan Cakra, giliran ketemu malah di ketusin kayak gitu gengsi mu lun ketinggian 🤭🤣
Cakra tuh PGN di semangati tuh sama kamu, tapi kamu nya cuek bebek kayak gitu gak bisa apa lebih ramah sama Cakra
2025-03-03
1