Raskindra Anan Baskara
Tiga puluh dua tahun
Zodiak Scorpio
Manusia yang bernaung di bawah zodiak Scorpio terlihat misterius, sering pura-pura bodoh tapi penuh intrik. Anyway aku cukup percaya dengan astrologi, setiap kelahiran itu diberkahi energi alam yang sesuai sifat elemen dari rasi bintangnya. Bahkan aku mencoba kecocokan pasangan berdasarkan zodiak.
Scorpio dan Aries
Kecocokan zodiak? 50 persen
The always fighting couple.
We'll never have good chemistry. Never.
Love language untuk Aries adalah acts of service, kalau Scorpio physical touch. Punya pasangan nggak perlu yang bermulut manis, cukup satset dalam segala hal itu membuat happy.
Physical touch? Sebagian besar mungkin suka, tapi aku tipe yang cukup risih jika whenever and wherever we touch each other. Cukup di sesi intim yang hanya dirasakan berdua.
"Kecocokan zodiak scorpio dan aries? Lagi meramal masa depan kita ya?"
Sejak kapan dia di belakangku?
Kenapa ya kedatangannya selalu tiba-tiba tanpa ada kode apapun.
Kin menyambar handphone lalu membaca hal-hal di layar. Dia tertawa sambil menjauhkan tanganku yang mencoba merebut.
"You believe in zodiac? Bruh, that' s ridiculous! If you wanna know more about me kan bisa tanya sama gue"
"Eksistensi kamu itu, sama sekali tidak penting di hidupku. Untuk apa aku stalking tentang kamu, Raskin?"
"Anjing"
"RAS..KIN. Namanya konyol juga ya mirip beras bantuan pemerintah HAHAHA!"
Silence.
Sepertinya hanya aku yang asyik sendiri dalam candaan, lelaki itu melengos pergi setelah mengambil beberapa buku dari rak. Kakinya tersandung meja, dia membungkuk mengambil barang yang berserakan.
Sekilas terlihat ukiran tinta di pinggangnya.
"Nice ass..."
Kin mengerutkan dahi, memandang aneh setelah sadar kalau aku memandangi bagian belakang celana pendeknya yang sedikit tersingkap.
"Let me see your tattoo"
"Nope"
"Ayolah, sebentar saja. Aku selalu suka lihat tattoo, tapi nggak mau punya tattoo"
Respon tak terduga, dia melepaskan kaos lalu memperlihatkan gambar di tubuh atas.
Lycoris Radiata.
Simbol kematian. Pertama kali aku tahu tentang bunga ini pada salah satu scene anime Tokyo Ghoul. Lycoris radiata beracun biasa tumbuh di area pemakaman. Bunga dan daunnya tidak pernah mekar bersama. Jika bunganya mekar, daun akan gugur. Begitupun sebaliknya.
Gambar itu pasti ada makna duka baginya.
"Bagaimana rasanya tattoo? Sakit?"
"Mau di tattoo juga?"
"Tidak. Tapi aku selalu ingin punya di area sini, dan sini"
Aku menunjuk ke pergelangan tangan dan belakang leher lalu memperlihatkan beberapa desain gambar yang sudah kusimpan dari tahun lalu.
Witch's Knot. Simbol magis yang digunakan untuk proteksi diri dari roh jahat. Satu gambar lain adalah simbol Buddha Eyes untuk jimat spiritual awakening.
Excuse me, are you a witch?
Begitulah isi pertanyaan dari tatapan Kin sekarang.
"Tapi lucu kali ya kalau aku buat di back neck, agar tidak terlalu kelihatan. Level berapa pain tolerence nya?"
"Let me try to measure"
Gerak refleks Kin diluar prediksi, ia menggigit leher belakangku membuat bite mark yang cukup dalam.
Aliran darah rasanya terhenti sejenak berseling dengan desir hangat goosebumps yang membuatku beku.
"You fucking little shit! How dare you"
"Bite mark tattoos quite popular in my studio. Just wondering if it looks good on you... "
"Kamu punya studio tattoo?"
"Certified as a tattoo artist. Hanya hobi kecil, kalau ada waktu mampir saja, nanti aku beri diskon lima
puluh persen."
You're confusing as fuck
Berlalu begitu saja meninggalkan rasa yang menggelitik
***
Adonis Studio
This pervert guy menamakan studio ini dengan nama mitologi dewa kesuburan. Huh?
Entah apa yang membuatku jadi benar-benar tertarik, padahal komit sebelumnya tidak akan pernah membuat tattoo. Kedatanganku kali ini hanya sekedar visit, bukan untuk janji khusus sebagai customer.
Tempat ini ternyata cukup populer, ada steak and coffee shop di dalamnya. Dua puluh menit menunggu tapi dia belum muncul, jangan-jangan ini prank? Memang firasatku dari awal tidak yakin kalau dia pemilik studio ini.
Dua orang membuat keributan kecil di depan kasir. Perempuan bermuka douyin dengan boobs besar itu mirip streamer terkenal yang suka mendesah saat live game.
Lulabelle? Iya bukan sih?
"Thank you, Daddy"
"Welcome my Goddess..."
Cih!
Kenapa aku benci melihat Kin mencium tangannya? Dia berlalu mengantar Lulabelle keluar studio tanpa menanggapi keberadaanku.
Ah, lebih baik aku keluar dari sini.
But he holds my hand suddenly, menarik aku menuju ruangan lain.
"Want to get another bite mark tattoo?"
"No, Daddy"
"Ahh... one more please, manis juga ternyata kalau kamu bilang begitu"
"Idiot"
"Just kidding. Ayo buka atasannya!"
"GOBLOK!!"
Aku memukuli Kin dengan tas berulang-ulang, dia mundur menghindar.
"Kamu mau buat back neck tattoo kan? Maksudku bilang buka atasan itu... your cardigan"
Oh.
"By the way, you dating Lulabelle? Oke juga selera kamu."
"Dia hanta loyal klien, beberapa kali tattoo nya aku yang buat"
"Di boobs juga? Kamu bikin tattoo di dada dia juga?"
"Bikin disini tapi bukan aku yang mengerjakan. Ada artisan perempuan juga. Tapi kalau kamu mau bikin di boobs, pasti spesial aku yang bikin..."
Rasanya ingin kurobek mulutnya biar berhenti mengucapkan flirty words yang membuat panas dingin. Dia pasti sengaja menggoda untuk membuat kesal. Apa memang justru karakternya alaminya seperti ini?
Aku membuka cardigan, menantangnya untuk membuatkan tattoo. Sedikit cemas dan takut, perasaan normal bagi yang baru pertama kali.
"Relax, i'll make it gently..."
Aku menggigit bibir kecil menahan rasa sakit kecil di belakang leher. Ada sensasi panas tapi memudar menjadi hangat yang membuat kantuk hingga lelap.
***
Eh?
Apa ini?
Berapa lama aku tertidur?
Sesuatu yang lembut tapi basah menyesap di belakang leher. Ada desah kecil yang menggoda. Kin melakukan sesuatu padaku saat aku hilang sadar.
Dia mencium leherku. Lebih, dia membuat kiss mark.
"Ah sorry, i can't hold it anymore. Your neck is tempting... "
Rasanya marah ingin menamparnya tapi kehilangan power untuk melakukannya. Apakah ini sebuah tindakan pelecahan yang pelakunya bisa dipidana? Tapi bagaimana jika dilakukan oleh suami sendiri?
I'm so pissed and emberassed. Kami tidak berani saling menatap. Sepertinya proses tattoo sudah selesai, lebih baik aku pulang berpura-pura tidak ada apa-apa.
Seseorang datang dibalik pintu lalu terkejut mendapati kecangguan kami berdua.
"Boss, ada tamu di ruang tunggu! Gimana?"
"In five minutes. Gue quality time dulu sama bini."
BINI???
"I have a client, ini treatment kit untuk tattoo nya. Instruksi lain ada di dalam," ucapnya berlalu sambil mencubit pipiku.
That goddamn smile
Rwwrrrrrr
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
ForestCream
baca ulang krn ada foto ahahah
2025-03-08
3
Alea^
kek nonton drakor versi novel /Kiss/
2025-03-09
2
Gea nila
cemburu keknya kamu udah mulai ada rasa ke kin. kiw
2025-03-08
3