Bab 20

"Cit...kamu belum mau pulang?"Laura menghampiri Citra di meja kerjanya.

"Belum Ra...aku bentar lagi."Jawab Citra.

"Kalo gitu aku duluan yaa".

"Iya,hati-hati di jalan yaa."Balas Citra.

Laura keluar dari gedung kantornya,sebelum keluar,Laura melihat keadaan sekitar dulu,ia tidak ingin bertemu lagi dengan Dika.

Karena merasa aman,Dika tidak datang lagi untuk menemui Laura,ia pun langsung keluar,dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir,di parkiran.

Tanpa Laura sadari,sejak tadi Dika memperhatikan Laura dari jauh,dan sekarang Dika sedang mengikuti Laura,dari jarak yang aman,agar tidak diketahui oleh Laura.

Dika sangat penasaran,dimana kini Laura tinggal,jika bukan dirumahnya lagi.

Dika juga ingin tahu,apakah Laura tinggal bersama Arya atau tidak.

Laura yang tidak menyadari dirinya sedang diikuti oleh Dika pun,mengemudikan mobilnya dengan santai.

Beberapa menit kemudian Laura sampai di gedung apartemen milik Arya,ia memarkirkan mobilnya terlebih dahulu,Laura lebih suka memarkirkan mobilnya di luar gedung apartemen,dari pada di parkiran basement atau bawah tanah.

"Ternyata kamu tinggal disini,Ra".

"Aku gak pernah tau kalo kamu punya apartemen disini."Ucap Dika.

Ia masih terus memperhatikan Laura dari jauh,dan saat Laura masuk ke dalam gedung apartemen,Dika pun segera menyusul.

Dan ikut masuk bersama Laura di dalam lift yang akan membawa Laura ke unit apartemennya,Laura masih belum menyadari ada Dika di dekatnya,karena saat ini,Dika merubah penampilannya,agar tidak dikenali oleh orang lain.

Ditambah di dalam lift bukan hanya ada dirinya dan juga Dika saja,membuat Laura tidak mencurigai apapun.

Pintu lift pun terbuka,dengan jarak yang aman,Dika masih mengikuti Laura dari belakang.

Saat Dika melihat Laura berdiri di depan pintu unit apartemennya,dan sedikit lagi akan masuk,Dika langsung menerobos masuk bersama Laura.

Laura terkejut karena Dika tiba-tiba saja ikut masuk bersamanya.

"Dikaaa...mau apa kamu kesini?,keluar kamu!"Ucap Laura.

"Kamu gak bisa lagi menghindar dari aku,Ra.Aku gak akan biarin kamu lepas gitu aja".

"Paling gak,aku harus mendapatkan sesuatu yang selama ini,kamu jaga."Ucap Dika,menatap Laura dengan tatapan penuh nafsu nya.

"Lepasin aku Dika,kamu jangan kurang ajar yaa."Laura berusaha melepaskan diri dari cengkraman Dika.

Sementara Dika menempelkan tubuh Laura di dinding,iya juga berusaha untuk mencium Laura,tapi Laura selalu memalingkan wajahnya.

"Kamu bisa diam gak sih!,aku akan kasih kamu sesuatu yang gak akan pernah kamu lupain sampai kapanpun,Laura."Ucap Dika.

"Lepas gak,aku bilang lepas Dika!,kamu menjijikan sekali."Laura terus meronta agar dilepaskan oleh Dika.

"Biiiii,biiiiii tolong aku."Teriak Laura.

"Kamu fikir aku percaya?,cuma kita berdua yang ada disini,kan?,kamu gak akan bisa lepas dari aku,Ra,aku harus dapatin itu,sebelum kamu menikah sama Arya".

"Aku gak rela,kamu menikah dengan lelaki yang jauh lebih baik dari aku."Ucap Dika lagi

"Biiiiii tolonggg."Teriak Laura lagi.

Bi sarti yang sedang tidur pun terbangun,ia terkejut,karena mendengar suara teriakan Laura,ia fikir dirinya bermimpi,tapi setelah mendengar suara teriakan ke 2 kali nya,ia yakin,itu bukan mimpi.

Bi sarti langsung berlari keluar dari kamarnya,ia mendapati laki-laki asing yang berusaha melecehkan Laura.

Tanpa berfikir panjang,bi Sarti mengambil talenan kayu yang ada di dapur,dan memukulkan talenan tersebut di bagian belakang kepala,yang jika terkena pukulan,akan membuat seseorang tersebut pingsan.

Setelah itu,Dika jatuh,dan tidak sadarkan diri.

Bi sarti langsung memeluk erat Laura,sementara Laura menangis tersedu-sedu di pelukan bi Sarti.

Untung saja ada bi Sarti,jika tidak,entah hal apa yang sudah terjadi padanya.

Bi Sarti meminta izin menggunakan hape Laura untuk menelpon Arya,karena Laura tidak bisa melakukan hal tersebut,tubuhnya gemetar karena ketakutan.

"Hallo den Arya,ini bibi,tolong kami den,ada orang asing masuk,dan hendak melecehkan non Laura,tapi saya sudah pukul orangnya,sekarang dia pingsan den."Bi Sarti langsung berbicara saat panggilannya sudah tersambung dengan Arya.

"Ya Allah,bi...terus Laura dimana sekarang?".

"Non Laura ada den,lagi di peluk sama bibi,aden tolong kesini segera."Balas bi Sarti lagi.

Arya langsung mematikan sambungan telpon,setelah itu,dirinya langsung menghubungi pihak keamanan apartemen,untuk mengamankan Dika terlebih dahulu.

Setelah beberapa detik menunggu,panggilan Arya pun diangkat oleh salah satu satpam di apartemen miliknya.

"Halo selamat malam,ada yang bisa saya bantu?"Tanya satpam tersebut.

"Malam pak,saya Arya,pemilik salah satu apartemen di Rich Clayton".

"Tolong bapak periksa ke unit apartemen saya,di nomor 21,barusan asisten rumah tangga saya mengabarkan,ada orang asing yang menerobos masuk,dan berusaha melecehkan calon istri saya".

"Tolong segera diamankan pak,saya khawatir,orang tersebut sadar,dan kembali bertindak jahat,karena di dalam apartemen saya,hanya asisten rumah tangga dan juga calon istri saya."Ucap Arya.

"Baik pak,saya akan segera kesana."Jawab satpam tersebut.

setelah mendengar jawaban dari satpam,Arya langsung memutuskan sambungan telponnya.

Ia berjalan keluar dari kamarnya,dengan wajah yang sangat cemas,Arya bahkan melewati ibu nya begitu saja,yang sedang berada di meja makan.

"Aryaa kamu mau kemana,makan malam dulu."Ucap ibu Arya,memanggil putranya yang hendak keluar rumah.

"Aku mau ke apartemen bu,Laura dalam bahaya."Jawab Arya,ia keceplosan menyebutkan nama Laura di hadapan ibu nya.

Padahal ibu nya pun sudah tau tentang Laura.

"Ibu ikut..."Ucap ibu Arya.

Arya yang panik dan sedang terburu-buru pun tidak mengatakan apapun,termaksud mengatakan jika dirinya keberatan sang ibu ikut dengannya

"Aryaaaa jangan ngebut-ngebut Ar...ibu belum mau mati,ibu masih mau lihat kamu menikah dan juga bermain sama cucu ibu".

"Ibu pegangan,aku khawatir sama Laura dan juga bibi,mereka hanya berdua di apartemen."Balas Arya.

"Iya tapi kamu juga gak boleh ngebut-ngebut kaya gini,kamu pasti udah telpon pihak keamanan di apartemen,kan?".

"Mereka pasti udah bergerak cepat,mengamankan orang asing itu."Ucap ibu Arya.

Arya perlahan-lahan,menurunkan kecepatan laju mobilnya.

Ia sadar,jika dirinya kenapa-kenapa,bagaimana dengan Laura.

Hanya butuh waktu 10 menit,Arya sudah sampai di gedung apartemennya,Karena rasa khawatirnya yang begitu tinggi terhadap Laura,Arya langsung lari begitu saja keluar dari mobilnya.

Ia bahkan lupa akan ibu nya yang tertinggal di belakang,ibu Arya memahami saat ini putranya sedang sangat cemas.

Ia membiarkan Arya untuk berjalan lebih dulu,sementara dirinya,menyusul di belakang.

"Bagaimana pak?,apa sudah diamankan orang asing tersebut?"Tanya Arya,kepada salah satu satpam yang sedang berjaga di sana.

"Sudah pak,kami sudah menelpon kepolisian,baru saja,orang tersebut di bawa ke kantor polisi."Jawab satpam tersebut.

"Terimakasih pak."Balas Arya.

Setelah itu,Arya langsung berjalan kembali,ia melangkah dengan setengah berlari,menuju unit apartemen miliknya.

Arya masuk ke dalam lift,di dalam lift ia terus saja bergerak kesana-kemari,kaki nya tidak bisa diam,karena merasa cemas dengan keadaan Laura,ia takut terjadi apa-apa dengan Laura,Laura pasti saat ini sedang merasa sangat ketakutan.

Setelah pintu lift terbuka,Arya langsung berlari kuat menuju unit apartemen nya,menunggu beberapa saat di depan pintu apartemen,sampai pintu apartemen pun dibuka oleh bi Sarti.

Arya masuk dan berjalan cepat ke arah Laura yang terduduk di lantai.Tanpa berfikir panjang Arya langsung mendekap dan memeluk Laura dengan erat.

Hati Arya sangat sakit,melihat kondisi Laura,Laura menangis tersedu-sedu dalam pelukannya,tubuhnya bergetar,Arya yakin,jika saat ini Laura sedang merasakan sangat takut,dan juga trauma.

"Arya...aku takut,aku takut banget,Dika tiba-tiba menerobos masuk ke apartemen ini."Lirih Laura.

"Aku gak tau,kalo dia ngikutin aku sampai kesini."Lirih Laura lagi.

"Huuusstt...udah yaa,kamu tenang,sekarang udah ada aku disini."Balas Arya,membelai lembut kepala Laura.

"Kamu udah aman,gak akan ada yang berani berbuat jahat lagi ke kamu,aku udah ada disini,mulai hari ini,aku akan selalu ada untuk melindungi kamu".

"Percaya sama aku,semuanya akan baik-baik saja,lelaki itu udah dibawa ke kantor polisi."Ucap Arya lagi,sambil memegang wajah Laura,memandang nya dengan lembut,dan menghapus bulir air mata yang ada di pipi Laura.

"Bi tolong ambilkan Laura minum."Ucap Arya kepada bi Sarti,yang masih berdiri di hadapan Arya dan juga Laura.

"Ayo sini,kita duduk dulu di sofa yaa."Arya menuntun Laura berdiri dan duduk di sofa yang berada di ruang televisi.

Ia kembali membawa Laura ke dalam dekapannya,Arya ingin Laura merasa tenang karena kehadirannya.

Sungguh,Arya tidak bisa membayangkan,jika saja,dirinya tidak meminta bi Sarti menemani Laura disini.Kejadiannya pasti akan lebih parah dari sekarang.

Bi Sarti pun datang,dengan membawa segelas air putih di tangannya,ia menyerahkan gelas tersebut kepada Arya.

"Minum dulu Ra..."Ucap Arya.

Laura mengambil gelas yang ada di tangan Arya,dan meminumnya perlahan.

"Coba tarik nafas dalam-dalam,terus hembuskan perlahan."Ucap Arya lagi.

Laura melakukan apa yang Arya katakan,ia menarik nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan.

"Gimana?,udah mendingan?"Tanya Arya.

Laura mengangguk kecil,Arya mengambil gelas yang ada di tangan Laura,dan meletakkan nya ke atas meja.

Kemudian,Arya menyeka sisa-sisa air mata yang ada di wajah Laura,dengan lembut,membawa Laura ke dalam pelukannya lagi...

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60.Cintya dan Radit.
61 Bab 61.
62 Bab 62.
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67.Pov istri Radit.
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97 POV RADIT.
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138.
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60.Cintya dan Radit.
61
Bab 61.
62
Bab 62.
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67.Pov istri Radit.
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97 POV RADIT.
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138.
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!