Bab 12

Setelah merasa jauh lebih baik,Laura berdiri dan masuk ke dalam kamarnya.

Sementara sang ibu tiri,keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke arah ruang keluarga.

Ia duduk,sambil memikirkan bagaimana cara menjelaskannya kepada Laura.

"Raaa...kamu mau kemana?,kenapa bawa kopor segala?"Tanya ibu tiri Laura.

"Ini rumah kamu,Ra...kalau pun ada yang harus pergi,ibu yang harus pergi,Ra".

"Maafin ibu Ra,ibu khilaf"Ucap ibu tiri Laura,bersimpuh di kaki Laura,dan juga menahan kaki Laura.

Laura menghembuskan nafas panjangnya terlebih dahulu,sebelum berbalik melihat sang ibu tiri.

"Bu...selama ini apa Laura berbuat jahat sama ibu?".

"Apa Laura tidak memperlakukan ibu dengan selayaknya?".

"Laura sayang sama ibu,sama seperti Laura sayang ayah dan juga mendiang ibu kandung Laura".

"Laura hormati ibu,sama seperti Laura menghormati ayah".

"Kenapa ibu tega melakukan hal seperti ini terhadap Laura?"Ucap Laura,ia tidak bisa lagi menahan air mata nya,Laura kembali menangis di hadapan sang ibu tiri.

"Sejak kapan bu?,sejak kapan kalian melakukan hal hina itu di belakang aku?".

"Bukannya aku udah pernah bilang ke ibu,aku gak melarang untuk ibu nikah lagi,aku tau,ibu masih butuh terhadap hal-hal seperti itu,ibu masih muda".

"Tapi bukan dengan mas Dika bu,calon suami aku,calon anak menantu ibu!".

Laura akhirnya jatuh terduduk di depan sang ibu tiri,lututnya benar-benar terasa lemas.

"Maafin ibu Ra...ibu dan Dika khilaf".

"Alasan klasik,selalu bersembunyi dibalik kata khilaf."Balas Laura.

"Tolong maafin ibu Ra,tapi kamu jangan pergi dari rumah ini,ini rumah kamu".

"Seharusnya ibu yang pergi,ibu memang pantas mendapatkan hal itu."Ucap ibu tiri Laura lagi.

"Memangnya ibu mau kemana?,ibu sama seperti aku,kita sebatang kara."Balas Laura sendu.

"Ibu satu-satunya harapan aku,cuma ibu yang aku punya di dunia ini,tapi kenapa ibu tega melakukan hal ini sama aku,bu?"Isak Laura.

Laura berusaha berdiri dari duduknya,dan mulai melangkah pergi.

"Tunggu Ra...kamu mau kemana?,tolong tetap disini,ibu janji,ibu gak akan melakukan kesalahan lagi."Ucap ibu tiri Laura.

"Semuanya sudah percuma bu,aku udah gak percaya lagi sama ibu dan juga mas Dika,aku juga akan membatalkan pernikahan kami".

"Aku gak mungkin hidup bersama seorang lelaki pengkhianat seperti mas Dika".

"Mulai hari ini,aku anggap kita tidak ada hubungan apa-apa lagi bu,hubungan kita terjalin karena ibu menikah dengan ayah aku".

"Dan sekarang ayah sudah tidak ada,aku ikhlas sin rumah ini untuk ibu,sebagai balas jasa ibu selama ini terhadap aku dan juga mendiang ayah".

"Dan mulai hari ini,ibu harus berdiri diatas kaki ibu sendiri,aku gak punya tanggung jawab untuk menafkahi kehidupan ibu".

"Ibu juga gak perlu lagi mengurus butik dan juga klinik milik mendiang ibu kandung aku,ibu gak ada hak apapun disana".

"Aku minta maaf,karena aku berbicara seperti ini sama ibu,tapi kenyataannya memang seperti itu".

"Jangan cari aku lagi,atau pun berusaha menemui aku bu,setelah aku keluar dari rumah ini,aku tidak ingin lagi bertemu atau pun melihat wajah ibu".

"Aku benci sama ibu."Ucap Laura.

Setelah itu dirinya melanjutkan langkahnya,baru beberapa langkah,Laura berhenti dan berbalik melihat ibu tirinya.

"Sebaiknya ibu menikah dengan mas Dika,agar ada yang membiayai kehidupan ibu,dan seharusnya kalian memang menikah".

"Kalian sangat cocok,sama-sama pengkhianat!".

Ibu tiri Laura pun meraung menangis,ia menyesali perbuatannya,hukuman yang diberikan Laura sudah sangat menampar dirinya.

Ia benar-benar lupa,bahwa dirinya pun sebatang kara,Laura lah yang selama ini membiayai segala kebutuhannya.

Karena nafsu sesaat ia harus kehilangan segalanya,kehilangan seorang putri yang baik seperti Laura.

Laura masuk ke dalam mobilnya,ia bingung hendak kemana.

Laura mengambil ponselnya,tanpa sadar,dirinya justru menekan tombol call,dan panggilan terakhir di ponselnya adalah pak Arya.

"Halo...".

"Hallo bu Laura...".

"Hallooo".

Laura terkejut saat mendengar suara lelaki di ponselnya,ternyata ia tidak sengaja memencet tombol memanggil.

"Maaf pak Arya,saya tidak sengaja,ponselnya terpencet."Jawab Laura.

"Anda baik-baik saja,bu Laura?".

"Saya dengar,suara anda parau,apa ada yang bisa saya bantu?"Tawar Arya.

"Saya baik-baik saja pak Arya,sekali lagi saya minta maaf,karena tanpa sengaja ponsel saya tersambung,memanggil anda."Balas Laura.

"Saya tutup dulu telponnya pak."Ucap Laura lagi.

"Tunggu,Raa...tolong jangan tutup dulu,saya ingin bertemu kamu,ada hal yang ingin saya sampaikan."Balas Arya.

"Kamu mungkin lupa sama saya,tapi saya gak pernah lupa sama kamu,Raa..".

"Kita ketemu di restauran hanggini,saya tunggu."Ucap Arya lagi.

Setelah itu,Arya langsung mematikan secara sepihak sambungan telpon mereka.

Laura menjadi bingung dengan apa yang barusan saja ia dengar,pak Arya berbicara dengannya seolah-olah seperti sedang berbicara dengan temannya.

Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit lebih,Laura akhirnya sampai di depan restauran hanggini.

Ia langsung turun dari mobil,dan ketika akan masuk ke dalam restauran,ternyata ada Arya yang menunggunya di depan restauran.

"Loh pak Arya...apa anda menunggu saya di luar sejak tadi?"Tanya Laura.

"Iya,ayo kita masuk ke dalam."Jawab Arya.

Laura berjalan di belakang Arya,ia mengikuti langkah Arya.

Laura merasa heran,karena Arya dan dirinya berjalan melewati meja-meja makan yang ada di dalam restauran tersebut.

Laura yakin,jika pak Arya,pasti menggunakan ruangan Vip di restauran ini.

Dan benar saja dugaan Laura,pak Arya berhenti di depan pintu ruangan yang bertuliskan VIP.

"Silahkan masuk,Raa."Arya mempersilahkan lebih dulu kepada Laura.

Meskipun Laura bingung,dan memiliki banyak pertanyaan untuk pak Arya.

Tapi ia tetap berusaha menghargai pak Arya,dan duduk tenang di dalam ruangan VIP tersebut.

"Saya gak tau hal apa yang baru saja kamu alami,Laura".

"Saya bisa melihat,mata kamu sembab,seperti orang yang baru saja menangis".

"Saya juga tau,mungkin waktunya tidak tepat untuk kamu".

"Saya berfikir sangat lama untuk hal ini,sampai akhirnya saya memutuskan untuk memberitahukan hal ini terhadap kamu".

"Dan sepertinya,semesta mendukung saya,karena tanpa sengaja kamu menelpon".

Arya mengambil ponselnya yang ada di dalam saku jas.

Ia juga membuka galery dan memperlihatkan foto yang ia miliki kepada Laura.

Laura melihatnya dengan seksama,ia berusaha mengingat.

"Ini seperti aku."Ucap Laura.

"Iya,itu memang kamu,Laura."Balas Arya.

"Kok bisa foto ini ada di ponsel pak Arya?,ini foto SMA saya dulu."Balas Laura lagi.

"Kamu inget gak?,dulu pernah ada teman SMA kamu yang selalu di bully teman-teman yang lain".

"Hanya karena waktu itu wajah dia berjerawat parah."Ucap Arya lagi.

"Iya saya ingat,,,namanya Arya".

"Nama dia sama seperti pak Arya,tapi tunggu dulu,apa jangan-jangan Arya teman SMA saya,adalah pak Arya yang saat ini duduk di hadapan saya?"Tanya Laura.

Arya pun hanya menjawab Laura dengan anggukan kecilnya.

Laura menutup mulutnya sendiri,ia benar-benar merasa terkejut.

Ia tidak mengenali pak Arya ternyata adalah teman SMA nya dulu.

Karena pak Arya yang sekarang,sangat tampan,kulit wajahnya pun sangat mulus,lalat yang hinggap pun mungkin akan terpleset.

"Jadi pak Arya adalah Arya wijaya?,teman SMA saya dulu?"Tanya Laura sekali lagi.

"Iya Laura...ini Arya wijaya,teman SMA kamu dulu,cuma kamu yang mau berteman sama saya saat itu".

"Dan kamu tau,Ra?.Sampai saat ini,saya masih terus mengingat kamu".

"Saya jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu,waktu itu".

"Saya gak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaan saya sendiri waktu itu,karena pada saat itu,saya dan kamu seperti tokoh yang ada di dalam serial kartun beauty and the beast."Ucap Arya.

Laura semakin syok,mendengar penuturan dari Arya.

Ia hanya terpaku sambil terus memandangi wajah Arya...

Terpopuler

Comments

Ahmad Zaenuri

Ahmad Zaenuri

CLBK nih /Grin//Grin//Heart//Heart/

2025-02-22

1

Hera Resmana

Hera Resmana

cinta lama belum kelar ayok lanjut

2025-02-12

1

Siti solikah

Siti solikah

sama Arya aja ra

2025-02-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60.Cintya dan Radit.
61 Bab 61.
62 Bab 62.
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67.Pov istri Radit.
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97 POV RADIT.
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138.
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60.Cintya dan Radit.
61
Bab 61.
62
Bab 62.
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67.Pov istri Radit.
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97 POV RADIT.
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138.
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!