Adrian Di Interogasi

Aira membongkar isi lemari, menjejalinya ke dalam koper. Seluruh pakaian dan dokumen miliknya ia bawa seperti pindahan rumah. Sandal dan sepatu ia tinggal beberapa untuk mengelabui Adrian kalau Aira betulan hanya menginap. Lain lagi dengan baju-baju, meskipun dibawa semua, Adrian gak akan sadar karena sekat lemari penyimpanan terpisah. Kecuali Adrian membuka milik Aira, baru dah ketahuan Aira minggat.

Tok. tok.. tok..

Ceklek

Pintu rumah ibu terbuka, memperlihatkan sosok wanita yang tak muda lagi menyambut dengan senyuman hangat. Mata Aira bertatapan dengan manik senja milik ibunya. Untuk beberapa detik keduanya hanya saling terdiam.

"Assalamualaikum bu."

"Wa'alaikumsalam." Aira ditarik lembut masuk kedalam rumah.

Nggak nanya ada apa, kenapa, atau bagaimana, Bu Salmah alias ibu kandung Aira langsung memeluk putrinya. Luluh lantak sudah pertahanan Aira yang gak mau menangis.

Bu Salmah mengusap-ngusap punggung Aira menenangkan. Terus begitu, seengaknya sampai Aira bisa menegakkan kepala untuk menghapus air matanya sendiri. Dengan kondisi begini Aira tentu sudah merasa lebih tenang dari sebelumnya. Dia nggak mau berlama-lama menangisi pengkhianatan.

Ibu adalah manusia yang nggak bisa dibohongi tentang kesedihan hati ini.

"Kamu ada masalah?"

Aira mengangguk, ia mantap bilang; "Aira mau pisah sama Mas Adrian bu." Hanya begitu saja, badan ibu menjadi lemas. Matanya berkaca-kaca.

"Dengan siapa dia berselingkuh nak? alasan apa yang membuat dia seperti itu?"

Jangan heran ibu langsung tahu duduk permasalahan. Ibu tahu betul kalau Aira punya komitmen bahwa putrinya itu gak bisa mentolelir perselingkuhan. Bagi Aira, selingkuh itu tanda ketidaknyamanannya seseorang terhadap pasangannya. Mencari-cari yang ia damba di diri orang lain, demi menyempurnakan keinginan. Aira gak bisa hidup dengan orang yang gak nyaman lagi dengan dia, yang berusaha mencari kekurangannya dari diri orang lain.

"Mas Adrian selingkuh dengan istri orang bu. Dia juga temanku. Alasannya karena kekurangan yang aku punya, Mas Adrian temukan pelengkapnya di diri wanita itu."

"Astaghfirullah, nak Adrian kenapa bisa jadi begitu. Padahal dia baik selama ini. Ibu gak sangka Adrian sampai berlaku mendua, karena se penglihatan ibu, dia itu sangat mencintai kamu Aira." Ibu Salmah mengeleng-gelengkan kepala gak percaya.

"Apa kamu gak beri kesempatan kedua?"

"Nggak bu, sudah cukup. Gak ada kesempatan kedua untuk masalah ini. Bila diberi kesempatan, rasanya gak akan sama lagi dengan seperti yang dulu. Rumah tangga bakal terasa krisis rasa percaya akibat kebohongan. Isinya nanti hanya curiga dan curiga, atau lebih parahnya malah perselingkuhan itu terulang kembali. Lebih baik aku sendiri bu."

"Yasudah jika memang itu keputusan mu. Perselingkuhan itu menyakitkan, dan perceraian memang dibenci Allah. Ibu hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk kita semua."

"Terimakasih bu atas pengertiannya."

Lalu Aira mendapat telepon dari Adrian seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya. Adrian bertanya kenapa mau menginap gak nunggu lelaki itu pulang biar bisa pergi barengan, yang di jawab Aira dia bisa sendiri. Perihal Adrian ingin bicara dengan anaknya, alasan Aira bahwa Alea dibawa pergi ibu ke rumah tetangga benar adanya. Aira gak mengada-ada karena dia gak mau jahat memisahkan anak dengan bapaknya.

Hari ini aku mau beresin pakaian lalu istirahat dulu. Barulah besok aku pergi ke pengadilan.

...***...

Adrian juga sama, memilih istirahat dulu hari ini setelah makan sendiri, cuci piring sendiri, juga nyapu ngepel sendiri. Besok paginya ia ijin cuti dadakan karena bertekad buat nemuin istri dan anaknya di rumah mertua.

Pagi itu, tapi nggak pagi-pagi banget Adrian akhirnya menyusul Aira. Sewaktu dalam perjalanan, Adrian malah bertemu wanita mirip Aira turun dari taksi online. Semakin diperhatikan, semakin yakin kalau itu memang benar Aira. Tapi kenapa dia pergi ke Pengadilan Agama?

Adrian dag dig dug parah. Dia terus mengikuti setiap langkah Aira pergi. Kepalanya kembali kusut dan perasaannya mendadak risau bukan kepalang. Apakah Aira sudah tahu? Adrian berpikir begitu terus hingga kepalanya terasa pusing.

Tiba-tiba,

DUGH!

Lagi mengendap-endap mengikuti Aira, Adrian pingsan lalu di amankan dan dimasukkan ke dalam mobil.

...***...

Begitu membuka mata, Adrian sudah dalam keadaan duduk berhadapan dengan Galang. Ia terperanjat, kaget banget dicampur ketar-ketir harus bertemu dengan suami dari seorang istri yang ia tiduri.

"Ba-ng.. " Adrian terbata-bata.

"Kenapa gemetar? punya masalah lu sama gua?"

Adrian kicep gak berani jawab pertanyaan Galang. Dengan dirinya berada disini tanpa tahu gimana caranya, juga tiba-tiba Galang menatapnya tajam, Adrian menebak bahwa Galang sudah tahu perselingkuhan dirinya dengan Melvi. Adrian menelan ludah dan mau gak mau harus siap dengan konsekuensi. Kalau dibikin babak belur, atau dituntut ganti rugi, atau bisa jadi dipenjara oleh Galang bisa menghempaskan rasa bersalahnya kepada Aira, maka Adrian siap menerimanya.

"Masalah apa ya bang? mungkin salah pa-ham."

"Busyeet dah, nggak usah ngeles lu! gua laki, yang udah pasti tahu kalo lu bohong. Bini lu emang bisa dikibulin, tapi gua nggak. Jangankan gua, si Melvi aja bisa ngibulin lu sampai begini."

Dia bilang Adrian bisa dikibulin sama Melvi, berarti Galang juga sama dong bisa dikibulin juga sama Melvi. Secara kan mereka berdua selingkuhnya lumayan lama, lalu kenapa baru sekarang Galang mencak-mencak ke Adrian?

Adrian sebenarnya pengen ngomong begitu, tapi dia urungkan soalnya takut runyam urusannya.

"Iya Bang, maafin saya. Saya khilaf."

BRAK!!

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

oyoy

oyoy

Klasik bngt jawaban nya Khilaf 😏

2024-11-14

1

iguni

iguni

Sama-sama dikibulin intinya sih

2024-11-10

1

RE💜

RE💜

Hadeh ampun khilaf? Basi Bambang

2024-11-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!