tidak, aku tidak mau putus!!

Azka menghentikan mobilnya di depan sebuah restaurant mewah, siang ini dia membuat janji dengan Alia.

Pria itu berjalan masuk, memperhatikan nomor meja yang sempat gadis itu kirimkan. Tidak sampai berapa lama karena meja yang Alia pesan ternyata tak jauh dari arah pintu, Azka mengayunkan langkahnya kesana.

"sayang, kau sudah datang..." Alia terlihat sangat antusias mendapati Azka yang ternyata datang dengan cepat. Gadis itu berdiri dan hendak berhambur ke dalam dekapan Azka, tapi pria itu segera menepis tubuhnya.

"kenapa??" tanya Alia dengan bibir manyun, tidak seperti biasanya, harusnya Azka yang lebih dulu mendekapnya.

"duduk!!" suara dingin Azka menciptakan atmosfer yang kurang mengenakkan. Tidak lagi banyak bicara, Alia mendudukkan bokongnya mepet ke kursi Azka.

"geser!!" lagi, satu kata dengan suara tajamnya.

"honey, kamu kenapa sih?? Sikapmu berubah banget kayaknya!!" tidak tahan dengan kalimat dingin yang Azka lontarkan, Alia mulai melakukan aksi protesnya.

Tidak peduli banyaknya orang disana, dia tetap menempeli tubuhnya ke lengan Azka. Dengan tangan lentiknya, dia mengambil beberapa makanan untuk dia suapi pada sang kekasih. Iya, sebelum Azka sampai, Alia sudah memesan makanan kesukaan keduanya, lalu menyiapkannya dengan baik.

"aku kesini bukan untuk makan Alia,, ada yang hendak aku bicarakan pada kamu!" Azka berdiri, dia berpindah tempat duduk agak menjauh dari Alia.

"kita berdua putus!!" Azka melontarkan kalimatnya dengan nada dingin membuat Alian membulatkan mata tak percaya.

"ke-kenapa? Sayang, tolong jangan ngelantur,, kamu marah sama aku? Apa salahku, hmm?" Alia mulai gemetaran, dia tidak tahu dimana letak kesalahannya, tidak pernah dia mendapati Azka dalam mode ini, selama berpacaran, dia selalu berprilaku lembut padanya. Tidak pernah putus, walau kadang Alia bertindak semaunya.

"kamu tanya apa kesalahanmu? Mencampuri minumanku dengan obat perang-sang, itu kesalahan fatal!!" suara Azka memelan, dia tetap menjaga image gadis itu yang adalah seorang artis.

Alia membulatkan matanya, bagaimana bisa Azka tahu, sementara cctv disana sudah mereka hapus kala itu. Lagi pula, itu adalah club milik Dion, tidak ada yang tahu seharusnya, dan kalau sekarang Azka tahu, besar kemungkinan bukan hanya hal itu, pasti banyak lainnya.

"sa-sayang,, aku bisa jelasin.." Alia menggenggam tangan Azka, tapi secepat mungkin pria itu tepis.

"tidak ada yang perlu di jelasin, semuanya sudah jelas, kita selesai!!" Azka berdiri, berlalu dari sana. Tidak tinggal diam, Alia meninggalkan makanannya dan mengejar Azka yang sudah hampir pergi. Gadis itu dengan cepat ikut masuk ke dalam mobil Azka.

"ngapain?? Kita sudah putus, Alia!! Dan kau harus terima!!"

"aku tidak mau dan tidak akan pernah mau putus dengan kamu,,, sayang, aku tahu itu kesalahan ku,semua juga karena kamu yang tidak pernah mau di ajak berduaan,, ayolah, kita bukan pacaran anak kecil___ dewasa harusnya sudah__" kalimat Alia tidak di teruskan saat Azka meliriknya dengan tajam. Dari kalimat itu, dia sebenarnya merasa tersindir. Walau Alia benar benar tidak tahu penyakit dia sebelumnya, Azka tetap merasa tersindir.

"oleh karena itu kau adalah wanita murahan!! Mencari berbagai cara agar orang masuk ke jurang yang kau buat,, bersyukur kita belum sejauh itu,, sekarang kau keluar!!" bentak Azka pada akhirnya.

Alia mulai berkaca kaca, mungkin dia harus memakai cara akhir karena biasanya Azka tidak akan tega melihat air matanya.

"mau kau menangis darah, aku tidak akan pernah menarik kata kataku,, kita sudah selesai dan jangan pernah mengacau lagi,,, ingat Alia, saat ini aku biarkan kamu bebas, jika tidak, aku punya hak melaporkanmu ke polisi atas tindakan ingin menjebak seseorang, paham!!" Alia bungkam, tidak kunjung keluar dari mobil mewahnya.

"sekarang keluar dari mobilku!!"

"enggak,, sayang, tolong jangan begini.."

"keluar!!"

"aku minta maaf sayang, aku tahu aku salah maka aku minta maaf,,, tapi tolong jangan putus, aku tidak mau putus Ka.."

"keluar, Alia!!!" Azka mendorong tubuh wanita itu, agak kejam sebenarnya, tapi dia harus melakukan hal itu agar Alia dengan cepat keluar. Jika tunggu wanita itu yang sadar diri,mungkin tidak akan pernah keluar.

Meninggalkan Alia yang menatapnya dengan sendu, Azka kembali melajukan mobil dengan kecepatan sedang, tujuannya bukan ke kantor, melainkan kontrakan Salsa. Sudah dia tekadkan sejak kemarin bahwa dia akan mengejar Salsa hingga gadis itu luluh dan mau dia tanggung jawab.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!