BAB 15. peternakan

Vivian dan Kris lalu mengambil alih perahu nelayan yang tadinya di miliki oleh para perampok.

Mereka berdua bekerja sama untuk membersihkan m*yat yang dibunuh oleh Vivian dan membuangnya ke dalam banjir. Setelah itu, mereka mengepel lantai kapal hingga bersih.

"Ayo cepat berkemas, pindahkan barang-barang Kita ke atas kapal dan pulang sekarang. Lagipula, kita sudah mendapatkan kapal seperti yang kita inginkan." Ucap Vivian yang saat ini tengah menuangkan bensin kedalam kapal.

Kris mempercepat proses pemindahan barang jarahan mereka ke atas kapal nelayan.

Tidak lupa, setelah menyelesaikan semuanya Kris kembali mengempiskan perahu karet dan membawanya pulang bersama.

"Sepertinya akan kembali turun hujan. Kita harus sampai ke apartemen lebih cepat, siapa yang tahu hujan ini adalah hujan biasa atau badai." Vivian menatap ke arah langit yang sudah penuh dengan awan hitam.

Brum...

Perahu nelayan yang mereka naiki perlahan mulai berjalan ke arah apartemen.

Sesekali mereka akan menemui orang-orang yang meminta pertolongan ataupun orang yang berusaha merampok mereka seperti sebelumnya.

Adapun para perampok yang mencoba merampok, mereka akan segera menghabisinya jika memang diperlukan.

Ketika keduanya tinggal sepertiga dari perjalanan menuju apartemen, tiba-tiba saja air bergejolak hebat di akibatkan oleh gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter.

Vivian dan Kris terpaksa harus menghentikan kapal mereka untuk menyeimbangkan kapal yang bergoyang ke sana kemari karena goncangan dari gelombang air yang parah.

Gempa itu berlangsung selama dua menit, namun, perahu kecil dan juga orang-orang yang berenang untuk menyeberangi banjir, banyak dari mereka yang kemudian menjadi korban dari keganasan alam.

"Apakah sudah berhenti?." Kris memastikan dengan mengecek permukaan air berulang-ulang.

"Apa yang kamu lakukan? Bukankah cukup mengeceknya satu hingga dua kali saja? Tidak perlu mengeceknya secara terus-menerus." Vivian merasa lucu dengan tingkah Kris yang menurutnya terlalu serius.

"Kamu tidak tahu, aku sangat cemas ok. Bagaimanapun aku baru mengalami bencana selama tiga hari dan belum terlalu dapat menyesuaikan diri."

Kris lalu kembali ke tempat mengemudi. Ia bertugas untuk mengemudikan kapal, sedangkan Vivian, dia bertugas untuk memperhatikan lingkungan sekitar.

Contohnya seperti perampok. Jika para perampok mendekat maka mereka akan segera dibersihkan oleh Vivian karena Kris belum tega untuk memb*nuh orang. Itulah sebabnya Vivian yang mendapatkan tugas untuk memperhatikan sekitar.

"Tunggu!." Vivian menyipitkan matannya melihat ke arah depan.

"CEPAT PUTAR BALIK. SEKARANG!." Vivian berteriak dengan panik.

Kaget

Kris sempat tidak dapat merespon perkataan Vivian dengan cepat sebelum akhirnya sadar dan segera memutar kemudi kapal.

"Apa yang terja..." Perkataan Kris terpotong kala ia melihat sebuah pusaran air yang sangat besar muncul di dekat tempat mereka tadi mengemudikan kapal.

"Syukurlah kamu mengetahuinya lebih cepat, jika tidak..." Kris bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka masih ada di tempat yang tadi.

"Bagaimana kamu bisa tahu bahwa akan muncul pusaran air di sana?." Kris bertanya dengan heran, pasalnya Vivian tidak tinggal di daerah perairan.

"Pengalaman dan insting." ucap Vivian.

Vivian tidak berbohong tentang apa yang diucapkannya. Karena memang dia memiliki pengalaman yang serupa dalam kehidupan sebelumnya.

Saat itu,

Kejadiannya hampir mirip dengan yang sekarang. Hanya saja, terakhir kali kapal milik Vivian hancur tersapu oleh pusaran air. Untunglah dirinya selamat karena ada seseorang yang menyelamatkannya. Walaupun Vivian tidak pernah tahu wajah orang yang menyelamatkan dirinya tersebut.

"Pengalaman? Apakah kamu pernah mengalami hal yang serupa?."

Vivian akhirnya tersadar telah melakukan kesalahan setelah Kris bertanya.

Benar,

Saat ini dirinya memang belum pernah mengalami kejadian seperti ini.

Vivian akhirnya memilih untuk Kembali berbohong.

"Aku pernah mengalami kejadian seperti ini saat rekreasi. Karena pengalaman itu terlalu mengerikan, aku bertanya kepada kapten kapal bagaimana cara untuk bisa melihat kapan pusaran air akan muncul. meskipun kapten kapal mengatakan prediksi tersebut tidak akan terlalu akurat, tapi, setidaknya masih akan sedikit berguna."

Kris yang selalu mempercayai Vivian dalam segala hal, tidak pernah meragukan kalau Vivian ternyata tengah berbohong.

"Sepertinya kapten kapal itu masih sangat berpengalaman."

"Begitulah."

Karena pusaran air yang sangat besar, Vivian dan Kris tidak bisa melanjutkan perjalanan ke arah apartemen.

Mereka pun memutuskan untuk berkeliling di sekitar sana untuk melihat apakah mereka dapat mengumpulkan perbekalan sampai pusaran air itu menghilang.

"Vivi coba kamu lihat arah jam 02.00. Di Sana sepertinya dulu adalah sebuah peternakan. Jika aku tidak salah ingat." Kris menunjuk bukit yang belum sepenuhnya terendam oleh banjir.

"Benarkah?." tanya Vivian.

"Ya. Jadi, apakah kita akan ke sana untuk melihat-lihat?."

"Mari kita kesana kalau begitu, sekalian menunggu pusaran airnya hilang."

Kris lalu mengemudikan kapalnya ke arah bukit tersebut.

Mendekati bukit, Vivian melihat sesuatu yang bergerak-gerak dari kejauhan. Setelah mengamati lebih dekat, ternyata benda yang bergerak itu adalah seekor kerbau yang terjebak di dalam banjir. Sepertinya, kerbau itu tergelincir akibat tanah bukit yang licin karena hujan.

"Kris itu adalah binatang yang hidup." Vivian sangat bahagia mengetahui bahwa dia akan segera mendapatkan daging secara gratis.

"Berarti aku tidak salah mengingatnya." ucap Kris dengan bangga.

Kris dan Vivian pun mendekati kerbau yang saat ini tengah mengambang di dalam air. Melihat adanya manusia yang datang, kerbau itu berhenti bergerak dan memandang Vivian dengan tatapan memohon pertolongan.

Setelah jaraknya semakin dekat, Kris menghentikan kapalnya dan melemparkan jaring yang ada di dalam kapal ke arah kerbau tersebut.

"Aku akan membantumu menarik kerbau ini." Vivian lalu memegang ujung lain dari jaring untuk membantu Kris mengangkat kerbau ke atas kapal.

Bruk

Setelah diselamatkan, Kerbau itu berbaring di atas dek kapal dengan jaring ikan yang masih melilit tubuhnya karena kekalahan tanpa mengetahui bahwa bahaya lainnya akan segera mendekat.

Sret

Vivian menyembelih kerbau itu dengan sebuah golok yang di tinggalkan oleh m*yat para perampok.

Kris yang melihat tindakan Vivian tidak lagi bisa berkata-kata.

"Vivi, kamu... Luar biasa." ucap Kris ambil mengacungkan kedua jempolnya ke arah Vivian.

Setelah itu, keduanya mulai mengecek keadaan di dalam peternakan.

Ternyata binatang yang ada di dalam peternakan sudah melarikan diri. Hanya tinggal dua ekor sapi dengan leher terikat di tiang yang masih senantiasa berada di peternakan dengan tubuh yang sangat kurus karena tidak bisa melarikan diri dan mencari makanan.

Vivian kemudian melihat ke arah stok pakan di dalam gudang yang ada di peternakan.

"Sepertinya binatang-binatang ini melarikan diri karena kelaparan." Duga Vivian karena melihat tumpukan pakan yang sepertinya belum sempat diberikan kepada para binatang akibat bencana alam.

"Lalu, bagaimana dengan kedua sapi ini. Apakah kita akan membunuhnya sekalian?."

"Tentu saja, tapi tidak sekarang. Kita harus meletakkan perbekalan kita dulu ke dalam apartemen. Baru setelah itu kita dapat kembali untuk mengambil kedua sapi ini. Barangkali sapi-sapi yang lainnya akan kembali saat kita mengambil keduanya. Bagaimanapun sebelum bencana alam terjadi, semua binatang ini biasa diberi makan sehingga kemungkinan besar sapi dan kerbau yang melarikan diri masih akan kembali ke sini." Jelas Vivian.

Vivian kemudian mencampurkan makanan ternak dan meletakkannya di wadah pakan yang diperkirakan mampu memberi makan ternak di sana selama dua hari.

Setelah itu, Vivian dan Kris bersama-sama memproses kerbau yang mereka sembelih tadi di kapal agar tidak terlalu mencolok saat membawanya kembali ke apartemen.

Terpopuler

Comments

pineeuid_

pineeuid_

huhuhu kasian sih tapi ya dah nasib/Sweat/

2024-09-29

0

pineeuid_

pineeuid_

ayah bayinya kah?

2024-09-29

0

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

keren banget ceritanya

2024-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 kembali
2 membuat sandiwara
3 menjual apartemen
4 membeli biji-bijian
5 berbelanja
6 Terbang ke luar negri
7 Pedagang senjata.
8 memilih senjata
9 peningkatan ruang
10 BAB 10. Awal bencana
11 BAB 11. menjarah pusat perbelanjaan.
12 BAB 12. telepon
13 BAB 13
14 BAB 14. merampok perampok
15 BAB 15. peternakan
16 BAB 16. masalah
17 BAB 17. Aliansi
18 BAB 18. Kembali ke peternakan
19 BAB 19. Masalah di lantai 21
20 BAB 20. Masalah di lantai 21. 2
21 BAB 21.
22 BAB 22. Negosiasi gagal.
23 BAB 23. Tim penyelamat datang.
24 BAB 24. Serangan ular
25 BAB 25. Lawan racun dengan racun.
26 BAB 26. Gudang senjata.
27 BAB 27. William mendapat masalah
28 BAB 28. Cuaca dingin
29 BAB 29. Rose ingin bergabung.
30 BAB 30.
31 BAB 31. Merasakan bahaya.
32 BAB 32. Pertempuran.
33 BAB 33. kedatangan Leo
34 BAB 34.
35 BAB 35. meninggalkan apartemen.
36 BAB 36. Inti binatang
37 BAB 37. Bocah yang menarik.
38 BAB 38.
39 BAB 39. Anggota baru, Nathan.
40 BAB 40. Mantan suami Jesica.
41 BAB 41. mendaftarkan tim tentara bayaran.
42 BAB 42. Peter ingin meninggalkan pangkalan.
43 BAB 43. Bertemu ayah dan ibu Hera.
44 BAB 44. Bubur tawar.
45 BAB 45.
46 BAB 46. Serangga pengendali.
47 BAB 47. Vivian terluka.
48 BAB 48. Masa lalu Vivian.
49 BAB 49.
50 BAB 50.
51 BAB 51
52 BAB 52.
53 BAB 53.
54 BAB 54.
55 BAB 55
56 BAB 56.
57 BAB 57.
58 BAB 58
59 BAB 59.
60 BAB 60.
61 BAB 61.
62 BAB 62
Episodes

Updated 62 Episodes

1
kembali
2
membuat sandiwara
3
menjual apartemen
4
membeli biji-bijian
5
berbelanja
6
Terbang ke luar negri
7
Pedagang senjata.
8
memilih senjata
9
peningkatan ruang
10
BAB 10. Awal bencana
11
BAB 11. menjarah pusat perbelanjaan.
12
BAB 12. telepon
13
BAB 13
14
BAB 14. merampok perampok
15
BAB 15. peternakan
16
BAB 16. masalah
17
BAB 17. Aliansi
18
BAB 18. Kembali ke peternakan
19
BAB 19. Masalah di lantai 21
20
BAB 20. Masalah di lantai 21. 2
21
BAB 21.
22
BAB 22. Negosiasi gagal.
23
BAB 23. Tim penyelamat datang.
24
BAB 24. Serangan ular
25
BAB 25. Lawan racun dengan racun.
26
BAB 26. Gudang senjata.
27
BAB 27. William mendapat masalah
28
BAB 28. Cuaca dingin
29
BAB 29. Rose ingin bergabung.
30
BAB 30.
31
BAB 31. Merasakan bahaya.
32
BAB 32. Pertempuran.
33
BAB 33. kedatangan Leo
34
BAB 34.
35
BAB 35. meninggalkan apartemen.
36
BAB 36. Inti binatang
37
BAB 37. Bocah yang menarik.
38
BAB 38.
39
BAB 39. Anggota baru, Nathan.
40
BAB 40. Mantan suami Jesica.
41
BAB 41. mendaftarkan tim tentara bayaran.
42
BAB 42. Peter ingin meninggalkan pangkalan.
43
BAB 43. Bertemu ayah dan ibu Hera.
44
BAB 44. Bubur tawar.
45
BAB 45.
46
BAB 46. Serangga pengendali.
47
BAB 47. Vivian terluka.
48
BAB 48. Masa lalu Vivian.
49
BAB 49.
50
BAB 50.
51
BAB 51
52
BAB 52.
53
BAB 53.
54
BAB 54.
55
BAB 55
56
BAB 56.
57
BAB 57.
58
BAB 58
59
BAB 59.
60
BAB 60.
61
BAB 61.
62
BAB 62

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!