peningkatan ruang

Lelah mengejar blacky, Vivian pun mengambil setetes air yang dihasilkan oleh akar pohon dan mencampurnya dengan air bersih biasa sebanyak satu gelas.

"Meskipun hal ini sangat menjijikan. Tapi, sangat berguna untuk mengobati luka dan menyembuhkan rasa lelah." Vivian kemudian meminum air tersebut.

"Untung saja perbandingan air yang digunakan untuk mengobati rasa lelah adalah satu tetes banding 1 gelas air bersih."

Setelah kejadian terakhir kali, Vivian tidak berani menggunakan terlalu banyak air akar pohon. Meskipun pembersihan sumsum hanya bisa dilakukan satu kali, Vivian masih sangat berhati-hati.

"Sepertinya aku akan menerobos." Vivian lalu duduk bersila dan mulai mengarahkan kekuatannya untuk menembus penghalang tidak terlihat yang ada di dalam Meridian nya.

Beberapa saat kemudian, Vivian membuka kedua matanya.

"Aku berhasil." Vivian tersenyum sangat bahagia. Ia kemudian membentuk sebuah panah es dan membidik tiang sasaran dari jarak 200 meter.

Psiu~

Panah itu merasa sangat cepat.

Jleb.

Panah berhasil mengenai sasaran dengan skor 10.

"Setelah peningkatan tubuh dengan mencuci sumsum, sepertinya tingkat akurasi ku juga ikut meningkat."

Psiu~

Vivian mencoba untuk membidik sasaran dengan jarak 500 meter. Ternyata bidikan itu tidak mengenai sasaran.

Kecewa

"Setidaknya sekarang lebih baik daripada sebelumnya."

Vivian tiba-tiba mendengar suara aliran air yang mengalir.

"Darimana suara air ini berasal?" Vivian melihat sekeliling

"Wow..." Vivian tercengang melihat ruang yang telah meningkat banyak.

sekarang, di dalam ruang terdapat padang rumput yang sangat luas. Ada juga sebuah sungai yang mengalirkan air jernih. karena terlalu jernih Vivian bahkan dapat melihat ikan, udang, dan binatang air lainnya berkeliaran di dalam air.

"Walaupun telah membacanya dari buku, tetapi sangat berbeda ketika mengalami secara langsung." Vivian lalu menanggalkan pakaiannya dan menceburkan diri ke dalam sungai.

"Pu ah..." memunculkan kepala dari dalam air. "Air ini sungguh segar. Tidak tahu seberapa jauh lagi sungai ini akan berakhir setelah ditingkatkan. Yang pasti, aku tidak akan kehabisan air bersih." Vivian berenang dengan gembira.

Di akhir zaman sumber air bersih juga merupakan hal yang sangat langka karena sumber air yang berasal dari bumi sudah tercemar.

Meskipun Vivian adalah pengguna kekuatan tipe es, tidak mungkin mencairkan es dengan cepat jika tidak ada pengguna kekuatan api di dalam anggota kelompoknya.

Sedangkan pengguna kekuatan air sendiri kekuatan tempurnya sangat lemah dan hanya berguna sebagai pemasok air bersih dalam tim.

Bukan berarti pengguna kekuatan tipe air tidak bisa tumbuh menjadi lebih kuat. Hanya saja, biasanya mereka sangat sombong dan tidak mau bekerja keras karena termasuk salah satu tipe kekuatan yang sangat dibutuhkan oleh tim untuk bertahan hidup.

.

.

"Sepertinya sekarang tinggal satu Minggu sebelum bencana di mulai." Vivian melihat ke arah langit. Tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak ketika melihat mendung yang sangat hitam dengan kilat yang saling menyambar.

"Kenapa ini seperti..." Vivian lalu menggelengkan kepalannya. "Tidak mungkin. Ini masih satu Minggu sebelum itu terjadi. Tapi,,, bagaimana jika terjadi efek kupu-kupu?."

Vivian lalu mengeluarkan teleponnya dan menghubungi Kris.

"Hallo, Vivian, apakah kamu merindukanku?." Kris sangat gembira menerima telepon dari Vivian.

"Sekarang bukan waktunya untuk bercanda, Kris."

" Ada apa denganmu? kenapa kamu terdengar sangat cemas?." Kris bingung mendengar nada suara Vivian yang terdengar sangat panik.

"Sekarang kamu ada di mana?."

"Aku?"

"MEMANGNYA SIAPA LAGI?"

Karena merasa terlalu cemas, Vivian tanpa sadar meninggikan nada suara nya.

"Maafkan aku. Sekarang aku berada di apartemen, memangnya kenapa?"

"Tunggu aku. Aku akan segera kesana."

Tut... Tut.. Tut...

Vivian mengakhiri panggilannya secara sepihak.

Di tempat lain, Kris di buatnya bingung dengan panggilan dadakan yang dilakukan oleh Vivian. Tapi, sedetik kemudian dia segera mengubah ekspresinya menjadi kegembiraan.

"Vivian akan kemari?" Kris menjadi bahagia dan mulai mempersiapkan makanan kesukaan Vivian.

.

.

"Vivi, ada apa denganmu?, kamu tampak sangat pucat."

Mendapati Vivian yang datang ke rumahnya dengan sangat pucat, Kris menjadi sangat khawatir.

"Aku tidak apa-apa." Ucap Vivian.

"Kris, jika aku katakan, bahwa, akhir dunia akan segera datang, apakah kamu akan mempercayaiku?." Vivian menatap Kris dengan sangat serius.

Kris balik menatap Vivian dengan penuh tanda tanya.

"Kamu ini kenapa Vivi? apakah kamu sedang tidak enak badan?." Kris merasa aneh dipandangi oleh Vivian dengan sangat serius. Dia pun berdiri berniat untuk menyimpan nampan ke dapur.

Vivian menggenggam tangan Kris.

"Jangan mengalihkan pembicaraan, Kris. Aku serius."

"Huh,,, jika boleh jujur, aku akan mempercayai semua yang kamu katakan. Meskipun, hal itu terdengar aneh dan sangat tidak masuk akal." Kris lalu berbalik dan menatap Vivian dengan sangat serius juga. "Bukankah selalu seperti itu? aku tidak tahu dari mana kepercayaan ini berasal. Aku hanya sangat mempercayaimu. Bukankah kamu selalu tahu itu, Vivi."

Vivian menatap Kris dengan perasaan bersalah.

Ya, pria di depannya itu memang sangat mempercayai dirinya baik dalam kehidupan ini ataupun di kehidupan sebelumnya.

Karena rasa percaya yang berlebihan inilah yang akhirnya membuat pria itu celaka karena kebodohan dirinya.

"Kris, maafkan aku," Vivian menangis mengingat kenangan masa lalu. Hal itu membuat Kris menjadi sangat panik.

"Hei, hei, hei. Apakah ada yang menyakitimu?, Apakah pria b*jingan itu berani?, ok jangan menangis, aku pasti akan membalaskan dendam mu. Tidak tunggu, kamu meminta maaf padaku?, Apakah aku menyakitimu Vivi?"

Bukanya bertanya apakah Vivian pernah menyakiti dirinya, Kris justru berfikir bahwa dirinyalah yang telah menyakiti Vivian.

Vivian benar-benar terhibur dan tidak berdaya melihat tingkah panik Kris, mengapa ia baru menyadari bahwa pria ini sebenarnya sangat lucu?

Sambil menangis Vivian pun tertawa terbahak-bahak.

"Hahahaha hiks, tidak Kris, kamu tidak menyakitiku. Akulah yang bersalah kepadamu." Vivian mengusap air matanya.

"Kamu tidak pernah melakukan kesalahan kepadaku Vivi. Jikapun ada, aku sudah lama memaafkannya." Kris berkata dengan pasti.

.

.

Vivian melihat keluar melalui jendela apartemen Kris. Saat ini awan di luar menjadi lebih gelap hingga menyerupai malam hari. Padahal, saat itu masih pukul 03.00 sore.

"Apa yang kamu lihat?." Kris mengikuti Vivian untuk melihat keluar jendela.

"Sepertinya akan terjadi badai yang sangat besar, apakah ini pertanda akhir zaman yang sebelumnya kamu bicarakan itu?." Kris berkata sambil menoleh ke arah Vivian.

"Ya. Setelah badai reda, maka akan segera disusul oleh bencana lainnya. Yaitu, jatuhnya meteor di tengah laut." Vivian memandang dengan kosong

"Apakah di dalam mimpimu, manusia akan selamat dari berbagai bencana yang datang silih berganti?."

"Aku tidak tahu, mimpiku hanya menggambarkan akhir dunia selama 8 tahun sebelum aku terbangun."

Vivian tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Kris bahwa dia telah terlahir kembali. Ia tidak mau membuat pria itu bertambah khawatir dan sedih mendengar pengalamannya yang tragis di akhir dunia.

Sekarang saja, Vivian hanya mengatakan semua kejadian besar dan tidak mengatakan pengalamannya yang terjadi selama berada di akhir dunia.

Terpopuler

Comments

Evi Yana

Evi Yana

apa mobil off road dan RV nya uda di ambil di bengkel ?

2024-09-23

1

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

semangat buat karyanya thor 💪🏻💪🏻

2024-09-22

0

lihat semua
Episodes
1 kembali
2 membuat sandiwara
3 menjual apartemen
4 membeli biji-bijian
5 berbelanja
6 Terbang ke luar negri
7 Pedagang senjata.
8 memilih senjata
9 peningkatan ruang
10 BAB 10. Awal bencana
11 BAB 11. menjarah pusat perbelanjaan.
12 BAB 12. telepon
13 BAB 13
14 BAB 14. merampok perampok
15 BAB 15. peternakan
16 BAB 16. masalah
17 BAB 17. Aliansi
18 BAB 18. Kembali ke peternakan
19 BAB 19. Masalah di lantai 21
20 BAB 20. Masalah di lantai 21. 2
21 BAB 21.
22 BAB 22. Negosiasi gagal.
23 BAB 23. Tim penyelamat datang.
24 BAB 24. Serangan ular
25 BAB 25. Lawan racun dengan racun.
26 BAB 26. Gudang senjata.
27 BAB 27. William mendapat masalah
28 BAB 28. Cuaca dingin
29 BAB 29. Rose ingin bergabung.
30 BAB 30.
31 BAB 31. Merasakan bahaya.
32 BAB 32. Pertempuran.
33 BAB 33. kedatangan Leo
34 BAB 34.
35 BAB 35. meninggalkan apartemen.
36 BAB 36. Inti binatang
37 BAB 37. Bocah yang menarik.
38 BAB 38.
39 BAB 39. Anggota baru, Nathan.
40 BAB 40. Mantan suami Jesica.
41 BAB 41. mendaftarkan tim tentara bayaran.
42 BAB 42. Peter ingin meninggalkan pangkalan.
43 BAB 43. Bertemu ayah dan ibu Hera.
44 BAB 44. Bubur tawar.
45 BAB 45.
46 BAB 46. Serangga pengendali.
47 BAB 47. Vivian terluka.
48 BAB 48. Masa lalu Vivian.
49 BAB 49.
50 BAB 50.
51 BAB 51
52 BAB 52.
53 BAB 53.
54 BAB 54.
55 BAB 55
56 BAB 56.
57 BAB 57.
58 BAB 58
59 BAB 59.
60 BAB 60.
61 BAB 61.
62 BAB 62
Episodes

Updated 62 Episodes

1
kembali
2
membuat sandiwara
3
menjual apartemen
4
membeli biji-bijian
5
berbelanja
6
Terbang ke luar negri
7
Pedagang senjata.
8
memilih senjata
9
peningkatan ruang
10
BAB 10. Awal bencana
11
BAB 11. menjarah pusat perbelanjaan.
12
BAB 12. telepon
13
BAB 13
14
BAB 14. merampok perampok
15
BAB 15. peternakan
16
BAB 16. masalah
17
BAB 17. Aliansi
18
BAB 18. Kembali ke peternakan
19
BAB 19. Masalah di lantai 21
20
BAB 20. Masalah di lantai 21. 2
21
BAB 21.
22
BAB 22. Negosiasi gagal.
23
BAB 23. Tim penyelamat datang.
24
BAB 24. Serangan ular
25
BAB 25. Lawan racun dengan racun.
26
BAB 26. Gudang senjata.
27
BAB 27. William mendapat masalah
28
BAB 28. Cuaca dingin
29
BAB 29. Rose ingin bergabung.
30
BAB 30.
31
BAB 31. Merasakan bahaya.
32
BAB 32. Pertempuran.
33
BAB 33. kedatangan Leo
34
BAB 34.
35
BAB 35. meninggalkan apartemen.
36
BAB 36. Inti binatang
37
BAB 37. Bocah yang menarik.
38
BAB 38.
39
BAB 39. Anggota baru, Nathan.
40
BAB 40. Mantan suami Jesica.
41
BAB 41. mendaftarkan tim tentara bayaran.
42
BAB 42. Peter ingin meninggalkan pangkalan.
43
BAB 43. Bertemu ayah dan ibu Hera.
44
BAB 44. Bubur tawar.
45
BAB 45.
46
BAB 46. Serangga pengendali.
47
BAB 47. Vivian terluka.
48
BAB 48. Masa lalu Vivian.
49
BAB 49.
50
BAB 50.
51
BAB 51
52
BAB 52.
53
BAB 53.
54
BAB 54.
55
BAB 55
56
BAB 56.
57
BAB 57.
58
BAB 58
59
BAB 59.
60
BAB 60.
61
BAB 61.
62
BAB 62

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!