Pedagang senjata.

"Ayo kita segera memasuki arena taman hiburan. Kamu lihat, hari ini pengunjung sangat ramai karena ini sudah memasuki musim liburan." Michael sangat bersemangat, salah satu kesukaannya dalam menjadi seorang tour guide adalah pergi liburan secara gratis. Contohnya seperti sekarang.

"em,,, ya, terima kasih."

"Itu..." Vivian sempat ragu untuk bertanya kepada Michael. "Aku dengar di negara ini banyak melakukan transaksi penjualan senjata?"

Michael memandang Vivian dengan curiga.

"Untuk apa kamu bertanya tentang jual beli senjata?."

"Emm,,," Vivian tidak berani mengatakannya secara langsung.

Michael lalu mendekatkan wajahnya ke arah Vivian.

Kemudian ia berbisik di telinga gadis itu.

"Sebenarnya, kamu datang ke negara ini ingin membeli barang panas itu kan?." Michael bertanya dengan main-main.

"Bagaimana kamu tahu?." tanpa sadar Vivian menjawab pertanyaan Michael terlalu cepat. Ia lalu segera menutup mulutnya dengan telapak tangan.

"Hahahaha."

Michael tertawa sangat keras hingga menarik perhatian beberapa pejalan kaki di sekitarnya.

Vivian merasa kesal dengan sikap Michael, ia pun memelototi pria itu sambil memberi isyarat untuk menyuruhnya diam.

"Oke. Sorry,,, sorry,,, aku sangat terhibur dengan sikapmu yang sangat lucu. Seharusnya kamu berkata lebih awal tentang hal seperti ini. Kebetulan aku memang memiliki kenalan dalam hal yang seperti ini."

"benarkah?." Vivian memandang Mikael dengan penuh rasa syukur. "Juga, bagaimana bisa aku mengatakan hal ilegal seperti ini secara sembarangan. Bagaiman jika aku di laporkan?."

"Tenang saja, pemerintah negara ini tidak terlalu ketat dalam menangani hal seperti ini. Apalagi, pemerintah juga telah memperbolehkan seorang dewasa memiliki senjata secara sah untuk perlindungan diri." Michael lalu mengecilkan suaranya. "Jangan beri tahu siapapun, sebenarnya, tingkat kriminalitas di negara ini sangat tinggi"

"Lalu kenapa kamu memberitahu ku?."

"Ayo aku ajak kamu menemuinya." Michael tanpa sadar menarik tangan Vivian dan mengajaknya lebih jauh ke dalam area taman hiburan.

"Kenapa kita malah memasuki taman hiburan?" Vivian yang di tarik semakin ke pusat taman hiburan menjadi bingung.

"Tentu saja untuk bermain. Memang apalagi?."

"Ah? Tapi kan..."

"Aku hanya bercanda, jangan terlalu serius. Kenalanku itu ada di dalam. Ayo cepat, dia akan pulang setelah jam 01.00 siang."

Michael pun mengajak Vivian untuk mendatangi sebuah stan yang menjual es krim di dekat wahana roller coaster.

"Hai Steven. Bagaimana kabar daganganmu hari ini?. Lancarkan?." Michael menyapa seorang pria yang tampak seperti berusia 40-an.

"Ini kamu lagi. Apa yang kamu lakukan di sini?, mengantar orang lain jalan-jalan lagi?." Steven menanggapi Michael sambil mengambilkan es krim untuk seorang pelanggan.

"Kali ini aku tidak hanya ingin membawa klienku jalan-jalan, aku ingin mengajaknya untuk membeli es krim panas khas buatanmu."

Steven memandang Michael dengan curiga

"Apa. Aku serius tahu, aku benar-benar ingin mengajak pelangganku untuk membeli es krim panas buatanmu itu."

"Gadis kecil ini?." Steven sekali lagi memastikan keaslian pesanan tersebut. Pasalnya penampilan usia Vivian tampak sangat tidak meyakinkan.

"Tentu saja, memangnya ada orang lain lagi?."

"Untuk keperluan apa seorang gadis kecil berbelanja hal yang tidak bisa ia makan?."

"Ayolah kawan,,, mereka membeli, dan, kamu dapat uang, apa susahnya."

"Baiklah, baiklah, aku tidak akan bertanya lagi. Tapi es krim khusus buatanku itu sekarang tidak ada. Lebih baik nanti kamu ikut denganku, aku akan membuatkan secara pribadi di rumah."

"Aku kan tidak sedang memesan es krim panas." Vivian berbisik di telinga Michael.

"Itu adalah kode untuk barang yang kamu inginkan." Michael balas berbisik ke arah Vivian.

"Ow..."

"Jadi, jam berapa kita bisa pergi?" Michael sekali lagi memastikan jadwal pertemuan mereka selanjutnya.

"Sesudah Matahari terbenam kamu bisa mendatangi apartemenku. Seberapa banyak yang kamu inginkan?."

"Kamu memiliki semua rasa campuran untuk es krim panasnya di apartemen bukan?. Agak susah untuk menjelaskan barang kepada orang yang baru pertama kali mencoba menu yang baru bukan?."

"Benar juga. Kalau begitu, kamu bisa memilih langsung di sana."

"Oke kalau begitu kita akan bermain dulu. Sampai jumpa nanti malam."

Michael dan Vivian pun pergi meninggalkan Steven sendirian untuk bermain wahana permainan yang ada di sana.

"Karena sudah terlanjur memasuki taman hiburan. Bagaimana kalau kita juga mencoba permainan yang disediakan di dalam taman hiburan ini." Michael sudah tidak sabar untuk bersenang-senang.

.

.

Menjelang matahari terbenam, Michael sudah menjemput Vivian di hotel.

"Ayo cepat. Steven paling tidak suka jika disuruh menunggu."

"Memang seberapa jauh kediamannya dari sini?." Vivian masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Michael lalu memasang sabuk pengaman.

"Sekitar satu setengah jam perjalanan." Michael melajukan kendaraannya perlahan keluar dari hotel tempat Vivian menginap.

"Lumayan jauh?."

"Ya. Oleh karena itu, aku menjemputmu sekarang, karena takut dia akan berubah pikiran. dia merupakan orang yang gampang-gampang susah."

.

Satu setengah jam kemudian mereka tiba di sebuah apartemen mewah yang berada di tengah kota dengan pemandangan sungai dan perbukitan yang sangat indah.

"Aku rasa orang yang memiliki properti di sini merupakan orang yang mahal." Vivian takjub melihat pemandangan yang disuguhkan oleh kawasan tersebut.

"Benar sekali, aku juga berharap aku bisa membeli salah satu tempat yang ada di sini."

"Jika kamu memiliki kesempatan. Berusahalah untuk mencapai yang terbaik." Vivian memberikan semangat kepada Michael.

"terima kasih."

"sama-sama."

.

.

Michael dan Vivian dihentikan oleh security yang menjaga pos pemeriksaan.

"Apakah kalian sudah memiliki janji dengan orang yang tinggal di dalam sana?" security itu menghentikan mobil mereka karena mobil tersebut merupakan kendaraan yang asing.

"Ya pak. Kami sudah membuat janji dengan Steven. Bapak bisa memeriksanya."

Security itu lalu menghubungi Steven dan menanyakan tentang kunjungan Michael dan Vivian.

Setelah dikonfirmasi, akhirnya Vivian dan Mikhael lolos pemeriksaan dan diperbolehkan masuk komunitas tersebut.

Michael melajukan kendaraannya ke garasi bawah tanah. mereka lalu turun dari mobil dan menaiki lift yang langsung menuju lantai 27 di mana apartemen Steven berada.

Ding~

Michael dan Vivian melangkah keluar dari dalam lift.

"Kalian cukup cepat." Steven melihat Mikhail dan Vivian ketika ia hendak keluar untuk membuang sampah.

"Bukankah kamu tidak suka menunggu?."

"Benar. Oleh karena itu aku suka orang seperti kalian, hahaha ayo cepat masuk."

Terpopuler

Comments

Mitha yoga

Mitha yoga

aku suka punya ruang dan kumpulin makanan yang banyak hehe/Good/

2024-11-22

1

NR

NR

iya..keren kok ceritanya

2024-11-07

0

lihat semua
Episodes
1 kembali
2 membuat sandiwara
3 menjual apartemen
4 membeli biji-bijian
5 berbelanja
6 Terbang ke luar negri
7 Pedagang senjata.
8 memilih senjata
9 peningkatan ruang
10 BAB 10. Awal bencana
11 BAB 11. menjarah pusat perbelanjaan.
12 BAB 12. telepon
13 BAB 13
14 BAB 14. merampok perampok
15 BAB 15. peternakan
16 BAB 16. masalah
17 BAB 17. Aliansi
18 BAB 18. Kembali ke peternakan
19 BAB 19. Masalah di lantai 21
20 BAB 20. Masalah di lantai 21. 2
21 BAB 21.
22 BAB 22. Negosiasi gagal.
23 BAB 23. Tim penyelamat datang.
24 BAB 24. Serangan ular
25 BAB 25. Lawan racun dengan racun.
26 BAB 26. Gudang senjata.
27 BAB 27. William mendapat masalah
28 BAB 28. Cuaca dingin
29 BAB 29. Rose ingin bergabung.
30 BAB 30.
31 BAB 31. Merasakan bahaya.
32 BAB 32. Pertempuran.
33 BAB 33. kedatangan Leo
34 BAB 34.
35 BAB 35. meninggalkan apartemen.
36 BAB 36. Inti binatang
37 BAB 37. Bocah yang menarik.
38 BAB 38.
39 BAB 39. Anggota baru, Nathan.
40 BAB 40. Mantan suami Jesica.
41 BAB 41. mendaftarkan tim tentara bayaran.
42 BAB 42. Peter ingin meninggalkan pangkalan.
43 BAB 43. Bertemu ayah dan ibu Hera.
44 BAB 44. Bubur tawar.
45 BAB 45.
46 BAB 46. Serangga pengendali.
47 BAB 47. Vivian terluka.
48 BAB 48. Masa lalu Vivian.
49 BAB 49.
50 BAB 50.
51 BAB 51
52 BAB 52.
53 BAB 53.
54 BAB 54.
55 BAB 55
56 BAB 56.
57 BAB 57.
58 BAB 58
59 BAB 59.
60 BAB 60.
61 BAB 61.
62 BAB 62
Episodes

Updated 62 Episodes

1
kembali
2
membuat sandiwara
3
menjual apartemen
4
membeli biji-bijian
5
berbelanja
6
Terbang ke luar negri
7
Pedagang senjata.
8
memilih senjata
9
peningkatan ruang
10
BAB 10. Awal bencana
11
BAB 11. menjarah pusat perbelanjaan.
12
BAB 12. telepon
13
BAB 13
14
BAB 14. merampok perampok
15
BAB 15. peternakan
16
BAB 16. masalah
17
BAB 17. Aliansi
18
BAB 18. Kembali ke peternakan
19
BAB 19. Masalah di lantai 21
20
BAB 20. Masalah di lantai 21. 2
21
BAB 21.
22
BAB 22. Negosiasi gagal.
23
BAB 23. Tim penyelamat datang.
24
BAB 24. Serangan ular
25
BAB 25. Lawan racun dengan racun.
26
BAB 26. Gudang senjata.
27
BAB 27. William mendapat masalah
28
BAB 28. Cuaca dingin
29
BAB 29. Rose ingin bergabung.
30
BAB 30.
31
BAB 31. Merasakan bahaya.
32
BAB 32. Pertempuran.
33
BAB 33. kedatangan Leo
34
BAB 34.
35
BAB 35. meninggalkan apartemen.
36
BAB 36. Inti binatang
37
BAB 37. Bocah yang menarik.
38
BAB 38.
39
BAB 39. Anggota baru, Nathan.
40
BAB 40. Mantan suami Jesica.
41
BAB 41. mendaftarkan tim tentara bayaran.
42
BAB 42. Peter ingin meninggalkan pangkalan.
43
BAB 43. Bertemu ayah dan ibu Hera.
44
BAB 44. Bubur tawar.
45
BAB 45.
46
BAB 46. Serangga pengendali.
47
BAB 47. Vivian terluka.
48
BAB 48. Masa lalu Vivian.
49
BAB 49.
50
BAB 50.
51
BAB 51
52
BAB 52.
53
BAB 53.
54
BAB 54.
55
BAB 55
56
BAB 56.
57
BAB 57.
58
BAB 58
59
BAB 59.
60
BAB 60.
61
BAB 61.
62
BAB 62

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!