Ketika Zekia, Riana dan Melia lagi membicarakan tentang" sang bayangan, Otomatis Jexxy mendengarkan itu yang menyamar sebagai Relis, dan dia hanya tersenyum kecil.
"Baiklah Anak-anak! sekarang pembelajaran kita itu di arena tempat latihan" ucap guru Westi.
"Ngapain buk? Tanya para murid?.
"Hohum...! karna kita akan melakukan latih tanding 1 vs 1" jawab guru Westi.
"Wohohaaa, itu bagus" teriakan para murid.
Disisi lain, Edgar sudah sangat yakin bahwa dia yang paling hebat di dalam kelas ini.
"Hmm, palingan aku yang paling kuat di sini" ucap Edgar di dalam hatinya.
Edgar memang anak yang sangat sombong, dan terlalu percaya diri dengan kemampuannya, karna menganggap orang lain lemah di matanya.
Setelah mereka semua segera pergi ke arena latih tanding, untuk menunjukkan kekuatan masing masing
"Baik lah anak-anak! Saatnya kita mulai sekarang, pertarungan pertama adalah Sella melawan Riana.
"Huh...! Jadi aku yang pertama ini" ucap Riana.
"Kalian berdua silahkan ke tengah-tengah arena " suruh guru westi."
"Baik buk!
Mereka berdua pub bersiap dan akan segera bertarung satu sama lain, dengam sihir terhebat yang mereka miliki.
"Kalian...." Mulai.!
Serangan di mulai dengan Sella yang melancarkan serangan bola api ke arah Riana, tapi dengan mudah Riana dapat mengatasi, dan selanjut nya Riana melancar sihir anginya ke arah Sella, tapi Sella juga berhasil untuk menahanya.
Walau bajunya sedikit tergores.
"Huhu, anda memang hebat putri Riana" ucap Sella."
"Hoho, ini masih belum seberapa" jawab Riana.
Seketika Riana membentuk energi sihir dan di sekelilingnya muncul bilah angin yang banyak, dan mengarahkannya ke Sella.
"Rasakan ini...!
Jurus bilah angin milik Riana di gambarkan sebagai teknik mematikan, penggunanya dapat memanipulasi angin di sekitanya dan mengubah bentuk sesuka hatinya.
Melihat serangan itu, Sella sedikit ketakutan, dan ketika Riana mau mengarahkannya ke Sella...
"Stop...! Aku menyerah" ucap Sella.
"Hah? Aku bahkan belum melepaskannya" jawab Riana.
"Karna Sella menyerah maka pemenangnya adalah Riana.
Dan terdengar suara tepuk tangan dari pada murid untuk Riana
"Ye... Putri Riana memang hebat.
"Kerja bagus Riana" ucapan selamat dari Westi.
"Sama-sama buk.
"Baiklah, karna Pertarungan tadi di menangkan oleh Riana maka selanjutnya adalah, Melia melawan lay.
"Hhhh, aku tidak akan menahan diri loh! Melia" ucap Lay.
"Hoho...! Aku juga
"Malian berdua silahkan ke arena!
Pertempuran mereka di mulai dengan Lay yang menggunakam pedangnya, dan segera menyerang Melia, tapi Melia dengan sigap langsung menghindarinya dengan sihir belio nya.
Sihir belia Melia adalah sihir yang bisa membuat penggunakan melakukan gerakan untuk menghindari musuh dengan cepat, karna itu tebasan pedang Lay tadi dapat di hindari Melia.
"Hooo...! kamu cepat juga ya melia"! ujar lay
"Hehehe" melia tertawa.
Setelah itu Riana memanggil boneka esnya untuk menyerang Lay.
"Boneka es penyerang" ketika mengucapkan itu, boneka yang di ciptakan Melia tadi langsung menyerang Lay, karna itu terlalu banyak, membuat Lay kesusahan dan menggores tubuhnya.
"Cih...! Sungguh hebat" ucap Lay.
Tapi serangan Melia tadi tidak berhenti di situ saja, tiba-tiba dari dalam tanah muncul es panjang yang menjebak Lay, membuatnya tidak dapat bergerak.
"Aghh! Sial" ucap Lay
"Gimana? Mau lanjut atau menyerah" kata Melia kepada Lay.
"Wahaha, baiklah! Aku menyerah.!
Dan duel mereka pun selesai dan Melia sebagai pemenangnya.
"Selesai! Pemenangnya adalah Melia!
"Whoaaa, hebat " ucap para murid.
"Huh, boleh juga" tegur Riana kepada Melia.
"Selanjutkan adalah Duel antara Relis melawan Edgar" ucap guru Westi.
Kita akan melihat Kekuatan anak itu" seru para murid, karna ketika pertama kali masuk, sihirnya sangat hebat.
"Relis dan Edgar! Kalian segera menuju ke arena.
"Baik buk...!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments