Setelah raja Zalovis menceritakan kejadian penyerangan iblis itu, selanjutnya mereka akan menantikan kedatangan iblis itu kembali.
Dan akan terjadi pertempuran nantinya, raja Zalovis terlihat khawatir, tapi Aslan mencoba menenangkannnya.
Aslan bilang kepada raja Zalovis, bahwa kami yang akan mengurusnya nanti, dan akan mengalahkan iblis itu. Mendengarkan itu raja Zalovis menjadi lebih tenang.
"Yang mulia tenang saja, karna ini perintah langsung dari raja kami" raja Asgar.
"Dia kah... ! teman ku itu emang selalu membantuku" ucap Zalovis.
Raja Asgar dan Zalovis adalah teman masa kecil, sebab itulah mereka saling membantu satu sama lain. Di sisi lain Jexxy melakukan tugasnya sebagai murid Akademi.
***
"Relis... ! ka- kamu mau kemana? Tanya Melia?
"Oh... itu, aku mau pergi ke ruang kepala sekolah karna kepsek memanggilku" jawab Relis.
"Ooo...! Gitu ya, apa aku boleh ikut dengan mu? " ucap Melia.
"Tapi tenang! Aku nanti tunggu di luar.
"Hmm... kalau kamu tidak keberatan okelah.
Akhirnya Melia pun ikut dengan Jexxy untuk menemaninya pergi ruangan kepala sekolah.
Tok! Tok! Tok
"Masuk saja!
"Yo... " Jexxy, lama tidak berjumpa" ucap kepala sekolah itu.
Dan ternyata dia adalah mantan mentor dari Jexxy dulu ketika masih kecil.
"Lama tidak berjumpa juga" guru Seena" jawab Jexxy."
"Gimana? apa kamu senang bersekolah di sini" tanya Seena?"
"Ya..." aku sangat senang" ucap Jexxy."
"Bagus kalo begitu, karna kamu itu masih sangat muda, lebih baik kamu menikmati masa mudamu" kata guru Seena.
"Jexxy tersenyum" oh ya guru? Ada apa memanggilku?" tanya Jexxy.
"Soal itu...! Kau tau kan? Di kerajaan Salfort ada penyerangan iblis."
"Ya... aku taunya dari kak Celia kemarin."
"Dan Aslan telah melaporkan kepadaku!, bahwa iblis itu akan kembali menyerang mereka! Seminggu dari penyerangan pertama tadi.
"Hah...! Benarkah? Tanya Jexxy?
"Ya! itu benar!, sepertinya iblis itu sangat kuat, dan Aslan juga memintamu untuk membantu dirinya!.
"Hoho, seperti itu! Sudah tidak lama sekali, aku melawan iblis, terakhir kali ketika aku masih sangat kecil."
"Dan saat itu aku sangat lemah, guru Belial tewas" jawab Jexxy."
"Ternyata kau masih mengingatnya ya!.
"Sampai kapanpun...! aku tidak akan bisa melupakannnya" jawab Jexxy."
Mendengar itu, Seena menjadi tertawa kecil, dan senang Jexxy tidak melupakan tragedi berdarah itu, yang merenggut banyak nyawa orang.
"Kalo gitu Jexxy kamu sudah boleh pergi! Sepertinya kekasihmu menunggu di luar" ucap Seena.
"Hah... Kekasih?" tidak-tidak!, dia hanya temanku" Jexxy menjawab sambil terbata-bata.
"Aku bercanda" ucap Seena."
"Guru...! Kau tidak berubah ya."
Seena hanya tertawa mendengar itu dari Jexxy. setelah itu Jexxy pergi dan meninggalkan ruangan kepala sekolah.
"Melia! Maaf menunggu lama ya" ucap Jexxy."
" A- ah... gak apa-apa." Relis, bagaimana kalo kita makan ke kantin?
"Boleh, aku juga sudah sangat lapar ni" jawab Relis"
Melia dan Relis akhirnya pergi ke kantin, untuk makan bersama.
"Oh ya? Kenapa kau sendiri? biasanya kamu bersama Riana" tanya Relis
"Dia masih tidur di asrama, karna kita masuk siang, jadi aku pergi jalan-jalan dulu, dan bertemu denganmu."
"Oh gitu ya! Jadi dia orang yang susah bangun."
"Hahaha, kau benar Relis" Melia menjawab sambil tertawa."
Mereka tiba di kantin, dan menikmati makanan mereka dengan lahap di sisi lain, ada yang sinis melihat Melia dan Relis makan bersama.
Tiba-tiba...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments