Edward nampak menunggu kepulangan Rere yang meminta ijin padanya untuk keluar sebentar.
"Kenapa dia lama sekali?" tanya Edward nampak sudah kesal menunggu.
"Mungkin nona masih bersama teman nya tuan" jawab Tom menenangkan.
Membuat Tom langsung di lirik tajam oleh Edward.
"Ini sudah dua jam lebih, apa yang mereka bicarakan sehingga keluar selama ini?" Edward nampak semakin kesal.
Entah kenapa dia merasa kesal karena Rere pergi, padahal dia sendiri yang memberikan ijin pada Rere yang akan bertemu dengan Vanes.
Tom nampak diam, bingung harus menjawab apa karena bos nya sedang emosi.
Salah sedikit nanti dia yang terkena semprot, dan Tom sangat anti kalau bisa dia ingin menghindari amarah bos nya.
"Telpon dia, tanyakan kapan dia akan pulang ke rumah" lanjut Edward.
"Kenapa anda tidak menelpon nona sendiri tuan, anda juga punya ponsel sendiri kan! Dasar menyusahkan saja" batin Tom menggerutu di dalam hatinya.
Tentunya itu tak Tom utarakan pada bos nya, dia masih sayang dengan pekerjaan nya yang membuat nya banyak uang.
"Baik tuan" balas Tom dengan hembusan nafasnya yang kasar.
Tom menelpon Rere, tapi nihil Rere tak mengangkat telpon nya.
"Tidak di angkat tuan" ucap Tom memperlihatkan.
Yang mana hal itu tentu saja membuat Edward kesal, dia langsung pergi meninggalkan Tom ke kamarnya.
Tom hanya bisa menggeleng, dia melihat bos nya yang marah dengan perasaan yang juga kesal.
"Tanda-tanda bucin, pasti" gumam Tom sambil berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi.
Sedangkan dikamar nampak Edward yang memegang ponsel nya, dia ingin menelpon Rere tapi dia tak suka jika Rere beranggapan jika Edward resah.
Edward nampak bimbang dengan nomer ponsel Rere yang sudah terlihat di layar, hingga...
Sial!
Edward mengumpat karena dia malah menelpon Rere.
Layar ponsel nya masih memperlihatkan berdering tapi belum di angkat.
"Halo"
"Kenapa kamu menelpon ku?" tanya Edward.
"Hah? aku menelpon kamu? bukan kah sebalik nya?" jawab Rere membalikkan.
Edward nampak menggerutu dia bingung harus mengatakan apa, karena jika Edward meminta Rere pulang pasti Rere akan berpikir jika dirinya begitu di butuhkan.
Tapi tiba-tiba kembali terdengar suara Rere lagi.
"Aku akan cepat sampai, tunggu aku juga membawa makanan" kata Rere yang kembali bersuara.
"Kamu pikir aku mau memakan makanan murahan yang kamu beli, tidak!" Edward menjawab ketus.
"Tak masalah, lagi pula siapa bilang makanan yang aku bawa untuk kamu. ini untuk paman Tom dan bibi kamu tidak akan aku belikan" sahut Rere tak kalah ketus.
Hah?
Edward kalah telak, pernyataan Rere membuat dia malu bercampur kesal.
"Terserah, intinya cepat pulang dan lakukan tugasmu secepatnya!" tegas Edward lagi.
"Oke, oke. tenang saja aku akan membuat kamu enak sambil mendesaaah, kita ber cinta satu jam dua jam, oke aku siap ko" jawab Rere lantang.
Apa!
Edward di buat hilang akal dengan jawaban Rere, bisa-bisanya Rere mengatakan kata yang vulgar seperti itu di saat dia masih bersama Alena.
Dan mengingat Alena membuat Edward ingin memukul kepalanya sendiri karena dia sampai melupakan Alena yang bekerja sebagai penjaga sekaligus teman untuk Rere.
"Bodoh!" umpat Edward menggerutu.
Dan tentu saja bisa Rere dengar karena suara Edward sangat besar.
"Awas jatah berkurang ya, enak saja mengatai orang bodoh" kesal Rere menjawab kembali.
Edward yang mendengar nya merasa hampir gila dan pada akhirnya dia mematikan panggilan nya sepihak.
Huh..
"Dia sangat gila dan buas" gumam Edward merinding membayangkan Rere yang bertingkah nakal padanya.
Tapi tiba-tiba Edward kepikiran jika Rere akan membawa makanan untuk Tom, dia nampak berpikir apakah Rere menyukai Tom yang memang memiliki tubuh gagah meski usianya sudah kepala lima?
Membayangkan hal itu membuat Edward tertawa, mana mungkin dia dikalahkan dengan Tom yang tua.
"Tom jelas hanya kuat 10 menit, tapi aku? aku bahkan masih bisa bertahan sampai 2 jam sekalipun" gumam Edward membuang pemikiran jelek nya jika dia akan kalah oleh Tom.
Di sisi lain Rere yang baru saja menelpon Edward nampak tertawa.
Dan Alena hanya menyimak, meski tadi dia agak merinding karena kata-kata vulgar yang keluar dari mulut majikan nya.
"Dasar pria menyebalkan" gumam Rere menggelengkan kepalanya.
Lalu Rere melihat Alena yang sedang mengendarai mobilnya.
"Alena, kita berhenti sebentar di depan ya" kata Rere.
"Tapi nona, bukan kah tuan mau kita cepat sampai?" jawab Alena bertanya.
"Ya, tapi dia bilang mau makanan mahal. jadi ayo kita beli makanan mahal karena makanan murahan yang kita beli tak akan di makan oleh bos mu" jelas Rere lagi.
Alena yang mendengar penuturan Rere pun akhirnya menghentikan mobilnya di parkiran salah satu restoran terkenal.
Setelah itu Rere pun keluar dari mobil dan pergi untuk memesan makanan untuk Edward, tak lama kemudian Rere pun kembali dengan membawa kresek berisi makanan.
Mobil kembali melaju ke arah ruma, hingga akhirnya Rere sampai dan dia masuk kedalam rumah Edward.
"Nona, tuan mencari nona sejak tadi" kata Tom.
"Sekarang dia dimana?" tanya Rere.
"Di kamar nya nona" balas Tom cepat.
Rere mengangguk lalu dia pun berjalan ke arah dapur itu memindahkan makanan yang dia beli dari restoran tadi ke dalam piring.
Lalu Rere.pun pergi ke lantai atas tepatnya ke kamar Edward dengan membawa piring yang berisi makanan untuk Edward.
Ceklek..
Saat pintu terbuka Rere nampak melihat Edward yang sedang melihat ponselnya.
"Aku datang" ucap Rere berjalan mendekati Edward.
Edward sontak melihat ke sumber suara, dan dia melihat Rere yang perlahan berjalan ke arah nya.
"Kenapa lama sekali?" tanya Edward.
"Kenapa? apa kamu merindukan ku?" tanya balik Rere dengan wajah santainya.
Apa?
"Jangan harap, seharusnya kamu tau tugas mu. kamu adalah__" ucap Edward terpotong.
"Budak? teman sek*? tidak apa, aku memang salah. maafkan aku, ayo makan" Tangan Rere sudah dekat, dan langsung menyodorkan sendok kepada Edward.
Edward nampak diam membuat Rere tersenyum di paksakan dan menyimpan sendok nya.
"Ayo, buka" pinta Rere.
Tapi Edward masih diam, membuat Rere menyimpan piring nya di nakas, lalu dia mendekatkan tubuh nya ke tubuh Edward.
Cup..
Satu kecupan Rere berikan, meski dia merasa jijik dengan apa yang dia lakukan saat ini karena Rere sudah seperti pelacur untuk Edward.
Ya sekalipun Edward tidak membuat nya terlihat seperti Pelacur tapi dengan hubungan se*s di luar pernikahan yang keduanya lakukan itu sudah menjadi jawaban akan seperti apa Rere di mata Edward, yang tak lain hanya sekedar teman ranjang nya saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
2024-07-14
2
yuning
anggap saja hubungan saling membutuhkan
2024-07-13
1