Di dalam rumah nampak seorang pria yang sedang marah-marah, barang-barang nya di kirimkan ke rumah nya membuat pria itu murka.
Dengan marah nya Andre memberantakkan barang-barang nya yang baru di antar, membuat ruang tengah menjadi berantakan.
"Mamih! lihat apa yang pria cacat itu lakukan? dia sudah berani muncul Mih" Andre nampak murka.
"Tenang sayang, Mamih akan mencari cara untuk anak cacat itu kembali ke posisinya, dia tidak pantas menjadi seorang pemimpin" kata Mamih Della menanangkan.
"Harusnya sejak kecil dia bunuh Mamih, aku yang susah kalau dia sudah mulai berani keluar seperti ini" kesal Andre lagi.
Dia pikir sepupunya akan selalu bersembunyi di balik ketidaksempurnaan nya itu, tapi Andre terlalu gegabah karena membiarkan Edward tenang dengan persembunyian nya.
Della melihat putra nya yang sedang marah-marah, dia akan mencari cara untuk menyingkirkan Edward.
Dia tidak mau apa yang sudah dia dan suaminya perjuangkan selama ini menjadi milik Edward, keponakan nya.
"Mamih rasa kamu tau siapa yang bisa membantu kita, sayang" kata Della melirik putra nya.
Edward melirik Mamih nya, lalu dia teringat akan teman nya Zeck.
"Aku akan meminta anak buah Zeck untuk membunuh Edward" kata Andre tegas.
"Apa yang akan kau lakukan Andre!" terdengar suara seorang pria.
Dia adalah Hermawan Wiguna, Papih dari Andre.
"Papih tidak akan menginjakkan kamu bermain licik, sudah seharusnya Edward menjadi pemimpin di perusahaan, dia anak sah Om mu. Sadari posisi mu nak" kata Pak Hermawan memberitahu untuk yang kesekian kalinya.
karena selama ini perusahaan yang dia pimpin dan anak nya adalah milik kakak ipar nya, dan tentu dia tak berhak atas semua itu termasuk anak dan istrinya.
Mereka hanya mndapatkan amanah untuk menjaga perusahaan, dan selebihnya mereka tentu tidak berhak atas semua aset perusahaan bahkan rumah yang mereka tempati saat ini juga.
"Papih jangan bodoh, enak saja kita yang susah dia yang senang, anak cacat itu tak berhak untuk harta kita pih, dia lebih baik mati dari pada mencoreng nama perusahaan dengan memiliki kaki cacat seperti itu" Mamih Della menyahut dengan nada sewot nya.
"Mamih jangan pengaruhi anak kita, dia harus bisa menerima kenyataan karena semua kemewahan yang kita rasakan ini memang bukan milik kita mih, itu kenyataan nya Mih" Lanjut Pak Hermawan bijak.
Tapi tentu tidak didengarkan oleh Andre ataupun sang istri, keduanya sudah di tamakkan dengan harta.
Andre melengos pergi meninggalkan rumah, dan melihat itu tentu saja Pak Hermawan tidak bisa diam saja.
"Hentikan semuanya Mamih, kita harus sadar diri sebelum terlambat" kata Papih Hermawan.
"Kita? dia yang harus nya sadar diri Papih, anak bodoh itu yang harusnya sadar diri jika pria cacat seperti nya tak pantas menjadi Ceo di perusahaan. anak kita yang lebih berhak dan pantas menjadi CEO pih, hanya Andre kita yang pantas!" balas Mamih Della tegas.
"Mih, itu semua bukan hak kita" sahut Pak Hermawan lagi.
Membuat Mamih Della tersenyum jahat.
"Persetan dengan hak kita atau bukan, pokoknya perusahaan dan semua harta kak Dewi akan menjadi milik kita, milik kita!" tegas Mamih Della sambil menatap tajam ke arah suaminya.
"Sekarang papih tinggal pilih mau anak kita bahagia atau mau anak kita hancur menyedihkan tanpa memiliki apapun, Papih mau kita selama ny hidup menumpang! mamih nggak mau hidup seperti dulu lagi, mamih mau kemewahan ini menjadi milik kita" lanjut Mamih Della tamak.
Dan jika sudah melihat istri nya seperti itu Pak Hermawan hanya bisa mengusap dada, harta dan kemewahan telah merubah istrinya yang dulunya penuh sayang menjadi seseorang yang tidak bisa dikenali.
Andre menelpon Zeck, tapi dia sama sekali tak kunjung mendapatkan jawaban, Zeck tak mengangkat telpon nya.
"Sial" umpat Andre kesal.
Dan saat kesal tiba-tiba Andre mendapatkan sebuah pesan dari Edward.
Sebuah pesan yang berisi undangan pertemuan makan malam.
"Seharusnya aku tidak menyepelekan nya, aku harus mencari cara untuk membuat nya terpuruk kembali, kalau perlu aku akan membunuhnya" gumam Andre sambil melihat ponselnya.
Karena kesal Andre pun akhirnya memilih pergi ke tempat dimana dia bisa mendapatkan hiburan, tentu saja hiburan nya itu adalah seorang wanita yang bisa membuat nya lupa dengan masalah nya.
****
Di sisi lain nampak Rere yang menyambut kepulangan Edward.
"Bagaimana? kamu sudah mendapatkan ide untuk menghancurkan nya?" tanya Edward.
"Sudah tuan" balas Rere cepat.
Edward terus berjalan hingga keduanya sampai di kamar utama.
"Katakan" ucap Edward.
"Ibu nya sudah meninggal, lebih tepatnya baru saja dan aku melihat jika Zeck menangis tapi saat dia di dekati istrinya Zeck terlihat tak memiliki perhatian pada istrinya jadi aku rasa kelemahan Zeck adalah ibu dan anak-anak nya." Rere menjeda ucapan nya.
"Aku akan memanfaatkan Vanesa teman ku untuk mengirimkan foto-foto Zeck bersama wanita lain, dan hal itu akan membuat Zeck dan istrinya bertengkar" lanjut Rere.
"Lalu kamu ingin mereka bercerai?" tanya Edward.
"Tidak, tapi aku akan membuat istrinya melihat siapa Zeck yang sebenarnya karena yang aku lihat Istrinya tak mengetahui pekerjaan sampingan Zeck" jelas Rere lagi.
Rere akan menghancurkan Zeck dengan cara perlahan, dia yakin tidak akan ada wanita yang suka dengan pria seperti Zeck yang memanfaatkan seorang wanita demi untuk kepentingan pribadi nya.
Hingga akhirnya mereka berpisah dan hak asuh anak-anak pasti akan menjadi milik Dea karena menurut informasi Dea adalah seorang anak pengusaha dan tidak mungkin orang tua Dea akan diam saja saat anaknya di sakiti.
Selanjutnya Rere akan menonton dari kejauhan saja, bagaimana seorang Zeck akan di hancurkan kehidupan nya oleh orang-orang terdekat nya.
"Mendekatlah" kata Edward.
"Iya tuan" Rere akhirnya berjalan mendekat.
Edward menatap Rere lalu dia memberikan senyuman nya.
Rere yang melihat senyuman di wajah Edward diam karena bingung dengan maksud dari senyuman Edward padanya.
"Oh Tuhan aku merasa merinding, apa arti dari senyuman nya itu" batin Rere bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Kau sangat licik ternyata" Edward mengusap pipi Rere.
"Saya bukan licik tuan, saya melakukan ini karena mereka sendiri yang memulai nya" Balas Rere tak mau di anggap jahat.
Karena menurut Rere orang jahat tercipta karena kebaikan nya tidak di hargai, dan untuk kasus Rere dia bukan menebar kebaikan tapi harapan dan impian nya yang telah di hancurkan oleh orang-orang yang tidak memiliki perasaan kemanusiaan.
"Baiklah, aku suka gaya mu" Kembali Edward mengusap pipi dan bibir Rere.
Dan entah kenapa Rere saat ini jantung nya berdegup kencang, ini bukan pujian tapi Rere merasa salah tingkah di buatnya.
"Oh Tuhan apa lagi ini, semudah ini kah aku jatuh cinta?" Batin Rere bertanya-tanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
yuning
is okey re , Edward pantas untuk dicintai
2024-07-13
1