TDSC 03 MENCARI INFORMASI

" Anda kenapa tuan Arsen? Apa anda butuh bantuan dariku,??" tanya wanita tersebut dengan suara nada yang di lembut-lembutkan sambil tangan meraba-raba dada bidang milik Arsen.

Membuat Arsen semangkin bergairah, namun dengan kesadaran yang sepenuh nya belum hilang, membuat Arsen tetap mempertahankan kewarasan nya.

     Brughhh...

Arsen mendorong tubuh wanita tersebut hingga terdorong kebelakang.

   Arsen melangkahkan kaki nya kembali dengan bantuan sang asisten menuju mobil nya.Sesampai nya mereka didalam mobil, Arsen mengalihkan pandangan nya ke arah sang asisten Ken.

"Kau tau apa yang harus kau lakukan setelah ini kan?" ucap Arsen pada ken sang asisten.

"Baik tuan." Sahut Ken patuh.

   Ken Langsung menghubungi dokter pribadi Arsen, setelah itu dia menghubungi kepala pelayan untuk mempersiapkan kebutuhan Arsen begitu telah tiba di mansion.

   Sesampai nya di mansion megah milik Arsen, Ken langsung membawa Arsen menuju kamar sang atasan, disana sudah ada dokter dan pelayan menunggu kedatangan Arsen. Sang dokter pribadi itu pun langsung memeriksa keadaan Arsen.

"Apa yang terjadi pada nya,?" tanya sang dokter, yang tak lain Al, teman dekat Arsen yang berprofesi sebagai dokter pribadi Arsen.

"Entahlah, mungkin seseorang telah mencapur obat perangsang ke dalam minuman tuan,!!" Sahut Ken sang asisten Arsen.

"Baiklah, aku sudah menyuntikkan obat untuk menghilangkan rasa panas ditubuh nya." ucap Al sang dokter setelah dia memeriksa keadaan Arsen.

   Setelah Arsen selesai di periksa, pelayan langsung menggantikan baju Arsen dengan piyama tidur. Setelah selesai menggantikan baju Arsen, sang pelayan keluar dari kamar Arsen. Kini Ken dan dokter Al menunggu Arsen sadar di dalam kamarnya.

  Tak lama kemudian Arsen bangun dari tidur nya.

    Arghh....

  Arsen merasakan kepala nya yang sakit dan berdenyut-denyut sambil menggelengkan kepala nya kekiri dan kekanan.

"Kau sudah sadar,??" tanya sang dokter.

"Hmmm." Saut Arsen hanya dengan berdehem.

"Ada apa denganmu? Kenapa kau sekarang menghindar, dan lebih memilih pulang ketimbang melepaskan nya di hotel bersama jalang-jalang mu itu,??" tanya Al sang dokter lagi sambil tersenyum menyeringai.

"Bukan urusanmu,!!" saut Arsen ketus.

"Astaga, jangan bilang tongkat saktimu sudah habis masa expired nya,! !" ucap Al sang dokter sambil terkekeh.

    Ken pun yang mendengar itu hanya menahan tawa sambil menggigit bibir nya.

"Sialan kau,!!" umpat Arsen pada Al.

"Yah.. Kau itu kan terkenal sang Casanova, sangat mudah bagi mu hanya untuk menghabis kan cinta satu malam bersama wanita-wanita mu,!!" ujar Al.

"Entahlah, aku juga tidak tahu, Tah sejak kapan aku mulai merasakan bosan dengan aktivitas ku yang satu itu. Inti nya aku sudah tidak tertarik lagi,!!" saut Arsen sambil menghela nafas.

"Apa kau merindukan mantan mu? Kau Masih menunggu nya kembali,??" tanya Al sang dokter lagi.

   Hanya dengan Al sang dokter dan Ken sang asisten Arsen lebih terbuka masalah pribadi nya ketimbang teman-teman nya yang lain. Termasuk juga teman nya yang sering nongkrong di klub malam, Arsen lebih tertutup dalam masalah apapun itu.

"Tidak," saut nya tegas dengan sorotan yang tajam.

"Terus, apakah kau mulai. menyukai seseorang? Jika benar begitu, aku berharap kau bisa membuka hati mu untuk wanita itu. Ingat, umurmu sudah 30 tahun, sudah seharus nya kau menjalani hubungan yang sehat dengan berumah tangga,!!' ucap sang dokter menasehati Arsen.

"Sialan! Jangan menceramahi ku, Macam kau sudah menikah saja." ucap Arsen ketus. Al Sang dokter pun hanya terkekeh.

"Pergilah kalian berdua dari kamar ku, aku mau istirahat. Kalian hanya mengganggu waktu istirahat ku saja,!!" usir Arsen pada Al dan ken. Sang dokter pun keluar, diikuti sang asisten dari belakang.

          ****

   Pagi hari suara dering ponsel membangun kan Arsen yang sedang terlelap. Ia pun merahi ponsel nya yang di atas nakas.

"Hallo ada apa kau menelponku?" Sapa Arsen dengan suara serak khas bangun tidur.

"Perusahaan kita yang di luar negeri sedang mengalami masalah tuan, beberapa investor menarik uang investasi nya dari perusahaan kita" ucap orang tersebut dari seberang telpon.

"Bagaimana bisa hah" kaget Arsen karena pagi-pagi sudah mendapat kabar buruk yang menimpa perusahaan nya.

"Saya lagi mencari alasan nya tuan" ucap si penelepon di seberang sana.

"Baik, kau atasi terlebih dahulu setelah ini aku akan langsung terbang ke sana." ucap Arsen. Setelah mengucap seperti itu Arsen langsung mengakhiri sambungan telpon nya.

Dengan perlahan Arsen bangun dan mendudukkan tubuh nya, setelah itu Arsen berjalan menuju ke kamar mandi dan menghilang di balik pintu.

   Arsen mulai mengguyur tubuh nya di bawah shower, dia membersihkan tubuh nya, setelah ia rasa cukup, Arsen keluar dari dalam kamar mandi, dengan handuk yang melilit di pinggang nya, Setelah itu ia langsung memakai pakaian nya. Arsen mengambil ponsel nya dan menghubungi Ken sang asisten.

"Siapkan pesawatku sekarang juga Ken, kita harus segera terbang ke Singapore" perintah Arsen kepada sang asisten dari sambung telepon nya.

"Baik tuan" sahut Ken, setelah itu Arsen langsung mematikan ponsel nya.

  Arsen memasukkan ponselnya ke dalam saku jas nya, setelah itu dia keluar kamar, sesampai nya di bawah, ia segera menuju meja makan, lalu serapan yang sudah disediakan pelayan.Setelah selesai serapan, Arsen pun bersiap-siap menuju mobil yang sudah disiapkan sang asisten.

  Arsen dan Ken pun pergi menuju ke bandara untuk terbang langsung ke Singapore, ia harus segera menyelesaikan masalah di perusahaan nya yang berada di Singapore.

   Arsen termasuk pemuda yang sukses di usia muda nya. Sejak duduk di bangku perkuliahan Ia berhasil mengembangkan perusahaan peninggalan ayah nya menjadi lebih besar semenjak kepergian sang ayah ke pangkuan sang pencipta.

        - - - - - - - - -

            Satu Bulan Kemudian.

"Bagaimana Ken? Apa kau sudah menemukan tentang wanita itu,?" tanya Arsen ketika sedang di pesawat menuju ke tanah air.

Setelah menyelesaikan permasalah perusahaan nya yang berada di luar negeri yang tak lain adalah di Singapore, Arsen memutuskan langsung pulang ke tanah air.

Dia merasa ada yang aneh dengan perasaan nya, tapi dia langsung menepis perasaan itu.

Saat ini pun, ia masih teringat kepada sosok gadis cantik yang direstauran Y yang ditemui nya itu. Wanita itu bertubuh kecil, sekitar 155 cm dan juga tidak sexy. Sedangkan diri nya bertubuh tinggi 185 cm.

Jauh berbeda dengan wanita-wanita impian nya yang memiliki tinggi badan 160-170 cm. Wajar si, mantan tunangan nya saja berprofesi model.

   Meskipun jauh dari kategori nya, namun wanita itu cukup menganggu pikiran nya, apa lagi melihat senyuman wanita itu yang memiliki gigi gingsul, sungguh mampu memacu detak jantung nya menjadi lebih cepat.

"Ah,iya. Sudah tuan, alamat nya di kawasan perumahan biasa jl. Dengan no 38. Nama wanita itu Nayra Nonapia. Usia nona Nayra saat ini 25 tahun tuan. Ia anak tunggal, ke-dua orang tua nya sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan, jadi ia tinggal sendiri di perumahan itu. Dan juga nona Nayra sudah bekerja di perusahaan tuan selema 3 tahun, setelah kelulusan S 1 nya di Universitas Indonesia tuan ." Sahut Ken. Arsen manggut-manggut sambil mendengarkan ucapan asisten nya.

"Dan nona Naya saat ini single tuan, dia baru putus dari pacar nya hampir satu bulan yang lalu sebelum ketemu tuan di restoran Y. Mantan nona Nayra ketahuan selingkuh dengan salah satu karyawan tuan di perusahaan, yang tak lain teman nona Nayra sendiri di satu divisi nya." Sambung sang asisten Lagi Arsen pun yang mendengar itu, mengerutkan alis nya, sambil tersenyum miring.

   Tak terlalu sulit mencari info tentang seorang Nayra Nonapia. Apa lagi dia hanya gadis biasa bagi orang suruhan Ken. Jadi sangat mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi tentang nya.

  Tak lama setelah perbincangan mereka, pesawat pribadi milik Arsen pun mendarat di bandara Soekarno Hatta.

"Kita langsung pulang, atau ke perusahaan dulu tuan?" tanya Ken.

"Kita langsung ke rumah wanita itu saja Ken,!!" saut Arsen.

"Baik tuan" ucap Ken patuh.

   Saat dalam perjalanan menuju ke rumah Nayra, Arsen memikirkan ucapan sang ibu satu Minggu yang lalu saat dia berada di Singapore.

           * Flashback oon *

Drrt..Drrt..Drrt..

Deringan ponsel dari handphone Arsen. Arsen pun melihat panggilan dari sang mama, ia pun menggeser tombol hijau dan mendekat handphon ketelinga nya.

"Hallo Arsen,!!" ucap sang Mama di sebrang sana.

"Iya, hallo Mam. Ada apa?" tanya nya.

"Kapan kamu pulang sayang? mama mau ketemu kamu dan kekasih mu. Segeralah pulang ke rumah, mama menunggumu dan kekasih mu datang. Mama gak mau tahu, kamu harus datang ke rumah mama. Atau jangan bilang kalau itu hanya kekasih pura-pura mu agar mama tidak menjodohkan mu dengan anak teman mama,!!" ujar sang mama panjang kali lebar yang penuh selidik.

   Arsen yang mendengar ocehan sang Mama hanya menghela nafas nya kasar.

"Baik lah mam, aku akan mengusahakan nya setelah pekerjaan ku disini selesai, Arsen akan datang berkunjung ke rumah mama,!!" saut Arsen.

"Jangan lupa ajak kekasihmu. Kalau tidak datang bersama kekasihmu, berarti dia hanya pacar pura-puramu dan siap-siap saja kamu mama jodohin sama Hellen, anak teman mama,!!" ancam sang Mama.

"Baiklah Mam, aku akan datang dengan kekasihku" saut Arsen lagi dengan pasrah.

Setelah itu telpon nya pun terputus.

           * Flashback off *

"Kita sudah sampai tuan," ucap Ken. Arsen pun yang menyadari itu, langsung turun dari mobil.

"Kau pulanglah Ken, biar aku pulang sendiri yang mengemudi mobil nanti." ucap Arsen yang memberi perintah pada Asisten nya.

“Baik, tuan” ucap Ken patuh.

   Setelah kepergian sang asisten nya, Arsen pun berjalan menuju pintu rumah Nayra. Saat ini sudah malam, perumahan sudah terlihat tampak sepi.

     *

Bersambung......

Terpopuler

Comments

Blee

Blee

oon😭😭

2025-01-10

0

Uthie

Uthie

seru 👍

2024-11-16

0

lihat semua
Episodes
1 TDSC 01 PERSELINGKUHAN
2 TDSC 02 AWAL PERTEMUAN
3 TDSC 03 MENCARI INFORMASI
4 TDSC 04 MENGANCAM
5 TDSC 05 KEDATANGAN PANJI
6 TDSC 06 BERKUNJUNG
7 TDSC 07 Adegan Didalam Mobil
8 TDSC 08 Surat Kontrak
9 TDSC 09 Mata Panda
10 TDSC 10 Saingan?
11 TDSC 11 Fitting Baju
12 TDSC 12 Pernikahan
13 TDSC 13 Malam Pertama
14 TDSC 14 kefrustasian Arsen
15 TDSC 15
16 TDSC 16
17 TDSC 17
18 TDSC 18
19 TDSC 19
20 TDSC 20
21 TDSC 21
22 TDSC 24
23 TDSC 25
24 TDSC 27
25 TDSC 28
26 TDSC 29
27 TDSC 30
28 TDSC 31
29 TDSC 32
30 TDSC 33
31 TDSC 34
32 TDSC 35
33 TDSC 36
34 TDSC 37
35 TDSC 38
36 TDSC 39
37 TDSC 40
38 TDSC 41
39 TDSC 42
40 TDSC 43
41 TDSC 44
42 TDSC 45
43 TDSC 46
44 TDSC 47
45 TDSC 48
46 TDSC 49
47 TDSC 50
48 TDSC 52
49 TDSC 53
50 TDSC 54
51 TDSC 55
52 TDSC 56
53 TDSC 57
54 TDSC 58
55 TDSC 60
56 TDSC 61
57 TDSC 62
58 TDSC 63
59 TDSC 64
60 TDSC 65
61 TDSC 66
62 TDSC 67
63 TDSC 68
64 TDSC 69
65 TDSC 70
66 TDSC 71
67 TDSC 72
68 TDSC 73
69 TDSC 74
70 TDSC 75
71 TDSC 76
72 TDSC 77
73 TDSC 78
74 TDSC 80
75 TDSC 81
76 TDSC 82
77 TDSC 83
78 TDSC 84
79 TDSC 85
80 TDSC 86
81 TDSC 87
82 TDSC 88
83 TDSC 89
84 TDSC 90
85 TDSC 91
86 TDSC 92
87 TDSC 93
88 TDSC 94
89 TDSC 95
90 TDSC 96
91 TDSC 97
92 TDSC 98
93 TDSC 99
94 TDSC 100
95 TDSC 101
96 TDSC 102
97 TDSC 103
98 TDSC 104
99 TDSC 105
100 TDSC 106
Episodes

Updated 100 Episodes

1
TDSC 01 PERSELINGKUHAN
2
TDSC 02 AWAL PERTEMUAN
3
TDSC 03 MENCARI INFORMASI
4
TDSC 04 MENGANCAM
5
TDSC 05 KEDATANGAN PANJI
6
TDSC 06 BERKUNJUNG
7
TDSC 07 Adegan Didalam Mobil
8
TDSC 08 Surat Kontrak
9
TDSC 09 Mata Panda
10
TDSC 10 Saingan?
11
TDSC 11 Fitting Baju
12
TDSC 12 Pernikahan
13
TDSC 13 Malam Pertama
14
TDSC 14 kefrustasian Arsen
15
TDSC 15
16
TDSC 16
17
TDSC 17
18
TDSC 18
19
TDSC 19
20
TDSC 20
21
TDSC 21
22
TDSC 24
23
TDSC 25
24
TDSC 27
25
TDSC 28
26
TDSC 29
27
TDSC 30
28
TDSC 31
29
TDSC 32
30
TDSC 33
31
TDSC 34
32
TDSC 35
33
TDSC 36
34
TDSC 37
35
TDSC 38
36
TDSC 39
37
TDSC 40
38
TDSC 41
39
TDSC 42
40
TDSC 43
41
TDSC 44
42
TDSC 45
43
TDSC 46
44
TDSC 47
45
TDSC 48
46
TDSC 49
47
TDSC 50
48
TDSC 52
49
TDSC 53
50
TDSC 54
51
TDSC 55
52
TDSC 56
53
TDSC 57
54
TDSC 58
55
TDSC 60
56
TDSC 61
57
TDSC 62
58
TDSC 63
59
TDSC 64
60
TDSC 65
61
TDSC 66
62
TDSC 67
63
TDSC 68
64
TDSC 69
65
TDSC 70
66
TDSC 71
67
TDSC 72
68
TDSC 73
69
TDSC 74
70
TDSC 75
71
TDSC 76
72
TDSC 77
73
TDSC 78
74
TDSC 80
75
TDSC 81
76
TDSC 82
77
TDSC 83
78
TDSC 84
79
TDSC 85
80
TDSC 86
81
TDSC 87
82
TDSC 88
83
TDSC 89
84
TDSC 90
85
TDSC 91
86
TDSC 92
87
TDSC 93
88
TDSC 94
89
TDSC 95
90
TDSC 96
91
TDSC 97
92
TDSC 98
93
TDSC 99
94
TDSC 100
95
TDSC 101
96
TDSC 102
97
TDSC 103
98
TDSC 104
99
TDSC 105
100
TDSC 106

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!