TDSC 04 MENGANCAM

        Tok.. Tok.. Tok..

  Nayra yang baru saja selesai memasak makan malam nya, mendengar suara ketukan pintu, dia langsung bergegas menuju pintu.

"Iya tunggu sebentar,!!" saut nya dari dalam.

    Tak lama setelah itu, Nayra membuka pintu nya. Ketika pintu itu terbuka lebar, Sontak Nayra membelalakkan kedua mata nya.

"Ehhhh, tuan! Ada Perlu apa kemari malam-malam begini,??" tanya Nayra terheran-heran.

"Apa kau tak membiarkanku masuk terlebih dahulu,??" Bukan nya menjawab pertanyaan Nayra, Arsen malah balik bertanya.

"Ahh iya hehehe! silahkan masuk tuan, !!" ucap Nayra dengan kekehan canggung nya.

Setelah Arsen masuk tanpa dipersilahkan untuk duduk Arsen pun duduk, Nayra pun bertanya kembali apa maksud Arsen datang tiba-tiba ke rumah nya.

"Apa tuan sudah makan malam? Kalau belum, mari makan bersama saya, kebetulan saya baru selesai membuat makan malam,!!" ajak Nayra.

  Arsen yang mendengar ajakan itu merasa sangat senang di dalam hati nya. Tetapi ia hanya memperlihatkan ekspresi datar di wajah nya.

"Eh tuan kok malah diam, mau makan malam bersama saya tidak? Kalau tidak, silahkan tuan duduk di sini. Karena saya mau makan malam dulu,!!" ucap Nayra sambil melangkahkan kaki nya keruang makan.

"Eh tunggu, enak saja Kamu ninggalin saya di sini sendiri, saya akan ikut kamu makan malam. Sebenar nya saya sudah makan, tetapi karena kamu memaksa, terpaksa saya menuruti ajakan kamu untuk makan malam bersama. Seperti nya kamu sangat ingin makan bersama saya,!!" ucap Arsen penuh percaya diri sambil masukan tangan ke saku celana nya.

   Nayra yang mendengar penuturan Arsen ternganga dibuat nya lalu memutar bola mata nya malas. Lalu berjalan terlebih dahulu ke ruang makan. Sesampai nya di ruang makan, Nayra mempersilahkan sang atasan duduk.

"Silahkan duduk tuan,!!" ucap Nayra.

"Humm,!!" Sahut Arsen hanya berdehem.

  Mereka berdua makan bersama-sama tidak ada yang bicara hanya keheningan.

"Tidak buruk juga masakan nya ,!!" gumam Arsen dalam hati sambil menikmati makanan nya. Nayra yang melihat Ekspresi Arsen setelah memakan masakan nya pun bertanya.

"Ada apa tuan? Apa makanan nya tidak enak, ?" tanya Nayra.

"Lumayan tidak terlalu buruk masih bisa dimakan," ujar Arsen tanpa merasa bersalah. Nayra pun tak menghiraukan perkataan Arsen.

   Mereka pun makan dengan tenang, tidak ada obrolan lagi. Setelah mereka makan, mereka menuju ruang tamu.

"Baiklah, katakan Ada apa tuan malam-malam datang kemari,??" tanya Nayra the to point.

"Saya kemari untuk mengajak mu bekerja sama dengan saya,!!" saut Arsen.

"Bekerja sama? Bukan nya saya sudah bekerja di perusahaan anda tuan,??" tanya Nayra bekerja sama apa lagi yang di maksud oleh Arsen.

"Bukan yang itu, ini tentang kerja sama dalam hal yang pribadi.! !" sahut Arsen.

"Dalam hal yang pribadi? Bekerja sama apa yang tuan maksud,??" tanya Nayra sambil mengerutkan kening nya.

"Tetaplah menjadi kekasih pura-pura saya. Saya akan membayar berapa pun yang kamu mau," ucap Geoff tanpa memikirkan perasaan Nayra.

"Maaf tuan, Saya tak segampang itu untuk anda jadikan kekasih pura-pura anda,!!" tolak Nayra tegas sambil melipat kedua tangan nya di dada.

"Oh baiklah! Kalau begitu, besok silahkan menghadap ke ruang HRD untuk menyerahkan surat pengunduran dirimu,!!" ucap Arsen santai dengan mengancam Nayra.

"Dan akan saya pastikan kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan di manapun,!!" ujar Arsen lagi sambil tersenyum menyeringai.

"Apa-apaan anda ini, anda tidak bisa begitu,kan masih banyak wanita yang lain yang anda mau, kenapa harus saya,??" tanya Nayra berapi-api yang sudah mulai kehabisan kesabaran.

"Itu pilihan saya, saya milih kamu. Jadi kamu tidak usah menyuruh saya memilih yang lain,karena pilihan saya jatuh pada kamu. Kamu paham kan,!!" ucap Arsen dengan tegas dan tak mau dibantah.

"Jadi berapa lama saya harus menjadi pacar pura-pura Anda,??" tanya Nayra pada akhir nya tanpa embel-embel tuan atau apapun itu.

"Saya juga tidak tahu, yang pasti nya kita akan bertamu ke rumah orang tua saya Sabtu malam ,!!" ucap Arsen.

"Baiklah, saya akan memikirkan nya dulu,kalau begitu silakan anda pulang,!!" putus Nayra sambil mengusir Arsen secara terang-terangan.

"Tiidak perlu dipikirkan lagi, kamu harus mau. karena mama saya sudah tahu kamu kekasih saya, jadi orang tua saya meminta kita datang makan malam bersama kediaman orang tua saya. Kamu harus mau,!!" ucap Arsen penuh dengan penegasan.

"Kalau begitu, karena tidak ada lagi yang perlu kita bahas, saya permisi. Saya akan menunggu kabar Kamu paling lama besok siang, kalau tidak ada kabar keputusan dari mu, silahkan ambil surat pengunduran diri,!!" ucap Arsen berlalu keluar. Setelah itu Arsen pun pergi meninggalkan rumah Nayra.

Setelah kepergian Arsen, Nayra merasa tampak gusar dan panik. Dia berjalan mondar-mandir macam setrikaan sambil menggigit kuku-kuku jari nya.

         ****

   Pagi hari nya Nayra terbangun dari tidur nya, ia pun menggulung rambut nya ke atas. Lalu keluar dari kamar nya. ia pun bergegas ke dapur untuk membuat sarapan.

Tak butuh waktu lama untuk membuat sarapan, akhir nya makanan Yang Nayra buat selesai, dia membersihkan bekas alat masak nya. Setelah itu duduk di meja makan dan memakan serapan nya.

Saat Nayra mengunyah makanan di mulut nya, ia pun tersadar dengan ucapan sang Boss tadi malam, yang meminta diri nya menjadi kekasih pura-pura sang atasan tempat dia bekerja.

" Apa yang harus aku lakukan memilih atau keluar dari perusahaan? Mencari pekerjaan tidaklah mudah, apa lagi dia mengancam aku tidak akan mendapatkan pekerjaan di manapun setelah keluar dari perusahaan tersebut," batin nya sambil mengaduk-ngaduk makanan di piring nya.

" Aaagggghh.... dasar pria gila nyusahin orang aja " ucap Nayra mengumpat Arsen.

Setelah tersadar dengan lamunan nya dia pun bergegas bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Nayra memasuki kamar nya dan segera membersihkan diri, setelah merasa sudah cukup untuk mandi, ia pun keluar dari kamar mandi dan memakai baju kerja nya.

  Setelah itu ia mengambil kunci sepeda motor nya dan berangkat menuju kantor. Sesampai nya di kantor Nayra pun langsung memarkirkan sepeda motor nya, dan ia pun memasuki lobby dan menuju lift untuk naik ke ruangan divisi nya. Sesampai nya di atas Nayra pun bertemu dengan Rara.

" Ra kamu sudah lama sampai,??" tanya Nayra pada Rara.

" Belum lama kok, barusan sekitar lima menit yang lalu, maklumlah nama nya juga karyawan baru,!!" saut Rara dengan tawa nyinyir kuda nya.

"Jadi maksud mu, kalau sudah jadi karyawan lama boleh telat-telat gitu ya,?" tanya Nayra.

"Yupss, benar banget,!!" ucap Rara bercanda. Nayra hanya tersenyum mendengar nya.

Jam kerja pun dimulai kini jari-jari Nayra mengetik dengan lincah di keyboard depan komputer nya. Nayra melakukan pekerjaan nya dengan sangat teliti dan baik.

Tak lama setelah itu, datanglah sang asisten atasan keruangan di mana tempat Nayra bekerja. Ken berjalan menghampiri meja kerja Nayra.

"Selamat pagi nona, anda ditunggu sang tuan di ruangan nya, ucap Ken.

"Di-ditunggu? Ada perlu apa ya tuan memanggil ku,??" tanya Nayra.

"Kalau itu, Saya kurang tahu nona, mari ikut saya ke ruangan sang CEO,!!" ajak Ken.

"Oke, baiklah! Saya akan segera ke atas,!!" ucap Nayra.

"Eh ada apa Nay,!!" bisik Rara.

"Aku juga tidak tahu kenapa aku dipanggil ke ruangan sang CEO ,!!" saut Nayra.

"Jangan bilang dia rindu dengan mu Nay, OMG!!" goda Nayra sambil mengedipkan mata nya ke arah Nayra.

"Apaan sih, kamu yang bener Saja dodol,!!" ucap Nayra.

"Ya udah cepet sana, keburu dijemput lagi sama sang asisten dingin itu, tapi walau pun dia dingin, dia tampan juga sih Nay hehehe,!!" ucap Nayra dengan kagum nya pada Ken.

" Ya udah kamu pepet aja dia sana, macam ngga pernah ngeliat pria tampan aja" Cibir Nayra dengan enteng nya.

Nayra pun bangkit dari duduk nya untuk menuju ruang sang CEO sesampai nya di atas dia bertemu sekretaris sang CEO.

"Permisi Bu, saya dipanggil ke ruangan sang CEO,!!" sapa Nayra pada sekretaris Arsen.

"Oh ya kamu sudah ditunggu dari tadi langsung masuk aja,!!" ucap sang sekretaris itu.

Tok... Tok... Tok..

"Masuk" terdengar suara bariton dari dalam.

"Permisi tuan, Anda memanggil saya,??" tanya Nayra yang masih di ambang pintu.

"Yaa,!!" jawab sang CEO singkat.

Nayra pun memasuki ruangan sang CEO lalu menutup pintu ruangan nya kembali.

"Silahkan duduk,!!" ucap sang CEO.

Nayra pun berjalan menuju sofa dekat meja sang CEO.

"Bagaimana, apa keputusan kamu,??" tanya Arsen to the point, tanpa basa-basi ba bi bu be bo lagi.

"I-itu gimana ya tuan saya pun tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran anda,!!" Ucap Nayra lirih sedikit gugup sambil menundukan kepala nya.

"Oke kalau begitu besok sore saya jemput kamu di rumahmu.!!" ucap Arsen.

"Baiklah tuan! Ada lagi tuan,??" tanya Nayra lagi.

"Tidak, kamu sudah boleh kembali ke ruangan kamu.!!"

"Ya sudah Tuan. Permisi,!!" ucap Nayra, lalu pergi dari ruangan sang CEO.

Setelah jauh dari pintu ruangan sang CEO, Nayra pun menghela nafas panjang. Setelah itu ia pun berjalan menuju ruangan nya, namun sebelum ia memasuki ruangan nya. ia dicegah oleh Maya.

"Ada apa kau dipanggil sama sang CEO? pasti kau ingin menggoda nya iya kan? Cihh, dasar murahan," ucap Maya dengan sinis.

"Ngaco kau ya, aku tak perlu menggoda siapapun karena aku jauh lebih cantik dari pada kau, jadi jangan sama kan aku dengan kau yang sangat murahan itu, jelas kita berbeda level," ucap Nayra tak kalah sinis nya.

Lalu mendorong tubuh Maya dengan bahu nya sambil berjalan ke meja kerja nya. Sesampai di meja nya Nayra langsung diburu pertanyaan yang bertubi-tubi oleh Rara.

\*

Bersambung.......

Terpopuler

Comments

Tamara Zulaiha

Tamara Zulaiha

uwowww suka bgt sm sikap nayra! gt dong! gk bertele2 bls aj si maya murahan!

2024-11-22

0

Miyagi Mitsui

Miyagi Mitsui

maya murahan..ada kan di dunia nyata perempuan begitu...

2025-02-07

0

Uthie

Uthie

Bagus Nay 👍😏

2024-11-16

0

lihat semua
Episodes
1 TDSC 01 PERSELINGKUHAN
2 TDSC 02 AWAL PERTEMUAN
3 TDSC 03 MENCARI INFORMASI
4 TDSC 04 MENGANCAM
5 TDSC 05 KEDATANGAN PANJI
6 TDSC 06 BERKUNJUNG
7 TDSC 07 Adegan Didalam Mobil
8 TDSC 08 Surat Kontrak
9 TDSC 09 Mata Panda
10 TDSC 10 Saingan?
11 TDSC 11 Fitting Baju
12 TDSC 12 Pernikahan
13 TDSC 13 Malam Pertama
14 TDSC 14 kefrustasian Arsen
15 TDSC 15
16 TDSC 16
17 TDSC 17
18 TDSC 18
19 TDSC 19
20 TDSC 20
21 TDSC 21
22 TDSC 24
23 TDSC 25
24 TDSC 27
25 TDSC 28
26 TDSC 29
27 TDSC 30
28 TDSC 31
29 TDSC 32
30 TDSC 33
31 TDSC 34
32 TDSC 35
33 TDSC 36
34 TDSC 37
35 TDSC 38
36 TDSC 39
37 TDSC 40
38 TDSC 41
39 TDSC 42
40 TDSC 43
41 TDSC 44
42 TDSC 45
43 TDSC 46
44 TDSC 47
45 TDSC 48
46 TDSC 49
47 TDSC 50
48 TDSC 52
49 TDSC 53
50 TDSC 54
51 TDSC 55
52 TDSC 56
53 TDSC 57
54 TDSC 58
55 TDSC 60
56 TDSC 61
57 TDSC 62
58 TDSC 63
59 TDSC 64
60 TDSC 65
61 TDSC 66
62 TDSC 67
63 TDSC 68
64 TDSC 69
65 TDSC 70
66 TDSC 71
67 TDSC 72
68 TDSC 73
69 TDSC 74
70 TDSC 75
71 TDSC 76
72 TDSC 77
73 TDSC 78
74 TDSC 80
75 TDSC 81
76 TDSC 82
77 TDSC 83
78 TDSC 84
79 TDSC 85
80 TDSC 86
81 TDSC 87
82 TDSC 88
83 TDSC 89
84 TDSC 90
85 TDSC 91
86 TDSC 92
87 TDSC 93
88 TDSC 94
89 TDSC 95
90 TDSC 96
91 TDSC 97
92 TDSC 98
93 TDSC 99
94 TDSC 100
95 TDSC 101
96 TDSC 102
97 TDSC 103
98 TDSC 104
99 TDSC 105
100 TDSC 106
Episodes

Updated 100 Episodes

1
TDSC 01 PERSELINGKUHAN
2
TDSC 02 AWAL PERTEMUAN
3
TDSC 03 MENCARI INFORMASI
4
TDSC 04 MENGANCAM
5
TDSC 05 KEDATANGAN PANJI
6
TDSC 06 BERKUNJUNG
7
TDSC 07 Adegan Didalam Mobil
8
TDSC 08 Surat Kontrak
9
TDSC 09 Mata Panda
10
TDSC 10 Saingan?
11
TDSC 11 Fitting Baju
12
TDSC 12 Pernikahan
13
TDSC 13 Malam Pertama
14
TDSC 14 kefrustasian Arsen
15
TDSC 15
16
TDSC 16
17
TDSC 17
18
TDSC 18
19
TDSC 19
20
TDSC 20
21
TDSC 21
22
TDSC 24
23
TDSC 25
24
TDSC 27
25
TDSC 28
26
TDSC 29
27
TDSC 30
28
TDSC 31
29
TDSC 32
30
TDSC 33
31
TDSC 34
32
TDSC 35
33
TDSC 36
34
TDSC 37
35
TDSC 38
36
TDSC 39
37
TDSC 40
38
TDSC 41
39
TDSC 42
40
TDSC 43
41
TDSC 44
42
TDSC 45
43
TDSC 46
44
TDSC 47
45
TDSC 48
46
TDSC 49
47
TDSC 50
48
TDSC 52
49
TDSC 53
50
TDSC 54
51
TDSC 55
52
TDSC 56
53
TDSC 57
54
TDSC 58
55
TDSC 60
56
TDSC 61
57
TDSC 62
58
TDSC 63
59
TDSC 64
60
TDSC 65
61
TDSC 66
62
TDSC 67
63
TDSC 68
64
TDSC 69
65
TDSC 70
66
TDSC 71
67
TDSC 72
68
TDSC 73
69
TDSC 74
70
TDSC 75
71
TDSC 76
72
TDSC 77
73
TDSC 78
74
TDSC 80
75
TDSC 81
76
TDSC 82
77
TDSC 83
78
TDSC 84
79
TDSC 85
80
TDSC 86
81
TDSC 87
82
TDSC 88
83
TDSC 89
84
TDSC 90
85
TDSC 91
86
TDSC 92
87
TDSC 93
88
TDSC 94
89
TDSC 95
90
TDSC 96
91
TDSC 97
92
TDSC 98
93
TDSC 99
94
TDSC 100
95
TDSC 101
96
TDSC 102
97
TDSC 103
98
TDSC 104
99
TDSC 105
100
TDSC 106

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!