"Bagaimana aku menjelaskan pada suamiku? berpikir Azelia, hah baiklah hanya ada satu cara walaupun cara ini memalukan biar sajalah, namaku juga sudah jelek, untuk apa aku pikirkan lagi, ia benar! ayo Azelia bergerak untuk melindungi suamimu, tunjukkan sikap Antagonis mu yang memuakkan bagi mereka."
Ratu Azelia lantas menaiki anak tangga menuju singgasana Raja Alexander.
Setelah sampai didepan suaminya, dengan santai Ratu Azelia duduk dipangkuan Raja Alexander. Sontak hal itu membuat kehebohan diruang rapat.
" Ratuku! " mata Raja Alexander membelalak, pipinya sudah sedikit merona.
Bukannya canggung Ratu Azelia malah mengedipkan sebelah matanya, setelah itu dia menciumi leher Raja Alexander dan memberikan tanda kepemilikan berwarna merah hampir kebiruan.
" Sstt, " desis Raja Alexander.
Wajahnya tersipu malu, Raja Alexander berusaha mengendalikan detak jantungnya yang mulai berdetak lebih cepat.
" Jangan nakal Ratu, disini ruang rapat istana, katakan, apa yang Ratuku inginkan ... hmm, " Raja Alexander menatap ratu Azelia dengan tatapan memuja, jemarinya mengelus lembut pipi mulus Ratu Azelia.
" Haish ... suamiku yang tampan rupawan, hati kecilku ini tidak tahan dengan pesona mu."
Disaat Raja dan Ratu saling menatap dengan tatapan memuja.
Disitu lah kedua Asisten pribadi Raja Alexander bekerja, mereka berdua mengeluarkan sorot mata iblis, menatap tajam keseluruhan orang yang hadir di ruang rapat sebagai isyarat agar mereka diam dan menundukkan kepala.
Tidak boleh menganggu apa lagi melihat momen romantis Raja dan Ratu.
" Yang mulia, Ratumu ini menginginkan tambang emas di wilayah selatan yang dimiliki Duke Albelardo, " pinta Ratu Azelia manja.
" Apa pun untuk Ratuku, " putus raja Alexander tanpa bertanya, langsung menuruti keinginan Ratu Azelia.
" Terima kasih Yang mulia, " Ratu Azelia tersenyum kemenangan dia melirik Duke Felix, wajahnya sudah menggelap menahan marah, karena rencana nya gagal untuk mendapatkan tambang emas.
" Ken, kamu dengar permintaan Ratuku, " tanya Raja Alexander pada Kenzo
" Hamba dengar Yang mulia, " ucap Kenzo patuh, dia mengerti dengan perintah yang tersirat dari pertanyaan Raja Alexander.
" Bagus. "
Whuuush
Dalam satu kedipan mata, Raja dan Ratu meninggalkan ruang rapat istana begitu saja, dengan sihir teleportasi ke kamar tidur Raja Alexander.
" Yang mulia kenapa kita ke sini. "
" Oh, tentu saja, untuk melanjutkan urusan kita tadi, " ucap Raja Alexander yang mengggoda istrinya.
" Yang mulia, jangan menggoda Ratumu ini, " ucap Ratu Azelia pura-pura kesal.
" Baiklah, aku tidak akan menggodamu lagi, suamimu ini hanya lelah dan ingin istirahat hmm. "
Segera Raja Alexander menurunkan Ratu Azelia dari pangkuannya, dia berjalan ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Setelah kepergian suaminya Ratu Azelia merasa kecewa. " Kenapa aku merasa kecewa, kenapa Suamiku tidak menggodaku lagi, dasar Alex! apa dia tidak mengerti aku ingin digoda lagi dan apa-apaan ini, dia menurunkan aku dari pangkuannya."
Setelah selesai bersih-bersih raja Alexander memakai baju kasual yang tipis, nampak lah dada bidangnya yang menambah kesempurnaan tubuh, seorang penguasa muda Kerajaan Bright dengan sejuta pesona.
Hanya orang buta saja yang tidak akan jatuh dalam pesona penguasa Bright itu.
Mata biru laut Sang Ratu membulat sempurna, bibir semerah ceri miliknya menganga.
Melihat ekspresi Sang Ratu, Sang Raja tersenyum tipis, bergerak semakin mendekati Ratu Azelia yang duduk di sofa, dekat dengan jendela kamar tidur, yang menghadap hamparan bunga mawar merah.
Cup
Raja Alexander mencium bibir semerah ceri milik sang Ratu dengan lembut.
" Sudah belum terpesonanya Ratu? " tanya Raja Alexander, yang mengedipkan sebelah matanya.
Deg
Deg
"Rajaku, jangan membuat aku kena serangan jantung, kamu sangat tampan, kapan dirimu setampan ini, apa selama ini aku memang sudah buta. "
" Ratuku, " panggil Raja Alexander lagi, karena tidak ada jawaban dari istrinya.
" Azelia, " panggil Raja Alexander lagi dan lagi.
Tidak ada jawaban dari istrinya, bagaimana mau menjawab, Sang Ratu masih tenggelam dalam pesona Sang Raja.
Raja Alexander yang mengerti keadaan istrinya, dia semakin tersenyum tampan menambah ketampanan berkali-kali lipat.
Deg
Deg
Deg
"Jantung ku, yang murahan, bisa tidak jangan berdetak terlalu cepat, jangan tersenyum lagi Yang mulia, karena kalau tidak dihentikan, aku akan menjadi orang yang egois, yang tidak akan mengijinkan mu dilihat oleh siapapun, Yang mulia jangan tersenyum untuk orang lain ya, tersenyum lah hanya untukku ia."
" Ia tentu saja ... sayang, apa pun untuk Ratuku, " Raja Alexander menjawab isi hati Ratu Azelia.
" Hah ... apa Yang mulia tau keinginanku? " Ratu Azelia tersipu malu, setelah mendengar jawaban suaminya, yang seperti tau akan isi hatinya.
" Tentu saja ... sayang! " Raja Alexander kembali memanggil istrinya, sayang.
"Eh tunggu! apa tadi Yang mulia memanggil aku sayang ... sayang aahhhhhhh, "pekik Ratu Azelia kegirangan didalam hati.
Wajah Ratu Azelia kini sudah semerah tomat.
" Kenapa wajah Ratuku memerah, apa Ratuku sakit? " goda Raja Alexander yang pura-pura tidak peka.
Wajah Ratu Azelia semakin memerah saja.
" Yang mulia! " Ratu Azelia sedikit berteriak menyembunyikan rasa malunya.
" Hahaha, " tawa Raja Alexander terdengar merdu, matanya menyipit.
" Suamiku jangan tertawa, aku sudah mal- "
Cup
Raja Alexander melumat bibir semerah ceri milik Sang Ratu yang menggoda iman.
Serangan mendadak Raja Alexander membuat mata Ratu Azelia membulat sempurna, namun didalam hati Sang Ratu memekik bahagia, dia membalas ciuman hangat Raja Alexander dengan lebih menuntut dan lidah Sang Ratu bergerilya di mulut suaminya.
Pertahanan Raja Alexander mulai goyah, dirinya mulai diselimuti kabut hasrat.
"Azelia berhenti, aku sudah tidak bisa menahan hasrat ku untuk memiliki dirimu seutuhnya."
Dengan berat hati Raja Alexander menyudahi ciuman panas mereka.
" Ratu jangan menggodaku, nanti ada yang terbangun, " Raja Alexander menahan hasrat nya mati-matian.
Bagaimana tidak! selama enam tahun pernikahan Ratu Azelia masih tetap perawan, karena Sang Raja tidak pernah menyentuh Sang Ratu.
Tidur bersama saja, baru beberapa waktu ini, mereka lakukan.
" Yang mulia, " Ratu mengusap bibir Raja Alexander dengan ibu jarinya, dia masih ingin merasakan manis dari bibir sensual, yang baru saja membuat hatinya berdesir, dipenuhi ribuan kupu-kupu.
Gelenyar- gelenyar aneh yang baru dia rasakan, membuatnya dipenuhi hasrat yang menggelora, meski takut tapi Ratu Azelia tetap memberanikan diri, untuk menjadi seorang istri seutuhnya.
Siap tidak siap, dia harus menjalani tugasnya, karena waktu yang telah diberikan oleh Raja Alexander sudah terlalu lama, enam tahun bukan waktu yang singkat.
"Di kehidupan lalu, sampai mati pun aku tidak melakukan tugas ku sebagai seorang istri, di kehidupan kedua aku akan menjalankan tugas ku sebagai seorang istri, aku tidak boleh lagi, mengulangi kesalahan yang sama."
Karena mengingat kematian suaminya dan penyesalannya, membangkitkan sifat dominan dari Ratu Azelia.
" Suamiku, istrimu ini juga menginginkanmu, bisakah kita, " Ratu Azelia menjeda sambil mengedipkan sebelah matanya.
Mendengar rayuan Ratu Azelia, membuat Raja Alexander terkejut sekaligus juga bahagia.
" Ratu be- "
"Yang mulia, jangan membuang waktu, ayo kita mulai ... hehehe."
Ratu Azelia menarik tangan Raja Alexander dan mendorong tubuh tegap suaminya hingga jatuh telentang diranjang empuk, yang sebentar lagi akan menjadi saksi, dari panasnya cinta kedua orang paling berkuasa di Kerajaan Bright.
Kini Ratu Azelia duduk diatas bagian inti suaminya, jemari lentiknya mulai membuka kancing kemeja Raja Alexander satu persatu, hingga nampak lah dada bidang dan otot -otot perut Raja Alexander yang menggoda iman.
"Wow ... aku tidak menyangka, tubuh bagian atas suamiku seindah ini, bagaimana bagian intinya ... hehehe. "
Setelah melihat keindahan tubuh Raja Alexander, Ratu Azelia kini menjadi lebih beringas bahkan hampir merobek baju suaminya.
Tubuh bagian atas Raja Alexander kini sudah polos, raut wajah Ratu Azelia sudah berubah menjadi mesum, dia ingin segera melumat habis Raja Alexander.
" Ratu ... tunggu! " ucap Raja Alexander yang terkejut dengan tingkah istrinya, Raja perkasa itu kini terlihat seperti pria polos yang akan diambil kepolosannya.
" Ratu. "
" Sstt, " desis Raja Alexander, karena Ratu Azelia menggigit-gigit lehernya.
Leher mulus Sang Raja dipenuhi tanda kepemilikan, berwarna merah bahkan ada yang sampai kebiruan.
Ratu Azelia yang belum puas, memberikan tanda kepemilikan kembali mengigit.
" Ratu ... ahh."
" Sst. "
" Ahh ... Ratu ... ahh. "
Kini leher, kuping, dada sampai ke perut, terdapat tanda kepemilikan dari Ratu Azelia, yang mewarnai tubuh sempurna Raja Alexander.
Setelah puas dengan hasil karyanya Ratu Azelia turun dari tubuh suaminya.
" Suamiku, aku lelah mari kita tidur, " goda Ratu Azelia manja.
" Heh, tidur! " Raja Alexander terkekeh.
"Setelah puas mewarnai tubuh bagian atas ku, dengan banyak tanda kepemilikan, bahkan bagian inti ku juga sudah berdiri tegak dari tadi, Ratuku ingin mengakhirinya begitu saja ... jangan harap!"
" Jangan mempermainkan seorang Raja, wahai Ratu Bright, terlebih lagi seorang suami, bertanggung jawablah sampai akhir sayang hmm. "
" Aaahhh, " jerit Ratu Azelia.
Karena Raja Alexander berbalik menindih Ratu Azelia, dibawah kungkungan tubuh tegapnya.
" Siap menanggung akibatnya Ratu, " Raja Alexander menyeringai.
Glek
Dengan susah payah, Ratu Azelia menelan ludahnya.
Bersambung....
Jangan lupa like, komen, subscribe dan vote nya, kalau diberi hadiah Author juga enggak nolak 😁😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
MommyRea
aku senyum senyum sendiri ini... atau ada yang ikutan senyum ingat Pak su...
2025-02-10
1
YuWie
lepas perjaka dan perawan nih ceritanya...hihihi
2025-01-04
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bakal unboxing nih 🤭🤭
2025-03-31
1