Di luar kota wei terlihat retakan ruang dan tiba tiba muncul satu pemuda tampan sedang keluar dari retakan ruang itu,
Ya dia adalah Lin Chen dengan mata tajamnya seakan akan bisa membunuh apapun dari matanya,
Lin chen langsung mengeluarkan sayapnya agar sampai di kota perbatasan,,
Perbatasan antara kota wei dan kota kekaisaran gu, bukan seperti perbatasan sebelumnya, jika perbatasan yang sebelumnya hanya sebuah monumen, perbatasan kota wei dan kota kekaisaraan gu itu adalah sebuah kota kerajaan Wu,
Saat Lin chen melesat dia merasakan dua mahkluk tua mengikutinya, dia mengerutkan keninganya dan tersenyum saat dia tahu siapa yang sedang mengikutinya, setelah itu Lin chen langsung menghilang dari pandangan kedua itu,
Kedua orang yang mengikuti Lin chen berhenti lalu mencari kemana targetnya itu menghilang,
"Ye zun kemana anak itu pergi?" Tanya salah satu dari mereka,
Tetua Ye zun mengelengkan kepalanya, namun saat hendak berkata tiba tiba punggungnya terasa dingin, dia kemudian mengalihkan pandangnya ke belakang,
Saat dia melihat kebelakang, dia melihat pemuda tersenyum ke arahnya lalu
Swooooosssshhh
Duuuuaaaarrr
"Uhhuuk" tetua Ye zun terkena serangan mendadak dari Lin chen memuntahkan seteguk darah segar,
"Bocah apakah kau hanya bisa menyerang kami secara diam diam?" Tanya salah satu sosok yang bersama tetua ye zun,
Lin chen tersenyum mendegar ocehan orang tua itu, "Apakah anda sudah tua makanya anda menjadi bodoh seperti ini? Apakah dalam pertarungan segala cara tidak di perbolehkan? Sungguh orang tua yang begitu bodoh sangat bodoh yang pernah aku jumpai" Lin chen mencoba memprovokasi orang tua itu,
Orang tua itu yang mendengar provokasi yang di berikan Lin chen untuk dirinya, tiba tibanya wajahnya merah padam aura membunuh keluar dengan sangat derasnya,
Melihat sahabatnya itu terprovokasi Ye Zun mencoba untuk meperingatinya, "Duan Lu hati hati fisik bocah sangay kuat, Uhhuk, Uhhuk" teriak ye zun sambil mencoba menyeimbangkan tubuhnya,
"Ye Zun jangan samakan aku dengan dirimu, itu hanya serangan akibat kau lengah" ucap Duan lu yang tidak percaya dengan perkataan temanya itu, dia langsung melesat menuju ke arah Lin Chen,
Lin chen juga melesat dia hanya menggunakan kekuatan fisiknya,
Swwwoooossshh
Duuaaarrrr
Krakk
Krakkk
"Aarrgghhhh, tanganku" teriak Duan lu sambil memangin tanganya yang sudah tidak berbentuk lagi,
Duan Lu yang tadinya sangat percaya diri seketika percaya dirinya runtuh akibat beradu pukulan oleh Lin chen,
"Haha, orang tua bodoh jika ada yang menasehatimu di kehidupan selanjutnya sebaiknya kau dengarkan dan jangan keras kepala, selamat tinggal jadilah orang baik di kehidupan selanjutnya" Ucap Lin chen menghilang dan muncul di belakang duan Lu,
Duan lu yang tidak sigap saat serangan mendadak yang diberikan oleb Lin chen akhirnya dia mati dengan jantung yang sudah ancur,
Ye zun yang melihat teman lamannya mati itu seketika bergerar tubuhnya " D-duan Lu mati? Dia susah berada di Soul transformation Puncak mati dengan satu pukulan?" Ucap Ye zun tak percaya dengan apa yang ia lihat,
Lin chen mengalihkan pandanganya menuju tempat Ye zun lalu tersenyum menyeramkan,
Ye zun yang merasa ditatap Lin chen dia mulai menatap pemuda itu namun tiba tiba tubuhnya bergetar hebat saat melihat senyum yang ditunjukan Lin chen,
Ye zun bangkit lalu bersujud "T-tuan muda, orang bodoh ini salah, T-tuan muda mohon ampunan untuk nyawa orang tua ini" ucap Ye zun memohon pada Lin Chen,
Lin Chen tidak menjawab dengan kata namun dia menjawab dengan sebuah pedang hitam yang sudah mempisahkan kepala Ye zun dari tububnya,
"Pedang jelek apakah kau senang mendapatkan hadiah pertemuan kita selama 200 tahun?"Ucap Lin chen pada pedangnya, lalu pedangnya itu merespon dengan bergerak gerak tanda bahwa pedang itu menerima dengan senang hati,
Lin chen mengambil cincin menyimpanan kedua orang itu lalu membakar mayat mereka menjadi abu, lalu Lin Chen mengeluarkan sayapnya lalu terbang menuju kota kerajaan yang merupakan perbatasaan,
--
Di tempat lain di sebuah aula kekaisaran,
"Sialan! siapa yang membunuh pionku di alam rendah?" Ucap pria paruh baya dengan tangan mengepal dan mengeluarkan aura tekenannya,
Seketika, orang yang berada di aula itu tertekan dan susah bernafas di antara mereka ada jendral dan para tetua kekaisaran,
"Kaisar tolong redahkan amarahmu, kami semua bisa terbunuh oleh aura penindasan yang kaisar keluarkan" Ucap salah satu jendral memberanikan dirinya untuk berucap,
Kaisar itu melirik ke arah orang orang yang berada di aula itu lalu menghela nafasnya, dia langsung menarik kembali aura membunuhnya, "Kirim beberapa ahli suruh mereka turun ke alam rendah dan suruh mereka selidiki siapa yang membunuh pionku untuk mengintai seseorang," ucap kaisar lalu mulai turun dari kursi kaisar dan menuju kediamannya
"Baik yang mulia kaisar" ucap para tetua dan jendral,
---
Balik ke posisi Lin Chen,
Lin chen sedang beristirahat di kedai kota kerajaan, dia sudah sampai dua jam yang lalu,
"Ini terlalu jauh, mungkin aku harus pergi kesekte dahulu menyelesaikan pendaftaran lalu pergi untuk mendatangi sahabat lamaku," gumam Lin chen sambil memasukan peta tempatnya temannya tersegel itu,
"Lebih baik aku berangkat menuju kota kekaisaraan, sekarang sebelum waktu semakin sore" lanjut nya lalu mulai keluar dari kedai tempatnya beristirahat,
Lin chen jalan menunu gerbang kota,
Setelah beberapa menit berjalan dia akhirnya sudah keluar dari gerbang kota lalu mulai terbang kembali menuju kota selanjutnya,
Semakin tinggi ranahnya semakin terlihat bentuk sayal yang indah dan menawan itu,
Lesatan demi lesatan Lin Chen lalui,
Selama terbang Lin chen tidak menemukan hal aneh,
[ Ding! Peringatan orang alam menegah sedang menuju alam yang tuan tempati, orang itu akan sampai dalam waktu dua hari harap tuan berhati hati ]
Tiba tiba suara sistem muncul di benak Lin chen,
Lin chen hanya mengangguk mendengar itu dia tidak panik sama sekali toh alam ini punya hukum yang bisa menekan ranahnya hingga mencapai batasan yaitu ranah HOLY puncak,
--
Sore berganti malam di depan gerbang kota kekaisaran ada seseorang pemuda, yang sedang menuju pintu masuk,
Ya dia adalah Lin Chen, "setelah memakan waktu empat jam dalan perjalanan akhirnya aku sampi juga," gumam Lin Chen,
"Hei kamu bocah, tunjukan token dan bayar uang masuk sebesar 6 koin emas," Ucap penjaga gerbang dengan nada sombong saat melihat baju lusuh Lin Chen
Lin chen hanya mengelengkan kepalanya, lalu menunjukan token sekte pedang langit, Melihat itu penjaga seketika bergetar ketakutan,
{ NANTI ADA BAB SUSULAN DI JAM 5 SUBUH,
DI JAM 9 MALAM AUTHOR BAKAL UPDATE BAB LAGI MUMPUNG AUTHOR LAGI LIBUR NANTI AUTHOR BUAT KEJUTAN BUAT KALIAN }
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Jumadi 0707
mantap thor
2024-06-24
0
Jimmy Avolution
lanjut
2024-06-17
0
LaysDH
AUTHOR Tidak akan up pada jam 5 subuh, namun thor akan up disertai oleh cerita yang akan mengejutkan kalian dan sekaligus crazy up, Jangan lupa kasih rating di buku ini terima kasih 🙏🏻
2024-06-15
4