Kali ini kania benar benar tak bisa menahan emosi nya lagi, ia tak terima dengan ucapan Elbra yang mengatainya bayaran om om.
Hal itu cukup membuat Elbra terdiam, baru kali ini kania berani melawan nya, setelah puas melampiaskan emosinya, Kania dan Yesi pun pergi meninggalkan Elbra yang kini terdiam sambil memegang pipi nya yang memerah karena di tampar oleh Kania.
"Baru kali ini cewek bodoh itu melawan, tapi boleh juga tamparan nya, lain kali gw harus memancing emosi nya lebih dalam." Bukan nya kapok, Elbra malah bertambah semangat untuk menjahili Kania, entah apa yang ada di otak Elbra, hingga ia berpikir seperti itu.
Skip.
Sepulang nya dari sekolah....
"Assalamualaikum...Kania pulang,"ucap Kania memberi salam sembari membuka pintu rumah nya yang tak terkunci.
"Wa'alaikumsalam.. bagaimana sekolah nya non?,"tanya bibi [ART] sambil mengambil tas sekolah Kania lalu membawa nya untuk menaruhnya di kamar Kania.
"Yah begitulah, Bi, orang yang selalu menggangguku di sekolah tak pernah berhenti membully ku, bahkan hari ini aku telah menghabiskan uang sebanyak 3 JT lebih karena orang itu, tapi mau bagaimana lagi bi, dia tak akan berhenti mengganggu ku, entah sampai kapan." Jawab Kania menceritakan bagaimana hari nya di sekolah.
"Kenapa nona gak lapor saja Sama bunda, agar orang itu tak mengganggu nona lagi." Ucap bibi memberi saran.
"Gak bisa bi, orang yang selalu gangguin aku itu anak nya pemilik sekolah ku."jawab Kania.
"Tapi non, ibu bibi dulu selalu bilang ke bibi, selama kita benar jangan takut, tapi bibi gak tau juga non, zaman sekarang kan yang berkuasa selalu menang."ucap bibi mengingat pesan ibu nya saat zaman ia masih kecil.
"Iya bibi benar, yang berkuasa selalu menang, tapi aku yakin kok bi, yang maha pencipta tak mungkin diam melihat kelakuan orang tersebut." Jawab Kania Sangat yakin bahwa suatu saat nanti, pasti ada balasannya untuk Elbra.
"Nona yang kuat ya non, jangan pendam sendiri jika nona punya masalah, bibi siap kok dengerin dan bantu nona cari solusi."ucap bibi yang sangat memahami sikap Kania yang sering memendam semua masalah nya sendiri.
"Makasih banyak bi...tapi aku mohon sama bibi, tolong jangan kasih tau bunda semua masalah Kania ya bi, Kania gak mau bunda banyak pikiran, apalagi sekarang bunda punya niatan pengen nikah lagi, kalo bunda tau masalah ini, pasti bunda gak akan berfokus ke nikahan nya."
Ucap Kania yang tak ingin membebankan pikiran bunda nya.
"Siap non, bibi usahakan semaksimal mungkin, nyonya gak akan tau masalah nona Kania." Jawab bibi dengan senyum mata sipit nya.
"Bibi lucu deh kalo lagi senyum."ucap Kania.
"Hahaha."mereka pun tertawa bersama.
...----------------...
Di kamar Kania.....
Kini Kania baru selesai mandi sore, sekarang jam dinding kamar Kania telah menunjukan pukul 17:45.
Kania telah rapi dengan memakai baju tidur berwarna pink nya, ia sudah selesai mengambil air wudhu, untuk bersiap mengerjakan sholat Magrib nya, ia menunggu adzan Maghrib sambil memandangi langit sore yang begitu indah dari jendela kamarnya.
"Begitu indah nya ciptaan mu ya Allah, aku begitu kagum melihat langit yang begitu indah ini, aku jadi teringat impian masa kecil ku, dulu aku pernah bermimpi ingin memakan awan yang ada di langit sore, Karena awan itu terlihat cantik dan sepertinya empuk, hahaha pikiran masa kecil ku sangat random ternyata." Ucap Kania merasa sedikit geli ketika mengingat impian masa kecil nya.
Beberapa menit kemudian, adzan Maghrib pun mulai terdengar, pertanda waktu magrib telah tiba. Kania pun duduk di atas sajadah nya, ia telah menggunakan mukena, ia terlihat sangat cantik jika menggunakan mukena, namun jarang yang bisa melihat wajah cantik Kania ketika menggunakan mukena.
Hanya bibi, bunda dan almarhum sang ayah saja yang pernah melihat betapa cantiknya Kania yang memakai mukena saat sholat.
Setelah adzan Maghrib Telah selesai, Kania pun melaksanakan sholat Maghrib nya, sehabis sholat Kania membiasakan dirinya untuk membaca Al Qur'an, agar ia tak merasa jauh dari agama.
Zaman sekarang memang banyak yang ber agama Islam, namun tak semuanya benar benar umat Islam, ada yang Islam KTP, ada juga yang mengaku Islam karena keturunan nya Islam, namun tak menjalankan kewajiban nya sebagai umat Islam, dan berbagai jenis lain nya.
Kania memang terlahir di keluarga yang umum, keluarga yang tak terlalu mengenal agama, namun kania sangat suka membaca buku, hingga ia mengerti sebegitu pentingnya agama dalam kehidupan, hingga ia memutuskan untuk mengenal agama lebih dekat, walau ia terlambat menyadari nya, namun tak ada kata terlambat untuk bertaubat.
Skip.
Pukul 19:20
Bunda Kania belum pulang juga, Kania berpikir mungkin hari ini bunda nya sedang lembur, makanya belum pulang, namun yang Kania pikirkan itu salah, tiba tiba Kania mendapatkan telpon dari bunda nya.
Pembicaraan di telepon
"Assalamualaikum, Kania." Ucap syakia memberi salam pada putri kesayangan nya
"Wa'alaikumsalam, bunda." Ucap Kania Menjawab salam dari bunda tercintanya.
"Kania, hari ini bunda mau ngajakin kamu bertemu sama calon ayah baru kamu nak, kamu mau tidak, Kania?." Tanya syakia.
"Kapan Bun?."tanya Kania balik.
"Jam 20:30 nak, di resto ****."Jawab syakia memberi alamat tempat pertemuan nya nanti.
"Kira kira lama gak ya Bun?." Tanya Kania, ia takut pulang malam, Karena ia harus tidur lebih awal, agar tak mengantuk ketika di sekolah.
"Tidak nak, hanya sebentar kok." Jawab syakia.
"Baiklah Bun, Kania nanti pasti datang." Ucap Kania yang sudah memutuskan untuk datang ke acara pertemuan calon ayah baru nya.
"Makasih sayang, hati hati ya nanti, ingat bilangin ke pak Irwan, cari jalan yang rame, jangan lewat jalan sepi."ucap syakia memperingati supir Kania untuk cari jalan yang rame, agar lebih aman.
"Siap Bun, pasti Kania bilangin ke pak Irwan." Jawab Kania.
"Ya sudah, bunda mau lanjut ke salon dulu ya, assalamualaikum nak." Ucap syakia memberi salam lalu mematikan telepon nya secara sepihak.
...----------------...
"Wah bunda ke salon, kayaknya bunda mau tampil cantik di depan calon suami, bunda kayak ABG aja, haha." Ucap Kania sedikit tertawa.
Skip.
Sesampainya di restoran ****
Kini Kania telah sampai di lokasi yang bunda nya bilang tadi, dan Kania sedang berada di depan restoran tersebut, ia belum ingin masuk karena ia belum mengetahui nomer meja bunda nya.
"Nomer meja bunda yang mana ya, waduh aku lupa lagi nanyain nomer meja nya." Gumam Kania bingung, karena ia tak tau di mana meja bunda nya.
Kania pun ingin mengabari bunda nya, untuk menanyakan berapa nomer meja bunda nya, namun tiba tiba...
"Kamu...,"ucap Kania kaget ketika melihat seseorang yang mengambil hp nya tanpa bersalah.
continued.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Nendah Wenda
pasti elbrayang ambil hpnya
2024-06-22
1
💞Eli P®!w@nti🐼🦋
🐠🐠untukmu
2024-06-15
1
💞Eli P®!w@nti🐼🦋
pasti si elbra!!! jitakin aja kania 😆
2024-06-15
2