⋅•⋅⊰∙∘ CHAPTER THREE ∘∙⊱⋅•⋅
Shaka Raja Aldrin
Tenang, lo pasti baik-baik aja
Clara Athanasia Kariella
Jaa... Hiks, jangan kayak gini...
Clara benar-benar tidak sanggup melihat Raja yang tidak bisa menerima fakta tentangnya
Clara hanya diam dan melihat Raja yang menutupi luka nya menggunakan sapu tangan miliknya
Clara Athanasia Kariella
Lo harus janji sama gue, kalau gue berubah... Bunuh gue Jaa... Gue mau lo bunuh gue sebelum gue nyakitin lo sama yang lain...
Clara Athanasia Kariella
Mau gimanapun lo gak bisa terus menolak fakta Jaa... Gue udah terinfeksi... Anak-anak gak akan bisa nerima gue
Shaka Raja Aldrin
Lo jangan lupa kalau mereka temen-temen lo juga Raa... Mereka pasti bisa nerima lo
Clara Athanasia Kariella
Raja... Gue takut...
Shaka Raja Aldrin
Gak usah takut... Gue selalu bersama lo...
Clara Athanasia Kariella
//batin: Raja... Gue mohon jangan kayak gini, gue tambah takut...
Shaka Raja Aldrin
Lo harus janji ke gue buat jangan ngungkit masalah ini lagi, janji?
Clara menatap jari kelingking Raja dan menatap mata Raja
Clara Athanasia Kariella
//batin: Tapi entah kenapa Jaa.. Gue selalu tenang disamping lo...
Clara Athanasia Kariella
Okey... Gue janji
Shaka Raja Aldrin
Ayo... Yang lain udah nungguin kita, setelah sampai di aula kita jelasin ke anak-anak yang lain
Clara hanya diam dan pasrah ketika Raja menarik tangannya menuju lorong sebelah, kelas IPA¹ adalah kelas Zais sedangkan IPA² kelas Alice dan Nettha
Shaka Raja Aldrin
Kamu jangan pergi sendirian lagi... Jangan sampai tangan kita terlepas...
Clara Athanasia Kariella
Iyaaa.... Cerewet banget sih, yang lain udah pada nungguin
Clara benar-benar tidak menyangka akan perubahan sikap Raja, padahal baru beberapa menit yang lalu dia masih pria dingin yang tidak peduli akan keberadaannya
Clara Athanasia Kariella
Maaf... Setelah ini gue bakal jelasin soal waktu itu
Ucap Clara yang membuat Raja menoleh kearah nya
Shaka Raja Aldrin
Kalau lo belum siap, gue bisa nunggu kok
Shaka Raja Aldrin
*mengusap kepala Clara
Shaka Raja Aldrin
Seharusnya gue yang minta maaf, gue berlebihan sampai bikin lo nangis
Clara Athanasia Kariella
Shhtt.... Udah jangan ngomong lagi, kita turun sekarang
Elang Dirgantara Saka
Lama banget kalian!
Shaka Raja Aldrin
Sorry tadi banyak zombie di tangga, jadi kami harus ngurus mereka sebentar
Nettha Aurelie Aghata
Widih.... Tanda-tanda udah baikan nih!
Nettha menatap ke arah tangan Raja dan Clara yang saling bertautan
Clara Athanasia Kariella
Apaan sih Neth... Mending diam lo!
Alice Ellizabeth Alvarez
Udah! Sebaiknya kita berangkat sekarang sebelum hujan reda
Shaka Raja Aldrin
Hati-hati...
Elang Dirgantara Saka
Lo masuk, terus istirahat duluan. Pasti kalian lelah karena berhadapan zombie di atas
Raja dan Clara hanya mengangguk menanggapi perkataan Elang
Mereka menatap kepergian teman-teman mereka
Raja melirik kearah Clara yang menatap teman-temannya dengan tatapan yang sendu
Shaka Raja Aldrin
*mengeratkan pegangan nya
Clara Athanasia Kariella
*menoleh
Shaka Raja Aldrin
Mereka pasti bisa nerima fakta tentang lo, Raa...
Alice Ellizabeth Alvarez
Banyak zombie di kantin, kita harus gimana sekarang?
Zais Dirgantara Saka
Mau ke gudang dulu?
Alice Ellizabeth Alvarez
Jangan! Kalau ke gudang dulu kita harus berhadapan dengan zombie yang ada di luar
Zais Dirgantara Saka
*menyentil dahi Alice
Alice Ellizabeth Alvarez
Akh!
Zais Dirgantara Saka
Justru kita harus ke gudang dulu buat ambil senjata, lagian kita mau lewat jendela kelas 10 BHS⁴
Zais Dirgantara Saka
Kalau kita lewat sana, kita udah ada di depan pintu gudang olahraga
Zais Dirgantara Saka
Mengingat letak gudang olahraga yang berada di belakang sekolah, pasti kita harus lewati lapangan kalau lewat luar
Alice Ellizabeth Alvarez
Okey, gue ngerti. Jadi lo mau lewat kelas Bahasa disana buat jalan pintas?
Zais Dirgantara Saka
Iya, bersyukurlah kita karena kelas BHS⁴ dekat sama gudang
Alice Ellizabeth Alvarez
Okey, kita kesana sekarang
Alice menarik tangan Zais menuju kelas 10 BHS⁴ yang berada di lorong berbeda dengan kantin
Jika mereka lewat luar, maka mereka akan melewati lorong yang sama dengan kantin
Tapi mengingat para zombie ada diluar karena suara hujan membuat mereka memilih jalan pintas
Walaupun membuat mereka harus berjalan jauh nantinya ke kantin, itu lebih baik daripada mereka harus melawan para zombie menggunakan tangan kosong
Alice Ellizabeth Alvarez
Ini kita mau ngambil apa aja?
Zais Dirgantara Saka
Barang yang berguna
Alice Ellizabeth Alvarez
Ishh... Gue tahu! Tapi yang mana?
Zais Dirgantara Saka
Tongkat bisbol di depan lo
Alice Ellizabeth Alvarez
Sama sarung tangannya?
Zais Dirgantara Saka
Hmm...
Alice Ellizabeth Alvarez
Ck, kumat kan
Alice merungut sebal melihat sifat dingin Zais kembali. Dia benar-benar heran dengan perubahan sahabatnya sejak mereka duduk di bangku SMA
Alice Ellizabeth Alvarez
E-eh? Lampunya kok tiba-tiba mati?
Alice Ellizabeth Alvarez
Zaa... Zais? Lo jangan nakut-nakutin gue, ya
Alice Ellizabeth Alvarez
Gue tau lo selalu ngejahilin gue kayak gini waktu kecil. Lo pikir gue takut?
Alice Ellizabeth Alvarez
Zaa? Zais..? Zais?! Lo dimana?!!
Alice Ellizabeth Alvarez
Gue memang gak takut kalau mati lampu, tapi gue takut kalau lo gak ada!
Alice Ellizabeth Alvarez
Zais?!!
Alice benar-benar panik ketika merasa kehadiran Zais tidak dapat ia rasakan. Ia benar-benar takut merasakan hal yang sama lagi
Alice memang tidak takut akan kegelapan, karena yang ia takutkan hanyalah
Alice Ellizabeth Alvarez
Zais! Lo kalau bercanda jangan keterlaluan, gue bener-bener gak suka sama candaan lo!!!
Alice Ellizabeth Alvarez
Akh sial!
Lampu hidup kembali, membuat Alice segera mencari keberadaan Zais di sekitarnya
Ia mengumpat kesal, ketika hanya melihat tumpukan barang saja
Sampai sesuatu yang terlihat membuat dia memicingkan penglihatan nya
Alice Ellizabeth Alvarez
Zais!!!
Alice berlari begitu melihat sebuah tangan yang dipenuhi darah tergeletak di tanah
Awalnya ia pikir itu hanyalah zombie yang telah mati, tapi begitu melihat jam yang berada di tangan nya membuat nya terkejut setengah mati
Alice berlari ke pojok ruangan begitu ia yakin itu adalah jam tangan Zais
Alice Ellizabeth Alvarez
Zais!!! Zais! Zais bangun! Hey!
Alice membawa kepala Zais ke pangkuannya, ia melihat darah yang mengalir dari luka Zais
Ia membuka perban nya dan terlihat kalau luka Zais sudah infeksi
Alice Ellizabeth Alvarez
Sialan! Badannya panas...
Alice Ellizabeth Alvarez
Zais...
Zais Dirgantara Saka
Ukh...
Zais Dirgantara Saka
*menatap mata Alice
Zais Dirgantara Saka
Kenapa...?
Zais Dirgantara Saka
*lirih
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo... Lo yang bikin gue nangis...
Alice Ellizabeth Alvarez
*memeluk Zais
Alice Ellizabeth Alvarez
Jangan hilang... Jangan pergi lagi... Walaupun banyak hal-hal yang mengerikan di luar sana, tetap aja hal yang paling gue takutin itu lo....
Alice Ellizabeth Alvarez
Jangan hilang lagi Zaa....
Zais terdiam, ia benar-benar tertegun dengan yang dikatakan oleh Alice. Ia tidak menyangka bahwa Alice benar-benar terpukul dengan kejadian saat itu
Zais Dirgantara Saka
Gue gak akan kemana-mana.... Lagian gue mau kemana kalau ada disini ada lo?
Alice melepas pelukannya, ia menatap Zais yang kini melemparkan senyuman kearahnya
Alice tidak bisa bohong jika kini hatinya menghangat ketika mendapatkan senyum itu
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo masih kuat? Kalau gak kuat kita langsung balik aja ke aula biar luka lo diobati dulu
Zais Dirgantara Saka
Gak usah... Gue masih sanggup...
Zais Dirgantara Saka
Tadi kepala gue pusing, terus luka gue kebuka lagi
Zais Dirgantara Saka
Tapi sekarang mendingan... Jadi lo jangan khawatir. Kita masih harus ngambil makanan
Zais Dirgantara Saka
Kayaknya gue masih sanggup
Alice Ellizabeth Alvarez
Kalau lo gak kuat jangan dipaksa Zaa...
Zais Dirgantara Saka
*senyum
Zais Dirgantara Saka
Ada lo... Gue pasti bisa
Zais Dirgantara Saka
Ayo, bantu gue bangun
Alice membantu Zais untuk bangkit. Merasa barang yang mereka butuhkan telah cukup, mereka pergi dengan Alice yang membantu Zais berjalan
Zais Dirgantara Saka
Gue alihin perhatian mereka ke sudut lorong itu
Zais menunjuk lorong yang berlawanan dengan arah aula, sehingga saat mereka pulang tidak akan berhadapan dengan zombie
Alice Ellizabeth Alvarez
Mau pakai apa lo buat alihin perhatian mereka?
Zais mengangkat tongkat besi yang ia temukan
Alice Ellizabeth Alvarez
Tapi UKS ada di lorong itu
Zais Dirgantara Saka
Lo tenang aja, bang Elang bilang dia ke UKS lantai 2 karena disana lebih lengkap
Mendengar perkataan Zais membuat Alice bernapas lega. Ia mengkhawatirkan jika saja ada Elang dan Nettha di lorong itu mungkin mereka akan terjebak karena Zais ingin memancing para zombie ke arah lorong yang kebetulan UKS ada di sana
Alice Ellizabeth Alvarez
Okey, setelah lo pancing mereka, gue bakal ngambil makanan. Lo diem disini, keadaan lo gak memungkinkan buat lo bisa lari nantinya
Alice Ellizabeth Alvarez
Hati-hati
Zais mulai melemparkan tongkat yang ia pegang sejauh mungkin agar para zombie jauh dari lokasi mereka dan Alice bisa mengambil beberapa makanan untuk hari kedepannya
Zais Dirgantara Saka
Hati-hati Ell...
Zais menatap kearah Alice yang kini mulai memasuki area dapur untuk mengambil beberapa makanan
Disaat Zais memperhatikan Alice yang sudah masuk ke dapur membuatnya semakin cemas ketika melihat ada beberapa zombie di dalamnya
Mungkin Alice tidak menyadari, tapi Zais dapat melihat ada seseorang yang mencoba untuk memukul Alice dari belakang
Melihat hal itu membuat Zais berlari ke arah kantin, dan memasuki area dapur
Zais Dirgantara Saka
Elly!!!
Human¹
*mengangkat tongkat besi
Alice Ellizabeth Alvarez
Za-zais...
Zais Dirgantara Saka
Shhtt... Lo-
Zais merasa sakit yang luar biasa di kepalanya. Zais menatap penuh kebencian kepada orang yang berada dihadapan nya saat ini
Zais Dirgantara Saka
Kayaknya dendam lo masih ada...
Human¹
Lo pikir gue bisa ngelupain hal yang pernah lo lakuin ke gue?
Human¹
Kalian udah bikin gue malu di hadapan para siswa bahkan direktur sekolah ada disana waktu itu!!!
Human¹
Lo pikir dendam ini bakal hilang hanya dalam jangka setahun?
Human¹
Dengan lihat muka kalian aja udah bikin dendam gue semakin besar
Zais Dirgantara Saka
Oh... Jadi mau lo sekarang apa?
Alice melirik ke arah Zais yang terlihat sedang tidak baik-baik saja
Alice Ellizabeth Alvarez
Zais... Mending kita-
Human¹
Gue mau lo berdua mati!!! Lagian dunia udah hancur! Gue gak akan masuk penjara karena udah bunuh kalian. Tapi...
Human¹
Setelah dipikir-pikir kalian bakal mati walaupun bukan gue yang bunuh kalian
Zais waspada ketika orang dihadapan nya mendorong meja sehingga menimbulkan suara yang begitu keras hingga terdengar di seluruh penjuru sekolah
Human¹
Hahaha.... Selamat tinggal
Siswa yang sepertinya teman satu angkatan dengan Zais itu bergegas pergi setelah memancing para zombie ke arah dapur
Zais Dirgantara Saka
Sialan... Lo pergi duluan...
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo gila?!! Kepala lo baru aja dipukul pakai besi sama orang yang dendam ke kita!! Dan lo mau mancing mereka sendirian?!
Zais Dirgantara Saka
Seenggaknya gue masih bisa nyelamatin lo, Elly!!!
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo juga ngelakuin hal yang sama 13 tahun yang lalu Zais!!!
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo hilang karena nyelamatin gue!!!
Alice Ellizabeth Alvarez
Elly? Gue udah lama gak denger nama itu lagi... Semenjak lo hilang Zais!!!
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo pikir gue bisa hidup tenang setelah gue tau lo hilang karena nyelametin gue?!!
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo selalu nyelamatin gue!!! Bahkan lo selalu terluka karena gue!!!
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo udah janji gak akan pergi kemana-mana! Lo pikir gue gak tau kalau lo mau pergi lagi!!!
Alice Ellizabeth Alvarez
Kali ini aja Zaa... Hiks... Kali ini aja lo dengerin gue... Gue bener-bener takut kehilangan lo lagi...
Alice Ellizabeth Alvarez
Gue gak takut sama zombie-zombie sialan ini, karena yang gue takutin itu lo gak ada di samping gue buat lawan mereka!!!
Alice Ellizabeth Alvarez
Gue mohon... Hiks... Gue bener-bener mohon sama lo Zaa...
Zais Dirgantara Saka
*membawa Alice kedalam dekapannya
Alice Ellizabeth Alvarez
*mengeratkan pelukannya
Alice Ellizabeth Alvarez
Jangan tinggalin gue sendirian... Tanpa lo gue gak akan bisa hidup sampai sekarang...
Zais terbungkam... Ia benar-benar tidak menyangka dampak dari kejadian 13 tahun yang lalu begitu besar bagi mental Alice
Zais Dirgantara Saka
*menangkup wajah Alice
Zais Dirgantara Saka
Jangan... Jangan ada air mata lagi... Kalau setetes aja yang keluar, berarti gue gagal buat ngejaga lo
Alice Ellizabeth Alvarez
Kita keluar bersama, gue yang akan ngelindungin lo sekarang
Alice Ellizabeth Alvarez
Gak ada penolakan
Alice memapah tubuh Zais dan berusaha berlari sejauh mungkin dari kawanan zombie yang sedang mengejar mereka
Zais Dirgantara Saka
TInggalin gue.... Gue mohon... Lo harus selamat....
Alice Ellizabeth Alvarez
GAK!! Gue udah bilang Zaa... Gue yang bakal lindungi lo!! Gue gak sanggup kalau lo ninggalin gue lagi!!!
Zais Dirgantara Saka
//batin: Sekarang aja lo gak sanggup Ell... Gimana waktu lo harus nerima fakta bahwa gue harus pergi jauh lagi dari lo...
Comments