⋅•⋅⊰∙∘ CHAPTER ONE ∘∙⊱⋅•⋅
Human¹
Kak, aku suka sama kakak
Seorang adik kelas sedang menyodorkan sekotak coklat kepada kakak kelasnya
Human¹
Maaf, gue gak suka coklat
Tolak kakak kelasnya secara dingin
Human¹
Tapi kak, kakak nerima perasaanku kan?
Tanya adik kelasnya dengan gugup
Human¹
Sorry, gue gak bisa. Lebih baik lo cari laki-laki lain diluar sana
Human¹
T-tapi... Aku suka kakak dari kelas 10...
Human¹
Lebih baik lo fokus ke study lo itu, dan gue juga harus fokus sama kelulusan gue
Cowok itu kini meninggalkan adik kelasnya yang sedang menangis karena cintanya ditolak oleh cowok itu
Human²
Tanggung jawab lo, udah bikin anak orang nangis
Ujar salah satu temannya yang baru menghampirinya
Human¹
Terus mau gimana? Gue terima gitu?
Human²
Dingin bener lo jadi cowok, seenggaknya lo terima coklatnya. Lumayan tuh
Human¹
Kalau lo mau, ambil aja
Ujar cowok itu sebelum pergi meninggalkan sahabatnya yang menatap heran kepadanya
Human²
Heran gue, kenapa gue masih bertahan buat temenan sama dia
Pria yang bernama Kenzo itu berlari mengejar sahabatnya
Kenzo Aldeon Bratama
Lo mau kemana?
Zais Dirgantara Saka
Kelas
Kenzo Aldeon Bratama
Rooftop lah... Anak-anak pada ngumpul disana
Bukannya menjawab ajakan Kenzo Zais justru tetap melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang berada diujung lorong
Kenzo Aldeon Bratama
Sialan tu anak
Kenzo Aldeon Bratama
Mentang-mentang baru balik dari Inggris sampai lupa sama abang nya ini
Kenzo Aldeon Bratama
Gini-gini gue lebih tua dari lo ya
Human³
Sudahlah... Mungkin efek dari penerbangan tadi
Kenzo Aldeon Bratama
Lagian itu anak udah tau baru nyampe bukannya istirahat malah sekolah
Human³
Udah mending kita ke rooftop sekarang, bang Elang udah disana
Pria yang bernama Raja itu kini merangkul sahabatnya dan berjalan menuju tangga yang akan membawa mereka ke rooftop
Mereka kini sudah memasuki tahap terakhir ujian kelulusan mereka. Saat ini masuk jam istirahat, para murid sedang melepas penat setelah berkutat dengan kertas putih yang menyimpan begitu banyak soal
Begitu banyak siswa kelas tiga yang berkeliaran di lorong sekolah
Tentu saja karena ini lantai 3, lantai yang hanya dihuni oleh kelas 12
Kenzo dan Raja berjalan melewati koridor yang kebetulan melewati kantin
Sampai terdapat suara yang begitu nyaring memanggil Raja dari arah kantin
Human¹
EHH!! KAKAK IPAR SINI!!! DICARIIN NIH SAMA PACARNYA, SAMPAI NANGIS-NANGIS GINI LOH!!!
Raja menoleh kearah sumber suara, ia mengernyit ketika melihat seorang wanita yang membekap mulut temannya itu dengan mata yang sembap
Human²
*membekap mulut temannya
Human¹
*berusaha melepaskan tangan temannya dari mulutnya
Kenzo Aldeon Bratama
Mau lo samperin? Kalau gitu gue sendiri aja ke atas
Raja menatap gadis yang saat ini menatap kearahnya
Terlihat gadis itu tersentak ketika tak sengaja bertemu dengan mata Raja yang menatap nya dengan dingin
Shaka Raja Aldrin
Gak usah, lagian keliatan gak penting juga. Ayo!
Raja lanjut menjalankan langkahnya menuju rooftop sambil terus merangkul Kenzo
Kenzo Aldeon Bratama
Lo yakin? Tadi dia keliatan habis nangis
Shaka Raja Aldrin
Biarin, lagian salah nya juga
Kenzo Aldeon Bratama
Gue gak bermaksud ya, tapi lo-
Shaka Raja Aldrin
Udah gak usah ikut campur, gue bisa atasi masalah gue sendiri. Gue cuma nunggu waktu yang tepat
Kenzo Aldeon Bratama
*menghembuskan nafasnya
Kenzo Aldeon Bratama
Terserah lo
Nettha Aurelie Aghata
Lah kok pergi? Wah parah sih
Clara Athanasia Kariella
Udah Neth, lagian salah gue juga
Alice Ellizabeth Alvarez
Terus lo mau lanjut nangis lagi?
Nettha Aurelie Aghata
Al... Jangan-
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo bukan Clara yang gue kenal
Alice Ellizabeth Alvarez
Clara yang gue kenal selalu teguh dengan pendiriannya
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo lupa itu? Lagian ini cuma kesalahpahaman yang lo perbuat, jadi lo harus jelasin ke dia
Clara Athanasia Kariella
Gimana yang mau ngejelasinnya Al, kalau dia aja gak mau ketemu gue
Nettha Aurelie Aghata
Sorry Ra... Tapi gue rasa Alice bener, seharusnya lo gak boleh semudah itu buat menyerah. Gue yakin Raja juga nunggu penjelasan dari lo
Nettha Aurelie Aghata
Dia cuma butuh waktu aja, mau bagaimanapun lo udah bikin dia kecewa
Nettha Aurelie Aghata
Lagian ini cinta pertama lo kan? Perjuangin, kalau dilihat dari betapa kecewanya Raja, mungkin dia juga punya perasaan yang sama kayak lo
Clara Athanasia Kariella
*diam
Alice Ellizabeth Alvarez
Mau bagaimanapun lo tetap Clara si pemain, jangan sampai lo jadi lemah cuma karena perasaan lo
Alice Ellizabeth Alvarez
Gue ke kelas sebentar
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo temenin Clara, gue cuma sebentar
Alice beranjak dari tempat duduknya, ia pergi meninggalkan Clara yang saat ini masih ditenangkan oleh Nettha karena masalah cintanya
Alice merengkuh handphone nya yang berada di kantong almamaternya
Terlihat sedang mencari kontak seseorang di handphonenya membuat Alice tak sadar akan keberadaan seseorang didepannya
Alice Ellizabeth Alvarez
A-ah maaf, gue gak lihat
Alice Ellizabeth Alvarez
*mendongak
Zais Dirgantara Saka
Seharusnya lo jangan fokus ke hp lo kalau lagi jalan
Alice Ellizabeth Alvarez
Zais? Kapan lo nyampe di Indonesia? Bukannya lo ada di Inggris?
Zais Dirgantara Saka
*tersenyum
Zais Dirgantara Saka
Kalau gue di Inggris gak mungkin lo lihat gue disini
Alice Ellizabeth Alvarez
Terus kapan lo nyampe? Kenapa gak ngabarin?
Zais Dirgantara Saka
Tadi jam 4 pagi gue mendarat, tidur sebentar terus bangun jam 6 berangkat ke sekolah deh
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo gila? Seharusnya lo dirumah aja, istirahat
Alice Ellizabeth Alvarez
Lo pikir perjalanan dari Inggris ke Indonesia itu cuma 1 detik
Zais Dirgantara Saka
Hhhh, gue tau
Zais Dirgantara Saka
Tapi ini terakhir sekolah, masa gue gak masuk? Gak ada kenangan terakhir bareng temen-temen dong?
Zais Dirgantara Saka
Lagian gue mau ngerjain ujian disini, yang sebelumnya gue ngerjain secara online
Alice Ellizabeth Alvarez
Lagian lo ngapain ke Inggris segala? Udah gitu lama lagi
Zais Dirgantara Saka
Kenapa? Kangen lo sama gue?
Alice Ellizabeth Alvarez
Hih! Mana ada
Zais Dirgantara Saka
Buktinya lo mau nelfon gue
Zais Dirgantara Saka
*menunjuk arah ponsel Alice yang sedang membuka kontaknya
Alice Ellizabeth Alvarez
Ini kena pencet, udah dulu gue mau ke kelas
Alice Ellizabeth Alvarez
Bye!
Alice menuju kelasnya sambil berlari kecil
Zais Dirgantara Saka
Hhhe, hah...
Zais melanjutkan langkahnya menuju ke arah rooftop ,mengingat ia belum mengabari kepulangannya kepada sang kakak membuatnya mengurungkan diri untuk tidur dikelasnya
Hari ini adalah hari yang begitu berat untuknya, sehingga membuat sekujur tubuhnya terasa letih dan sedikit pening karena langsung berhadapan dengan beberapa soal yang membuat kepala panas
Awalnya Zais hanya mendengar decakan kagum dari teman angkatan nya ketika ia menelusuri koridor, setiap ia berjalan pasti ia selalu mendengar suara para wanita yang memuji parasnya
Sampai ia mendengar suara yang membuat nya mengerutkan dahinya dan menghentikan langkahnya
Ia melihat terjadi keributan di salah satu kelas temannya, karena melihat begitu banyak darah yang di lantai kelas itu membuat Zais penasaran dan mendekat
Semua siswa atau siswi dari kelas itu mulai berlarian keluar
Zais semakin mendekat kearah siswa yang sedang memeluk temannya itu
Zais terlihat semakin bingung ketika salah satu dari mereka berteriak kesakitan, bahkan baju anak itu sudah dilumuri oleh darah
Zais menyentuh pundak siswa yang terlihat menyakiti temannya itu
Siapa disangka setelah berbalik Zais mendapati serangan dari siswa itu
Siswa itu mencoba menggigit Zais, tapi Zais berusaha sekeras mungkin agar siswa itu tidak menggigitnya
Zais mulai mengerti dengan kondisi di kelas ini begitu melihat salah satu siswi yang tergigit mulai bergerak aneh, bahkan matanya memutih dan mulai menyerang para siswi yang lain
Zais mendorong siswa yang ingin menggigitnya, ia berlari keluar dan melihat kelasnya yang berada di ujung lorong
Terlihat banyak sekali makhluk yang berlari menuju kearah sana
Zais seketika teringat bahwa Alice berada dikelasnya
Zais Dirgantara Saka
Oh sh¡t!!
Zais berlari menuju kelas Alice dengan terus mendorong para makhluk yang mencoba menggigitnya
Zais Dirgantara Saka
//batin: Gue mohon, semoga tidak terjadi sesuatu kepadanya
Comments