13 Keylogger yang sialan Part II

Dosa Katulung dan seseorang pria keluar dari lift di lantai apartement Ramon. Mereka segera menuju pintu apartemen Ramon. Dosa Katulung sempat menempelkan telingganya di pintu apartement dan berkata kepada salah seorang pria yang dia ajak kesana.

"Coba sini terdengar tidak apa yang Ramon lakukan di dalam?" Tanya Dosa Katulung kepada pria tersebut.

"Mana coba sini saya dengar." Dosa Katulung merubah yang tadinya dia sedang menempelkan telingga di pintu menjadi pria yang menggunakan pakaian berwarna hitam

"Tidak terdengar sama sekali." Jawab pria tersebut.

"Nah maka itu, dia sedang apa di dalam sini?"

"Yasudah itu bukan urusan kita." Pria tersebut pun berjalan beberapa langkah menuju ke lift.

"Hey hey, gw kesini bawa lo buat nguping dan cari tau apa yang Ramon lakukan di dalam sini, malah enak meninggalkan begitu aja."

"Lah kita aja tidak mendengar apapun dari luar sini."

"Makanya gw bawa lo kemari kan, coba buka paksa pintu ini, nanti kita cari tau apa yang dia lakukan di dalam, situ montir mekanik kan?"

"Oh iya benar, oh jadi ini pintu yang minta di dobrak?"

"Hey hey bukan di dobrak, nanti kita kena masalah lagi."

"Di buat kunci serepnya jadi kita bisa masuk dan keluar kapan saja saat Ramon tidak ada di dalam."

"Oh begitu, memang kenapa ingin dibuat serepnya?"

"Disini sistem keamanannya cangih banget, kuncinya kartu yang ditempel, dimana-mana kan hanya menggunakan kunci logam seperti ini.

"Ya beda tempat beda sistem, memang untuk apa pak?

"Ya untuk mencari tau sesuatu lah, siapa tau ada yang bisa kita jadikan duit."

"Memang bapak tidak punya duit sama sekali?"

"Ah sudah sudah, cepat buatkan kunci serepnya, bisa tidak?"

"Yaudah saya coba dulu."

Montir mekanik yang dibawa oleh pak dosa pun, mulai mengerjakan tugasnya, membuat kunci serep agar mereka bisa masuk leluasa ke apartemen Ramon, tanpa sepengetahu- annya Ramon. Sekitar sepuluh menit montir tersebut membuat kunci cadangan tersebut, dan dia menunjukan sebuah kartu.

"Ini dia kartu yang bisa kita gunakan untuk menjadi akses kita memasuki apartemen ini."

"Total sembilan ribu pak."

"Ah sudah sudah nanti saja, kita lihat dulu didalam isinya apa, bisa lebih dari sembilan ribu, nanti baru gw bayar lo."

"Ah serius, ini didalam bisa melebihi sembilan ribu?"

"Yasudah jangan ngobrol saja, coba masuk ke dalam cepat- cepat."

Montir mekanik tersebut setelah membuat tiruan dari kunci apartement itu pun mulai menempelkan kartu di daerah scan di samping pintu tersebut. Tak berapa lama berbunyi, ting tong, selamat datang. Menandakan pintu apertement tersebut terbuka dengan kunci buatan mekanik tersebut.

Segera dosa Katulung membuka pintu tersebut dan memasuki apartemen tersebut, dan ternyata itu hanya apartement kosong tidak ada penghuni dan tidak ada perabot disana.

"Loh mana yang katanya didalam sini bisa memperoleh sembilan ribu? Kosong begini?"

Dosa Katulung bingung, dan berkata didalam hati, "Apa Ramon pindah? Tapi tempo lalu masih melihat dia menaiki lift sini."

Di lantai enambelas ada sepuluh unit apartement dimana hanya enam saja yang terisi penghuni tetapi empat lainnya kosong, artinya tidak ada penghuni. Selaku keamanan setempat mengetahui hal itu, dan setiap bulan dia selalu mengunjungi penghuni apartement tersebut untuk menanyakan mengenai keluh kesah sistem keamana disana.

Sangat tidak beruntung Dosa Katulung melakukan peretasan salah satu unit apartement yang kosong dan pada saat itu adalah hari dimana keamanan setempat mendatangi satu persatu penghuni apartement. Keamanan yang baru saja keluar dari apartemen tersebut melihat ada salah satu unit apartement yang terbuka pintunya.

"Loh ini apartemen kan kosong, kenapa terbuka pintunya." Keamanan tersebut memasuki apartement tersebut dan menangkap di dalam sana dosa Katulung bersama seorang montir mekanik.

"Sedang apa kalian di sini?" Setelah melihat keamanan tersebut mereka hanya terdiam tak dapat berkata apapun.

"Kalian pencuri ya."

"Ini ulah dia, ulah dia." Dosa Katulung yang sudah tertangkap basah menunjuk montir mekanik tersebut dan menceritakan ulahnya.

"Maaf pak maaf pak, saya diminta oleh orang ini." Jawab mekanik tersebut.

"Saya tidak peduli yang penting anda memasuki apartemen ini tanpa permisi dan melakukan perusakan properti disini dengan melakukan pembukaan paksa pintu apartemen yang kosong ini."

"Maaf pak maaf pak." Montir mekanik tersebut memohon ampun kepada keamanan tersebut. Keamanan tersebut membawa mereka berdua ke kantor keamanan di apartemen tersebut.

Mendengar keributan diluar, satu persatu penghuni apartement tersebut keluar dari apartementnya termasuk Ramon yang sedang melakukan pencarian lebih dalam mengenai keylogger.

******

"Ada suara berisik apa diluar, tumben" ujar Ramon di depan laptopnya yang sedang melakukan searching. "Maaf pak, maaf pak." "Tidak sekarang saya akan bawa kalian ke bagian keamanan setempat." Ramon mendengar hal tersebut segera keluar dari apartementnya karena menurutnya ada kejadian seperti pencurian di depan sana.

Pintu apartement Ramon pun terbuka, dan Ramon keluar dari apartemen tersebut. Ramon melihat dua orang sedang ditangkap dan memohon ampun kepada keamanan tersebut, lalu ada beberapa penghuni apartemen lainnya pun ikut keluar mendengar kebisingan yang dibuat oleh mereka.

Dosa Katulung yang melihat Ramon keluar dari pintu apartemen disebelahnya pun hanya berkata. "Loh Ramon kenapa ada disana?"

"Siapa ya, mengapa tau nama saya, saya saja tidak pernah bertemu dengan anda."

"Mereka terbukti melakukan peretasan pintu apartemen ini, dan perusakan properti kami." Jawab salah keamanan tersebut.

"Jadi mereka pencuri pak?" Ramon menjawab panik.

"Iya mereka pencuri, anda kenal dengan orang ini?"

"Tidak pak saya tidak kenal."

"Tapi orang ini mengenal anda, mas Ramon benar. Saya takut dia berniat mencuri dan mencelakai penghuni sini terutama mas Ramon khususnya."

"Astaga bawa saja mereka ke bagian keamanan pak, saya saja tidak mengenal mereka, bagaimana mereka bisa mengenal saya."

"Ya kamu sedang diincar oleh mereka."

"Mohon untuk penghuni lainnya hati-hati terhadap mereka, dan melaporkan jika mereka melakukan gerak-gerik mencurigakan terutama mas Ramon sepertinya dia berniat mencelakai mas Ramon tetapi malah apartemen kosong ini yang dia retas."

"Terimakasih pak, baik pak saya kedepannya akan lebih berhati-hati lagi."

Penghuni lainnya yang melihat kejadian tersebut hanya berkata, "Menganggu saja, kita sudah aman-aman dan nyaman tinggal dan menggunakan sistem ini tetapi diretas, mau buat adegan horor?"

"Pak tapi pintu saya ada masalah tidak?"

"Nanti kita laporkan dulu mereka dan mencari tau cara serta metode peretasannya sehingga kita bisa memperbarui sistem keamanan kami disini."

"Makasih pak."

Dosa Katulung dan montir mekanik tersebut dibawa oleh keamanan tersebut menuju bagian keamanan setempat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!