3 Komentar yang sangat kasar a.k.a scammer

Akhirnya video Ramon berhasil terunggah juga, sudah satu jam yang lalu dan notifikasi sudah banyak muncul, Ramon segera mengecek email notifikasi tersebut, nia, adit, romi, dan 120 orang lainnya menyukai postingan anda, itu ada email notifikasi bahwa ada seseorang yang menyukai dan like atau mengklik tombol like untuk video yang sudah di unggah.

Email berikutnya tuti, ayandi, wanda, dan 360 orang lainnya mengikuti anda, itu adalah email notifikasi bahwa ada seseorang baru yang mulai mengikuti, dan memfollow akun tersebut.

Email selanjutnya tuti gani mengkomentari postingan anda dan berkata "Wah keren banget videonya, baik itu video dan suaranya sangat bagus sekali." Ramon hanya tersenyum dan melihat dibawah email tersebut, buka menuju tautan. Ramon mengklik tombol tersebut dan dibawanya dia ke halaman komentar dimana tuti gani mengkomentari videonya.

Ramon berguman sambil tersenyum dan berkata "oh video yang ini, hehe.." Ramon pun segera membalas komentar tuti dan berkata, "Makasih tuti, semoga tuti sukses diapapun yang tuti lakukan, jangan di unggah ulang ya."

Sejenak Ramon mengistirahatkan matanya dia menuju ke arah dapur dan menyiapkan sebuah teh, tak lupa juga dia membuka kulkasnya dia baru ingat ada sepotong kue disana. Ramon segera menyiapkan sebuah piring kecil untuk menaruh kue itu diatas piring tersebut.

Setelah itu Ramon membawa kue dan teh tersebut ke meja dimana dia meletakan laptop-nya. Sesekali dia menikmati kue tersebut dan meminum teh yang dia buat, untuk beristirahat sejenak. Setelah dirasa cukup Ramon segera melanjutkan membaca semua komentar yang selama ini selalu terlewatkan olehnya dan berusaha sedekat mungkin dengan para pengikutnya.

Email berikutnya pun sama ada komentar baik dari seorang yang menyukai video yang baru saja diunggah. Fahmi getho mengkomentari video anda dan berkata "Weh bro bermanfaat banget ini, Keren keren keren.." Ramon tersenyum lagi membaca email tersebut dan kembali mengklik tombol menuju tautan, dan dibawanya ke halaman dimana fahmi getho mengkomentari videonya, "Makasih ya fahmi.

Lalu muncul komentar lain, jones mengkomentari video anda dan dibutuhkan tindakan lanjut, Ramon membuka email tersebut dan ternyata ada kata kasar dan negatif didalam komentar tersebut. Jones berkomentar "Woy anjing kenapa gw gak tau dari dulu ya sial."

Ada dua kata negatif di komentar itu anjing dan sial yang mana kedua kosa kata itu dimasukan kedalam daftar komentar ditahan dalam setting akun sosial media milik Ramon, karena Ramon tidak mau ada orang yang tidak bertanggung jawab mengatakan hal-hal negatif.

Tetapi karena komentar itu tidak bersifat menghina atau apapun hanya bersifat penyesalan dari sih komentar yang merasa tidak tau akan hal itu sebelumnya. Lalu Ramon menyetujui komentar itu untuk ditampilkan, lalu Ramon membalas komentar jones, "Gak tau apa om? Mohon meng- unakan bahasa yang baik dan benar pada tempatnya ya."

Agak kesal sejenak karena membaca komentar dari jones, lalu Ramon teringat dia sempat menjemur sebuah pakaian di depan balkon apartementnya, lalu dia segera mengangkat pakaiannya, karena dia tinggal sendiri tak banyak pakaian yang dia jemur, hanya dua potong baju, satu kaos oblong, dua buah celana boxer, dan celana pendek miliknya.

Berikutnya ada lagi email notifikasi neo geno mengkomentari video anda dan dibutuhkan tindakan lanjutan, Ramon segera membaca email tersebut yang ternyata neo geno mengkomentari video anda dan berkata, "Tai ini mah." Ada kata negatif tai yang masuk daftar kosa kata negatif yang perlu dimoderator oleh Ramon. Karna komentar tersebut tidak baik, segera Ramon menghapus dan tidak mengizinkan komentar tersebut muncul di sosial medianya.

Tapi haters memang tidak ada kalahnya ya, Ramon mendapati lagi email notifikasi dino pindo mengkomentari video anda, Ramon segera membaca email tersebut. Dino pindo mengkomentari video anda dan berkata "s1aLan lo, b4ng5aT." Sebenarnya itu dibaca sialan lo bangsat, tetapi menganti semua huruf vokal dengan angka dan sangat negatif segera Ramon menghapus komentar dino pindo.

Ramon mengklik hapus komentar, setelah itu muncul ikon loading dan tertulis komentar telah dihapus, Ramon segera membuka halaman dimana dino pindo mengkomentari video tersebut. Sunday, March 13 2022 dino pindo "Komentar telah dihapus". Setelah melihat itu Ramon segera mengklose email tersebut.

Sebuah notif muncul di layar handphone Ramon, sebuah sms dari Brian, saat itu sudah sore hari pukul empat sore. Cuaca cukup mendung beruntung semua pakaian Ramon sudah diangkat, Ramon membaca sms tersebut.

March 14 2022 16:24

Mon udah baca berita, ada yang heboh?

Ramon penasaran dengan sms Brian, mengenai berita apa yang dia maksud, lalu ia membalas sms Brian.

March 14 2022 16:29

Berita apa yan?

Ramon penasaran segera menyalakan televisi yang ada diruangannya, Ramon mengerjakan itu di ruang tengah yang mana ada televisi di depan meja dan sofa tempat Ramon sedang mengedit dan mengerjakan pekerjaan. Ramon segera mencari channel berita, karena penasaran dengan berita apa yang sedang hits saat itu, dan ada sebuah channel berita yang cukup menarik perhatian Ramon.

"Pemirsa sebuah perusahaan terserang malware ronsomware, hal tersebut membuat semua data perusahaan tidak dapat diakses. Kejadian tersebut terjadi diduga kelalaian staff saat menggunakan koneksi internet perusahaan untuk hal pribadi dan keamanan internet di perusahaan tersebut pun dipertanyakan."

Setelah mendengar berita itu, Ramon langsung mengkomentari itu di dalam hatinya, "Teknologi emang cepet banget ya berkembang, tempo lalu aman besok udah menjadi serangan aja." Perhatian Ramon kembali ke televisi dimana dan mendenger pembawa berita tersebut.

"Malware berjenis ronsomware menyerang server perusahaan dan dengan segera menyebar ke semua komputer lainnya dengan cepatnya."

"Jadi emang semua ada masa berlakunya ya, pasti selalu ada celah dan metode baru lagi, jika masih aja menggunakan cara lama itu mah pasti udah ketinggalan jaman." Ramon kembali mengkomentari berita yang baru saja dia dengar dari salah satu stasiun televisi. Ramon masih mendengerkan berita itu, Tak lama handphone Ramon berkedip dan muncul notifikasi dari Brian.

March 14 2022 16:57

Ada film horor baru jadi hitz banyak banget yang bicarain itu.

sosial media gw penuh dengan hastag dari film itu.

Setelah membaca itu, Ramon segera membalas smsnya dan sambil tertawa kecil.

March 14 2022 17: 31

Gw kira berita apaan yan,

Gw ampe langsung cari berita yang lagi dibicarakan saat ini

Di berita lagi beritain kasus ronsomware gitu

Gw kira tentang itu taunya tentang film horor.

Setelah membalas sms Brian, Ramon dengan segera melanjutkan membaca komentar di sosial medianya. Diletakannya handphone-nya dan langsung berahli ke layar laptop-nya.

Ada email berikutnya nefertiti999 mengkomentari video anda, Ramon membaca komentar dari nefertiti999. Ternyata nefertiti999 mengkomentari salah satu komentar sebelumnya. Jadi Alya Rihan mengkomentari video Ramon "Duh mas videonya keren banget aku butuh editing seperti mas nih", March 1 2022 lalu dibawahnya muncul komentar dari nefertiti999 "Butuh editing telpon 1234-5667-8989". March 10 2022.

Ramon curiga dengan komentar dari nefertiti999 dia seperti scammer alias penipuan, Juan teman Ramon pernah memperingati hal itu, bahwa sekarang banyak sekali scammer. Scammer adalah seseorang atau sekelompok orang yang melakukan penipuan dan melakukan pencurian dalam dunia online.

Nah disini kasusnya nefertiti999 adalah scammer-nya alias penipunya, dan alya rihan adalah calon korbannya. Alya mengkomentari membutuhkan editing seperti Ramon, tetapi ada yang berkomentar hubungin saja nomer berikut. Ramon khawatir alya akan ditipu oleh nefertiti999 dan menghubungi nomer itu.

Dengan segera Ramon screenshoot komentar itu dan menghapus komentar dari nefertiti999. Ramon juga membalas komentar alya, "Mohon hati-hati dengan scammer biasanya dia melakukan penipuan agar korban menghubungi scammer alias sih penipu lalu meminta korban melakukan sesuatu seperti mengirim uang kepada mereka."

Melihat hal itu Ramon segera menghubungi Juan yang mana pernah mengalami hal serupa, Ramon segera mengambil handphone-nya dan bercakap dengan Juan.

"Halo, Juan apa kabar? Sibuk gak?"

"Oh Ramon ya baik gw, kenapa mon, gak koq santai aja gw."

"Gini yan, ada scammer di sosial media gw, dia komen di video gw pake bilang jika butuh jasa editing bisa menghubungi nomer berikut. Lah jelas banget penipuannya, gw screenshoot deh komentarnya."

Ramon segera menahan percakapan telfonnya dan dengan handphone yang sama, Ramon mengirim screenshoot bukti komentar dari seorang scammer di sosial medianya. Ramon mencari screenshoot foto tersebut dan mengirimkannya ke Juan, lalu setelah tanda terkirim terdengar suara notifikasi di telfon tanda Juan sudah menerima kiriman dari Ramon.

"Bentar mon gw buka dulu."

"Iya yan."

Setelah menunggu sekitar beberapa saat, Juan kembali berbicara mengenai kiriman screenshoot Ramon.

"Oh ini sama kaya kejadian seperti temen gw nih, dia menawarkan jasa di sosial media juga. Jadi dia itu membuat video pemasaran di akun sosial medianya dan berharap penonton videonya atau pengikutnya mau menggunakan jasa dia untuk keperluan itu."

"Jadi temen lo ada yang mengalami hal serupa?" Ramon menghela nafas sejenak, menggira bahwa dia pasti akan menemukan jalan keluar dari masalahnya itu. Mendenger hal itu membuat Ramon menjadi lebih nyaman menceritakan masalahnya.

"Ada scammer yang mengkomentari salah satu videonya dan menulis komentar agar orang yang ingin menggunakan jasa itu berahli ke sih scammer."

"Iya Juan jadi seperti sih scammer ini numpang gitu di tempat gw dan pake nama gw,"

"Iya bener mon."

"Nah temen lo apa yang dia lakuin?"

"Kalau dia sih segera lapor itu akun sebagai scammer dan membuat video tambahan untuk memperingati semua pengikutnya, agar tidak menghubungi nomer manapun atau mengklik tautan apapun di kolom komentarnya."

Ramon mulai terpikirkan sesuatu, benar juga ya, harus dilaporkan akun tersebut, Ramon saat itu sedang menelfon sambil membuka kulkasnya untuk mengambil jus mangga kemasan disana.

"Iya bener yan, dia cantumin tautan juga buat menghubungi dia sih scammer, lah enak bener itu orang, ntar gw juga lakukan itu deh, trus yan?"

Sambil mendengar penjelasan Juan, Ramon mengambil sebuah jus mangga kemasan di kulkasnya lalu dia menutup pintu kulkasnya tersebut. Segera dia berjalan menuju meja makannya dan meletakan itu.

"Dia juga cantumkan jika ingin jelas bisa langsung menghubungi email resmi yang memang di cantumkan oleh sih pembuat video."

"Iya juga ya sekarang mah rata-rata pake email lah dia cantumin nomer ketara banget nomernya sih scammer dan penipuannya." Ramon duduk di meja makannya, lalu menusukan sedotan kedalam jus mangga kemasan itu, dan mulai meminumnya.

"Iya tapi lo harus hati-hati dia itu seperti numpang alias nebeng, Mending delete aja tiap ada komentar itu dan himbauin semua pengikut lo jika mau nanya atau hubungi lo pake email resmi lo mon selain itu scammer alias penipuan kerugian dari hal itu mereka yang menangung."

"Iya yan gw cantumin soalnya gw baru baca-baca komentar yang masuk eh tetiba ada scammer gak banget deh." Ramon segera mengambil kertas dan pena untuk mencatat semua yang diucapkan oleh Juan, sambil mendengar ucapan Juan melalui telepon miliknya.

"Jika ini scammer bandel dan ganggu banget lo turn off aja komentarnya, jadi gak ada satu orang pun yang komentar di sosial media lo." Ramon segera menulis di kertas tersebut, turn off komentar, segera setelah dia mendengar ucapan dari Juan.

"Temen gw ampe trauma menghadapi scammer di akun dia waktu itu ampe akhirnya semua komentar di turn off dan jika mau kontak langsung ke dia pake email resmi dia."

"Iya parah juga tindakan itu scammer ampe segitunya."

"Betul gw rubah setingan gw deh, gw turn off komentar gw untuk menghindari itu, dan jika memang ingin kontak gw bisa pake email resmi gw." Sambil mendengar perkataan Juan, Ramon memaikan pena yang sejak tadi dia pegang.

"Yaps betul sekali mon."

"Tapi gak ada cara lain apa ya?"

"Kayaknya cuma itu mon gw juga mematikan semua komentar selain bikin notif banyak menganggu juga kan itu scammer."

Ramon meletakan pena yang sejak tadi dia pegang di jarinya, lalu menghela nafas dan memundurkan tubuhnya ke kursi, lalu dia meminum jus kemasan tersebut, sambil bercakap-cakap dengan Juan.

"Iya elah satu biji aja bikin ribet banget ya, hehe.."

"Iya scammer."

"Ya mending gw turn off aja ya komentarnya dan jika ada yang mau kontak gw pake email resmi gw."

"Betul mon." Ramon menghela nafas sejenak, menganggap masalahnya terselesaikan berkat percakapannya dengan Juan.

"Tapi ada juga temen gw yang buat semacam website juga tapi buat akses dan komentar di website itu lo harus terdaftar dalam jaringan dia mon." Ramon terdiam mendengar penjelasan Juan.

"Tapi kayaknya itu ribet deh mon lo harus mengatur dan menjaga akun sosial media lo dan website lo."

"Iya juga sih Juan."

"Kalau untuk menghindari sih scammer di sosial media lo mending lo turn off aja komentarnya dan kontak hanya email resmi dari lo selain itu jangan dihubungi."

"Iya Juan, kita kan mau menghindari scammer satu biji di akun sosial media gw, jika gw buat website lagi nanti scammer-nya makin beranak cucu lagi. Hhehe.."

"Yaps mon benar sekali,"

"Okedeh."

"Udah gitu aja mon?"

"Hey di gw tiga puluh menit ini konseling loh jangan lo anggep karena temen aja ya, hehe.."

"Iya iya duh beruntung banget gw haha.."

"Iya baik-baik ya di internet."

"Iya Juan makasih ya."

"Iyaa"

Lalu percakapan telfon itu berakhir, Juan sudah lebih awal dan berpengalaman dalam dunia internet dan Ramon sangat beruntung sekali bisa bersahabat baik dengan Juan, pun Juan juga baik dengan senang hati memberitahu dan mencegah hal buruk terjadi.

****

Untuk mencegah hal itu pun, Ramon segera mengedit postingan video sebelumnya dan menambahkan sebuah kalimat yang nanti menjadi setingan wajib di setiap postingan Ramon kedepannya.

Ramon segera mengambil laptop-nya dan mulai memikirkan kalimat apa yang bisa menjadi perfentif untuk mencegah agar para pengikutnya agar tidak bertemu dengan sih scammer sekalipun bertemu dengan salah satu dari mereka dengan segera melaporkannya. Ramon berfikir dan mulai mengetik di laptop-nya seperti ada sebuah kalimat di atas kepalanya, yang segera akan dia tuliskan.

"Jika ingin menghubungi aku hanya dengan melalui email resmi yang aku cantumkan ditiap postingan aku, selain email itu maka bukan aku. Jika kamu dihubungi oleh email lain mengaku aku selain email resmi aku, laporkan saja itu scammer alias penipuan, kerugian yang terjadi atas ulah scammer tersebut menjadi tanggung jawab kamu."

Terpopuler

Comments

Abu Yahya Badrusalam

Abu Yahya Badrusalam

Suka banget sama cerita ini, thor!

2024-03-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!