"sepertinya... aku juga mati ya?" batin Sato yang merasakan kehampaan yang dalam seperti di dalam lautan
"jadi begini ya rasanya mati?..." kata Sato dengan senyuman tipis untuk menghibur diri
"sekarang Yuki bagaimana ya?" kata Sato yang terus tenggelam ke kegelapan yang tak berujung
"yah~setidaknya aku bisa menyusul...Yuki" kata Sato dan mengakhiri kalimagnya sambil menutup mata
"oi temanmu sudah datang tuh" kata dari suara yang tak di kenal dengan suara yang terdengar cukup berat
"hmm ya,aku masih ingin membaca komik ini sebentar lagi" kata dari suara yang terdengar familiar
"apa kau memperlakukan sahabat mu seperti itu?, huh..." kata suara asing itu dan di akhiri menghela nafas
"kenapa aku mendengar suara Yuki?" batin Sato kemudian perlahan membuka matanya
"yo! Sato akhirnya kau di sini juga" kata dari sosok yang terlihat sangat sangat familiar sedang membaca komik tiduran sambil makan cemilan
"eh?, tunggu kau jangan jangan...Yuki?" tanya Sato dengan wajah kebingungan sambil menunjuk Yuki yang sedang bermalas malasan sambil baca komik dan makan cemilan
"ya, ini Yuki" jawab Yuki kemudian lanjut memakan cemilan nya lagi
"tu-tunggu dulu,sekarang kita sudah mati kan?" tanya Sato yang terlihat kebingungan
"hm~begitulah,tapi kita belum masuk surga atau Neraka kok tenang saja" jawab cuek Yuki yang terus membaca komiknya
"KAU INI YA!?" teriak dari suara asing itu
"suara siapa itu?" tanya Sato sambil melirik sekitar
"itu suara nya Dewa" jawab santai Yuki
"apa? D-Dewa?" kata Sato yang sedikit terkejut mendengar jawaban Yuki
"Ukh!? Uhm,baiklah karena temanmu sudah si sini, akan ku tentukan nasib kalian selanjutnya, kalian berdua kemari dulu" kata Dewa itu dengan suara yang berat
perlahan muncul sesosok manusia dengan tubuh yang bersinar sampai tidak terlihat tubuhnya sedang duduk di singgasana
Sato pun berjalan mendekat di ikuti dengan Yuki sambil membawa komik serta cemilan nya
"kalau begitu kalian sudah tau aku siapa kan?" tanya Dewa itu
Sato dan Yuki pun hanya mengangguk
"baiklah akan ku lanjutkan,kalian berdua akan melanjutkan kehidupan kalian di dunia yang berbeda" kata Dewa itu
"Dunia Lain?, maksudmu seperti yang ada di anime anime itu?" tanya Sato yang mengingat beberapa anime isekai yang pernah di tonton nya
"hmm... begitulah" jawab singkat Dewa
"tapi kenapa harus ke dunia lain?, bukankah seharusnya ke surga atau neraka?" tanya Sato sambil memiringkan kepalanya
"i-itu..." Dewa pun sedikit memalingkan pandangannya berusaha menghindari kontak mata dengan Sato
"dia itu sedang suka banget sama anime makanya kita di kirim ke dunia pedang sihir kayak anime gitu" jawab Yuki yang pertama kali bertemu dengan dewa langsung memahami nya karena sesama penyuka anime
"uwah~sesama otaku langsung paham ya..." kata Sato dengan wajah sedikit terkejut sambil mengerutkan keningnya
"ya-yah intinya kalian akan ku reinkarnasi kan kesana,selagi aku juga lumayan menyukai kalian aku akan memberi kalian beberapa kekuatan yang lebih hebat daripada orang lain" jawab Dewa dengan nada suara yang terdengar sangat bangga pada dirinya sendiri
"mentang mentang Dewa bangga banget ya" kata Yuki yang melirik Dewa itu dengan wajah sedikit kesal
"KAU!? huh..." terlihat Dewa itu sedikit kesal namun menahan amarahnya
"sudahlah,soal dunia nya tenang saja,grafik nya sudah ku tingkatkan seperti anime persis jadi kalian akan menikmati dunia anime sungguhan" kata Dewa itu dengan senyuman bangga sambil mengacungkan jempolnya yang bersinar
"ahahaha aku baru tau dunia ada grafik nya" kata Yuki dengan wajah datar
"baiklah sekarang kalian boleh pilih kekuatan kalian, maksimal 3 saja, baiklah mulai dari kau" kata Dewa itu kemudian menunjuk Yuki
"aku dulu kah?, hmm..." kata Yuki sambil berpose sedang berfikir
"baiklah sudah ku putuskan,aku ingin mempunyai kekuatan sihir yang besar,bisa menciptakan sihir, dan mahir berpedang,itu saja" kata Yuki sambil melirik Dewa
"baiklah aku sudah paham, selanjutnya kau" kata Dewa kemudian menunjuk kearah Sato
"aku?, uhm baiklah,aku ingin punya kekuatan sihir yang besar,belajar atau beradaptasi dengan sangat cepat,dan punya fisik yang sangat kuat" jawab tegas Sato
"baiklah aku sudah mengerti kekuatan yang kalian inginkan,selanjutnya kalian akan reinkarnasi di dunia lain yang berisi sihir dan pedang,tapi ku ingatkan saja,kalian akan bereinkarnasi di keluarga bangsawan yang termasuk berpangkat lumayan tinggi" kata Dewa itu dengan sorot mata serius
"ah! tapi saat kalian bereinkarnasi kalian ada kesempatan untuk berganti kelamin loh ya" kata Dewa menyambung namun dengan ekspresi tidak serius atau bercanda
"eh?" terkejut mereka berdua
"EEEHHHHHH!?" Sato dan Yuki pun berteriak bersamaan dengan syarat kencang
"TU-TUNGGU berapa change kami berubah kelamin?" tanya Sato dengan keringat yang bercucuran di seluruh tubuhnya
"50 banding 50" jawab Dewa dengan senyuman bodoh di wajahnya
"dan juga kalian akan di lahirkan sebagai saudara di sana, jadi di antara kalian akan ada yang jadi kakak dan adiknya" kata Dewa itu lagi dengan raut wajah tidak serius
"DASAR KAU DEWA SIAL-" teriak kesal Yuki namun di potong oleh Dewa itu
"kalau begitu semoga kalian bisa bersenang senang di sana" kata Dewa sambil melambaikan tanganya
seketika Yuki dan Sato pun menghilang begitu saja,senyuman kecil pun di tunjukan oleh Dewa itu dengan tawa kecilnya
"aku mengharapkan kisah menarik kalian" kata Dewa itu dengan senyuman tipis di wajahnya
perlahan Yuki dan Sato pun membuka matanya dan mereka berdua melihat langit langit atap ruangan yang asing dengan penuh dekorasi serta dua orang maid di samping mereka dengan senyuman bahagia
"selamat tuan Marquess nyonya Marchiones,mereka adalah anak kembar laki laki dan perempuan" kata salah satu pelayan yang ada di sampingnya dengan senyuman bahagia
"apa ini?, apa aku sudah reinkarnasi?" batin Sato dan Yuki yang sedikit kebingungan
"tunggu sebentar,pelayan itu baru saja bilang,anak kembar laki laki dan perempuan bukan?,jadi... SIAPA YANG JADI PEREMPUAN NYA!?" batin Yuki dan Sato yang terkejut mendengar perkataan maid mereka
"biarkan aku melihat anak anak ku" suara laki laki yang kemungkinan adalah ayah Sato dan Yuki
"apa dia ayahku?" batin Yuki melirik wajah ayahnya
"wahhh,anak ku...semoga Dewi Theia melindungi mereka" kata ayah Yuki dan Sato
"bagaimana ini, semoga bukan aku yang perempuan!?" batin Yuki yang sudah mulai panik
"Dewi Theia?,sepertinya aku pernah mendengar nya, apa itu Dewa yang mereka percaya di sini?" batin Sato yang lebih berfikir tenang daripada Yuki
"jadi benar ya,kami benar benar terlahir di keluarga bangsawan" batin Sato melirik langit langit ruangan
"sebelumnya maid tadi bikang Marquess kan?, lumayan tinggi juga berarti" batin Sato
"sayang,kita mau beri nama apa anak anak kita?" tanya ibu Sato dan Yuki sambil memanggil ayah mereka
"nama ya..., bagaimana kalau yang laki laki Clericius Kayleigh Geralt dan yang perempuan Clericius Madeline Alice, bagaimana sayang?" kata ayah Geralt dan Alice dengan senyuman kebahagiaan di wajahnya
"Geralt dan Alice ya...nama yang bagus" kata ibu Geralt dan Alice sambil tersenyum bahagia
"Geralt ya..., aku sedikit kurang suka nama itu" batin Geralt atau Sato sambil menghela nafas lega
"TUNGGU TUNGGU TUNGGU,itu berarti aku Alice,AKU YANG PEREMPUAN!?" batin Alice atau Yuki
"TIDAK!?" batin Alice atau Yuki berteriak menolak takdir ini
Bersambung
Author:untuk seterusnya Yuki dan Sato akan saya ganti panggilan nya jadi Geralt sama Alice ya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Ayaka.Nw
wk ,bagus
2024-03-11
1
矢kaguyume冬
hahahaha kasian kali si Yuki🤣
2023-12-20
1
Falah
atau ga dalam bahasa Indonesia nya persentase
2023-12-09
0