BAB 10

Setelah lucy masuk rumah ternyata ada ayah lucy yang sedang menunggu kedatangan lucy di depan kursi sambil melihat televisi kecil zaman dulu .

"Cklek " suara pintu yang di buka lucy

" Ayah" Ucap lucy dalam hati nya karena kaget melihat ayah nya lucy pun tersiam sejenak dan menoreh kanan kiri sebelum ia melangkah kan kaki nya menuju kamar nya ia mencari keberadaan ibu dan adik adik nya karena tidak terlihat.

" Cari siapa kamu lucy" Ucap ayah nya

"Ibu dan adik adik ku dimana ?" Ucap lucy

" Khawatir sekali kamu pada mereka " Ucap ayah nya

" Jelas , mereka keluarga ku dan aku tidak akan biar kan seorang pun menyakiti mereka termasuk ayah" Ucap lucy

" Hahaha Lancang sekali ya kamu berbicara seperti itu harus nya kamu salami ayah mu ini aku juga kaluarga mu aku ayah mu. " ucap ayah lucy

" Kamu memang ayah ku tapi hanya sebatas ayah tidak lebih kami tidak pernah merasakan kasih sayang mu sedikit pun kami hanya merasakan ketakutan dan kesengsaraan saja dari mu" Ucap lucy dengan nada penuh emosi dan sedih

" Diam kamu anak durhaka tau apa kamu berani nya berbicara seperti itu depan orang tua mu " Ucap ayah lucy dengan marah

"Orang tua? Orang tua macam apa yang harus aku hormati? Hah?" Ucap lucy

"Mana ibu dan adik adik ku dimana mereka?" teriak lucy sambil mencari kesemua sudut ruangan rumah nya .

Karena tak kunjung ketemu lucy pun menangis sejadi jadi nya dan berteriak kepada ayah nya .

"Diamana ayah dimana katakan!!!" Ucap lucy

" Mereka sedang ayah tugas kan untuk mencari uang kenapa memang nya hah lebay sekali sampai menangis histeria begitu" Ucap ayah nya dengan santai

" APAAA??, Cari uang apa maksud aya mereka harus istirahat mereka harus sekolah dan ibu ga boleh kecapean , kerja dimana mereka ayah katakan cepat" Ucap lucy

"Halah manja sekali nanti juga jam 12 malam pulang" Ucap ayah nya

"Ayah ini keterlaluan yaa , dimana sih hati nurani ayah hah dimana?" Ucap lucy sambil menangis

Lucy pun segara keluar untuk mencari ibu dan adik adik nya karena ia tak mau ibu dan adik adik nya harus bekerja .

"Dimana mereka ya alloh lindungilah ibu dan kedua adikku" Ucap lucy sambil terus berjalan mencari mereka

Ti tengah perjalanan ada pa hamid ketua RT setempat yang hendak pulang dari masjid , lucy pun langsung menanyakan keberadaan ibu dan adik nya pada pa hamid .

"Pak pak tunggu sebentar bapak sempat melihat ibu dan adik adik saya ga pa tadi siang atau sore ?" Ucap lucy

"Iya lus ibu dan adik adik mah di bawa paksa oleh ayah mu untuk bekerja di rumah bos naim mengupas bawang , coba kamu susul kesana pasti mereka masih disana! " Ucap pak hamid

"Ya alloh alhamdulillah akhirnya aku tau ibu dimana , makasih ya pa informasi nya!" Ucap lucy

Lucy pun segara menyusul ibu dan adik adik nya ke rumah pa naim bos bawang merah itu .

Setelah sampai di tempat tersebut lucy pun memanggil ibu dan kedua adik nya .

"Ibuu , adik " Ucap lucy keras

Ibu dan adik adik nya pun menengok dan langsung mengampiri lucy kedua adik nya berlari dan langsung memeluk lucy kedua adiknya seperi ketakutan dan ibu nya hanya bisa menangis ketika di jemput lucy .

"Hehh apa apaan kalian ini bukan nya kerja malah drama sinetron di depan rumah ku cepat cepat kerja , kau juga mau ikut kerja lucy ? " Ucap pa naim

"Maaf pa ibu dan adik adik ku tidak bisa melanjutkan pekerjaan ini mereka harus istirahat mereka harus sekolah pa besok " Ucap lucy

" Enak saja mereka bekerja disini untuk bayar hutang hutang ayah mu " Ucap pa naim

"APAA? HUTANG!!" Ucap lucy kaget

"Iya ayah mu sering minjam uang sama saya tadi tidak di bayar bayar ya sudah saya minta tenanga nya saja tapi ayah mu malah mengirim mereka ya sudah daripada hutang saya tidak di bayar"Ucap pa naim

"KETERLALUAN LAKI LAKI ITU!" Ucap lucy marah karena ibu dan adik adik nya di jadikan mesin untuk membayar hutang hutang ayah nya itu .

" Berapa hituang ayah saya pa?" Ucap lucy

"1 juta berseta bunga nya!" Ucap pa naim

"Astaffirulloh ayah kenapa si dia selalu bikin masalah dalam hidup kita uang sebanyak itu dia gunakan untuk apa !!" Ucap lucy dengan penuh kebencian

"Kalo boleh nanti saya cicil saja hutang hutang ayah saya asal ibu dan adik adik saya tidak berkerja lagi disini" Ucap lucy mau tidak mau karena ia tidak ingin ibu dan adik adik nya bekerja sampai larut malam.

"Emm baik lah karena saya masih punya hati , tapi ingat harus di bayar oke!"ucap pa naim

"Baik pa terimakasih bapa sudah mengizinkan saya mencicil hutang hutang ayah saya, insyaalloh setelah nanti saya gajihan saya bayar hutang nya ya pa!" Ucap lucy

"Iya sama sama bilang sama ayah mu hutang bayar sendiri " Ucap pa naim

"Iya pa sekali lagi terimakasih ya kami pulang dulu " Ucap lucy

"Iya iya silahkan" Ucap pa naim

"Ayo bu , dek kita pulang , aku ga terima bu ayah perlakukan kalian kaya gini ini keterlaluan"Ucap lucy

"Sudah lah kak kamu lawan ayah mu juga percuma nanti kamu malah di siksa sama dia" Ucap ibu nya

"Iya buu tapi laki laki itu ga punya pikiran yang jernih entah setan apa yang merasukinya sampai sulit berpikir jernih"Ucap lucy

"Aku takut ka , takut ayah suatu saat kalo kakak ga ada kita di paksa kerja lagi"Ucap adik perempuan lucy

"Kamu tenang ya sayang , kakak akan jagain kalian bertiga dari laki laki biadab itu"Ucap lucy penuh amarah

Mereka pun terus berjalan pulang dari rumah pa naim dan sampai di rumah ternyata ayah nya sudah pergi lagi tanpa menutup pintu .

"Lihat bu kelakuan laki laki itu pintu saja dia lupa menutup nya , heran aku apa isi kepala nya " Ucap lucy

"Sudah lah jangan di pikirkan biarkan saja jangan di ambil pusing nanti malah kita yang stres" Ucap ibu lucy

"Ya udah bu kalian bersih bersih lalu istirhat ya aku juga mau bersih bersih dan istirahat"Ucap lucy

Lucy pun masuk kekamar nya namun ia di buat kaget dengan keadaan kamar nya yang sangat berantakan sekali .

"Ya ampun kenapa kamar ku sangat berantakan baju di lemari ku berhamburan , pasti ini kerjaan laki laki ituu mau nya apa si laki laki itu"Ucap lucy kesal

Ternyata memang ayah nya yang mengacak ngacak lemari di kamar nya ayah nya sudah pasti ayah nya mencari uang simpanan lucy tapi semenjak ayah nya sering mengacak ngacak kamar nya ia tidak pernah menyimpan uang di lemari kamar ia sembunyikan di tempat yang aman.

Lucy pun langsung membereskan pakaian nya meskipun lucy sudah lelah tapi ia harus tetap membereskan nya .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!