Di saat pak Wijaya masih duduk dan berdiskusi dengan sesosok jubah hitam dia pun menyetujui perjanjian yang di sepakati yang di mana anak nya sendiri Bella akan di ambil ketika genap berusia 17 tahun
" ini sudah perjanjian kau tidak akan bisa mengingkari nya" ucap sosok tersebut yang sedang membawa secarik kertas perjanjian
Kemudian pak Wijaya yang masih duduk pun di persilahkan membaca kertas perjanjian tersebut dan syarat tanda tangan nya adalah tidak menggunakan pulpen seperti pada umum nya akan tetapi menggunakan darah yang di keluarkan dari jari tangan pak wijaya
" pakai ini" kata sosok jubah hitam tersebut sambil memberikan jarum
" untuk apa Mbah"? Tanya pak Wijaya dengan bingung
" tanda tangan surat perjanjian nya" jawab nya
Kemudian dengan rasa sedikit ketakutan pak Wijaya pun langsung menusukan jarum ke jari tangan nya dan mengeluarkan darah kemudian di cap lah darah tersebut sambil di pegang tangan pak Wijaya dan di arahkan cap jari yang menggunakan darah tersebut
" sudah" ucap sosok hitam tersebut
Kemudian pak Wijaya masih sedikit kesakitan
" ini belum seberapa nanti kau akan mengikuti rangkaian yang lainnya"
Dan di berilah sebuah kain kasa dan hansaplas kepada pak Wijaya tersebut
" pakailah untuk menutup luka mu"
Kemudian pak Wijaya pun menerima kain kasa nya dan masih terasa perih di tangan nya
" nanti malam tepat bulan purnama kau harus datang ke sini untuk mengikuti serangkaian acara"
Dan pak Wijaya pun bertanya
" di mana Mbah"?
" di sini" jawabnya
Kemudian pak Wijaya pun segera pulang setelah semuanya selesai
" bawakan calon korban itu kepadaku" ucap sosok tersebut sambil memegang tangan pak Wijaya sebelum pergi
" baik Mbah" jawab pak Wijaya
Kemudian pak Wijaya pun pergi dan berpamitan
" saya pulang dulu Mbah"
" baik kau jangan lupa bawakan korban nya untuk ku"
pak Wijaya pun menurutinya dan segera pulang
di sisi lain di kediaman pak Richard
Nyonya Jasmine sedang memikirkan temannya yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu dan pak Richard yang sedang duduk di samping nya heran
" kamu kenapa melamun mah"? Tanya pak Richard
" aku masih kehilangan teman ku pah" jawab nyonya Jasmine dengan ekspresi sedihnya
" kenapa"?
" teman ku sudah lama meninggal dan sangat misterius " jawab nya
" sudah mah ikhlas kan saja semoga dia tenang di alam sana" timpal pak Richard sambil menenangkan istrinya
Ternyata temannya nyonya Jasmine sendiri adalah ibu dari Bella dan istri pak Wijaya yang benar benar kematiannya sangat aneh karena teman nyonya Jasmine tersebut sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit apapun mengingat kejadian 5 tahun yang lalu nyonya jasmine melihat teman nya sudah di bawa ambulance dan di sana banyak sekali warga yang berkumpul karena temannya tersebut meninggal mendadak ketika baru habis shopping dan posisi nya sedang menunggu nyonya Jasmine keluar dan selesai membayar ke kasir di sebuah Mall
sementara celline dan Calvin sudah selesai makan siang bersama karena ibunya sudah duluan selesai dan sekarang masih duduk bersama ayah mereka
celline dan Calvin pun menaiki lantai atas
" kak"? Ucap adiknya tersebut
" apa"?
" kakak mau ke kamar langsung"?
" iya pengen tidur ngantuk nih" jawabnya
" yaudah deh " Calvin pun segera masuk ke kamar nya begitu pun dengan celline
saat di dalam kamar celline membuka layar handphone nya dan melihat banyak panggilan suara tak terjawab
" siapa sih banyak amat nih " gumam nya sambil melihat WhatsApp
Dan celline pun membalas chat juga dari nomor tak di kenal tersebut
" siapa"? tanya celline dalam chat nya
kemudian di balas
" ini Regi save ya wa gua" balasnya
Kemudian celline pun save nomor nya
" gua boleh telpon gak"? Tanya Regi
" gak boleh deh gua mau tidur " jawab nya
" oke deh lain kali aja" kata Regi
Chat pun berakhir
Di kediaman Bella dia pun tertidur di kamarnya dan ada yang menarik selimut nya secara tidak sadar selimut nya itu terjatuh di lantai
sssrrreeekkkkkk
Bella pun kaget karena denger suara sekilas dan kaki nya seperti ada tangan yang memegang dari kolong ranjang nya
" aduh siapa ya yang megang kaki gua" kata Bella di dalam hati nya sambil ekspresi ketakutan
Kemudian Bella pun mencoba menoleh dan melihat nya ke arah belakang nya kemudian dia melihat sosok wanita menyeramkan
" aaaaaaaaaaaaa settaaaannn" teriak Bella
Kemudian pas sadar dia terbangun ternyata ini hanyalah sebuah mimpi
dengan napas tergesa gesa
" huh syukur deh cuma mimpi" gumam nya kemudian melanjutkan kembali tidurnya dan setelah tidur kembali malah ada yang menarik selimutnya secara nyata
...
Di kediaman celline dia benar benar bermimpi dalam tidur siangnya ini dia melihat sebuah tempat yang begitu indah namun sangat aneh kenapa dia melihat ada ayah nya juga di sana sedang berkumpul bersama sosok jubah hitam dan celline melihat di sana juga ada ibunya yang sedang tertawa dan bercerita namun saat celline menghampiri malah menghilang dalam sekejap
" ayah ibu " teriak celline memanggil nya namun aneh malah tidak ada jawaban
Dan celline pun terbangun dan ternyata jam sudah sore menunjukan pukul 5 sore
" nak bangun udah sore hey" kata ibunya sambil memegang pipi nya
Kemudian celline kaget
" hah udah sore Bu" terkejut nya
" iya kamu pulas banget hari ini" kata ibunya sambil menyalakan lampu kamar nya
" mandi ya " kemudian ibunya keluar dari kamar celline dan membangun kan Calvin yang masih tidur juga
Pak Wijaya pun sampai Di kediamab bella ayah nya pun pulang sore dan ayah nya menayakan keberadaan Bella
" di mana anak saya"? Tanya nya
" ada di kamar tuan sedang tertidur" jawab pembantu nya tersebut
Kemudian pembantu tersebut pun pergi ke arah dapur
Pak wijaya pun menaiki lantai atas
Dan tidak sengaja ayah nya mendengar Bella teriak ketakutan
" tolong... tolong jangan....jangan" ucap nya sambil menarik selimutnya
Dan ayahnnya mendengar di balik pintu kamarnya dan saat di buka pintu kamarnya
Ceklek
" kamu kenapa Bella"? Tanya ayahnya
Di sana Bella terlihat pucat dan ketakutan sekaligus menangis karena melihat penampakan tangan yang menyeramkan saat ayah nya datang tangan tersebut menghilang
" tadi ada hantu ayah" kata Bella
" mana? Gak mungkin ada itu cuman takhayul" jawab ayah nya tersebut
" aku takut " kemudian Bella di peluk oleh ayah nya
" udah tenang di sini ada ayah jagain kamu" kata pak Wijaya sambil menenangkan Bella
Di suatu tempat bangunan tua
Di bangunan tua tersebut ada seorang memakai baju hitam sedang menyeret sebuah karung yang begitu berat dan mengantarkan nya ke dalam bangunan tua tersebut
" ini tuan pesanan sudah sampai" katanya
sosok jubah hitam yang di temui ayah nya Bella tadi senang
" hahahah bagus " jawab sosok tersebut kemudian di bayarlah dengan satu gepokan uang yang tebal dan di beri nya kepada laki laki yang memakai pakaian serba hitam tersebut dan amplop coklat tersebut sangatlah tebal dan laki laki tadi pun langsung pergi meninggalkan bangunan tua tersebut dengan membawa mobil kijang
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Maria Elizabeth Pereira
Tiap adegannya menggugah emosi.
2023-07-28
1
Nấm 🍄kaka🍄
Bagus sekali plot twist dalam cerita ini, author jago!
2023-07-28
1