Haaaiii Guysss.... jangan lupa bantu Author untuk VOTE ya..berapa pun Vote yang kalian beri, Author sangat berterima kasih 🙏
Dan berikan Author Like dan komen nya.
🌷 selamat Membaca 😍
Masih dikediaman Klurga Mahesa, Delena Merias dirinya dengn berbagai Alat kecantik kan, wajahnya yang putih mulus, ia olesi dengan pelembab dan ditaburi bedak padat, memakai eyeliner, eyeshadow, pensil Alis, maskara dan sentuhan terakhir lipstik warna nude, Rambut lurus panjnng nya,ia gerai، memakai pakaian Dres panjng selutut, dibeli kan Reno, saat berkunjungi ke rumah kakek Mahesa waktu di butik Andini.
Delena terlihat sangat cantik dan elegan dengan penampilan yang berbeda, memberi kesan natural dan Riasan yang tidk mencolok. entah apa yang ada dibenak nya sekarang.
Delena menuruni anak tangga satu persatu, semua memandang Delena...menatap kagum، ternyata di Meja makan sudah lengkap klurga Mahesa, bahkan Reno pun sudah hadir di meja makan.
Setelh hampir semnggu tidak bertemu Reno, akhirnya Delena bertemu juga, ada senyum tipis di wajah nya, ia menarik kursi kosong disamping Reno, tapi Reno masih bersikap Angkuh dan cuex, seakan tidak peduli ada istri disampingnya yang semakin cantik.
"Sudah kebiasaan selalu harus menunggu Tuan putri dulu!" cibir Andini kesal.
"Sudah lah mah, jangn di perdebatkan lagi, davin belum telat, makan ajh belum di mulai"
"Maaf..mah..Aku tadi__'"
"Eehemm..! Reno berdehem, memberi isyarat, agar tidak ada lagi pedebatan.
Mereka pun menikmati makan pagi ini tanpa bersuara, tercipta lah suasana yang hening di meja makan, hingga makan pun selesai.
"Hallo...semua! suara seorang gadis remaja sekitar umur 20 tahun, masuk ke dalam Ruangan sambil membawa tas dorong milik nya, melepas kaca mata hitam yang ditaruh diatas kepala.
"Tania!! Teriak siska senang,dan ia beranjak dari duduknya berpelukan dengn Tania, di ikuti Andini dan Fany ikut berpelukan.
"Bagaimana kabar mu? knapa mendadak sie tidak bilang Tante kalau mau kemari"
"Aku mau buat suprise buat kalian semua, mana Om Ramon dan ka Reno"
"Aku disini Tania?"
"Om Ramon" Tania pun dirangkul Ramon layak nya anak sendiri.
"Bagaimana kabar Ayah mu?!
"Sehat Om..dan paph kirim salm buat Om"
Reno yang masih duduk dikursi makan, tidak beranjak atau ikut kumpul bersama mereka. Delena pun masih duduk ditempat nya, ia Merasa bingung dengn kehadiran Gadis cantk berambut sebahu.
"Kak Reno...."Tania berhambur memeluk Reno yang duduk menyamping
"Kenapa kak Reno diam ajjh, tanpa mau melihat ku dan menyambut kedatangan ku! Rengek Tania
"Kau bukan Anak kecil lagi bukan?!
"Baiklah.. Tapi kak Reno harus ajak aku jalan jalan, seperti janji kaka dulu"
"Kalau Ada waktu, Aku pasti ajak kau jalan jalan" ucap nya datar
"Tania, sekarang kau istirahat dulu, pasti kau cape, perjalanan dari Swiss kesini, fany kau Antar Tania ke kamar nya"
"Baik mah..Ayo kak! Tania dan Fany naik ke lantai dua untuk tidur dikamar Tamu.
Ramon pamitan untuk kekantor, Siska pun pergi untuk urusan salon, Andini pergi ke pertemuan teman2 sosialita nya.
"Oiya Ren...kau hampir seminggu tidak pulang jadi baru sekarang mamh bisa sampai kan, kalau Minggu depan kita akan ada tamu, rencana mmah mau jodohkan Fany dengan sahabat Mama vera, dia anak laki satu-satu nya dan pengusaha sukses juga"
"Apa mamah yakin mau menjodohkan fany, sedang fany baru berusia 18 tahun"
"Ya maksud mamh di iket saja dulu dengan pertunangn, dua tahun lagi baru menikah، kau tau sendiri anak jaman now bnyak yang nekad nekad" ucap Andini sambil melirik delena.
kesetika Delena teringat Arya kekasihnya, dan nama vera، mngingat kan delena pada sosok mamahnya Arya.
"Ya terserah mamah ajah!"
"Ya sudah mamah Pergi dulu ya, ada perkumpulan Arisan, sekalian mau undang Mereka"
Tinggal Reno dan Delena berdua di meja makan, tanpa ada suara dari mereka, Reno menghela nafasnya dan bangun dari kursi.
"Reno..." Delena memnggil
"Ada Apa?! jawab nya dingin
"Terima kasih, telah menyelamatkan ku!"
"Tidak perlu basa basi!" ucap nya masih dingin.
" Siapa wanita yang baru datang tadi"
"Heh' Reno tergelak, " Bukan urusan mu!"
saat Reno mau berjalan pergi..
"Apa kau tidak pulang lagi?!
"Apa peduli mu!" bertanya dengn tatapan intimidasi
"Karna Aku istri mu?" ucap delena dengn wajah nanar
"Heh'.. istri hanya diatas kertas! kata nya mencibir
"Aku sudah tau! selama Aku masih menjadi istri mu, biarlah aku berbakti pada mu, sampai waktu nya tiba, Aku pasti akan pergi dari kehidupan mu!" suara Delena parau dan tercekat
"Aku berharap! sebelum waktunya tiba, kak Davin sudah kembali, dan berubah jadi seorang istri yang baik, karna kakek dan papah ramon sngat menyayangi ka davin,dan Reno pun bisa melindungi kaka" bathin Delena.
"Harapan mu terlalu tinggi Davin, Aku bnyak mengenal diri mu dan tau siapa kamu! jangn karna Aku pernah menolong mu, membuat mu lupa diri dan berharap lebih!" Reno ber jalan mendekatii wajah Delena,dan berbisik di telinga nya "Jangn bermimpi untuk hidup bersama ku! yang kulakukan ini, hanya lah dendam yang harus kau bayar !!"
setelh berbicara Reno menatap sinis, seakan merendahkan delena, dengn senyum licik,lalu pergi meninggalkan Delena yang masih berdiri terpaku.
Sekali lagi hati Delena begitu sakit dan hancur berkeping2 seakan belati menusuk jantungny bertubi tubi, Airmata terus membanjiri pipi Delena, seakan luka kemarin belum kering, Reno siram kembali dengn Air garam.
Delena menatap kepergian Reno hingga punggung nya tak ter lihat lagi, ia merasa makan buah simalakama, Niat hati, Delena ingin merubah jatidiri Davina jadi wanita yang baik dan sopan santun,tidak dibenci oleh klurga Reno dan orang laen. agar saat Delena pergi meninggalkan Reno dan klurga nya. Davina baik dimata mereka dan bisa diterima, karna ia yakin kakanya bisa berubah jadi lebih baik,, Davina jadi seperti itu, karena kurang kasih sayang dari seorang ibu.
Tapi seakan semua sia sia, Reno begitu dlam membenci Davina, hingga ia rela menikahi kakanya hanya untuk Balas dendam, yang ia sendiri tidak tau, dendam karna Apa!!
sosok Reno yang terlihat baik dimata nya,kini berubah jadi seekor macan yang menakutkan
Delena mngambil sebilah pisau buah diatas meja, karna pikiran ia kalut, ia sudah tidak berpikir panjang lagi, hidup pun tiada berguna, semua orang membenci dirinya dan Davina. lalu pisau buah tajam meruncing itu, ia gores kan dipergelangan tangan dan...
"Ceesss! darah menetes dari pergelangnnya.
"Nona.. jangan! Apa yang kau lakukan? dengan cekatan pak Amar merebut pisau dalam genggaman Delena, dan tangn delena sudah mengeluarkan darah, untung tidak terlalu dalam, delena masih bisa diselamtkan.
suara teriakan pak Amar membuat pelayan klurga Mahesa berdatangan.
"Cepet Ambil perban, darah nyonya banyak kluar!! teriak pak Amar panik. para pelayan berlari mencari kotak P3K, dan pak Amar memperban pergelangan tangan Delena.
"Ada Apa rame rame disini?! tanya seorang tua Renta yang masih terlihat gagah.
"Tuan Besar Mahesa!" pekik para pelayan, membungkuk memberi hormat.
"Kakek?!.. ucap delena lemas.
☘️☘️☘️☘️
-
-
-
- Bersambung ♥️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 176 Episodes
Comments
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
astaga kasian delena
2024-05-24
0
andi hastutty
adik Reno mau di jodohkan ma Arya
2023-03-09
1
Lia Rochmatuz
Apa iyh si Arya mau d jodohkan dgn fany yah.. gawat nih
bakal ketemu tiap hari dong aryaTama dan Delena
2022-11-26
0