.
.
Fan Lao berharap semoga Roh Beladiri Kelelawar Api miliknya bisa menyemburkan Api dan bisa sebesar roh beladiri burung Phoenix agar nanti bisa membantunya ketika pertarungan.
Satu persatu siluman Badak Tanduk Ganda ini berhasil di tumbangkan , karena ketika para warga ini sudah berhasil menusuk ke dua matanya maka langsung berlanjut melemahkan ke empat kakinya , karena kak siluman Badak ini memiliki kulit yang sangat tipis , sehingga tebasan pedang atau tusukan tombak para warga berhasil melukai ke empat kakinya.
Fan Lao sebenarnya ingin mencoba melawan para siluman Badak ini dengan kekuatan pedangnya , tapi dia sedikit takut jika paman Xiao Shen justru memarahinya karena tidak mendengar perkataanya tadi .
Setelah para warga berhasil menumbangkan para siluman Badak Tanduk Ganda ini , kemudian siluman Badak yang tersisa langsung menarik diri untuk kabur dari sana .
Para warga desa tidak ada yang mengejar para siluman Badak yang kabur dari sana , karena mereka sudah mendapatkan siluman Badak cukup banyak , lagi pula para warga juga harus segera memulihkan energi Douqi mereka , karena Badai Siluman kali ini sangat lah menguras Douqi mereka .
Melihat Badai Siluman telah berakhir kemudian Fan Lao langsung berjalan menghampiri paman Xiao Shen yang sedang memulihkan diri bersama paman Xiao Liu dan nona Xiao Douya.
Lalu Fan Lao langsung ikut duduk di sana untuk menunggu mereka selesai memulihkan energi Douqi mereka .
Tapi ketika Fan Lao sudah duduk dia melihat ada dua pemuda yang tadi mengejeknya .
'' Dasar pemuda pengejut , di saat desa ini di serang oleh siluman tapi kau justru bersembunyi...'' Ucap salah satu pemuda .
Nona Xiao Douya langsung membuka matanya ketika mendengar ada suara pemuda yang sedang berbicara kasar , setelah membuka mata ternyata itu ada Lin Fan dan Lin Juan teman sebayanya di desa ini .
'' Kalian berdua pergilah dan jangan menghina kakak Fan Lao ini , kalau kedatangan kalian berdua hanya untuk membuat keributan maka lebih baik baik kita berduel saja di sini...''
Lin Fan dan Lin Juan sangat kaget mendengar nona Xiao Douya ternyata membela pemuda lemah ini , sehingga mereka berdua memilih pergi dari sana , karena nanti di marahi oleh kepala desa Xiao Shen.
Tapi mereka berdua masih penasaran siapa pemuda lemah itu tadi , yang membuat kesal adalah pemuda ini di bela oleh nona Xiao Douya , padahal nona Xiao Douya adalah teman baiknya.
Fan Lao sebenarnya sangat malu di bela oleh nona Xiao Douya , karena dirinya adalah seorang laki laki , tapi ini sebagai penyemangat dirinya agar menjadi lebih kuat lagi .
'' Apakah kakak Fan Lao tidak apa apa ...?''
'' Iya , terima kasih sudah membelaku...''
'' Sama sama kakak Fan Lao, kalau begitu aku akan melanjutkan untuk memulihkan diri dulu...''
'' Silahkan nona ...''
Kemudian nona Xiao Douya langsung memejamkan matanya untuk memulihkan Douqi nya kembali .
Setelah 2 jam berlalu akhirnya energi mereka semua telah pulih kembali , kemudian paman Xiao Shen dan para warga langsung bekerja sama untuk mengambil tubuh para siluman Badak Tanduk Ganda untuk di ambil mustika dan dagingnya , mereka membaur satu sama lain dan membaginya dengan rata tanpa ada yang serakah sedikitpun .
Setelah membaginya dengan rata kemudian paman Xiao Shen langsung mengajak Fan Lao pulang ke rumah , Fan Lao pulang ke rumah bersama dengan tetua Xiao Liu dan nona Xiao Douya karena rumah mereka berdekatan , setelah sampai rumah kemudian langsung membakar daging siluman Badak tadi bersama sama di depan rumah paman Xiao Shen.
Sambil membakar daging paman Xiao Shen mengatakan kalau mulai besok Fan Lao harus berlatih fisik agar ketahanan tubuhnya menjadi kuat dan bisa membantu desa ini ketika ada serangan Badai Siluman seperti tadi.
Fan Lao langsung menyetujuinya agar dia tidak di hina lagi oleh para pemuda di desa ini , karena sangat memalukan jika dirinya di lindungi lagi oleh nona Xiao Douya lagi , apa gunanya memiliki wajah tampan tapi kekuatan nya sangat lemah .
Setelah daging bakar ini telah matang kemudian mereka berempat langsung menikmatinya bersama sama seperti sebuah keluarga .
.
****
Keesokan harinya kepala desa Xiao Shen mengajak Fan Lao ke belakang rumahnya ,setelah sampai di belakang rumah Fan Lao melihat ada potongan kayu yang tersusun dengan rapi dan ada beberapa ember yang terbuat dari kayu , kemudian tetua Xiao Shen mengintrusikan Fan Lao untuk mengisi 2 ember air terbuat dari kayu itu dengan air yang ada di sungai , karena di belakang rumah ini ternyata juga ada sungai yang lumayan besar.
Kemudian Fan Lao langsung membawa 2 ember itu ke sungai untuk mengisi air sesuai intruksi dari paman Xiao Shen .
Fan Lao yakin ini adalah salah satu latihan fisik untuk dirinya , setelah sampai di sungai Fan Lao telihat sangat bahagia karena melihat di sungai ada nona Xiao Douya dan teman temannya sedang mandi di balik bebatuan .
Tapi Fan Lao berpura pura tak melihatnya , karena para gadis gadis ini pasti akan sangat malu kalau ternyata Fan Lao melihat mereka sedang mandi di sana.
Setelah selesai mengisi Air di sungai kemudian membawa air itu ke belakang rumah paman Xiao Shen lagi .
'' Sekarang kamu harus berdiri di atas kedua potongan kayu itu sambil memegang ember berisi Air itu , karena biasanya para pemuda di desa ini mengunangkan cara ini untuk melatih fisiknya...'' Ucap paman Xiao Shen sambil menunjukan 2 potongan kayu tadi yang sudah di tancapkan ke dalam tanah , sehingga potongan kayu ini bisa berdiri tegak setinggi 50 centimeter.
Kemudian Fan Lao langsung melompat di atas kedua batang kayu ini sambil membawa 2 ember berisi air yang masih penuh , kedua batang kayu ini sedikit berjauhan sehingga membuat kaki Fan Lao sedikit melebar .
'' Sekarang angkatlah kedua tangan mu ke depan hingga sejajar dengan bahumu , karena pelatihan ini adalah untuk menguatkan kedua kakimu dan kedua tanganmu agar nanti tubuhmu akan terbiasa dalam sebuah pertarungan...''
'' Iya paman...''
Kemudian Fan Lao langsung mengangkat kedua tanganya yang sedang memegang Ember berisi air hingga sejajar dengan bahunya , Fan Lao sedikit ragu dirinya bisa bisa bertahan dalam posisi seperti ini karena ini adalah pelatihan pertamanya , setelah 30 menit berlalu Fan Lao merasakan kedua tangan dan kakinya sangat kram membuat tubuhnya sedikit goyah .
Fan Lao tidak menyangka ternyata pelatihan seperti ini sangat menguras tenaga membuat tubuhnya langsung ambruk terjatuh ke tanah sehingga air yang ada dalam ember langsung tumpah .
'' Sekarang berdirilah untuk mengambil air lagi ke sungai...''
'' Boleh kah aku berisitirahat sebentar...?''
'' Tidak boleh , ini adalah pelatihan fisik demi mendapatkan tubuh yang sangat kuat...'' Ucap paman Xiao Shen tegas .
Kemudian Fan Lao langsung berdiri lalu berlari ke sungai untuk mengambil air lagi , dengan cepat Fan Lao langsung mengambil air di sana tanpa mengintip nona Xiao Douya dan teman temannya yang sedang mandi di sana karena sangat takut melihat keseriusan paman Xiao Shen tadi.
.
.
...[ Bersambung ] ™...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 499 Episodes
Comments
Sang M
lewatttt, cookk
2024-06-26
0
Darwito
FFS
2024-02-25
0
Prefix13
ggwp
2024-02-24
0