"Ayah, bagaimana perasaan ayah sekarang?" tanya Nella setelah suaminya diijinkan pulang ke rumah oleh pihak rumah sakit.
Kondisi pak Bagas sudah lebih membaik dari sebelumnya. Sehingga dia diijinkan untuk berobat jalan saja di rumah.
Pak Bagas hanya tampak terdiam. Lelaki paruh baya itu sepertinya akhir-akhir ini terlalu banyak pikiran. Belum lagi masalah perusahaan. Kini dia dihadapkan dengan masalah putrinya yang masih dalam kondisi koma.
"Sebaiknya ayah beristirahat saja terlebih dahulu. Lagipula perusahaan juga sudah ada Jennifer yang mengurusnya. Ayah tidak perlu khawatir lagi," ujar Mama Nella sambil membetulkan selimut sang suami.
"Mama benar ayah, kemarin perusahaan SQ sudah menerima kerjasama kita ayah. Serahkan semuanya kepada Jenni," ucap Jennifer dengan rasa bangganya. Dia ingin sang ayah mempercayakan sepenuh urusan pekerjaan kepada dirinya.
Dengan begitu dia akan lebih mudah mendapatkan kekuasaan atas perusahaan CH.
"Ehhem, ayah, apakah tidak sebaiknya perusahaan CH biar dipegang oleh jenni saja. Ayah berikan putri kita kekuasaan agar bisa memimpin perusahaan. Apalagi kondisi Adelia seperti saat ini. Mama cuma khawatir saja jika ayah sakit karena memikirkan banyak hal," bujuk Nella dengan manis. Dia mencoba membuat sang suami menyerahkan semuanya kepada putrinya.
Dengan menguasai perusahaan CH akan membuat keduanya bisa mempermudah kepergian dua orang, ayah dan anak dengan lebih mudah. Jennifer tersenyum mendengar dukungan sang mama tersebut.
"Ayah masih kuat untuk memimpin perusahaan ma. Lagipula Jennifer juga musti banyak belajar. Tapi terimakasih banyak nak, kamu sudah mau menyelesaikan urusan di kantor. Tetapi sudah sering ayah bilang bahwa perusahaan itu adalah milik bundanya Adelia. Jadi ayah tidak berhak menentukan siapa yang harus memimpin di sana. Kecuali Adelia nantinya yang menentukan," jelas ayah Bagas. Karena memang seperti itu kenyataannya.
Jennifer hendak berkata-kata. Akan tetapi sang mama memberikan kode agar tidak melawan ucapan ayahnya barusan.
Sedangkan Jennifer menghembuskan napasnya panjang.
"Baiklah kalau begitu ayah istirahat saja. Mama tinggal dulu ya yah, mau siapin makanan buat makan malam, ayo Jen," ajak mama Nella kepada Jennifer.
Setelah ayah Bagas beristirahat. Kedua wanita itu keluar dari kamar kemudian menuju ke kamar Jennifer yang berada di lantai satu rumah tersebut.
Braaaaakk
"Tahan emosimu Jen!" ucap mama Nella tertahan.
Dia juga menahan emosinya sedari tadi sejak berbincang dengan suaminya. Apalagi mendengar jika suaminya masih belum merelakan jika perusahaan jatuh dalam kepemimpinan Jennifer. Padahal jelas-jelas putri kandungnya sedang koma. Dan selama ini hanya Jennifer yang mampu mengelola perusahaan. Sedangkan Adelia sendiri tidak pernah mengerti apapun tentang kondisi perusahaan CH.
"Bagaimana aku nggak kesal ma, jika tua Bangka itu belum juga percaya kepadaku kalau aku mampu mengelola CH," ucap Jennifer dengan kemarahan yang menggebu.
"Kamu juga nggak bisa bertindak sekasar ini Jen. Kamu harus berpikir dengan kepala dingin. Kalau perlu kamu singkirkan saja dulu itu Adelia. Biar tidak ada lagi yang mengganggu langkah kita ke depannya," saran mama Nella yang sebenarnya ingin Adelia mati saja dalam kecelakaan tersebut. Akan tetapi ternyata dia masih hidup dan justru terbaring koma tidak tahu kapan sadarnya.
"Kalau saja penjagaan di rumah sakit tidak seketat ini mungkin aku bisa melakukan hal itu, ma. Tetapi mama tahu sendiri bukan. Ayah melakukan penjagaan yang ekstra untuk menjaga putri kandung si-al-annya itu ma," ucap Jennifer menggerutu.
"Kamu deketin terus Gilang. Minta agar dia mampu membantu kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan Jen. Jangan putus asa. Lakukan berbagai cara meski harus cara kotor sekalipun," saran mama Nella kepada Jennifer.
❤️❤️❤️
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
dasar duo iblis 😤😤😠😠
2025-02-18
0
fifid dwi ariani
yrus
2023-06-13
2
Marisa
ada maksud terselubung ini istri keduanya 🧐🧐🧐🧐🧐
2023-05-24
1