Exhausted in Destruction : Wandering in a New World Filled With Harem
Eps. 015 ~ Pagi Yang Baru
^^^Author : Akaii.^^^
Jadi Max merasa bahwa lebih baik sedikit melambat untuk saat ini
Max merenung sebentar dan Naik ke atas untuk istirahat sebentar. Sejujurnya Max ingin segera memepercepat pembentukan Kamp tetapi dia harus bersabar, karena tidak realistis untuk memebentuk kamp saat dunia belum lama berubah.
Kota Celestial adalah kota yang besar, bahkan lebih besar dari ibu kota negara Naga.bDan beberapa negara di luar negeri, setidak nya butuh waktu sekitar satu minggu atau lebih untuk ber pergian dari ujung selatan menuju ujung utara di saat normal, melewati jalan tol.
Belum lagi saat ini dunia luar di penuhi kekacauan, berapa jalan dan juga tempat tempat lain yang di blokir saat ini, mungkin hanya pemerintah yang tau tentang pengaturan kota Celestial.
Karena mereka melakukan pengawasan dengan mengunakan satelit jadi pergerakan mereka mungkin sudah di awasi oleh orang orang di atas.
Berapa banyak orang yang terjebak, Monster, zombie dan para penyitas yang tersebar di luar. Di tengah kekacauan seperti ini diperkirakan butuh lebih dari satu bulan untuk keluar dari kota Celestial.
Jadi dia memutuskan untuk menunda pembuatan Kamp hingga beberapa hari lagi.
Setidak nya setelah dia menjamin tindakan nya tidak akan menarik perhatian pemerintah dan militer.
Memikirkan keluarga nya saat ini, yang sedang menungu nya di rumah dia merasa hati nya sesak. Max lebih memilih untuk menahan diri saat ini, demi masa depan keluarga nya
Siallll. Max merasa saat ini dia butuh sebuah hiburan atau apa pun itu.
Suara hujan menguyur deras dan suara guntur membuat dinding bangunan bergetar pelan, rasa kantuk perlahan menyerang menguasai nya dan tanpa di sadari dia pun tertidur
..........
Setelah beberapa jam tidur nyenyak, Max membuka mata nya sekali lagi dan perlahan berdiri, berjalan ke bawah untuk melihat gadis gadis di kelompok nya ber kerja keras.
Kemarin setelah mereka menanda tangni kontrak jiwa, mereka memiliki semangat lebih untuk berjuang dengan keras.
Supaya mereka tidak menjadi beban bagi Max dan anggota kelompok lain nya. Omong omong Max sudah membagi mereka menjadi tiga kelompok : Kelompok satu di pimpin oleh Zahra, Kelompok dua dipimpin oleh Emily, kelompok tiga di pimpin oleh Raya dengan Miko sebagai wakil nya.
Masing masing kelompok ber anggotakan sepuluh orang, sedangkan Guru Jing Jiya, Guru Lee, Bai Sunmi dang Bing You akan berada di bawah kepemimpinan nya langsung.
Saat ini kelompok Yang di pimpin oleh Emily sedang menyiapkan sarapan di dapur. Mereka tidak usah bingung untuk masak apa, karena setiap waktu makan sudah memiliki jatah bahan sendiri yang sudah di atur oleh Max.
Sehingga mereka memasak jatah bahan yang ada, dan cukup untuk tiga puluh lima orang.
Di kelompok Emily juga ada Yuki yang membuat sarapan kemarin sehingga pengerjaan nya lebih cepat.
Kelompok satu yang di pimpin oleh Zahra sedang berjaga di depan dan berlatih, juga mengirip dua atau tiga orang untuk membunuh satu dua zombie yang muncul di dekat Gimnasium.
Setiap mereka selesai membunuh, mereka selalu mencari Kristal monster sesuai arahan Max sebelum nya.
Sedang kan kelompok ketiga sedang membersihkan lokasi mereka tidur dan juga membantu pekerjaan kelompok lain.
Untuk Guru Lee, Guru Jing, Bing You dan Bai Sunmi sedang menungu Max Saunders di meja yang sudah bersih dan di tata dengan rapi.
Melihat Max turun mereka berdiri dan menyambut nya, " Tuan Max " 4× mereka memberi hormat secara serempak dan itu menari perhatian gadis gadis lain nya
Membuat para gadis memberi hormat dengan menundukan kepala.
" Sudah lah angkat kepala kalian jangan terlalu formal " Max menyuruh mereka untuk melanjutkan pekerjaan nya.
" Dan satu hal lagi, saat kalian berada di luar tetap bersikap rendah hati, jangan menujukan kalau kalian sudah pernah membunuh zombie atau tentang skill dan status kalian paham " Max memandang semua gadis di kantin utara dan menatap mereka
" Paham, tuan " Mereka menjawab dengan serentak.
" Juga untuk pencegahan, dari kelompok tiga pilih empat orang untuk membawa tombak keluar, khusus mereka ber empat mendapatkan izin untuk berburu secara bebas denfan kelompok Ming Yue dan biarakan orang orang itu. "
" Mengangap empat orang itu sebagai unggulan kelompok kita, juga untuk berbaur dengan orang lain dan mencari informasi atau keuntungan lain nya. "
" Miko, Raya pilih empat orang anggota kelompok kalian!" Max membiarkan kelompk tiga untuk mendiskusikan siapa empat orang itu yang akan bergabung dengan kelompok lain.
Sedangkan untuk tugas kelompok satu Max memerintahkan mereka untuk hati hati, supaya tidak ada orang yang tau kalau mereka ber buru di sekitar Gimnasium.
........
Tok! Tok! Tok!
Setelah mereka selesia sarapan, suara ketukan pintu ter dengar, di ikuti suara lembut dan menyenang kan terdengar, "Kakak Max, Sauidari Ming dan Guru sudah menunggu mu, dan yang lain nya juga inggin anda datang..... "
Max Saunders mengenali suara itu, itu suara gadis yang selalu mengikuti Ming Yue, Kalau tidak salah nama nya : Qin Qian, Suara nya terlalu kecil. Jika Max belum berevolusi atau ber tamabah kuat dia mungkin tidak terlalu mendengarnya.
{ Sekarang orang yang sudah membunuh atau naik level akan di sebut orang yang berevolusi oke... }
Tanpa berkata apa apa, Max Saunders membuka pintu dan berkata perlahan, " saya mengerti, Anda dapat pergi dan memberi tau nona Ming Yue bahwa saya akan ke sana segera "
Entah kenaga saat gadis itu, Qin Qian melihat dan mendengar suara Max Saunders dia terdiam sejenak, kaget, mengaguk dengan cepat dan ber lari pergi kembali ke kantin selatan tanpa berkata apa apa, Dengan wajah yang memerah sampai ke telinga.
Seperti nya dia memiliki ketertarikan kepada Max Saunder, Ya di lihat dari penampilah dan aura maskulin nya mudah untuk membuat gadis gadis lugu itu jatuh hati dengan sedikit kebaikan atau perhatian nya.
Saat Max sampai di kanti selatan dia melihat banyak siswa yang sarapan dengan duduk di lantai akibat kekurangan meja.
Suasana di sini sangat suram dan jika bukan karena lampu yang menyala banyak orang akan meringkuk ketakutan.
Di tambah lagi suara rintik hujan dan mahkluk aneh dan zombie yang berkeliaran di luar, membuat suasana nya menjadi sedikit tegang
Saat dia sedang melihat orang orang makan, memikirkan hal hal tak ter hitung jumlah nya, suara langkah kaki ke arah nya membuatnya menoleh. Melihat ke arah sumber suara, Max Saunders melihat Ren Mu dengan panah nya, Ming Yue dengan katana nya dan Lao Fu dengan kapak besar nya.
Berjalan ke arah nya dengan berbagai ekspresi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments