Sulaiman hanya bisa menggeleng melihat Zila sudah berlari ke atas.
Zira juga ikut pamit ke kamar.
Di kamar Nana menghubungi Zila.
Drrrtttt Drrrtttt Drrrtttt
" Hello Assalamualaikum" jawab Zila.
" Waalaikumussalam Kak Zila di mana sih.. aku udah di depan rumah kak Zila..." Tanya Nana. Karena Nana memang lebih muda satu tahun dari Zila.
" Sebentar.. pake baju dulu.. aku baru siap mandi ini. Kau masuk saja dulu ada Umma Abi di bawah"
" Enggak arh, malas buka sepatu"
"Ya sudah, tunggu aja sebentar" Zila langsung menutup ponselnya. Bersiap siap dan langsung turun kebawah. Sebenarnya mereka ingin ke Mall untuk berbelanja beberapa barang keperluan para gadis gadis seperti mereka.
Tiba di bawah ustadz Sulaiman kembali ingin bertanya pada putrinya . " Zila, Abi mau tanya apa kau Mau---
Zila langsung memotong ucapan Abinya karena terburu-buru" Ya Abi mau.. atur aja.. aku tinggal terima beres.. udah dulu ya Bi, aku benar benar buru buru" potong Zila mencium punggung tangan Abi juga Ummanya serta Aggam dan Aara langsung pamit dan berlari keluar menghampiri Nana.
Zila tidak sadar jika yang di maksud abinya bukan yang dia fikir kan. Zila Mengira jika Abinya ingin bertanya tentang keberangkatan mereka nanti ke Mesir. Karena satu bulan lagi mereka ada rancang ingin kembali ke Mesir, Pada mula mula Zila tidak ingin ikut dan berniat tinggal saja bersama nenek nya, Tapi Tiba tiba dia berubah fikiran lagi jika dia mau ikut ke Mesir nanti. Dan saat Abinya bertanya dia mengira Abinya bertanya tentang keberangkatan ke Mesir maka itu dia mengiyakan saja padahal dia belum mendengar dengan jelas apa yang ingin di sampaikan oleh Abinya.
Ustadz Sulaiman juga salah faham, dia mengira tadi Zahra sudah memberi tau kan pada Zila tentang kedatangan Aggam bersama isterinya untuk melamar Zila.
Karena Zahra baru saja dari lantai atas. Sebenarnya Zahra memang berniat memberi tau kan pada Zila niat kedatangan Aggam tapi Zila tidak membuka pintu kamar nya untuk Umma nya, saat Zahra mengetuk pintu kamarnya Zila sedang berada di kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Aggam dan Aara akhirnya tersenyum senang mengira jika Zila benar benar menerima lamaran mereka. Ustadz Sulaiman dan Zahra terpaksa mengiyakan saja karena Zila mengatakan 'Iya' di hadapan Aggam dan Aara jadi ustadz Sulaiman dan Zahra sudah tidak punya alasan lagi untuk menolak lamaran mereka.
Mereka pun menetapkan tarikh pernikahan Zila dan ILham satu bulan lagi.
,,,
Malam harinya Zira pamit pada Abi dan Umma nya untuk ke Supermarket.
Setelah di izinkan Zira melaju kan motor nya ke supermarket. Tiba di tujuan Zira membeli apa saja yang ingin dia beli dan kembali ke parkiran.
Di parkiran Zira melihat ada sebuah mobil mewah yang terparkir di sebelah motor nya. Dia berniat mengambil Motornya tapi kedua bola mata Zira tidak sengaja menangkap sepasang kekasih yang sedang bercumbu di dalam mobil tersebut melalui kaca mobil yang sedikit terbuka.
Zira bisa melihat baju yang di pakai oleh wanita itu sudah terbuka separuh di bahagian atasnya dan memperlihatkan dada wanita tersebut. Kedua manusia itu tidak sadar dengan kaca mobilnya yang sedikit terbuka karena terlalu asik bercumbu.
Wow mata suci ku ternodai. batin Zira
" Ehem.. Mas, mbak, Enak ya" Sindir Zira pada kedua manusia tersebut sambil menahan tawanya.
Kedua manusia itu langsung tersadar dan melihat pada Zira yang sudah tertawa terbahak-bahak merasa lucu pada pasangan yang sangat kaget melihat nya. Ternyata mereka adalah Salfa dan kekasih nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Nendah Wenda
ketemu madu nih
2024-02-16
2
Edah Aja
kok aggam mau ya besanan sm ustadz sulaiman ,,apa udh baikan ya jdinya besanan/Grievance//Smirk/
2024-01-05
0
revinurinsani
hih dasar wanita Gatau diri sisalfa
2023-12-14
0