Batuk Zira saat meminum airnya dan mendengar kakaknya yang ingin magang di kantor DLDGroup
Zira menatap curiga pada Zila '' Sis bilang apa? Magang di kantor DLDGroup ? beneran ni mau magang... '' tunjuk Zira Pada Zila penuh selidik.
'' Beneran kok'' Jawab Zila salah tingkah yang membuat Zira tertawa terbahak-bahak.
'' Masa sih... bukan karena kak Kenan yang CEO di sana kan...'' Ejek Zira tersenyum jahil pada kakaknya karena dia tau jika kakaknya sudah lama menyukai Kenan (Anak Bima Dan Ayuna) sahabat Umma nya
" Apaan sih Ra, Ya enggak lah.. jangan ngoco kamu" Elak Zila dengan wajah yang memerah di balik cadarnya.
"Hihihi.. yang lagi jatuh cinta sendiri.. Hati hati nanti cintanya tidak terbalas.. sakit lohh hahahaha " Zira tertawa terbahak-bahak dan berlari meninggalkan kakak nya yang mengejar nya dengan kesal.
" Berhenti kau Zira.. awas kau" Teriak Zila masih mengejar Zila.
" Yo.. itu akibat nya tidak pernah olahraga kan tidak bisa berlari Buahahahaha " ejek Zira masih terus berlari tiba-tiba....
Brukkkk
"Auwww" Zira terjatuh karena menabrak Abinya.
" Zira.. kenapa kalian main kejar kejaran sayang, kan sudah terjatuh" Ujar ustadz Sulaiman meraih putri nya yang terjatuh.
" Abi.. kok Abi ada di rumah.. bukannya tadi Abi ngantar Umma ke cafe dan mau ke kampus juga----
'' Belajar hihihi'' Zira memotong ucapan kakaknya Zila dan sedikit mengejek Abinya.
Sulaiman tersenyum lembut melihat putri bungsunya yang sangat mirip seperti Umma nya yang bar bar dan sangat jahil juga menyebalkan.
'' Apa anak Abi ini mengira Abi ini Mahasiswa '' ustadz Sulaiman Menarik gemes hidung munggil putri nya masih tersenyum
"Mungkin Abi... Abi kan guantengnya pake buangeeettttt tu..'' jawab Zira bercanda dan langsung memeluk lengan Abinya Zila juga tidak mau kalah, dia juga memeluk sebelah lengan Abinya.
'' Kenapa kedua putri Abi ini masih belum ada yang bersiap. ini lagi satu bau asem..'' Ujar Sulaiman melihat Zira" Bukannya Umma tadi nyuruh kalian berdua ke Cafe sayang" tambah Ustadz Sulaiman mencium kedua pucuk kepala putri nya.
Walaupun mereka berdua sudah tumbuh dewasa berusia 21 tahun tapi ustadz Sulaiman masih menganggap mereka berdua itu putri kecilnya yang lucu dan menggemaskan.
''Zira saja Abi yang di suruh pergi cafe sama Umma'' jawab Zila masih memeluk manja lengan Abinya.
'' Loh.. terus putri Abi ini mau ke mana..'' Tanya Sulaiman pada Zila
'' Mau bersantai aja Abi di rumah'' Jawab Zila tersenyum manis di balik cadarnya.
'' Ya sudah Abi, Zira Mau mandi dulu lalu ke cafe, nanti Umma ratu ngamuk Abi Kaisar juga yang repot. Umma kan kalo ngomel satu hari satu malam, ngeriiiii '' Kata Zira mencium punggung tangan Abinya langsung berlari ke lantai dua di kamar nya.
'' Terus anak Abi yang satu ini, mau nya apa '' tanya ustadz Sulaiman karena Zila masih setia memeluk lengan nya.
"Mau peluk Abi aja di sini deh.. " Kata Zila menyandar di bahu Abinya.
"Jangan dong sayang.. Sebentar lagi Abi ada bimbingan.. Abi pulang karena ponsel Abi tertinggal takut Umma ratu telfon tidak di angkat, bisa bisa ngamuk ratunya dan mengatakan "
" Mas Dari Ketemu mata mata setan ya.. Hahahaha " Ujar ustadz Sulaiman bersamaan dengan putrinya sambil tertawa mengumpati Zahra yang sering berkata demikian pada Ustadz Sulaiman jika telat pulang atau terlambat mengangkat panggilan nya.
"Ihhh Abi.. ada ada aja.. ntar ada reporter Umma ratu kita bisa di aduin Lo Bi" Kata Zila terkikik geli mengingat Zira sering mengadu pada Umma nya jika dia dan abinya mengumpati Ummanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Awind Widayanti
keluarga Idaman
2024-07-24
3
Nendah Wenda
bahagia. banget keluarga ustadz Sulaiman
2024-02-16
2
Deliza Yuseva01
aku sama anak yg semata wayang sering bercanda kadang malas mkn minta disuapi.🥰
2023-12-18
0