Komentar Layar Booming

Kapten tim memutar kenop pintu dengan percaya diri. Mereka masuk satu per satu.

Ada satu lampu di dalam studio, itupun dengan Watt kecil, jadi tidak terlalu terang. Di bawah lampu ada meja bundar kecil. Sofa berada tepat di sebelah kiri lampu, Namun Harus yang bersandar di sofa tidak begitu terlihat karena pencahayaan yang kurang.

Bagian studio lainnya gelap dan tampak sedikit menakutkan. Empat orang berkerumun bersama. Tak satu pun dari mereka berpikir untuk menyalakan lampu. Kapten dipaksa ke depan untuk memimpin jalan.

"Kapten, kamu berjalan di depan, jika ada hantu, kamu harus berlari di barisan belakang."

"Semprul! Kau ingin mengorbankan diriku!"

Tiga orang lainnya terus berjalan ke depan melihat-lihat, sementara kapten berusaha bersandar. Kemudian, dia melihat sosok di sofa.

“Hei, lihat itu sepertinya ada seseorang di sana.” Kapten tim menunjuk ke arah Haris di sofa.

Haris mendengar gerakan, Haris mengira seseorang di sini memanggilnya untuk memulai syuting, jadi dia berdiri. Rambutnya digantung di telinganya. Karena dia memiliki begitu banyak aksesoris di tubuhnya, terdengar suara dentingan logam saat dia bergerak. Dia masih memegang sebotol vodka di tangan kanannya.

Cahaya tidak mencapai tempatnya berdiri, hanya menguraikan siluet Haris yang samar-samar.

Rentetan layar dibanjiri komentar.

[Eh,, benar-benar ada titik plot tersembunyi di sini!]

[Apakah hanya aku yang berpikir pria itu terlihat tampan? Aku tahu hanya dari punggungnya bahwa dia pasti tipe yang cantik.]

[Jangan berisik, cukup menonton saja .…]

[Bukankah mereka bilang mereka tidak menyewa tempat ini? Mengapa ada orang di sana?]

Kru variety show juga sangat bingung. Setelah menanyakan situasinya, kru variety show kemudian mengklarifikasi.

~Ini memang bukan salah satu studio yang kami sewa, kami juga tidak mengatur staf di tempat itu. Orang itu murni kebetulan.~

Di sisi lain di tempat studio.

Haris dan anggota tim merah sama sekali tidak sadar kalau mereka masing-masing salah menebak. Haris berpikir mereka datang untuk memotretnya, sementara tim merah berpikir Haris adalah NPC yang yang merupakan apa yang diatur oleh kru yang akan memberikan mereka petunjuk di mana lokasi harta Karun berada.

Kamera streaming langsung secara otomatis menemukan sudut pengambilan gambar yang ideal yang memperjelas keberadaan sosok Haris.

Haris perlahan berjalan menuju cahaya, berhenti, dan meletakkan vodka di atas meja bundar. Kemudian, dia menatap mereka.

“Kalian lama sekali. Apakah kita syuting sekarang?”

Haris baru saja minum alkohol, jadi suaranya agak serak-serak basah, seperti tersengat listrik. Begitu Anda mendengarnya, rasanya seolah-olah arus listrik mengalir ke tulang belakang Anda, mati rasa.

Wajah Haris yang cantik mulai terlihat jelas di layar, dan untuk sesaat, rentetan komentar berhenti untuk sesaat.

Kemudian, rentetan komentar meledak, dengan panik menutupi seluruh layar!

[Ah, sangat tampan!]

[Sial, wajah ini dan sosok ini, ah aku akan mati!]

[Sangat cantik seperti putri salju!]

[Apa maksudmu putri salju? Ia jelas-jelas tampan seperti pangeran Singosari!]

[Saya ingin setiap informasi tentang orang ini secepatnya! Saya mohon, dengan rendah hati menunggu orang lain mengungkapkan informasinya secara online!]

[Pria tampan harus debut!]

[Lihat penampilannya, aku selalu berpikir memakai banyak cincin dan kalung itu sangat norak. Saya salah. Hal-hal semacam ini dimaksudkan untuk menambah keindahan.]

[Rekam layar, rekam layar! Saudari, cepatlah! Aku ingin menyimpannya di Hp-ku.]

[Dapatkan setiap gambarnya untukku! Fokus padanya, ambil gambar sebanyak mungkin!]

Empat anggota tim merah terpana oleh dampak kecantikan sosok di depannya. Hanya setelah mereka mendengarnya berbicara, mereka kembali sadar dari keterangan mereka.

Kapten tim merah perannya yang ditugaskan dalam permainan adalah sebagai seorang fotografer. Mendengar pertanyaan Haris, ia mulai menghubungkan titik-titik tersebut.

“Y-ya, aku fotografernya. Aku akan mulai.”

Haris menjadi model untuk pertama kalinya. Dia tidak tahu bagaimana prosesnya, jadi dia hanya melihat mereka dengan tenang.

Sementara itu, tim merah dengan sepenuh hati berpikir bahwa mereka telah memicu plot permainan dan dengan hati-hati mengikuti naskahnya.

Haris mendongak dan melihat kapten tim merah mengarahkan kamera ke arahnya.

Kapten tim merah juga memiliki penyangga kamera yang tergantung di lehernya. Dia melepasnya dari lehernya saat ini dan mengarahkannya ke Haris.

Meskipun Haris tidak tahu banyak tentang pemodelan, ia setidaknya tahu bahwa mereka biasanya menggunakan tripod serta banyak lampu untuk mengatur pencahayaan foto.

“Apa kamu benar-benar hanya menggunakan ini untuk memotret?”

Tim merah merasa sedikit malu. Biasanya, ketika melalui alur cerita, mereka hanya melakukan apa yang mereka butuhkan dan tidak lebih, tetapi sekarang, mereka merasa orang seperti Haris yang cantik pantas mendapatkan peralatan lengkap yang lebih baik daripada alur cerita yang kasar ini.

“Ya, kami hanya akan menggunakan ini untuk saat ini karena kami hanya diberikan alat seadanya.”

Kapten tim merah mengotak-atik kamera dengan gugup. Kemudian, dia mengangkat kepalanya setelah beberapa saat memandang Haris.

“Oke, kita bisa mulai syuting sekarang.”

Haris dibayar untuk melakukan ini, jadi, tidak peduli apa yang dikatakan pihak lain, dia tidak punya keluhan. Haris mulai berpose di depan kamera.

Haris menggenggam botol vodka dan berjalan di bawah lampu agar pihak lain bisa mengambil foto dengan jelas.

Haris belum pernah menjadi model sebelumnya. Satu-satunya informasi yang dia ketahui tentang pemodelan adalah penelitian terakhir yang dia lakukan setelah diperkenalkan dengan desainer Lina.

Sebelumnya Lina berkata dia menginginkan rasa dekadensi, jadi dia akan memberikan rasa dekadensi padanya.

Kamera streaming langsung secara otomatis menyesuaikan sudut pembuatan film menangkap semua adegan yang ada.

Semua orang bisa melihat di siaran langsung. Siaran langsung program tersebut memiliki dua siaran, satu untuk tim biru dan satu lagi untuk tim merah. Penonton dapat menonton salah satunya atau mereka dapat menonton keduanya. Begitu Haris muncul, pemirsa aliran tim merah tiba-tiba melonjak.

Rentetan komentar tampak jauh lebih hidup dan sulit untuk membacanya karena banyaknya rentetan komentar yang masuk.

[Aku baru saja keluar zona tim biru untuk melihat tim merah, tetapi ketika aku melihat ke layar tim merah, aku melihat peri! Saya akan langsung ke intinya, apakah ada yang mendapatkan rekaman layar? Saya sedang berlutut sekarang, tolong bagikan dan kirimkan padaku!]

[Saya menuntut informasi tentang kakak ini.]

[Ah, dia sangat tampan setampan malaikat!]

[Malaikat itu mengerikan, tidak tampan!]

[Yang di atas, apa maksudmu malaikat mengerikan? Bukankah malaikat maut di drama-drama itu tampan?]

[Kenapa NPC acaranya bahkan lebih menarik daripada visual para tamu selebriti?]

[Saya berharap saya merangkak ke layar untuk menemuinya. Saya bersedia menikah!]

[Dai sangat cantik! Aku akan menamainya ~Malaikat Cantik~]

Episodes
1 Transmigrasi dan Bercerai
2 Bertemu Mantan di Ruang Ganti Karyawan
3 Pria Tercantik di Singosari
4 Masuk Trending Topic
5 Naga Kelinci Sakit
6 Andai Haris Seorang Wanita
7 Menjadi Model
8 Modelnya Cantik
9 Menyesuaikan Suasana Hati
10 Selebriti Beriklan di Tengah Variety Show
11 Komentar Layar Booming
12 Kesalahpahaman
13 Yeni
14 Menandatangani Kontrak dengan Yeni
15 Ke Yenny Entertainment
16 Agen lebih mirip Artis daripada Artis Sungguhan
17 Akan Tampil di Variety Show
18 Aku Pikir Mantan Istrimu Adalah Ja-Ba
19 Variety Show Hidup di Desa
20 Secara Teknis Tidak Terlambat
21 Perkenalan Sesama Tamu Variety show
22 Haris dihukum Ganti Gaya
23 Interaksi Para Selebriti di Variety Show Part 1
24 Interaksi Para Selebriti di Variety Show Part 2
25 Daya Tarik Haris
26 Memotong Kayu
27 Haris Memotong Kayu Terlalu Banyak
28 Makan Siang Tidak Berselera
29 Memasak Sup Untuk Haris
30 Anita Mementingkan Pendapat Haris Tentang Dirinya
31 Haris Tidak Menyukai Anita
32 Haris Tidak Memiliki Akun Media Sosial
33 Masuk Pencarian Panas
34 Anak yang Sangat Sopan dan Berperilaku Baik
35 Tiba-tiba Followers Melonjak Jadi 500.000
36 Menjadi Juru Bicara Punk Hazzard
37 Aku Tidak Secantik Selebriti untuk Menjadi Model
38 Pria Bertopi Baseball yang Berbohong
39 Dalam 12 Tahun, Haris Adalah Satu-satunya Pengecualian
40 Wajah Haris Terpampang di Billboard
41 Anita yang Menyebalkan
42 Undangan Audisi
43 Naskah Film Part 1
44 Naskah Film Part 2
45 Audisi
46 Haris Lolos Audisi
47 Hari Pertama di Lokasi Syuting
48 Foto Promosi Film
49 Akting Part 1
50 Akting Part 2
51 Akting Part 3
52 Haris dihitamkan di Internet
53 Diminta Belajar dari Anita
54 Bimbingan Anita Part 1
55 Bimbingan Anita Part 2
56 Pria (kucing) Itu Laki-laki
57 Nasihat Sutradara Willy
58 Anita Sadar Ia Mencintai Haris
59 Haris Mabuk
60 Pria Itu, Kucing!
61 Streamer Cinta Vita
62 Fanart Haris dan Naga Kelinci
63 Hubungan Anita dengan Orang Tuanya
64 Sebagian Selebriti Sebaiknya dihindari
65 Red Carpet Part 1
66 Red Carpet Part 2
67 Festival Film Bunasih Part 1
68 Festival Film Bunasih Part 2
69 Artis H dihitamkan
70 Perdebatan di Layar Part 1
71 Perdebatan di Layar Part 2
72 Nasihat Zaenal
73 Kelly Kelly Menggoda Haris
74 Pinjam Ponselmu
75 Meminjamkan Karet Gelang
76 Kesepian
77 Menjadi Tetangga
78 Reporter X Life
79 Naskah Karakter Villain
80 Memasak Setiap Hari
81 Trending Foto di Ig
82 Ulang Tahun Haris
83 Kiss [End Season 1]
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Transmigrasi dan Bercerai
2
Bertemu Mantan di Ruang Ganti Karyawan
3
Pria Tercantik di Singosari
4
Masuk Trending Topic
5
Naga Kelinci Sakit
6
Andai Haris Seorang Wanita
7
Menjadi Model
8
Modelnya Cantik
9
Menyesuaikan Suasana Hati
10
Selebriti Beriklan di Tengah Variety Show
11
Komentar Layar Booming
12
Kesalahpahaman
13
Yeni
14
Menandatangani Kontrak dengan Yeni
15
Ke Yenny Entertainment
16
Agen lebih mirip Artis daripada Artis Sungguhan
17
Akan Tampil di Variety Show
18
Aku Pikir Mantan Istrimu Adalah Ja-Ba
19
Variety Show Hidup di Desa
20
Secara Teknis Tidak Terlambat
21
Perkenalan Sesama Tamu Variety show
22
Haris dihukum Ganti Gaya
23
Interaksi Para Selebriti di Variety Show Part 1
24
Interaksi Para Selebriti di Variety Show Part 2
25
Daya Tarik Haris
26
Memotong Kayu
27
Haris Memotong Kayu Terlalu Banyak
28
Makan Siang Tidak Berselera
29
Memasak Sup Untuk Haris
30
Anita Mementingkan Pendapat Haris Tentang Dirinya
31
Haris Tidak Menyukai Anita
32
Haris Tidak Memiliki Akun Media Sosial
33
Masuk Pencarian Panas
34
Anak yang Sangat Sopan dan Berperilaku Baik
35
Tiba-tiba Followers Melonjak Jadi 500.000
36
Menjadi Juru Bicara Punk Hazzard
37
Aku Tidak Secantik Selebriti untuk Menjadi Model
38
Pria Bertopi Baseball yang Berbohong
39
Dalam 12 Tahun, Haris Adalah Satu-satunya Pengecualian
40
Wajah Haris Terpampang di Billboard
41
Anita yang Menyebalkan
42
Undangan Audisi
43
Naskah Film Part 1
44
Naskah Film Part 2
45
Audisi
46
Haris Lolos Audisi
47
Hari Pertama di Lokasi Syuting
48
Foto Promosi Film
49
Akting Part 1
50
Akting Part 2
51
Akting Part 3
52
Haris dihitamkan di Internet
53
Diminta Belajar dari Anita
54
Bimbingan Anita Part 1
55
Bimbingan Anita Part 2
56
Pria (kucing) Itu Laki-laki
57
Nasihat Sutradara Willy
58
Anita Sadar Ia Mencintai Haris
59
Haris Mabuk
60
Pria Itu, Kucing!
61
Streamer Cinta Vita
62
Fanart Haris dan Naga Kelinci
63
Hubungan Anita dengan Orang Tuanya
64
Sebagian Selebriti Sebaiknya dihindari
65
Red Carpet Part 1
66
Red Carpet Part 2
67
Festival Film Bunasih Part 1
68
Festival Film Bunasih Part 2
69
Artis H dihitamkan
70
Perdebatan di Layar Part 1
71
Perdebatan di Layar Part 2
72
Nasihat Zaenal
73
Kelly Kelly Menggoda Haris
74
Pinjam Ponselmu
75
Meminjamkan Karet Gelang
76
Kesepian
77
Menjadi Tetangga
78
Reporter X Life
79
Naskah Karakter Villain
80
Memasak Setiap Hari
81
Trending Foto di Ig
82
Ulang Tahun Haris
83
Kiss [End Season 1]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!