Menyesuaikan Suasana Hati

“Kamu dan Ryan adalah rekan kerja, bukan? Melihat caramu berdiri, itu pasti sudah menjadi kebiasaan. Ngomong-ngomong posturmu salah karena ini modeling, bukan postur pelayan restoran yang dibutuhkan saat ini.”

Restoran western tempat Harus bekerja benar-benar tahu cara melatih karyawannya. Semua pelayan berdiri tegak dan memiliki temperamen yang luar biasa, tetapi yang diinginkan Lina bukanlah etiket dan semangat, tetapi dekadensi dan kesedihan.

Lina mengerutkan kening dan berkata, “Tidak seperti itu. Foto-fotonya tidak akan menjadi bagus jika kamu melakukannya seperti itu. Coba bayangkan perasaan lesu dan kesedihan yang tidak membuat semangat atau hal semacam itu. Jangan berdiri tegak. Sebenarnya, perasaan yang aku tuju tidak benar-benar lesu. Ini lebih seperti negatif, lebih frustrasi, gelap, hal hal yang semacam itu.”

Lina berbicara sebentar tapi menyadari bahwa ia sendiri tidak terlalu yakin bagaimana menjelaskannya.

“Kamu tahu, seperti tidak ada harapan dalam hidup, perasaan seperti itu. Sejenis putus asa.”

Haris mengerti sedikit. Untuk beberapa waktu, dia terjebak di tempat yang sangat gelap. Dia telah berada dalam kondisi ini selama hampir dua tahun, di mana dia kesepian di rumah sendirian. Dia merasa lelah bahkan ketika dia menggerakkan jari-jarinya. Bahkan sekarang, ia sering mengalami serangan depresi karena merasa kesepian.

Sangat mudah baginya untuk tergelincir ke dalam pola pikir seperti itu. Dia hanya perlu membayangkan bagaimana ia saat sedang berada di masa-masa suramnya.

Efeknya langsung terasa. Seluruh orangnya menjadi tampak suram. Bahunya rileks, kakinya sedikit ditekuk, dan dia bersandar ke dinding. Dia tampak kelelahan seolah-olah tidak ada roh di tubuhnya. Dia mengangkat dagunya dengan acuh tak acuh dan bertanya, “Apa kamu punya minuman? Misalnya bir atau vodka?”

"Kamu minum minuman yang seperti itu?"

"Kamu membuatku benar-benar terkejut. Aku kira kamu tidak minum minuman keras. Bawakan dia vodka." 

Lina sebenarnya bermaksud memberikan vodka pada Haris setelah pemotretan selesai, bermaksud agar itu menjadi hadiah untuk diberikan Haris kepada Ryan yang telah merekomendasikan Haris padanya. Yah, dia bisa memberikan minuman lain untuk Ryan nanti. Itu tidak masalah sekarang. Dia membuka kotak hadiah dan menyerahkan sebotol minuman keras kepada Haris.

Haris melihatnya, itu ternyata —— vodka.

Haris pergi ke depan dan membuka botol itu dan meneguknya. Beberapa vodka meluncur di lehernya dan menetap di tulang selangkanya.

Ruangan tiba-tiba menjadi sunyi. Terlepas dari apakah mereka model atau anggota staf lainnya, mereka semua terdiam menatap Haris yang cantik.

Penata rias dan orang-orang di ruangan itu tertegun cukup lama, dan wajah mereka perlahan memerah.

Penata rias menawari Haris tempat duduk.

“Kemarilah, aku akan mengoleskan eyeshadow untukmu. Aku akan merias wajahmu.”

Penata rias menghabiskan waktu lama merias wajah Haris. Ia sangat berhati-hati agar tidak menurunkan level kecantikan Haris dengan make-upnya. Para model dan staf di dekatnya mulai meninggalkan ruang ganti dan memasuki studio film satu demi satu. Saat dia selesai, studio yang berfungsi sebagai ruang ganti pada dasarnya kosong. Hampir semua orang ada di studio lain, sedang memulai syuting pemotretan.

Hanya Lina, Haris Reynaldi, dan penata rias yang tersisa di ruangan itu.

Pencahayaan di studio tidak terlalu bagus. Itu agak redup karena kurangnya cahaya dari lampu.

Haris bersandar ke dinding, membawa botol alkohol di satu tangan. Dia memiliki satu kaki ditekuk, yang lain menopang berat badannya. Ia lalu meminum Vodka.

Lina lalu mengingatkannya agar jangan mabuk. “Nak, jangan sampai mabuk. Kamu akan menjadi orang terakhir yang menjalani pemotretan. Aku akan melihat bagaimana keadaan mereka dulu, begitu giliranmu, aku akan memanggilmu secara langsung.”

Haris mengangguk, "Ok."

Saat Lina pergi, dia juga menyeret penata rias pergi, hanya menyisakan Harus di ruang studio itu sendirian.

Begitu Lina dan penata rias pergi, Haris duduk di sofa degan kaki terangkat ke atas bersandar pada ujung pinggiran sofa. Haris menyandarkan punggungnya pada sofa, ia masih memegang vodka di tangan kanannya. Sesekali ia menenggak vodka.

****

Di sisi lain, variety show live streaming Treasure Hunt sedang berjalan lancar. Banyak pemirsa yang sedang online menonton versi live.

Variety show tersebut memiliki empat pembawa acara, dan empat tamu akan diundang untuk berpartisipasi dalam permainan setiap episodenya.

Dua tuan rumah akan berperan sebagai kapten tim yang memimpin tim masing-masing. Salah satunya adalah artis terkenal yang sedang naik daun, dan dia akan menjabat sebagai kapten tim biru. Acara TV yang dia bintangi semuanya dinilai sangat baik, dan reputasinya di industri juga tidak buruk. Dia adalah tipe figur kakak laki-laki nasional.

Ada juga seorang idola dari boyband terkenal, dan dia menjabat sebagai kapten tim merah. Dia memulai debutnya melalui pertunjukan bakat. Dia berpengetahuan luas, pandai menyanyi dan menari, dan memiliki selera humor yang bagus di variety show yang sebelumnya ia bintangi.

Ruang siaran langsung memiliki anggota staf yang memberikan komentar di samping.

“Tim biru semakin jauh keluar jalur. Mereka menuju arah yang berlawanan dari tempat petunjuk itu berada dan akan segera keluar dari area berburu harta karun yang telah ditentukan. Apakah mereka akan tersesat?”

“Yah, meskipun masih ada beberapa studio di depan, kalian semua tahu bahwa kru program kami cukup miskin, ah, sebenarnya kami cukup kaya, hanya saja tidak berhasil menyewa seluruh studio film. Saat ini area yang dituju oleh tim biru adalah studio yang tidak kami sewa. Jika mereka nyasar ke area itu, tim mereka akan kehilangan poin dan mungkin akan menderita kekalahan dari tim merah.”

****

Ada sofa penyangga di tengah ruangan studio tempat Haris menunggu. Ia meregangkan kakinya dan bersandar di sofa, satu tangan melingkari botol vodka dengan longgar.

Haris belum pernah menjadi model sebelumnya, ia sedikit tidak yakin tentang bagaimana melakukannya, jadi apa pun saran yang diberikan orang lain kepadanya, dia akan mengingat semuanya dan langsung menerapkannya. Setelah semua, ia memang tidak memiliki pengalaman sama sekali!

Apa yang dikatakan Lina benar. Emosi sangat penting untuk bagaimana orang menampilkan diri mereka di kamera.

Namun, tidak semudah itu untuk hanya menangis ketika disuruh menangis dan tertawa ketika disuruh tertawa. Umumnya, model akan menggunakan bahasa tubuh dan manajemen wajah secara sadar untuk memasuki kondisi yang tepat. Haris sedang menyesuaikan suasana hatinya. Alasan ia minum vodka karena ia ingin tenggelam dalam suasana gelap yang dibutuhkan dalam pemotretan kali ini.

Haris sedang membayangkan bagaimana menampilkan ekspresi wajahnya ketika nanti fotografer memintanya untuk berpose. Adapun bahasa tubuh, ia hanya akan mengikuti arahan yang diberikan.

Terpopuler

Comments

Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻

Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻

3 bunga untuk pria cantik

2023-03-06

0

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi dan Bercerai
2 Bertemu Mantan di Ruang Ganti Karyawan
3 Pria Tercantik di Singosari
4 Masuk Trending Topic
5 Naga Kelinci Sakit
6 Andai Haris Seorang Wanita
7 Menjadi Model
8 Modelnya Cantik
9 Menyesuaikan Suasana Hati
10 Selebriti Beriklan di Tengah Variety Show
11 Komentar Layar Booming
12 Kesalahpahaman
13 Yeni
14 Menandatangani Kontrak dengan Yeni
15 Ke Yenny Entertainment
16 Agen lebih mirip Artis daripada Artis Sungguhan
17 Akan Tampil di Variety Show
18 Aku Pikir Mantan Istrimu Adalah Ja-Ba
19 Variety Show Hidup di Desa
20 Secara Teknis Tidak Terlambat
21 Perkenalan Sesama Tamu Variety show
22 Haris dihukum Ganti Gaya
23 Interaksi Para Selebriti di Variety Show Part 1
24 Interaksi Para Selebriti di Variety Show Part 2
25 Daya Tarik Haris
26 Memotong Kayu
27 Haris Memotong Kayu Terlalu Banyak
28 Makan Siang Tidak Berselera
29 Memasak Sup Untuk Haris
30 Anita Mementingkan Pendapat Haris Tentang Dirinya
31 Haris Tidak Menyukai Anita
32 Haris Tidak Memiliki Akun Media Sosial
33 Masuk Pencarian Panas
34 Anak yang Sangat Sopan dan Berperilaku Baik
35 Tiba-tiba Followers Melonjak Jadi 500.000
36 Menjadi Juru Bicara Punk Hazzard
37 Aku Tidak Secantik Selebriti untuk Menjadi Model
38 Pria Bertopi Baseball yang Berbohong
39 Dalam 12 Tahun, Haris Adalah Satu-satunya Pengecualian
40 Wajah Haris Terpampang di Billboard
41 Anita yang Menyebalkan
42 Undangan Audisi
43 Naskah Film Part 1
44 Naskah Film Part 2
45 Audisi
46 Haris Lolos Audisi
47 Hari Pertama di Lokasi Syuting
48 Foto Promosi Film
49 Akting Part 1
50 Akting Part 2
51 Akting Part 3
52 Haris dihitamkan di Internet
53 Diminta Belajar dari Anita
54 Bimbingan Anita Part 1
55 Bimbingan Anita Part 2
56 Pria (kucing) Itu Laki-laki
57 Nasihat Sutradara Willy
58 Anita Sadar Ia Mencintai Haris
59 Haris Mabuk
60 Pria Itu, Kucing!
61 Streamer Cinta Vita
62 Fanart Haris dan Naga Kelinci
63 Hubungan Anita dengan Orang Tuanya
64 Sebagian Selebriti Sebaiknya dihindari
65 Red Carpet Part 1
66 Red Carpet Part 2
67 Festival Film Bunasih Part 1
68 Festival Film Bunasih Part 2
69 Artis H dihitamkan
70 Perdebatan di Layar Part 1
71 Perdebatan di Layar Part 2
72 Nasihat Zaenal
73 Kelly Kelly Menggoda Haris
74 Pinjam Ponselmu
75 Meminjamkan Karet Gelang
76 Kesepian
77 Menjadi Tetangga
78 Reporter X Life
79 Naskah Karakter Villain
80 Memasak Setiap Hari
81 Trending Foto di Ig
82 Ulang Tahun Haris
83 Kiss [End Season 1]
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Transmigrasi dan Bercerai
2
Bertemu Mantan di Ruang Ganti Karyawan
3
Pria Tercantik di Singosari
4
Masuk Trending Topic
5
Naga Kelinci Sakit
6
Andai Haris Seorang Wanita
7
Menjadi Model
8
Modelnya Cantik
9
Menyesuaikan Suasana Hati
10
Selebriti Beriklan di Tengah Variety Show
11
Komentar Layar Booming
12
Kesalahpahaman
13
Yeni
14
Menandatangani Kontrak dengan Yeni
15
Ke Yenny Entertainment
16
Agen lebih mirip Artis daripada Artis Sungguhan
17
Akan Tampil di Variety Show
18
Aku Pikir Mantan Istrimu Adalah Ja-Ba
19
Variety Show Hidup di Desa
20
Secara Teknis Tidak Terlambat
21
Perkenalan Sesama Tamu Variety show
22
Haris dihukum Ganti Gaya
23
Interaksi Para Selebriti di Variety Show Part 1
24
Interaksi Para Selebriti di Variety Show Part 2
25
Daya Tarik Haris
26
Memotong Kayu
27
Haris Memotong Kayu Terlalu Banyak
28
Makan Siang Tidak Berselera
29
Memasak Sup Untuk Haris
30
Anita Mementingkan Pendapat Haris Tentang Dirinya
31
Haris Tidak Menyukai Anita
32
Haris Tidak Memiliki Akun Media Sosial
33
Masuk Pencarian Panas
34
Anak yang Sangat Sopan dan Berperilaku Baik
35
Tiba-tiba Followers Melonjak Jadi 500.000
36
Menjadi Juru Bicara Punk Hazzard
37
Aku Tidak Secantik Selebriti untuk Menjadi Model
38
Pria Bertopi Baseball yang Berbohong
39
Dalam 12 Tahun, Haris Adalah Satu-satunya Pengecualian
40
Wajah Haris Terpampang di Billboard
41
Anita yang Menyebalkan
42
Undangan Audisi
43
Naskah Film Part 1
44
Naskah Film Part 2
45
Audisi
46
Haris Lolos Audisi
47
Hari Pertama di Lokasi Syuting
48
Foto Promosi Film
49
Akting Part 1
50
Akting Part 2
51
Akting Part 3
52
Haris dihitamkan di Internet
53
Diminta Belajar dari Anita
54
Bimbingan Anita Part 1
55
Bimbingan Anita Part 2
56
Pria (kucing) Itu Laki-laki
57
Nasihat Sutradara Willy
58
Anita Sadar Ia Mencintai Haris
59
Haris Mabuk
60
Pria Itu, Kucing!
61
Streamer Cinta Vita
62
Fanart Haris dan Naga Kelinci
63
Hubungan Anita dengan Orang Tuanya
64
Sebagian Selebriti Sebaiknya dihindari
65
Red Carpet Part 1
66
Red Carpet Part 2
67
Festival Film Bunasih Part 1
68
Festival Film Bunasih Part 2
69
Artis H dihitamkan
70
Perdebatan di Layar Part 1
71
Perdebatan di Layar Part 2
72
Nasihat Zaenal
73
Kelly Kelly Menggoda Haris
74
Pinjam Ponselmu
75
Meminjamkan Karet Gelang
76
Kesepian
77
Menjadi Tetangga
78
Reporter X Life
79
Naskah Karakter Villain
80
Memasak Setiap Hari
81
Trending Foto di Ig
82
Ulang Tahun Haris
83
Kiss [End Season 1]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!