Sesampainya dipasar,Lisa mulai menjajahkan seluruh dagangannya dan memulai harinya dengan bersemangat.Walaupun kondisinya masih sedikit lemah,namun Lisa berusaha untuk bertahan.
Disaat ia mulai untuk berjualan,tiba tiba saja segerombolan beberapa preman datang menghampirinya.
"Hei..Berikan uangmu.."Sahut salah satu dari mereka sambil menadah tangan.
"Maaf,saya baru saja mulai jualan..Jadi saya belum mendapatkan uang."Jawab Lisa sedikit merasa takut.Karna segerombolan preman tersebut setiap harinya selalu memintah jatah preman pada setiap orang yang berdagang dipasar itu.
Mendengar jawaban Lisa yang tidak puas,preman tersebut pun langsung menggebrak meja dagangan Lisa dengan cukup keras.Hingga membuat para penjual yang berada didekat dagangan Lisa terkejut.
"Kau jangan coba main main dengan kami..Kalau kau masih mau aman jualan disini,cepat berikan kami uang..!!!"Bentak preman tersebut pada Lisa.
"Tapi,saya memang belum mendapatkan uang bang..Saya baru saja mulai jualan.."Jawab Lisa menjelaskan.
"Dan kau pikir kami peduli??Kau mau kasih kami uang atau kami akan mengobrak abrik dagangan mu..Tahu..!!!"Bentak preman itu lagi dengan nada emosi.
Lisa pun semakin takut dan gemetaran.Ia bisa saja memberikan sebagian uang dari hasil dagangannya yang dibeli oleh Icah sebelumnya.Namun,ia memikirkan nasibnya pada sang ibu.Jika ia tidak memberikan uang hasil jualannya pada sang ibu,jelas akan membuat dirinya akan dimarahi sang ibu.
"Hei..Kenapa kalian harus membentak gadisku..Nanti dia akan semakin takut .."Sahut seseorang yang tiba tiba muncul dari segerombolan mereka.Yang ternyata adalah ketua preman mereka bernama Bobby.
Lelaki yang dikenal kejam dan selalu membuat onar,bahkan juga selalu mengancam setiap pedagang jika ia tidak diberi uang.
Anggotanya pun menoleh kearahnya.
"Lihat bos..Dia tidak.mau memberikan jatah lapaknya pada kita."Jawab anak buah Bobby memberitahu
"Lisa..Dari pada kau harus bersusah payah berjualan sampah seperti ini,lebih baik kau kawin saja dengan ku..Hidup mu akan enak dan bahkan terjamin..Tapi kalau kau menolak,setiap hari kau akan selalu diperlakukan seperti ini..Bagaimana??"Ujar Bobby yang setiap datang selalu menawarkan Lisa untuk dinikahi.
Namun Lisa selalu menolaknya,karna ia tidak mau menikah dengan lelaki yang sudah beristri dua.Dan bahkan kerjanya selalu berjudi,mabuk-mabukan dan meminta uang secara paksa pada setiap pedagang.
"Maaf..Saya tidak mau..Tolong jangan terus menganggu saya..Saya disini cuma ingin berjualan..Kalau saya sudah punya uang dari hasil dagang,saya akan memberikannya pada kalian."Jawab Lisa menolak dengan pelan.
"Cih..Kau selalu saja menolak penawaran ku..Apa kau tidak sadar,hidupmu seperti apa..Jangan berlagak kau jual mahal..Kau cuma ja*ang miskin yang tidak tahu diri.."Sindir Bobby dengan kata kata tajam dan pada akhirnya memandang rendah Lisa.
Tapi ia mengakui jika Lisa memang gadis yang cantik dan manis.Terlebih dia masih gadis perawan,yang lelaki mana pun pasti sangat ingin memiliki dirinya.Termasuk Bobby sendiri,walaupun ia sudah memiliki istri 2.
Lisa lebih memilih diam dan menunduk.Membiarkan Bobby yang selalu menghina diri.Karna ia lebih ingin mempertahankan harga dirinya walaupun ia dinilai sangat miskin dan rendah.
"Cepat berikan uangnya...!!!Kenapa kau diam saja ****** sampah..!!!"Sahut anak buah Bobby yang membentak Lisa.
Seketika membuat Lisa terkejut.
"Maaf..Saya benar benar tidak punya uang..Kasih saya waktu sampai sore ini..Jika dagangan saya habis,saya akan berikan uang hasil dagangan saya."Jawab Lisa langsung memelas dan memohon.
"Bagaimana bos?"Tanya anak buahnya pada Bobby.
"Kita kembali lagi nanti sore."Jawab Bobby lebih dulu pergi.
"Awas kalau kau berani kabur..Kau akan menyesal..Paham..!!"Ucap anak buah Bobby memberi ancaman.
"I..Iya.."Jawab Lisa mengangguk ketakutan
Dan akhirnya segerombolan preman tersebut pun pergi meninggalkan lapak dagangan Lisa.Lisa pun akhirnya bisa menghela nafas lega.
"Syukurlah mereka pergi..Artinya dagangan ku hari ini harus laku semua ..Jika tidak,aku tidak akan bisa memberikan mereka uang."Ujar Lisa bicara pada dirinya sendiri.
Disisi lain..
Vina sang ibu Lisa,terlihat tengah berkumpul bersama teman temannya.Bukan untuk mengobrol bercengkrama,layaknya seperti ibu ibu pada umunya
Namun ia justru tengah asik bermain judi sambil merokok.Bak seperti wanita liar yang tidak tahu aturan.
"Brengsek..!!Kenapa aku harus kalah terus..Sial..!!"Umpat Vina merasa kesal karna ia terus kalah dari permainan judinya.
Vina selalu menghabiskan uangnya untuk bermain judi.Uang yang diperolehnya tak lain uang dari hasil dagangan Lisa.Yang bersusah payah Lisa berdagang.
Vina seakan tidak peduli,bagaimana susah payah Lisa mendapatkan uang.Selain berjualan Lisa terkadang melakukan pekerjaan rumah tangga dibeberapa tetangga yang membutuhkan tenaganya.Demi menambah pendapatannya,yang terkadang masih kurang.Dan Vina selalu menuntut Lisa agar selalu mendapatkan uang yang banyak.
Bahkan disaat Lisa sedang sakit,Vina tetap memaksa Lisa untuk menjadi uang.Ia juga tidak mau mengurusi Lisa jika sedang sakit.
Seakan Vina benar benar tidak menunjukkan sikapnya selayaknya seorang ibu
"Artinya kau kurang beruntung hari ini..Apa kau masih ingin main Vin??"Ujar temannya bernama Eva yang seolah seperti menyindirnya
Vina pun melirik raja kearahnya.
"Aku sudah tidak punya uang lagi..Nanti aku akan minta pada anak itu."Jawab Vina dengan ketus.
"Oh..Ku kira kau akan mengutang lagi pada rentenir..Kenapa??Apakah utang mu sekarang sudah menumpuk??"Sindir Eva lagi.
"Bukan urusan mu Eva..Aku masih bisa berhutang lagi pada lintah darat itu."Jawab Vina dengan sombongnya.
"Lalu bagaimana kau akan membayarnya??Apa kau ingin menjadikan Lisa sebagai jaminan nya??Itu tidak akan cukup say..Dia tidak akan melepaskan mu begitu saja..Aku sudah pernah ingatkan padamu,jangan coba berurusan dengannya..Atau nasibmu akan berakhir di tanah kuburan."Ujar Eva memberi peringatan.
Seketika membuat Vina terdiam dan mulai merasa khawatir dengan peringatan Eva.Karna apa yang dikatakan Eva memang benar,walau dijamin dengan Lisa pun itu tidak akan membuatnya bisa hidup tenang.Sebab nyawanya pun bisa ikut jadi jaminannya.
"Menurutku,kenapa kau tidak manfaatkan saja tubuh anakmu.."Sahut Dela yang juga teman Eva.
Membuat Eva menatap bingung.
"Maksudmu??"Tanya Eva bingung.
"Ya..Kalau ingin anak mu menghasilkan uang yang banyak..Kau bisa manfaatkan tubuh anak mu..Kau jual pada lelaki yang banyak uangnya..Jaman sekarang jika kau ingin punya uang secara instant..Kau harus melalui jalur lembah hitam..Memang cara maksiat,tapi bisa mengeluarkan mu dari penderitaan tanpa uang.."Jelas Dela.
Membuat Eva berpikir sejenak.
"Sayangnya aku tidak punya anak..Dan tubuhku tidak bisa dijual karna aku gendut..Jadi aku tidak bisa memanfaatkanya..Tapi kau,kau memiliki seorang anak gadis yang cukup cantik dan memiliki tubuh yang bagus..Aku yakin,tubuh anak mu memiliki harga jual yang tinggi..Kalau aku jadi dirimu aku pasti akan manfaatkan anakku..Hidup ini keras,kalau kau tidak tahu cara keluar dari sini kau tidak akan bisa bertahan hidup dengan tenang."Ucap Dela panjang lebar.
Dan membuat Vina seolah mengerti maksud semua ucapannya.Dan membuka pikirannya yang menerima semua masukan ucapan Dela.
Benar juga..Kenapa tidak pernah terpikirkan olehku..Anak itu sudah menjadi gadis yang seharusnya bisa kumanfaatkan..Batin Vina sejenak.
"Ada benarnya juga..Dengan hutangmu yang sudah menumpuk,tidak mungkin lintah darat itu membiarkan mu..Kau harus segera bertindak Vin..Daripada kau mengharapkan hasil dagangan anakmu yang tidak seberapa..Sementara menjadi wanita penghibur,dalam semalam kau bisa meraup untung hingga jutaan.."Sahut Eva yang ikut mempengaruhi pikiran Vina.
Dan Vina mulai tertegun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Azzahra Asiah
mgkin bukan ibu kandung nya Lisa
2024-11-26
1
Jastiah Tia
bikin kesal aja nih org tua tak berahlak
2024-07-09
0
Nana Niez
ini pasti ibunya odgj
2024-07-05
0