"Astaga kakak... jangan katakan seperti itu. Casey pikir kakak sudah berbuat banyak padaku sejak dulu. Aku pergi kak," ucap Casey lalu pergi.
"Biarkan supir yang mengantar mu," ucap Adeline kuat agar Casey mendengarnya.
"Nanti mommy tidak ada yang antar ke butiknya kak. Aku naik bus saja," ujar Casey menjauh.
"Ada apa sayang, kenapa pagi-pagi suaramu kuat," ujar Matilda duduk di kursi.
"Casey mom, aku bilang biar diantar supir tapi tidak mau," ujar Adeline.
"Sudahlah...biarkan saja," ucap Matilda mengambil spaghetti ke piringnya.
Tak lama kemudian Adeline sudah selesai sarapan. Ia bangkit dari kursinya dan pamit pada ibunya.
"Mom, Adel pergi dulu ya," ujar Adeline mengecup pipi kanan Matilda.
"Iya sayang. Hati-hati di jalan. Semoga pekerjaanmu hari ini berjalan dengan baik," balas Matilda, Adeline tersenyum lalu pergi.
"Bik, apa spaghetti nya masih ada?" tanya Matilda karena merasa spaghetti yang dimakannya sangatlah enak hingga ia ingin tambah.
"Maaf nyonya, spaghetti buatan Nona Casey sudah habis," pungkas pelayan membuat Matilda terdiam ditempatnya. Kalau saja ia tau spaghetti yang dimakannya buatan Casey, mungkin ia tidak akan memakannya tadi.
"Saya akan membuatnya lagi nyonya," ucap pelayan berjalan menuju pantry.
"Tidak perlu, saya sudah kenyang. Tolong bereskan ini semua. Saya mau ke butik dulu," ucap Matilda melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mengambil tas kerjanya.
********
Casey turun dari bus. Dengan langkah yang cepat ia berjalan menuju toko roti tempatnya bekerja.
"Akhh.." pekik Casey menghindar dari mobil yang hampir saja menabraknya.
"Apa kedua matamu itu tidak berfungsi Hah.." bentak pria yang hampir saja menabrak Casey setelah membuka kaca mobil mewahnya.
"Ma...maafkan saya Pak, ini kesalahan saya. Saya berjalan terburu-buru," ucap Casey menundukkan kepalanya. Pria itu melepas kacamata hitamnya dan menatap Casey cukup lama, ia seakan pernah melihat wanita yang berdiri di samping mobilnya. Tatapan keduanya bertemu, Casey terlihat gugup hingga akhirnya ia mengucapkan kata maaf sekali lagi lalu pergi dan masuk ke dalam toko roti.
"Aku ingat sekarang, dia adalah wanita yang sama yang tak sengaja menabrakku di club tadi malam," batin Dariel.
"Ahh sudahlah, tidak penting juga. Sebaiknya aku menemui kekasih ku sekarang," gumam Dariel tersenyum mengingat wajah kekasih tercintanya lalu melajukan mobilnya.
Setibanya di loker pegawai, Casey bertemu dengan Pamela yang sedang menyimpan barangnya di loker.
"Casey, aku sangat berterimakasih pada kalian sudah membantuku tadi malam," ucap Pamela bersyukur memiliki tiga teman yang selalu menemaninya disaat saat susah.
Casey mengangguk, "ibumu baik-baik saja kan?" tanya Casey, Pamela menganggukkan kepalanya mengatakan jika ibunya dalam keadaan baik.
Setelah memakai seragam kerjanya, keduanya lalu meninggalkan loker.
"Casey..." panggil Luvena.
"Selamat pagi Mrs. Luvena, ada yang bisa saya bantu," ujar Casey ramah pada atasannya.
"Siang nanti saya ingin membawa cake untuk anak-anak panti. Tolong siapkan sesuai dengan list yang ada di kertas ini ya nak," tukas Luvena memberikan selembar kertas pada Casey
Casey menerima kertas yang diberikan oleh Luvena, "baik Mrs. Luvena, saya akan segera menyiapkannya bersama yang lain," kata Casey.
"Terima kasih Casey. Nanti siang supir saya akan menjemputnya kesini," pungkas Luvena.
"Baik Mrs. Luvena. Apa ada yang perlu saya bantu lagi?" tanya Casey.
"Itu saja Casey, kembali lah bekerja," jawab Luvena. Casey mengangguk lalu pergi menuju kasir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
halimah sadiyah
lanjut lagi thor
2022-08-17
3
DW
Dariel vs Casey...mungkin Mereke sdh kenal diwktu msh kecil x ya....jodoh juga tak akan lari kemana.....dan sesuai dng judulnya akhir yang bahagia....bersama org yg dicintai yang pasti akan hadir seiring wktu sering bertemu dan bersama ....☺️
2022-08-17
3