Bab 15: Lelah

"Pokoknya tidak ada pertemuan antara Dariel dan Casey kecuali kamu sudah menikah dengannya. Mommy tidak yakin dengan anak itu. Dia benar-benar penggoda sama seperti__"

"Mom.. " Adeline menginterupsi perkataan Matilda. Ia tidak suka jika Matilda menghina Casey.

"Sepertinya Casey juga harus menemukan pasangan hidupnya mom. Aku juga ingin Casey bahagia bersama pria yang dicintainya. Tapi adik ku itu terlalu tertutup. Dia tidak pernah menceritakan tentang kekasihnya pada ku," tukas Adeline sedikit kesal dengan Casey yang tidak pernah terbuka padanya.

"Itu lebih baik, karena dengan begitu dia tidak tinggal di sini lagi dan mommy akan lebih tenang tidak dibayangi masa lalu. Ingatkan dia untuk memilih pasangan yang tidak bisa melampaui suami mu. Kamu harus tetap di atas Casey," ucap Matilda.

Casey yang mendengarnya meremas kuat piring di tangannya. Ibunya begitu tidak menginginkannya. Kata-kata itu membuatnya marah. Segala cara ia lakukan untuk mendapat perhatian Matilda. Namun semuanya tidak berarti di mata wanita itu.

"Mommy bisa tidak jangan berkata seperti itu? kalau mommy tidak suka. Aku akan membawanya tinggal bersama kami," ucap Adeline.

"Apa kamu tidak waras? kamu membawanya tinggal bersama mu dan membiarkan Casey menggoda suami mu," ucap Matilda marah.

"Mom, Casey tidak seperti itu," balas Adeline tidak terima.

"Kalau sampai kamu melakukannya, maka mommy tidak akan menganggap mu sebagai anak lagi," ucap Matilda meninggalkan Adeline.

"Mom.. dengarkan aku dulu," panggil Adeline namun tidak ada balasan dari ibunya.

Casey masuk ke dalam kamarnya, meletakkan sarapannya di atas nakas dengan air mata yang berlinang. Casey menjatuhkan tubuhnya di atas ranjangnya menumpahkan semua kesedihannya.

"Cukup Casey... jangan menangis lagi. Kamu harusnya tidak menangis seperti ini. Bukankah kamu sudah biasa mendengar hal seperti itu. Kamu hanya perlu berpura-pura seperti tidak terjadi sesuatu bukan?" batin Casey menyemangati dirinya. Namun suara tangisannya semakin pecah.

"Akhh.. memangnya aku salah apa," ucap Casey keras merusak tempat tidurnya.

"Kalau aku salah, kenapa tidak mengatakannya langsung agar aku bisa memperbaikinya, Casey lelah diperlakukan seperti ini terus mom.." ucap Casey menangis. Kamarnya kini sudah berantakan.

Keesokan paginya, Casey keluar dari kamarnya dengan memakai gaun di atas lututnya bermotifkan bunga. Tak lupa ia memakai sepatu kets putih serta tas selempangnya. Casey berjalan menuju dapur untuk mengambil buah apel dari dalam lemari pendingin. Casey berbalik, tanpa sengaja manik matanya bertemu dengan sepasang netra Matilda yang juga menatapnya. Entahlah, apakah itu suatu ketidaksengajaan, atau memang Matilda sudah menatapnya sejak tadi. Matilda yang menyadari itu langsung mengalihkan tatapannya.

"Casey... ayo sarapan dulu," ajak Adeline yang sedang sarapan bersama Matilda.

"Aku tidak lapar kak," balas Casey datar meninggalkan kedua wanita itu di ruang makan. Sejak semalam, Casey sudah memutuskan untuk menjadi Casey yang baru. Casey lelah berharap Matilda akan menyayanginya. Sampai saat ini harapannya itu tidak tercapai. Casey lebih baik menjaga jarak dengan mereka dan menikmati dunianya sendiri.

"Casey... " panggil Adeline namun Casey sengaja tidak menggubrisnya.

"Mom.. ada apa dengannya. Tidak biasanya dia seperti itu. Apa dia sedang punya masalah ya," ucap Adeline.

"Sudahlah.. dia tidak mungkin bodoh. Kalau lapar dia pasti akan mencari makan juga," balas Matilda.

"Ayo kamu lanjutkan sarapannya. Bukankah tadi kamu bilang hari ini ada rapat dengan karyawan mu," pungkas Matilda.

"Iya mom," balas Adeline.

Terpopuler

Comments

Linda M

Linda M

aku rasa cesey anak selingkuhan suami ya

2023-05-03

0

Devi Handayani

Devi Handayani

apa si casey bukan anak kandung kali ya🤔🤔🤔🤔

2022-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bekerja di Toko Roti
2 Bab 2: Ajakan Leandra
3 Bab 3: Lupakan Masa Lalu
4 Bab 4: Tak Sengaja Menabrak
5 Bab 5: Sahabat
6 Bab 6: Bertemu lagi
7 Bab 7: Panti Asuhan
8 Bab 8: Bukan Supir
9 Bab 9: Berbeda
10 Bab 10: Mengantar Tas
11 Bab 11: Saya Tidak Punya Waktu
12 Bab 12: Membeli Pakaian
13 Bab 13: Merestui
14 Bab 14: Kebahagiaan Adeline
15 Bab 15: Lelah
16 Bab 16: Kamu Semakin Cantik
17 Bab 17: Rencana Casey
18 Bab 18: Kamar Casey
19 Bab 19: Bukan yang Dulu
20 Bab 20: Kecewa
21 Bab 21: Kabar Pernikahan
22 Bab 22: Ucapan Selamat
23 Bab 23: Casey yang Tidak Beruntung
24 Bab 24: Pemberkatan
25 Bab 25: Apa Kamu Sedang Berharap?
26 Bab 26: Bukan Siapa-Siapa
27 bab 27: Ancaman Dariel
28 Bab 28: Rumah Kaca
29 Bab 29: Apa Aku Tidak Pantas?
30 Bab 30: Kita Akhiri Saja
31 Bab 31: Foto
32 Bab 32: Gugurkan Kandungan mu
33 Bab 33: Hukuman
34 Bab 34: Tidak Sadarkan Diri
35 Bab 35: Dariel Lembut?
36 Bab 36: Alferd yang Posesif
37 Bab 37: Gengsi Dariel
38 Bab 38: Tidak Ingin Melihat Wajahmu
39 Bab 39: Menyangkal Perasaan
40 Bab 40: Terbayang-bayang
41 Bab 41: Tidak Percaya
42 Bab 42: Makan Malam
43 Bab 43: Masa Kecil Dariel
44 Bab 44: Kenapa Aku Peduli
45 Bab 45: Nasihat Alferd
46 Bab 46: Casey Takut Cacing
47 Bab 47: Ingin menghindari ku?
48 Bab 48: Cemburu?
49 Bab 49: kebun Anggur
50 Bab 50: Pabrik Anggur
51 Bab 51: Semakin Cantik
52 Bab 52: Takut Sendirian
53 Bab 53: Jenifer Kembali
54 Bab 54: Cerita tentang Jenifer
55 Bab 55: Sudah Pernah Melihatnya.
56 Bab 56: Berpisah
57 Bab 57: Egois
58 Bab 58: Anjing Liar
59 Bab 59: Tidak Selemah Itu
60 Bab 60: Ingin Mencium mu
61 Bab 61: Balasan yang Setimpal
62 Bab 62: Saling Merindukan
63 Bab 63: Otak Bergerser?
64 Bab 64: Akting yang Cukup Bagus
65 Bab 65: Pilihan
66 Bab 66: Tanda Kepemilikan
67 Bab 67: So Gorgeous
68 Bab 68: Tidak Tau Malu
69 Bab 69: Aku Percaya Pada mu
70 Bab 70: Kamu Sempurna
71 Bab 71: Hanya Ingin Kamu
72 Bab 72: Lipstik Merah di Wajah Alferd
73 Bab 73: Panggil Mommy Saja
74 Bab 74: Kepergok
75 Bab 75: Menginginkan mu
76 Bab 76: Terlambat
77 Bab 77: Kantor Dariel
78 Bab 78: Minta Maaf
79 Bab 79: Kalung Permata
80 bab 80: Anak Pembawa Sial
81 Bab 81: Fakta
82 Bab 82: Lupakan Masa Lalu
83 Bab 83: Hanya Ingin Menebus Kesalahan
84 Bab 84 : Aku Membenci mu
85 Bab 85: Tidak Butuh Penjelasan
86 Bab 86: Maaf
87 Bab 87: Bertahan lah
88 Bab 88: Berjanjilah
89 Bab 89: Kritis
90 Bab 89: Kritis
91 Bab 90: Kabar Baik
92 Bab 91: Sadar
93 Bab 92:
94 Bab 93:
95 Bab 94: End
96 Bonus Chapter
97 Bonus Chapter
98 New Novel
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Bab 1: Bekerja di Toko Roti
2
Bab 2: Ajakan Leandra
3
Bab 3: Lupakan Masa Lalu
4
Bab 4: Tak Sengaja Menabrak
5
Bab 5: Sahabat
6
Bab 6: Bertemu lagi
7
Bab 7: Panti Asuhan
8
Bab 8: Bukan Supir
9
Bab 9: Berbeda
10
Bab 10: Mengantar Tas
11
Bab 11: Saya Tidak Punya Waktu
12
Bab 12: Membeli Pakaian
13
Bab 13: Merestui
14
Bab 14: Kebahagiaan Adeline
15
Bab 15: Lelah
16
Bab 16: Kamu Semakin Cantik
17
Bab 17: Rencana Casey
18
Bab 18: Kamar Casey
19
Bab 19: Bukan yang Dulu
20
Bab 20: Kecewa
21
Bab 21: Kabar Pernikahan
22
Bab 22: Ucapan Selamat
23
Bab 23: Casey yang Tidak Beruntung
24
Bab 24: Pemberkatan
25
Bab 25: Apa Kamu Sedang Berharap?
26
Bab 26: Bukan Siapa-Siapa
27
bab 27: Ancaman Dariel
28
Bab 28: Rumah Kaca
29
Bab 29: Apa Aku Tidak Pantas?
30
Bab 30: Kita Akhiri Saja
31
Bab 31: Foto
32
Bab 32: Gugurkan Kandungan mu
33
Bab 33: Hukuman
34
Bab 34: Tidak Sadarkan Diri
35
Bab 35: Dariel Lembut?
36
Bab 36: Alferd yang Posesif
37
Bab 37: Gengsi Dariel
38
Bab 38: Tidak Ingin Melihat Wajahmu
39
Bab 39: Menyangkal Perasaan
40
Bab 40: Terbayang-bayang
41
Bab 41: Tidak Percaya
42
Bab 42: Makan Malam
43
Bab 43: Masa Kecil Dariel
44
Bab 44: Kenapa Aku Peduli
45
Bab 45: Nasihat Alferd
46
Bab 46: Casey Takut Cacing
47
Bab 47: Ingin menghindari ku?
48
Bab 48: Cemburu?
49
Bab 49: kebun Anggur
50
Bab 50: Pabrik Anggur
51
Bab 51: Semakin Cantik
52
Bab 52: Takut Sendirian
53
Bab 53: Jenifer Kembali
54
Bab 54: Cerita tentang Jenifer
55
Bab 55: Sudah Pernah Melihatnya.
56
Bab 56: Berpisah
57
Bab 57: Egois
58
Bab 58: Anjing Liar
59
Bab 59: Tidak Selemah Itu
60
Bab 60: Ingin Mencium mu
61
Bab 61: Balasan yang Setimpal
62
Bab 62: Saling Merindukan
63
Bab 63: Otak Bergerser?
64
Bab 64: Akting yang Cukup Bagus
65
Bab 65: Pilihan
66
Bab 66: Tanda Kepemilikan
67
Bab 67: So Gorgeous
68
Bab 68: Tidak Tau Malu
69
Bab 69: Aku Percaya Pada mu
70
Bab 70: Kamu Sempurna
71
Bab 71: Hanya Ingin Kamu
72
Bab 72: Lipstik Merah di Wajah Alferd
73
Bab 73: Panggil Mommy Saja
74
Bab 74: Kepergok
75
Bab 75: Menginginkan mu
76
Bab 76: Terlambat
77
Bab 77: Kantor Dariel
78
Bab 78: Minta Maaf
79
Bab 79: Kalung Permata
80
bab 80: Anak Pembawa Sial
81
Bab 81: Fakta
82
Bab 82: Lupakan Masa Lalu
83
Bab 83: Hanya Ingin Menebus Kesalahan
84
Bab 84 : Aku Membenci mu
85
Bab 85: Tidak Butuh Penjelasan
86
Bab 86: Maaf
87
Bab 87: Bertahan lah
88
Bab 88: Berjanjilah
89
Bab 89: Kritis
90
Bab 89: Kritis
91
Bab 90: Kabar Baik
92
Bab 91: Sadar
93
Bab 92:
94
Bab 93:
95
Bab 94: End
96
Bonus Chapter
97
Bonus Chapter
98
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!